Full Transcript

·YouTLDR

Kasus Pelanggaran Nilai-Nilai Pancasila | Liputan Reporter Edukatif | Nadia Vita Asmaranti TPB16

7:27IndonesianTranscribed Jul 22, 2026
0:01

[musik]

0:06

[musik]

0:13

Asalamualaikum warahmatullahi

0:14

wabarakatuh. Halo pemirsa, selamat

0:17

datang kembali bersama saya Nadapita di

0:19

liputan khusus kami. Dalam [musik] video

0:21

kali ini kami akan membahas berbagai

0:24

kasus pelanggaran terhadap nilai-nilai

0:25

Pancasila yang masih terjadi di sekitar

0:27

kita. Sebagai dasar negara, Pancasila

0:30

seharusnya menjadi pedoman dalam

0:31

kehidupan [musik] berbangsa dan

0:33

bernegara. Namun, kenyataannya masih

0:36

banyak peristiwa yang mencerminkan belum

0:37

tegaknya nilai-nilai luhur Pancasila

0:39

[musik] di tengah masyarakat. Yuk, kita

0:42

simak satu persatu yang berkaitan dengan

0:44

kelima sila dalam Pancasila mulai dari

0:47

sila [musik] pertama hingga sila kelima.

0:49

Kali ini kita akan membahas kasus

0:51

pelanggaran sila pertama Tuhanan Yang

0:54

Maha Esa yang tercermin dari masih

0:56

maraknya intoleransi dalam pendirian

0:58

rumah ibadah di berbagai daerah di

1:00

Indonesia.

1:02

Salah satu contohnya adalah ketika warga

1:04

[musik] dari suatu agama mengalami

1:07

kesulitan mendapatkan izin mendirikan

1:09

tempat [musik] ibadah karena perbedaan

1:11

keyakinan. Padahal sila pertama

1:13

mengajarkan [musik] kita untuk

1:15

menghormati kebebasan beragama dan

1:17

keyakinan setiap individu.

1:20

Menurut Yudi Latif, seorang pakar

1:22

Pancasila dalam artikel ancaman [musik]

1:24

terasingnya ideologi Pancasila

1:27

mengatakan Pancasila perlu dipahami

1:29

sebagai jalan tengah yang mempertemukan

1:31

nilai ketuhanan dan kemanusiaan dalam

1:34

masyarakat plural.

1:37

Dari [musik] pendapat tersebut kita bisa

1:39

memahami bahwa nilai ketuhanan dalam

1:41

Pancasila seharusnya menjadi dasar untuk

1:44

memperkuat toleransi bukan memecah

1:46

belah. Sudah seharusnya kita semua

1:49

menghormati keberagaman agama sebagai

1:51

wujud kegamalan [musik] sila pertama

1:54

Ketuhanan Yang Maha Esa.

1:59

[musik]

2:00

Kasus perundungan atau bullying di

2:02

sekolah masih menjadi masalah serius.

2:05

Banyak anak yang menjadi korban

2:06

kekerasan fisik maupun verbal dari teman

2:08

sebanya. Tindakan ini [musik] jelas

2:10

melanggar nilai kemanusiaan yang

2:12

seharusnya menjunjung keadilan dan

2:14

peradaban. Menanggapi maraknya kasus

2:16

ini, Kaseto Mulyadi menyebutkan bahwa

2:20

suatu tindak kekerasan atau kejahatan

2:23

bukan hanya niat jahat pelakunya, tapi

2:24

juga adanya kesempatan ruang untuk

2:27

melakukan bully terhadap teman-temannya,

2:29

kekerasan dan sebagainya itu dibiarkan

2:31

tidak segera dicegah dan tidak segera

2:32

diarahkan ke hal-hal yang positif.

2:34

Begitu. Nah, ini yang banyak terjadi apa

2:36

yang sebetulnya pembiaran terhadap

2:38

adanya kekerasan.

2:39

Dengan kata lain, [musik]

2:41

membiarkan kekerasan berarti ikut

2:43

melanggengkan pelanggaran terhadap nilai

2:45

kemanusiaan itu sendiri.

2:48

[musik]

2:49

Di era digital saat ini, media sosial

2:51

memiliki peran besar dalam [musik]

2:53

menyebarkan informasi. Sayangnya, banyak

2:55

juga yang digunakan untuk menyebar

2:56

kebencian dan [musik] hoxe yang menyusul

2:58

memecah belah masyarakat. Fenomena ini

3:01

jelas bertentangan dengan nilai

3:02

persatuan yang besar yang menjadi dasar

3:04

sila ketiga. Pancasila. Berikut pendapat

3:07

dari mantan Presiden Republik [musik]

3:09

Indonesia, Bapak Jokowi Wedodo yang

3:11

menegaskan pentingnya berhati-hati dalam

3:13

menyebarkan informasi agar tidak

3:15

memperker suasana [musik] kebangsaan.

3:18

Dan juga jangan

3:21

ngampang kita ini.

3:24

Jangan sabar

3:27

suhu tafahum

3:29

gampang curiga, gampang berprasangka

3:31

tidak baik,

3:33

gampang berprasangka buruk

3:36

apalagi sudah sampai Covid-19. Sangat

3:38

berbahaya sekali bagi bangsa [musik]

3:40

sebesar Indonesia ini. Mestinya yang

3:42

kita kembangkan titip kepada kader-kader

3:45

ulama yang dikembangkan adalah [musik]

3:49

keseluruhan.

3:50

Bagaimana kita berprasangka positif,

3:52

berprasangka baik,

3:54

berpikir penuh dengan [musik] kecintaan,

3:57

dengan selembutan, jangan sampai saling

3:59

mencelah, jangan sampai saling menerima,

4:00

jangan sampai saling menjelek. [musik]

4:02

Jadi saya kalau membacaos

4:08

banyak kabar bahwa banyak kabar berapa

4:09

jalan dari pernyataan Bapak Jokowi kita

4:14

diingatkan bahwa menjaga ucapan dan

4:16

informasi yang kita bagikan di media

4:18

sosial [musik] adalah bentuk nyata

4:20

pengalaman sila ketiga persatuan

4:22

Indonesia.

4:25

[musik]

4:26

Dalam setiap momen pemilu, praktik

4:29

politik uang masih menjadi masalah

4:31

klasik. Banyak calon pemimpin yang

4:33

mencoba meraih suara rakyat dengan cara

4:36

yang tidak etis. [musik] Padahal pemilu

4:38

seharusnya menjadi wadah untuk

4:40

menyalurkan aspirasi secara jujur dan

4:42

demokratis [musik] bukan ajang politik.

4:46

Menurut Pak Ujang Komarudin yang

4:48

merupakan pengamat [musik] politik, ia

4:51

menyebutkan bahwa

4:53

sistem apapun ya tertutup maupun terbuka

4:56

itu politik atau politik uang itu akan

4:58

terjadi dan akan marat setiap pemilu.

5:00

Nah, kalau peringatan MK itu bagus-bagus

5:01

saja memang menjadi sebuah realita

5:03

politik kita hari ini di Indonesia apa

5:05

sih yang tidak pakai uang gitu ya.

5:06

Jabatan dibeli dengan uang. Sama juga

5:08

pencalag juga ketika sistemnya ee

5:10

terbuka ataupun tertutup itu sama akan

5:12

banyak dua uang juga. Oleh karena itu

5:14

memberi kesadaran kepada para elit ya,

5:15

baik ee calon presiden maupun wakil

5:17

presiden maupun calon anggota legislatif

5:18

agar ee tidak tadi ya menyiapkan uang,

5:21

tidak memberi uang itu menjadi sebuah

5:22

apa namanya tantangan tersendiri bagi

5:24

mereka. Karena masyarakat itu kalau

5:25

enggak ada duitnya ya enggak bakal

5:26

milih. Oleh karena itu secara psikologis

5:28

dan psikologis karena masyarakat mungkin

5:30

ya e secara psikologis dan psikologis

5:32

seperti itu maka itu menyiapkan uang dan

5:33

ini tentu tidak bagus dalam konteks e

5:36

menjaga demokrasi kita agar

5:38

untuk [musik] itu mari kita menjadi

5:40

pemilih yang cerdas dan menolak segala

5:42

bentuk suap dalam [musik] proses

5:43

demokrasi.

5:47

Kasus korupsi dana bantung sosial

5:49

kembali mencuat di tengah penderitaan

5:51

rakyat. Uang yang seharusnya digunakan

5:54

untuk membantu masyarakat [musik] justru

5:55

diseluarakan oleh oknum tertentu. Hal

5:58

ini menunjukkan betapa jauhnya perilaku

6:00

tersebut dari nilai keadilan [musik]

6:02

sosial yang diajarkan dalam sila kelima.

6:05

Berikut pendapat dari Fajrul Rahman yang

6:08

merupakan juru bicara dari mandan

6:11

Presiden [musik] yaitu Joko Widodo.

6:14

Karena sekarang ditangani oleh Komisi

6:16

Pemberantasan Korupsi, pemerintah

6:18

menyerahkan sepenuhnya kepada KPK.

6:22

Presiden Joko Widodo tegas membentuk

6:25

pemerintahan anti korupsi dan

6:29

menyerahkan segala sesuatu terkait

6:32

pemberatasan korupsi kepada lembaga

6:35

penegak hukum seperti KPK dan lainnya.

6:40

Sedangkan ke dalam pemerintahannya baik

6:44

kepada kementerian koordinator, [musik]

6:47

kementerian dan lembaga Presiden

6:50

menegaskan untuk tetap melaksanakan

6:53

upaya [musik]

6:54

pencegahan korupsi melalui

6:57

program-program yang dilakukan.

7:00

Dengan memberantas korupsi dan

7:02

menjunjung integritas, [musik]

7:03

kita bisa mewujudkan keadilan sosial

7:05

bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari

7:08

berbagai contoh tadi, kita belajar bahwa

7:11

Pancasila [musik] bukan hanya untuk

7:12

dihafal, tapi harus diamalkan dalam

7:14

kehidupan sehari-hari. Saya Nadita

7:17

melaporkan untuk liputan edukatif

7:19

bertema [musik] pelanggaran nilai-nilai

7:21

Pancasila. Terima kasih sudah

7:23

menyaksikan dan sampai jumpa. Yeah.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free