0:13
Asalamualaikum warahmatullahi
0:14
wabarakatuh. Halo pemirsa, selamat
0:17
datang kembali bersama saya Nadapita di
0:19
liputan khusus kami. Dalam [musik] video
0:21
kali ini kami akan membahas berbagai
0:24
kasus pelanggaran terhadap nilai-nilai
0:25
Pancasila yang masih terjadi di sekitar
0:27
kita. Sebagai dasar negara, Pancasila
0:30
seharusnya menjadi pedoman dalam
0:31
kehidupan [musik] berbangsa dan
0:33
bernegara. Namun, kenyataannya masih
0:36
banyak peristiwa yang mencerminkan belum
0:37
tegaknya nilai-nilai luhur Pancasila
0:39
[musik] di tengah masyarakat. Yuk, kita
0:42
simak satu persatu yang berkaitan dengan
0:44
kelima sila dalam Pancasila mulai dari
0:47
sila [musik] pertama hingga sila kelima.
0:49
Kali ini kita akan membahas kasus
0:51
pelanggaran sila pertama Tuhanan Yang
0:54
Maha Esa yang tercermin dari masih
0:56
maraknya intoleransi dalam pendirian
0:58
rumah ibadah di berbagai daerah di
1:02
Salah satu contohnya adalah ketika warga
1:04
[musik] dari suatu agama mengalami
1:07
kesulitan mendapatkan izin mendirikan
1:09
tempat [musik] ibadah karena perbedaan
1:11
keyakinan. Padahal sila pertama
1:13
mengajarkan [musik] kita untuk
1:15
menghormati kebebasan beragama dan
1:17
keyakinan setiap individu.
1:20
Menurut Yudi Latif, seorang pakar
1:22
Pancasila dalam artikel ancaman [musik]
1:24
terasingnya ideologi Pancasila
1:27
mengatakan Pancasila perlu dipahami
1:29
sebagai jalan tengah yang mempertemukan
1:31
nilai ketuhanan dan kemanusiaan dalam
1:37
Dari [musik] pendapat tersebut kita bisa
1:39
memahami bahwa nilai ketuhanan dalam
1:41
Pancasila seharusnya menjadi dasar untuk
1:44
memperkuat toleransi bukan memecah
1:46
belah. Sudah seharusnya kita semua
1:49
menghormati keberagaman agama sebagai
1:51
wujud kegamalan [musik] sila pertama
1:54
Ketuhanan Yang Maha Esa.
2:00
Kasus perundungan atau bullying di
2:02
sekolah masih menjadi masalah serius.
2:05
Banyak anak yang menjadi korban
2:06
kekerasan fisik maupun verbal dari teman
2:08
sebanya. Tindakan ini [musik] jelas
2:10
melanggar nilai kemanusiaan yang
2:12
seharusnya menjunjung keadilan dan
2:14
peradaban. Menanggapi maraknya kasus
2:16
ini, Kaseto Mulyadi menyebutkan bahwa
2:20
suatu tindak kekerasan atau kejahatan
2:23
bukan hanya niat jahat pelakunya, tapi
2:24
juga adanya kesempatan ruang untuk
2:27
melakukan bully terhadap teman-temannya,
2:29
kekerasan dan sebagainya itu dibiarkan
2:31
tidak segera dicegah dan tidak segera
2:32
diarahkan ke hal-hal yang positif.
2:34
Begitu. Nah, ini yang banyak terjadi apa
2:36
yang sebetulnya pembiaran terhadap
2:39
Dengan kata lain, [musik]
2:41
membiarkan kekerasan berarti ikut
2:43
melanggengkan pelanggaran terhadap nilai
2:45
kemanusiaan itu sendiri.
2:49
Di era digital saat ini, media sosial
2:51
memiliki peran besar dalam [musik]
2:53
menyebarkan informasi. Sayangnya, banyak
2:55
juga yang digunakan untuk menyebar
2:56
kebencian dan [musik] hoxe yang menyusul
2:58
memecah belah masyarakat. Fenomena ini
3:01
jelas bertentangan dengan nilai
3:02
persatuan yang besar yang menjadi dasar
3:04
sila ketiga. Pancasila. Berikut pendapat
3:07
dari mantan Presiden Republik [musik]
3:09
Indonesia, Bapak Jokowi Wedodo yang
3:11
menegaskan pentingnya berhati-hati dalam
3:13
menyebarkan informasi agar tidak
3:15
memperker suasana [musik] kebangsaan.
3:29
gampang curiga, gampang berprasangka
3:33
gampang berprasangka buruk
3:36
apalagi sudah sampai Covid-19. Sangat
3:38
berbahaya sekali bagi bangsa [musik]
3:40
sebesar Indonesia ini. Mestinya yang
3:42
kita kembangkan titip kepada kader-kader
3:45
ulama yang dikembangkan adalah [musik]
3:50
Bagaimana kita berprasangka positif,
3:54
berpikir penuh dengan [musik] kecintaan,
3:57
dengan selembutan, jangan sampai saling
3:59
mencelah, jangan sampai saling menerima,
4:00
jangan sampai saling menjelek. [musik]
4:02
Jadi saya kalau membacaos
4:08
banyak kabar bahwa banyak kabar berapa
4:09
jalan dari pernyataan Bapak Jokowi kita
4:14
diingatkan bahwa menjaga ucapan dan
4:16
informasi yang kita bagikan di media
4:18
sosial [musik] adalah bentuk nyata
4:20
pengalaman sila ketiga persatuan
4:26
Dalam setiap momen pemilu, praktik
4:29
politik uang masih menjadi masalah
4:31
klasik. Banyak calon pemimpin yang
4:33
mencoba meraih suara rakyat dengan cara
4:36
yang tidak etis. [musik] Padahal pemilu
4:38
seharusnya menjadi wadah untuk
4:40
menyalurkan aspirasi secara jujur dan
4:42
demokratis [musik] bukan ajang politik.
4:46
Menurut Pak Ujang Komarudin yang
4:48
merupakan pengamat [musik] politik, ia
4:53
sistem apapun ya tertutup maupun terbuka
4:56
itu politik atau politik uang itu akan
4:58
terjadi dan akan marat setiap pemilu.
5:00
Nah, kalau peringatan MK itu bagus-bagus
5:01
saja memang menjadi sebuah realita
5:03
politik kita hari ini di Indonesia apa
5:05
sih yang tidak pakai uang gitu ya.
5:06
Jabatan dibeli dengan uang. Sama juga
5:08
pencalag juga ketika sistemnya ee
5:10
terbuka ataupun tertutup itu sama akan
5:12
banyak dua uang juga. Oleh karena itu
5:14
memberi kesadaran kepada para elit ya,
5:15
baik ee calon presiden maupun wakil
5:17
presiden maupun calon anggota legislatif
5:18
agar ee tidak tadi ya menyiapkan uang,
5:21
tidak memberi uang itu menjadi sebuah
5:22
apa namanya tantangan tersendiri bagi
5:24
mereka. Karena masyarakat itu kalau
5:25
enggak ada duitnya ya enggak bakal
5:26
milih. Oleh karena itu secara psikologis
5:28
dan psikologis karena masyarakat mungkin
5:30
ya e secara psikologis dan psikologis
5:32
seperti itu maka itu menyiapkan uang dan
5:33
ini tentu tidak bagus dalam konteks e
5:36
menjaga demokrasi kita agar
5:38
untuk [musik] itu mari kita menjadi
5:40
pemilih yang cerdas dan menolak segala
5:42
bentuk suap dalam [musik] proses
5:47
Kasus korupsi dana bantung sosial
5:49
kembali mencuat di tengah penderitaan
5:51
rakyat. Uang yang seharusnya digunakan
5:54
untuk membantu masyarakat [musik] justru
5:55
diseluarakan oleh oknum tertentu. Hal
5:58
ini menunjukkan betapa jauhnya perilaku
6:00
tersebut dari nilai keadilan [musik]
6:02
sosial yang diajarkan dalam sila kelima.
6:05
Berikut pendapat dari Fajrul Rahman yang
6:08
merupakan juru bicara dari mandan
6:11
Presiden [musik] yaitu Joko Widodo.
6:14
Karena sekarang ditangani oleh Komisi
6:16
Pemberantasan Korupsi, pemerintah
6:18
menyerahkan sepenuhnya kepada KPK.
6:22
Presiden Joko Widodo tegas membentuk
6:25
pemerintahan anti korupsi dan
6:29
menyerahkan segala sesuatu terkait
6:32
pemberatasan korupsi kepada lembaga
6:35
penegak hukum seperti KPK dan lainnya.
6:40
Sedangkan ke dalam pemerintahannya baik
6:44
kepada kementerian koordinator, [musik]
6:47
kementerian dan lembaga Presiden
6:50
menegaskan untuk tetap melaksanakan
6:54
pencegahan korupsi melalui
6:57
program-program yang dilakukan.
7:00
Dengan memberantas korupsi dan
7:02
menjunjung integritas, [musik]
7:03
kita bisa mewujudkan keadilan sosial
7:05
bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari
7:08
berbagai contoh tadi, kita belajar bahwa
7:11
Pancasila [musik] bukan hanya untuk
7:12
dihafal, tapi harus diamalkan dalam
7:14
kehidupan sehari-hari. Saya Nadita
7:17
melaporkan untuk liputan edukatif
7:19
bertema [musik] pelanggaran nilai-nilai
7:21
Pancasila. Terima kasih sudah
7:23
menyaksikan dan sampai jumpa. Yeah.