ADIZERO: SEPATU KALCER ADIDAS YANG MEWUJUDKAN MIMPI NIKE
Dulu untuk jadi pelari tercepat di dunia
yang dibutuhkan cuman kaki, paru-paru,
dan mental baja. Tapi hari ini rekor
maratan dunia mungkin juga ditentukan
oleh sepotong foam, carbon plate, dan
tiga garis di sisi samping sepatu. Ya,
Adidas lewat sepatu AD Adius Pro EF-nya
baru aja nganterin seorang pelari
maraton bernama Sebastian Sawe mecahin
rekor dunia dengan catatan waktu 1 jam
59 menit 30 detik. Rekor yang sangat
mengagumkan. Bahkan Nike aja sampai
kasih respect. Yang menarik ini bukan
pertama kalinya sepatu di Zero nganterin
pelari maraton mecahin rekor dunia. Di
tahun 2008 mereka ngantterin Herselasi
mecahin rekor dunia dengan catatan waktu
2 jam 3 menit 59 detik di Berlin
Maraton. Lah 2008 udah ada AD Zero,
Bang. Ya, bahkan project ini udah
dimulai 22 tahun yang lalu. Terus kenapa
ya hype-nya baru nyampai sekarang? Ke
mana aja mereka selama ini? Nah,
daripada penasaran, langsung aja kita
bahas di room 49. [musik]
Founder Adidas Adolf Desler percaya
kalau light equals fast. Dia percaya
kalau sepatu yang ringan bisa
meningkatkan performa atlet. Kepercayaan
inilah yang jadi filosofi lahirnya lini
sepatu performance running Adidas yaitu
Adi Zero. Berbeda dengan brand lain di
era itu yang mdevelop sepatunya
menggunakan komputer canggih, Adidas
justru bekerja sama dengan seorang
pengrajin sepatu legend dari Jepang yang
bernama Tosiaki Omori. Omori ini sangat
terobsesi dengan bentuk kaki manusia.
Makanya dia menghabiskan bertahun-tahun
untuk mempelajari bentuk alami kaki
manusia. Project ini dimulai sejak tahun
2004 dan ini adalah sepatu pertamanya
namanya AD RC. Beda banget ya sama Adiz
Zero yang sering kita lihat akhir-akhir
ini. Terus mereka bikin Adizero CS
sampai akhirnya pada tahun 2008 mereka
bikin Adzero Adios. Nah, dari sepatu
inilah sejarah diukir. Sepatu ini
berhasil nganterin pelari maraton dari
Ethiopia bernama Haile Gebrelasi
menangin Berlin maraton sekaligus
memecahkan rekor dunia sebagai pelari
tercepat maraton dengan catatan waktu 2
jam 3 menit 59 detik. Enggak sampai di
situ. Di tahun-tahun selanjutnya,
Adiziro terus berhasil nganterin para
pelari buat mecahin rekor dunia. Tahun
2011, Adi Zero Adios 2 nganterin Patrick
Makau pecahin rekor dengan waktu 2 jam 3
menit 38 detik. Tahun 2013, giliran
prototype Edizero Adius 3 yang nganterin
Wilson Kipsang mecahin rekor dengan
waktu 2 jam 3 menit 23 detik. Tahun
2014, giliran Adizero Adiobus yang
nganterin Denis Kimeto mecahin rekor
dunia dengan waktu 2 jam 2 menit 57
detik. Di era itu, Adidas terasa
mendominasi banget. Sampai akhirnya era
dominasi Adidas ini harus berakhir saat
memasuki era supersius. Nike dengan
teknologi carbon plate-nya berhasil
mengambil alih posisi puncak Adidas.
Bahkan mereka punya mimpi besar lewat
project Breaking 2. Apa itu Breaking Two
dan gimana Nike bisa menyalip Adidas?
Yuk, kita bahas di chapter selanjutnya.
[musik]
Tahun 2014 secara diam-diam Nike membuat
projek besar bernama Breaking Two.
Tujuannya simpel untuk memecahkan ber
maraton di bawah 2 jam. Untuk mewujudkan
hal ini, Nike mencari beberapa pelari
maraton terbaik di dunia untuk dilatih.
Enggak cuman itu, Nike juga mendesain
ulang sepatu larinya. Mereka menemukan
sebuah foh. Waktu itu namanya PEX foam.
Biasanya kalau fo book itu pasti bikin
pelari jadi lambat karena energy
readernya rendah banget. Tapi fo ini
beda. Meskipun super empuk, energy
return yang dihasilkan tinggi banget.
Ini sangat perfect buat pelari maraton.
Form empuk ini bikin pelari bisa terus
nyaman sepanjang 42 km tanpa mengurangi
kecepatannya. Nah, jenis foam inilah
yang jadi cikal bakal teknologi zoom X
Nike. Masalahnya namanya fo empuk pasti
teksturnya lembek. Nah, buat ngatasin
ini naikin nambahin carbon plate di
sepatunya biar sepatunya tetap stabil.
Tapi yang enggak mereka sadari ternyata
penambahan karbon plate ini bikin
langkah lebih efisien, transisinya lebih
smooth, dan energi yang dihabiskan jauh
lebih hemat. Nah, gabungan dari carbon
plate dan foam zoom X ini menghasilkan
Nike Vaperfly 4%. Kenapa 4%? Karena
penelitian internal Nike bilang kalau
sepatu ini bisa ningkatin running
ekonomi sekitar 4%. Katanya di maraton
4% itu gede banget. Sepatu ini dirilis
[musik] tahun 2016 dan langsung bikin
geger dunia maraton. Banyak pelari
bilang kalau waktu dipakai rasanya beda
aja gitu. Bahkan pelari dari brand lain
diam-diam pakai sepatu ini dengan
ditutup logonya. Pembuktiannya terjadi
di tahun 2017 saat Nike akhirnya bikin
breaking to di sirkuit F1 Monza Ital.
Saat itu, seorang pelari bernama Elliot
Kipoge hampir aja mewujudkan mimpi besar
breaking to Nike. Ia mencatat waktu 2
jam 25 detik. Sebenarnya Kip Joge udah
pernah catatin rekor finish maraton di
bawah 2 jam. Waktu itu di Inos Challenge
Vienna. Tapi rekornya gak dianggap sama
World Athletics karena ajang ini dibuat
seideal mungkin untuknya. Mulai dari
banyaknya passers yang bergantian
membantunya, mobil penunjuk pace hingga
lintasan yang dipilih sangat datar.
Singkatnya, meskipun Nike berhasil
mendominasi ajang maraton dunia sampai
tahun 2025 lalu, [musik] mimpi Nike
memecahkan rekor maraton dengan waktu di
bawah 2 jam tak pernah terwujud. sampai
akhirnya Adidas lah yang justru berhasil
mewujudkan mimpi Nike itu lewat
Sebastian Saw di London Maraton. Atlet
Adidas yang memakai sepatu Adizero Pro
E3 ini berhasil mencatatkan waktu 1 jam
59 menit 30 detik. Ini bahkan lebih
cepat daripada rekor Kip Joge yang
enggak diakui itu. Tapi tentu aja ini
bukan hasil kerja keras semalam. Adidas
udah mempersiapkan ini dari tahun-tahun
sebelumnya. Gimana prosesnya? Yuk, kita
bahas di chapter selanjutnya.
Sejak kemunculan Neg Ferfly, Adidas
sebenarnya udah langsung sadar kalau
mereka telah tertinggal. Mereka sadar
kalau filosofi Adi Zero lama dengan
bikin sepatu seringan mungkin aja
mungkin udah enggak cukup. Dunia running
sudah berubah dan kalau mereka mau
comeback mereka harus bikin sepatu yang
benar-benar baru. Dari situlah
pelan-pelan Adidas men-develop
teknologinya. Masih ingat sama filosofi
Pak Omori yang terobsesi dengan anatomi
kaki manusia? Nah, inilah senjata
rahasia yang dikembangkan Adidas. Kalau
Neki pakai plat karbon penuh, Adidas
malah bikin batang karbon yang bentuknya
ngikutin ruang kaki manusia. Mereka
pengin bikin sepatu yang bergerak
senatural mungkin. Nah, teknologi ini
yang diberi nama Energy Roads. Terus
kalau Nike punya Zoom X yang empuk tapi
punya energy return tinggi, Adidas
ngembangin LK Pro yang lebih smooth,
stabil, dan natural sehingga gak bikin
otot kaki cepat capek. Yang bedain
dengan Nike, Adidas enggak bikin kimpin
mewah besar-besaran kayak Break King
Two. Mereka diam-diam menyelinap dan
bikin gaduh dunia. Dengan Adizero Adios
Pro Evoya, Adidas berhasil ngewujudin
mimpi Nike untuk memecahkan waktu
maraton tercepat di bawah 2 jam. Bahkan
Nike pun sampai kasih respect ke Adidas.
Yang menarik, di momen saat pulit akhir
ditiupkan, Nike bisa dibilang kasih
counter attack yang sempurna ke Adidas.
Begitu Sahain rekor pakai Adidas, Nike
langsung ngepost unggahan bertuliskan,
"The clock has been reset. There is no
finish line." Dan jujur aja ini dingin
banget. Karena kalimat itu terasa
[musik] kayak Nike lagi bilang, "Oke,
sekarang kalian menang. Tapi game ini
belum selesai." Sambil kasih komentar
selamat buat Sawe di postingannya itu,
[musik] Nike sadar algoritma dunia lagi
nyaris Bastian Sawe. Kalau mereka diam,
mereka hilang dari peredaran. Inilah
cara jenius Nike buat tetap pegang
narasi yang selama ini ia bangun lewat
proyek Breaking T. Dari sini kita bisa
belajar banyak hal. Dari Nike, kita bisa
belajar kalau enggak ada salahnya ngeset
mimpi setinggi-tingginya. Kalaupun
gagal, setidaknya kita gagal di tempat
yang tinggi. Dari Adidas, kita bisa
belajar kalau enggak perlu malu buat
ngakuin kekalahan. Karena itu adalah
langkah pertama untuk kita bangkit
kembali. Kalau kamu sendiri, apa yang
bisa kamu pelajari dari video ini? Tulis
di kolom komentar, ya. Kita sharing dan
diskusi bareng sampai di sini. Jangan
lupa like, share, dan subscribe room 49
kalau kamu suka dengan video ini. Jangan
lupa juga follow IG kita di atom49.id
untuk info-info menarik lainnya.
Terakhir, kalau ada salah kurangnya mari
kita diskusikan di kolom komentar. Thank
you.
Lanjutkan dengan YouTLDR
Analisis video lain dengan Pro
Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Secrets To Identifying Correct Liquidity
Inter Equity Trading · English

Finding the Daily Bias ONLY Using Liquidity
Inter Equity Trading · English

Kant: Kritik der reinen Vernunft 1787 (Vorrede B VII) – Dieter Hattrup liest
Dieter Hattrup · German

D. Hattrup liest – C.F. von Weizsäcker: Wahrnehmung der Neuzeit: Einstein
Dieter Hattrup · German

هل يمكن الوثوق بعقلك؟ كيف غيّر هيوم وكانط فهمنا للحقيقة
الفلسفة للنوم · Arabic

Opus 5 released! Is it better than Fable?
Mastra · English

Leilão de Embriões Nelore PO DNA Genética Aditiva
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

Leilão Peso Pesado Rima Agropecuária
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

النبي .. جبران خليل جبران .. إقرا بودانك
اقرا بودانك · Arabic

Leilão Internacional CIA
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

23° Mega Leilão Genética Aditiva - 1ª Etapa Fêmeas Nelore PO
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

كتاب رسالة الغفران
كتابي المنقذ · Arabic