Full Transcript

·YouTLDR

ADIZERO: SEPATU KALCER ADIDAS YANG MEWUJUDKAN MIMPI NIKE

9:24IndonesianBy room49Transcribed Jul 12, 2026
Analisis video lain dengan ProGaransi uang kembali 30 hari
0:01

Dulu untuk jadi pelari tercepat di dunia

0:03

yang dibutuhkan cuman kaki, paru-paru,

0:06

dan mental baja. Tapi hari ini rekor

0:08

maratan dunia mungkin juga ditentukan

0:10

oleh sepotong foam, carbon plate, dan

0:13

tiga garis di sisi samping sepatu. Ya,

0:16

Adidas lewat sepatu AD Adius Pro EF-nya

0:19

baru aja nganterin seorang pelari

0:20

maraton bernama Sebastian Sawe mecahin

0:23

rekor dunia dengan catatan waktu 1 jam

0:26

59 menit 30 detik. Rekor yang sangat

0:29

mengagumkan. Bahkan Nike aja sampai

0:32

kasih respect. Yang menarik ini bukan

0:35

pertama kalinya sepatu di Zero nganterin

0:37

pelari maraton mecahin rekor dunia. Di

0:40

tahun 2008 mereka ngantterin Herselasi

0:44

mecahin rekor dunia dengan catatan waktu

0:46

2 jam 3 menit 59 detik di Berlin

0:50

Maraton. Lah 2008 udah ada AD Zero,

0:53

Bang. Ya, bahkan project ini udah

0:55

dimulai 22 tahun yang lalu. Terus kenapa

0:59

ya hype-nya baru nyampai sekarang? Ke

1:01

mana aja mereka selama ini? Nah,

1:04

daripada penasaran, langsung aja kita

1:06

bahas di room 49. [musik]

1:12

Founder Adidas Adolf Desler percaya

1:14

kalau light equals fast. Dia percaya

1:17

kalau sepatu yang ringan bisa

1:19

meningkatkan performa atlet. Kepercayaan

1:21

inilah yang jadi filosofi lahirnya lini

1:24

sepatu performance running Adidas yaitu

1:26

Adi Zero. Berbeda dengan brand lain di

1:29

era itu yang mdevelop sepatunya

1:31

menggunakan komputer canggih, Adidas

1:33

justru bekerja sama dengan seorang

1:35

pengrajin sepatu legend dari Jepang yang

1:37

bernama Tosiaki Omori. Omori ini sangat

1:41

terobsesi dengan bentuk kaki manusia.

1:43

Makanya dia menghabiskan bertahun-tahun

1:46

untuk mempelajari bentuk alami kaki

1:48

manusia. Project ini dimulai sejak tahun

1:50

2004 dan ini adalah sepatu pertamanya

1:53

namanya AD RC. Beda banget ya sama Adiz

1:57

Zero yang sering kita lihat akhir-akhir

1:59

ini. Terus mereka bikin Adizero CS

2:02

sampai akhirnya pada tahun 2008 mereka

2:04

bikin Adzero Adios. Nah, dari sepatu

2:07

inilah sejarah diukir. Sepatu ini

2:10

berhasil nganterin pelari maraton dari

2:12

Ethiopia bernama Haile Gebrelasi

2:14

menangin Berlin maraton sekaligus

2:17

memecahkan rekor dunia sebagai pelari

2:19

tercepat maraton dengan catatan waktu 2

2:22

jam 3 menit 59 detik. Enggak sampai di

2:25

situ. Di tahun-tahun selanjutnya,

2:27

Adiziro terus berhasil nganterin para

2:29

pelari buat mecahin rekor dunia. Tahun

2:32

2011, Adi Zero Adios 2 nganterin Patrick

2:35

Makau pecahin rekor dengan waktu 2 jam 3

2:38

menit 38 detik. Tahun 2013, giliran

2:42

prototype Edizero Adius 3 yang nganterin

2:44

Wilson Kipsang mecahin rekor dengan

2:46

waktu 2 jam 3 menit 23 detik. Tahun

2:51

2014, giliran Adizero Adiobus yang

2:53

nganterin Denis Kimeto mecahin rekor

2:56

dunia dengan waktu 2 jam 2 menit 57

2:59

detik. Di era itu, Adidas terasa

3:02

mendominasi banget. Sampai akhirnya era

3:05

dominasi Adidas ini harus berakhir saat

3:07

memasuki era supersius. Nike dengan

3:10

teknologi carbon plate-nya berhasil

3:12

mengambil alih posisi puncak Adidas.

3:14

Bahkan mereka punya mimpi besar lewat

3:16

project Breaking 2. Apa itu Breaking Two

3:20

dan gimana Nike bisa menyalip Adidas?

3:23

Yuk, kita bahas di chapter selanjutnya.

3:26

[musik]

3:30

Tahun 2014 secara diam-diam Nike membuat

3:33

projek besar bernama Breaking Two.

3:35

Tujuannya simpel untuk memecahkan ber

3:38

maraton di bawah 2 jam. Untuk mewujudkan

3:41

hal ini, Nike mencari beberapa pelari

3:43

maraton terbaik di dunia untuk dilatih.

3:46

Enggak cuman itu, Nike juga mendesain

3:48

ulang sepatu larinya. Mereka menemukan

3:50

sebuah foh. Waktu itu namanya PEX foam.

3:54

Biasanya kalau fo book itu pasti bikin

3:56

pelari jadi lambat karena energy

3:59

readernya rendah banget. Tapi fo ini

4:02

beda. Meskipun super empuk, energy

4:05

return yang dihasilkan tinggi banget.

4:07

Ini sangat perfect buat pelari maraton.

4:10

Form empuk ini bikin pelari bisa terus

4:12

nyaman sepanjang 42 km tanpa mengurangi

4:15

kecepatannya. Nah, jenis foam inilah

4:18

yang jadi cikal bakal teknologi zoom X

4:20

Nike. Masalahnya namanya fo empuk pasti

4:23

teksturnya lembek. Nah, buat ngatasin

4:25

ini naikin nambahin carbon plate di

4:27

sepatunya biar sepatunya tetap stabil.

4:30

Tapi yang enggak mereka sadari ternyata

4:32

penambahan karbon plate ini bikin

4:34

langkah lebih efisien, transisinya lebih

4:37

smooth, dan energi yang dihabiskan jauh

4:40

lebih hemat. Nah, gabungan dari carbon

4:42

plate dan foam zoom X ini menghasilkan

4:44

Nike Vaperfly 4%. Kenapa 4%? Karena

4:48

penelitian internal Nike bilang kalau

4:50

sepatu ini bisa ningkatin running

4:52

ekonomi sekitar 4%. Katanya di maraton

4:56

4% itu gede banget. Sepatu ini dirilis

4:58

[musik] tahun 2016 dan langsung bikin

5:01

geger dunia maraton. Banyak pelari

5:03

bilang kalau waktu dipakai rasanya beda

5:05

aja gitu. Bahkan pelari dari brand lain

5:08

diam-diam pakai sepatu ini dengan

5:10

ditutup logonya. Pembuktiannya terjadi

5:13

di tahun 2017 saat Nike akhirnya bikin

5:16

breaking to di sirkuit F1 Monza Ital.

5:19

Saat itu, seorang pelari bernama Elliot

5:21

Kipoge hampir aja mewujudkan mimpi besar

5:24

breaking to Nike. Ia mencatat waktu 2

5:27

jam 25 detik. Sebenarnya Kip Joge udah

5:31

pernah catatin rekor finish maraton di

5:32

bawah 2 jam. Waktu itu di Inos Challenge

5:36

Vienna. Tapi rekornya gak dianggap sama

5:38

World Athletics karena ajang ini dibuat

5:41

seideal mungkin untuknya. Mulai dari

5:44

banyaknya passers yang bergantian

5:45

membantunya, mobil penunjuk pace hingga

5:48

lintasan yang dipilih sangat datar.

5:50

Singkatnya, meskipun Nike berhasil

5:52

mendominasi ajang maraton dunia sampai

5:55

tahun 2025 lalu, [musik] mimpi Nike

5:57

memecahkan rekor maraton dengan waktu di

5:59

bawah 2 jam tak pernah terwujud. sampai

6:02

akhirnya Adidas lah yang justru berhasil

6:05

mewujudkan mimpi Nike itu lewat

6:07

Sebastian Saw di London Maraton. Atlet

6:10

Adidas yang memakai sepatu Adizero Pro

6:12

E3 ini berhasil mencatatkan waktu 1 jam

6:16

59 menit 30 detik. Ini bahkan lebih

6:19

cepat daripada rekor Kip Joge yang

6:21

enggak diakui itu. Tapi tentu aja ini

6:24

bukan hasil kerja keras semalam. Adidas

6:27

udah mempersiapkan ini dari tahun-tahun

6:29

sebelumnya. Gimana prosesnya? Yuk, kita

6:32

bahas di chapter selanjutnya.

6:39

Sejak kemunculan Neg Ferfly, Adidas

6:41

sebenarnya udah langsung sadar kalau

6:43

mereka telah tertinggal. Mereka sadar

6:46

kalau filosofi Adi Zero lama dengan

6:48

bikin sepatu seringan mungkin aja

6:50

mungkin udah enggak cukup. Dunia running

6:52

sudah berubah dan kalau mereka mau

6:54

comeback mereka harus bikin sepatu yang

6:57

benar-benar baru. Dari situlah

6:59

pelan-pelan Adidas men-develop

7:01

teknologinya. Masih ingat sama filosofi

7:03

Pak Omori yang terobsesi dengan anatomi

7:05

kaki manusia? Nah, inilah senjata

7:08

rahasia yang dikembangkan Adidas. Kalau

7:11

Neki pakai plat karbon penuh, Adidas

7:13

malah bikin batang karbon yang bentuknya

7:15

ngikutin ruang kaki manusia. Mereka

7:18

pengin bikin sepatu yang bergerak

7:20

senatural mungkin. Nah, teknologi ini

7:22

yang diberi nama Energy Roads. Terus

7:24

kalau Nike punya Zoom X yang empuk tapi

7:27

punya energy return tinggi, Adidas

7:29

ngembangin LK Pro yang lebih smooth,

7:31

stabil, dan natural sehingga gak bikin

7:34

otot kaki cepat capek. Yang bedain

7:36

dengan Nike, Adidas enggak bikin kimpin

7:39

mewah besar-besaran kayak Break King

7:40

Two. Mereka diam-diam menyelinap dan

7:43

bikin gaduh dunia. Dengan Adizero Adios

7:46

Pro Evoya, Adidas berhasil ngewujudin

7:48

mimpi Nike untuk memecahkan waktu

7:50

maraton tercepat di bawah 2 jam. Bahkan

7:53

Nike pun sampai kasih respect ke Adidas.

7:56

Yang menarik, di momen saat pulit akhir

7:58

ditiupkan, Nike bisa dibilang kasih

8:00

counter attack yang sempurna ke Adidas.

8:03

Begitu Sahain rekor pakai Adidas, Nike

8:05

langsung ngepost unggahan bertuliskan,

8:08

"The clock has been reset. There is no

8:10

finish line." Dan jujur aja ini dingin

8:13

banget. Karena kalimat itu terasa

8:15

[musik] kayak Nike lagi bilang, "Oke,

8:18

sekarang kalian menang. Tapi game ini

8:20

belum selesai." Sambil kasih komentar

8:22

selamat buat Sawe di postingannya itu,

8:25

[musik] Nike sadar algoritma dunia lagi

8:27

nyaris Bastian Sawe. Kalau mereka diam,

8:30

mereka hilang dari peredaran. Inilah

8:32

cara jenius Nike buat tetap pegang

8:34

narasi yang selama ini ia bangun lewat

8:37

proyek Breaking T. Dari sini kita bisa

8:40

belajar banyak hal. Dari Nike, kita bisa

8:42

belajar kalau enggak ada salahnya ngeset

8:44

mimpi setinggi-tingginya. Kalaupun

8:46

gagal, setidaknya kita gagal di tempat

8:49

yang tinggi. Dari Adidas, kita bisa

8:51

belajar kalau enggak perlu malu buat

8:53

ngakuin kekalahan. Karena itu adalah

8:55

langkah pertama untuk kita bangkit

8:58

kembali. Kalau kamu sendiri, apa yang

9:00

bisa kamu pelajari dari video ini? Tulis

9:03

di kolom komentar, ya. Kita sharing dan

9:05

diskusi bareng sampai di sini. Jangan

9:07

lupa like, share, dan subscribe room 49

9:09

kalau kamu suka dengan video ini. Jangan

9:12

lupa juga follow IG kita di atom49.id

9:15

untuk info-info menarik lainnya.

9:17

Terakhir, kalau ada salah kurangnya mari

9:19

kita diskusikan di kolom komentar. Thank

9:21

you.

Lanjutkan dengan YouTLDR

Analisis video lain dengan Pro

Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.

Dapatkan Pro — US$12/bulanGaransi uang kembali 30 hari

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.