0:09
Salam dan bahagia Ibu dan Bapak guru.
0:12
[musik] Saat ini Ibu dan Bapak guru
0:14
berada di modul pertama memahami murid
0:17
dengan materi memetakkan kompetensi dan
0:20
kebutuhan murid. [musik]
0:22
Semoga Ibu dan Bapak guru bersemangat ya
0:24
untuk mengetahui modul ini lebih lanjut.
0:27
Pernahkah ibu dan bapak guru berpikir
0:30
berapa persen murid yang terlibat penuh
0:32
saat proses pembelajaran? [musik]
0:35
Jika saja Ibu dan Bapak dapat membaca
0:37
pikiran setiap murid, Ibu dan Bapak guru
0:40
mungkin akan terkejut melihat berapa
0:42
banyak murid yang terlibat penuh. Kita
0:45
dapat mengetahuinya dari perhatian yang
0:48
tidak terfokus, pandangan kosong, dan
0:51
murid yang tampak tidak memahami bahan
0:59
Silakan buka halaman 43.
1:03
Nanti jajan di kantin ya.
1:07
aduh suara Bu Guru kedengaran.
1:12
bunyi bahas dongeng dan perintah
1:16
ja jah te. Aduh ini apa ya bacanya?
1:24
Wah, gangguin Ati di sebelah. Ah,
1:36
tanggung jawab Ibu dan Bapak guru adalah
1:39
membantu murid memahami materi ajar dan
1:42
menguasai keterampilan sesuai dengan
1:44
kompetensi yang diharapkan.
1:47
Lebih jauh lagi, Ibu dan Bapak guru
1:49
diharapkan dapat memahami bahwa murid
1:53
memiliki pengetahuan awal dan
1:55
keterampilan yang dipengaruhi oleh
1:57
bagaimana ia dibesarkan [musik]
1:59
dalam keluarga dan lingkungannya.
2:02
Karena itu, setiap murid adalah individu
2:07
Tugas Ibu dan Bapak guru adalah
2:09
mengenali karakteristik dan [musik]
2:11
kebutuhannya agar dapat mengembangkan
2:13
potensinya. Tapi apa itu kebutuhan
2:17
belajar? Kebutuhan belajar adalah jarak
2:20
atau kesenjangan antara sasaran belajar
2:22
yang ingin dicapai [musik]
2:24
dengan kondisi real murid saat ini. Ada
2:28
tiga faktor yang mempengaruhi [musik]
2:30
kebutuhan belajar, yaitu pengetahuan,
2:33
keterampilan, ketertarikan, atau
2:39
Untuk lebih memahaminya, mari kita simak
2:45
Anak-anak, hari ini Ibu akan memberikan
2:48
tugas membuat poster dengan tema anti
2:52
perundungan. Ini Ibu tunjukkan beberapa
2:55
contoh posternya, ya.
2:58
Silakan kalian buat posternya sendiri
3:07
Ibu melihat tugas kalian tidak tuntas.
3:10
Padahal tadi kita sudah membahas
3:13
unsur-unsur poster dengan detail. Apa
3:16
yang masih menjadi kesulitan?
3:19
Saya tidak suka menggambar, Ibu. Gambar
3:22
saya jelek, tidak seperti [musik] contoh
3:24
poster yang bagus-bagus tadi. Kalau
3:28
Saya kesulitan membuat kata-kata bagus
3:31
untuk poster, Bu. Saya takut salah.
3:34
Hmm. Joyo, bagaimana [musik] dengan
3:39
Saya kehabisan waktu karena awalnya saya
3:43
bingung apa bedanya poster dengan
3:48
Dari gambaran ilustrasi tersebut sebelum
3:50
menyampaikan materi tentang poster, Bu
3:53
Monik sebaiknya mengenali pengetahuan
3:55
awal murid-murid tentang topik tersebut.
3:59
Bu Monik juga sebaiknya mengidentifikasi
4:01
keterampilan dan minat murid terkait
4:04
kompetensi membuat poster.
4:07
Joyo ternyata belum memiliki cukup
4:09
pengetahuan tentang apa itu poster.
4:12
[musik] Ternyata keterampilan berbahasa
4:15
IHA lebih terbatas dan tingkat
4:18
antusiasme butet rendah karena ini bukan
4:24
Jika Ibu dan Bapak mengalami hal
4:26
tersebut kendalanya bukan terletak pada
4:29
kompetensi murid atau metode belajar
4:34
Ibu dan Bapak hanya perlu mengetahui
4:36
pemahaman awal murid tentang poster agar
4:40
bisa memetakan kebutuhan belajar mereka.
4:44
Dalam kasus tadi, poster adalah materi
4:47
baru di kelas. Sebaiknya Bu Monik
4:50
mengidentifikasi dahulu karakteristik
4:52
dan tingkat pemahaman murid atas materi
4:55
ini. Membuat poster akan melibatkan
4:58
kemampuan berkreasi visual dan
5:00
keterampilan bahasa. [musik]
5:03
Identifikasi dapat dilakukan misalnya
5:06
dengan bermain melanjutkan gambar dari
5:10
Untuk mengetahui kesiapan berbahasa
5:12
murid, Bu Monik bisa mengajak murid
5:15
bermain kata bermakna dengan awalan suku
5:17
kata tertentu. [musik]
5:22
Dua kegiatan itu bisa membantu Bu Monik
5:24
memetakan karakteristik anak-anak di
5:27
kelas terkait dua unsur yang dominan
5:30
dari materi pembuatan poster.
5:32
Hasil dari pemetaan tersebut dapat
5:34
menjadi dasar bagi Ibu dan Bapak guru
5:37
untuk tugas selanjutnya. [musik]
5:39
Apakah pembuatan poster dilakukan secara
5:42
individu atau berkelompok? Lalu berapa
5:45
lama durasinya? [musik]
5:46
Dengan demikian harapannya siswa dapat
5:49
mengambil peran secara lebih aktif.
5:52
Pengenalan kebutuhan belajar murid perlu
5:54
Ibu dan Bapak guru lakukan [musik]
5:57
karena ini akan membawa murid pada rasa
6:01
Jika murid mengalami kesulitan, [musik]
6:03
Ibu, Bapak, dan murid tersebut dapat
6:07
mengenali secara objektif hal apa yang
6:09
masih menjadi kesulitan sehingga [musik]
6:12
proses perbaikan bisa dilakukan dengan
6:15
lebih spesifik dan terarah. Sekarang
6:18
coba Ibu dan Bapak guru amati lebih jeli
6:21
hal-hal berikut di kelas masing-masing.
6:23
Satu, siapa murid yang paling jarang
6:26
menjawab atau merespon pertanyaan dan
6:31
siapa murid yang tugasnya sering tidak
6:33
tuntas? Tiga, siapa murid yang sering
6:37
melamun di kelas? Apakah Ibu dan Bapak
6:40
guru sudah tahu mengapa murid tersebut
6:43
jarang merespon pertanyaan?
6:46
Mengapa murid tidak tuntas mengerjakan
6:48
tugas? Mengapa murid tersebut sering
6:51
melamun? Semoga tidak ada lagi jawaban
6:54
seperti ini ya, Ibu dan Bapak Guru.
6:57
Karena anaknya memang begitu. [musik]
6:59
Selamat menyelami kelas masing-masing,
7:02
Ibu dan Bapak guru. Semoga dengan
7:04
semakin mengenali kebutuhan murid di
7:06
kelas, proses [musik] belajar juga dapat
7:08
menjadi lebih dalam dan bermakna.