Full Transcript

·YouTLDR

PONDASI BOR: part2a_Metode Pelaksanaan - Hinawan T. Santoso, ST, MT

36:01IndonesianBy masdosenTranscribed Jul 12, 2026
Analisis video lain dengan ProGaransi uang kembali 30 hari
0:00

Oke teman-teman akan kita lanjutkan

0:03

pembahasan kita terkait dengan materi

0:06

rekayasa pondasi kali ini masih kita

0:09

membahas terkait dengan pondasi bor atau

0:12

bor file bagian yang kedua ya Nah

0:15

sebelumnya di bagian pertama kita

0:16

kemarin sudah membahas terkait dengan

0:19

definisi kemudian jenis-jenis pondasi

0:22

bor dan juga kelebihan serta kekurangan

0:25

pondasi bor kalau kita bandingkan

0:28

sama-sama pondasi dalam nya adalah

0:30

pondasi tiang pancang nah di kesempatan

0:35

kali ini di bagian kedua kita akan

0:37

membahas terkait dengan metode

0:39

pelaksanaan pondasi bor di lapangan ya

0:43

termasuk juga

0:45

nanti

0:46

metode pengawasan atau kontrol mutu dari

0:50

pondasi borpel Nah karena pondasi borpel

0:53

ini kan sifatnya adalah cor di tempat

0:55

atau ins situ sehingga nanti kira-kira

0:58

cara-cara apa atau atau metode apa yang

1:01

bisa kita lakukan dalam memastikan dan

1:04

mengontrol hasil dari pengecoran kita

1:07

yang notab ini di bawah permukaan tanah

1:09

dan kadang di bawah permukaan air Nah

1:13

metode pelaksanaannya Seperti apa

1:15

kemudian metode kontrolnya juga seperti

1:17

apa Nah ini kita akan bahas di bagian

1:20

kedua ini silakan nanti kalau ada

1:23

pertanyaan bisa langsung ditanyakan atau

1:26

memang nanti di akhir presentasi akan

1:28

saya berikan kesempatan untuk tanya

1:30

jawab

1:32

Oke saya lanjutkan ya

1:37

Oke jadi tujuan pembelajaran kita ee

1:40

untuk hari ini atau pertemuan ini adalah

1:42

nanti mahasiswa mampu menjelaskan metode

1:45

pelaksanaan dan pengawasan atau kontrol

1:47

mutu dari pondasi bor kemudian

1:50

subcapaiannya nanti kita detailkan yang

1:53

pertama untuk ee bisa menjelaskan metode

1:56

pelaksanaan dari pondasi bor Kemudian

1:59

yang kedua adalah menjelaskan metode

2:00

pengawasan atau kontrol mutu dari

2:02

pondasi bor

2:06

Oke kita

2:08

lanjutkan nah ini untuk metode

2:12

pelaksanaan pondasi bor ini sebenarnya

2:14

kemarin sudah

2:15

kita singgung sedikit ya sewaktu di

2:18

bagian pertama nah akan saya ulang

2:21

kembali karena ini sebenarnya masuk ke

2:23

metode pelaksanaan dari pembuatan lubang

2:26

bor Nah di sini dalam melakuk atau

2:30

membuat lubang bor itu ada beberapa

2:32

metode di sini kita rangkum menjadi tiga

2:35

metode ya Yang pertama adalah metode

2:38

kering atau dry method itu adalah metode

2:41

yang sering digunakan apabila kita

2:44

melakukan pengeboran di mana muka air

2:47

tanahnya itu berada jauh atau tidak

2:49

terpengaruh terhadap rencana kedalaman

2:51

pondasi kita jadi kalau misalkan muka

2:55

air tanahnya jauh di

2:56

dalam sedangkan kedalaman pondasi kita

3:00

di atas permukaan air tanah nah ini

3:01

biasanya tidak dipengaruhi oleh nantinya

3:05

air tanah sehingga metode pengebor bisa

3:08

gunakan adalah metode dry methode Oke

3:12

saya

3:13

lanjutkan yang kedua nantinya adalah

3:15

dengan metode casing atau cas

3:19

method nah metode ini itu digunakan

3:23

apabila kondisi tanah di lubang bekas

3:28

kita ngebor gitu ya dinding

3:31

lubang kita itu mudah longsor nah ini

3:34

misalkan tanahnya memang dari tanah

3:36

pasir yang bersih di bawah permukaan air

3:39

tanah gitu ya kalau tanah pasirnya itu

3:42

tanah pasir yang bercampur dengan clay

3:45

itu biasanya lebih aman karena nanti

3:48

diikat oleh kohesivitas si tanah kelinya

3:51

tapi kalau tanah pasirnya adalah tanah

3:53

pasir yang cenderungnya bersih Nah

3:56

antara tanah pasir ini kan sebenarnya

3:57

ikatan kekuatannya adalah gesekan antar

4:00

butiran tidak ada lekatan nah ketika

4:02

kita ganggu dengan kita bor nah nantinya

4:06

dikhawatirkan gesekan itu ee karena ada

4:10

air tanah juga nanti akan melemahkan si

4:13

pasirnya sehingga raawan

4:16

longsor oleh karena itu perlu digunakan

4:19

pipa selubung baja biasanya yaitu berupa

4:22

casing nah casing ini nantinya bisa

4:27

metodenya kita lakukan

4:30

untuk dengan memasukkan casing terlebih

4:31

dahulu dengan fbro Hammer gitu ya

4:33

seperti kita masang atau mancang seatp

4:37

kemudian nanti baru Dibor Nah nanti pada

4:41

saat eh setelah dimasukkan baja tulangan

4:44

dan kita cor nanti sembari casing ini

4:48

kita angkat perlahan-lahan atau nanti di

4:50

akhirnya juga bisa kita angkat setelah

4:52

kita melakukan pengecoran

4:55

oke ya yang ketiga adalah metode basah

4:58

atau selar metod gitu ya Ini apa ini

5:02

adalah metode yang dilakukan bila

5:04

pengeboran melewati muka air tanah

5:06

sehingga lubang bor selalu longsor bila

5:08

dindingnya tidak ditahan ini sebenarnya

5:10

hampir sama kasusnya dengan si casing

5:14

method tadi tapi kalau ini cenderungnya

5:17

kalau casing tadi adalah untuk tanah

5:19

pasir Nah kalau ini bisa untuk tanah

5:21

yang EE kohesif tapi memang karena ada

5:24

dilewati muka air dia dindingnya menjadi

5:27

ee rawan longsor sehingga harus ditahan

5:30

Nah untuk menahannya kalau yang metode

5:33

dua dengan casing baja kalau di sini

5:35

ditahannya adalah dengan suatu larutan

5:38

yang dinamakan bentonate gitu ya atau

5:41

larutan polimer nah bedanya di sini

5:44

larutan ini mempunyai tingkat viskositas

5:47

atau kekentalan yang jauh lebih tinggi

5:49

dibandingkan dengan kekentalan si air

5:52

sehingga nanti dia akan mengisi

5:54

celah-celah atau menekan kalau kita

5:57

masukkan ke lubang bor kita dia akan

5:59

menekan secara merata dinding-dinding

6:01

lubang bor kita gitu ya Sehingga

6:04

tanahnya itu diharapkan tidak longsor ke

6:06

dalam karena sudah diisi dengan si

6:09

bentonet atau si larutan polimer ini Nah

6:12

nanti juga sama ketika kita sudah

6:15

selesai mengebor memasukkan baja

6:17

tulangan nah ketika kita ingin mengecor

6:21

nanti kita gunakan pipa pipa tremi

6:23

sampai sisi dasar kemudian kita lakukan

6:26

pengecoran sehingga nanti beton itu akan

6:29

mendesak si larutan bentonet atau

6:32

polimer ini naik ke atas nah sehingga

6:35

diharapkan di bawah yang terisi adalah

6:38

beton yang kita lakukan pengecoran

6:40

seperti itu

6:42

Oke akan saya

6:44

lanjutkan nah itu yang pertama tadi

6:48

adalah terkait metodenya Nah sekarang

6:50

kita bahas Lebih Detail terkait jenis

6:52

peralatan pengeborannya nah ini

6:55

kira-kira jenis peralatannya Ada apa

6:58

saja coba kita perhatikan

7:01

bersama-sama jenis-jenisnya yaitu yang

7:03

pertama adalah drilling auger dengan

7:05

open helic atau flight nah ini seperti

7:09

apa barangnya gitu ya teman-teman Nah

7:11

ini kita bisa lihat di

7:13

sini di sebelah kanan ini nah dia

7:16

sebenarnya adalah Open helic dia l apa

7:20

mata bor yang terbuka gitu ya yang

7:24

nantinya ketika kita masukkan dia bisa

7:26

ngebor dan kemudian ketika kita kita

7:29

angkat nanti si tanahnya ini ee

7:32

tertampung di dalam lubang bor ini

7:34

kemudian nanti bisa kita ee buang gitu

7:37

ya Nah ini yang pertama adalah Open

7:40

helic Kemudian yang kedua adalah

7:42

drilling auger dengan ada drilling

7:45

bucketnya nah ini sistemnya seperti yang

7:48

di sisi sebelah kiri Ini dia hampir sama

7:51

tadi tapi yang membedakan adalah mata

7:54

bornya di ujung kemudian dia punya

7:56

semacam baket atau tampungan di atas Nya

7:59

sehingga tanah nanti ditampung di atas

8:02

dari baket ini jadi ketika nanti kita

8:04

sudah selesai ngebor diangkat ketika

8:06

kita ingin membuang tanah Nah nanti si

8:09

baket ini digoyangkan nanti sehingga ee

8:12

tanahnya keluar gitu ya oke yang ketiga

8:17

adalah ada jenisnya juga clem Cell nah

8:21

clem Cel ini sebenarnya dia bukan ngebor

8:23

sistemnya tapi dia menjapit gitu ya ini

8:26

ilustrasinya ada yang di sebelah bawah

8:28

ini nah ini digunakan biasanya dia untuk

8:32

cutting memotong tanah dan juga nanti

8:35

mengambil si tanahnya gitu ya dia

8:38

biasanya digunakan untuk ee

8:40

dinding-dinding penahan tanah G ya Jadi

8:43

sebelum digali kita buat dulu dinding

8:46

penahannya dengan metode kem sel ini

8:48

kita ambil tanahnya nanti di isi beton

8:50

bertulang kemudian baru kita bisa

8:54

nantinya menggali di sisi yang memang

8:56

kita akan gali sehingga nanti karena

8:58

sudah ada si Dinding penahan tanahnya

9:00

diharapkan sudah aman gitu ya oke yang

9:05

terakhir adalah airlift drilling atau

9:07

reverse circulation drilling atau rcd

9:10

nah ini eh peralatan pengeboran yang

9:14

sudah cukup Advance yang keempat ini Nah

9:17

ini apa coba kita bahas di slide

9:21

berikutnya Nah tadi disebutkan reverse

9:25

circulation drilling atau rcd system nah

9:28

rcd ini disebut juga adalah airlift

9:31

drilling yaitu metode pengeboran yang

9:33

menggunakan alat bor dengan dinding

9:36

ganda terdiri dari batang bor di bagian

9:40

luar dan ban di bagian dalamnya tabung

9:43

dalam yang berlubang ini memungkinkan

9:46

tanah atau batuan yang sudah kita bor di

9:51

sisi bawah itu diangkut kembali ke

9:53

permukaan dan menggunakan aliran yang

9:56

terus-menerus dan stabil jadi kayak di

9:58

pompa Ya dikompresi ditarik jadi kita

10:01

ngebor ini ya alatnya kan ini jadi di

10:04

sini kita melakukan pengeboran gitu ya

10:08

ada dua matabor tadi yang bagian satu

10:11

dan bagian dalamnya luar dan dalam jadi

10:14

rockbit ini yang di bagian depannya dia

10:16

ngebor kemudian di sini ada ee aliran

10:20

fluide yang bertekanan tadi ya sehingga

10:22

nanti ketika kita sudah

10:25

ngebor karena ada kompresi udara tadi

10:28

yang men narik si hasil kita ngebor tadi

10:31

ditarik ke permukaan sehingga nanti di

10:35

sini bisa dikumpulkan menjadi di area

10:37

discharge areanya di sini gitu ya Nah

10:40

ini bisa digunakan juga sistem seperti

10:43

ini berbeda kalau yang sistem buaket

10:45

atau Helix tadi kan Dibor kemudian nanti

10:48

mungkin e kedalaman tertentu kita tarik

10:50

naik ke atas Kita buang ee si hasil

10:53

pengeboran kita gitu ya lumpurnya atau

10:56

tanah-tanahnya kemudian kita ulangi

10:58

terus seperti itu sistemnya sehingga

11:00

jauh lebih lama nah dengan sistem rcd

11:04

ini diharapkan Dia memberikan

11:06

efektivitas yang lebih baik tapi memang

11:10

peralatannya jauh lebih kompleks lebih

11:12

banyak dan kemungkinan juga biayanya

11:14

cukup lebih mahal gitu ya harus kita

11:16

perhatikan juga efektivitas

11:19

penggunaannya jumlahnya terhadap biaya

11:22

kita menggunakan alat ini nah

11:25

ini alat drillingnya seperti ini di

11:28

sebelah atas gitu ya Di kita lihat di

11:30

sini tadi Nah ini mata bornya seperti

11:32

ini jadi dia mata bornya luar kemudian

11:35

ada yang dalam ini untuk nyedot hasil

11:38

kita pengeboran gitu ya terus kemudian

11:40

ini adalah di pipa penghisap dan

11:43

kompresornya untuk eh narik si kotoran

11:46

yang sudah kita drill atau kita bor tadi

11:50

Nah ini alat yang keempat yaitu rcd

11:53

sistem

11:55

Oke kita

11:57

lanjutkan Nah kalau metode ya Seperti

11:59

apa teman-teman kalau kita ingin

12:02

melakukan pelaksanaan dari pondasi bor

12:05

gitu ya ini kita sajikan dalam bentuk

12:08

flowchart gitu ya dan juga ada

12:12

keterangan gambar yang bisa kita jadikan

12:15

referensi ini yang pertama misalkan kita

12:19

mulai yang harus dilakukan pertama kali

12:21

adalah seperti biasa kita melakukan

12:24

surveying nah surveying ini untuk

12:26

menentukan titik-titik persisnya lokasi

12:29

kita ngebor di mana gitu ya selanjutnya

12:32

ditindak lanjuti dengan soil investigasi

12:35

nah meskipun di perencanaan sudah di

12:38

soil investigasi oleh konsultan

12:40

perencana tapi sebagai pelaksana itu

12:42

juga kadang diberikan kewajiban ataupun

12:46

kalau memang atas kehendak sendiri

12:47

melakukan soil

12:49

investigasi karena nanti terkait dengan

12:52

eh material

12:54

ataupun biaya nah ketika kita sudah

12:57

melakukan so Inv ulang diharapkan di

13:00

persis lokasi titik yang akan kita bor

13:03

sehingga nanti lebih presisi

13:05

kedalamannya dan juga nanti terkait

13:07

dimensi dan perhitungan lainnya kalau

13:09

memang sudah confirm berarti kita bisa

13:11

pakai desain yang sudah ada tapi kalau

13:13

memang ditemukan hal yang menyimpang

13:16

bisa kita ajukan banding ataupun kita

13:19

revisi desainnya kemudian kita ajukan ke

13:21

perencana dan ke pemilik pekerjaan

13:25

seperti itu oke nah Ini nanti setelah d

13:29

lakukan so investigasi koordinasi nah

13:32

ini terkait dengan tadi ya desain dari

13:35

borpel apabila memang ditemukan

13:38

ketidaksesuaian nah kemudian selanjutnya

13:41

adalah cek situasi dan lokasi pekerjaan

13:44

nah ini maksudnya kita konfirmasi antara

13:46

soil investigasi terhadap kondisi di

13:49

lapangannya gitu ya ini berulang kalau

13:51

memang perlu adanya penyesuaian ya ini

13:55

prosesnya adalah berulang koordinasi ini

13:57

nah kemudian kan selanjutnya kalau

14:01

memang sudah acc atau Oke semua bisa

14:03

dilanjutkan ke

14:05

tahap berikutnya nah dalam hal ini di

14:09

sini kita ada beberapa tipe ini dengan

14:13

casing nah dalam hal ini untuk

14:16

memasukkan casing tadi Biasanya kalau

14:18

tanahnya memang keras biasanya pakai

14:20

namanya preboring jadi tanahnya Dibor

14:23

terlebih dahulu baru untuk memasukkan si

14:26

casing tapi kalau tanahnya cenderung

14:28

Luna casing ini bisa dimasukkan dengan

14:31

alat fibrohammer gitu ya J ini adalah

14:34

preboring kalau memang Tanahnya keras

14:36

casingnya ini kan sebenarnya hanya tipis

14:38

dia tidak tidak untuk struktural gitu ya

14:41

hanya untuk melindungi supaya tidak

14:43

longsor sehingga karena ketebalannya

14:46

cukup tipis sehingga kalau kita masukkan

14:48

dipaksa untuk tanah keras biasanya tidak

14:50

bisa sehingga kita gunakan namanya

14:53

preboring tapi kalau tanahnya lunak dan

14:56

kita Yakin mampu tidak usah dilakukan

14:58

namanya namanya preboring Nah nanti ini

15:01

setelah masuk baru kita lakukan adalah

15:04

drilling gitu ya drilling bisa kalau

15:07

sudah dengan casing adalah tidak perlu

15:09

pakai polimer gitu ya tapi kalau memang

15:11

tidak pakai casing untuk melindungi bisa

15:13

pakai polimer atau bentonet tadi Oke

15:17

nanti kita cek kedalaman gitu ya cek

15:20

kedalaman Apakah sudah memenuhi sesuai

15:23

desain yang kita bahas tadi di depan

15:25

atau belum Nah kalau belum ya Diulangi

15:27

dengan drilling kembali kalau sudah ya

15:30

berarti kita lanjutkan ke tahap

15:33

berikutnya nah drilling tadi ya itu

15:36

tahapannya adalah kita memasukkan si

15:39

drilling auger mata bornya tadi kalau

15:41

ini sistemnya baket gitu ya kita

15:43

masukkan ke titik rencana tadi kemudian

15:45

kita bor pengeboran nanti kita sampai

15:49

kedalaman tertentu baketnya penuh kita

15:51

tarik ke atas kemudian didisposal atau

15:53

dibuang hasil pengeburan kita nah ini

15:56

berulang ya sampai nanti kedalaman

15:59

rencana adalah terpenuhi Nah selanjutnya

16:02

baru kita pasangkan adalah reinforcing

16:05

bar besi tulangan ya ini untuk si

16:09

pondasi bor nah ini biasanya Sudah

16:10

dirakit dulu di luar kemudian nanti

16:13

tinggal kita masukkan ni ya jadi instal

16:16

ribarnya kemudian kita masukkan ke dalam

16:19

SI lubang tadi pastikan si lubang tadi

16:21

sudah memenuhi kedalaman dan kebersihan

16:24

maksud kebersihan di sini jangan sampai

16:27

ada semacam

16:29

guguran atau lumpur yang masih tersisa

16:32

di dalam lubang bor Nah karena nanti

16:34

kalau ada guguran tanah ataupun lumpur

16:36

ini akan

16:37

mengurangi dari kekuatan si beton kita

16:41

nanti ada keropos kemudian ada laminasi

16:44

sehingga beton satu dengan lain tidak

16:45

menyatu gitu ya tuh nah di atas ini

16:48

kalau metodenya adalah pakai polimer

16:51

tadi ya atau pakai bintonet selanjutnya

16:54

setelah tulangan kita instal namanya

16:56

pipa tremi gu ya bat rememi nanti kita

16:59

Jelaskan lebih detail seperti apa

17:01

bentuknya ini untuk mengantisipasi kita

17:05

mengecor yang cukup dalam sehingga nanti

17:09

tidak terjadi segregasi atau pemisahan

17:11

antara agregat kasar dan Agregat halus

17:14

dan juga untuk mengakomodir dari

17:17

pengecoran di bawah air Nah ini caranya

17:19

adalah dengan pipa tremi Nah nanti

17:21

setelah itu setelah terpasang baru

17:23

dituangkan beton atau konkritnya Nah

17:28

setelah itu setelah sampai pada posisi

17:31

rencana di atas terisi penuh semua baru

17:34

nanti casingnya adalah diangkat nah ini

17:37

diangkat ini bisa dilakukan lagi dengan

17:40

fibohammer tadi gitu ya getarkan

17:42

kemudian dicabut atau diangkat kemudian

17:46

adalah selesai seperti itu ya

17:48

teman-teman metode pelaksanaan dari

17:51

pondasi bor nah ini Coba kita lihat

17:54

secara lebih mendetail gitu ya kira-kira

17:57

seperti apa

17:59

oke yang pertama tadi adalah set up the

18:03

location of bpel gitu ya nah jadi kita

18:05

tadi surveying ya dengan alat survei

18:08

teman-teman sudah belajar ilmu ukur

18:10

tanah bisa dengan total station atau

18:12

dengan peralatan lain pastikan lokasinya

18:15

adalah tepat di lokasi rencana gitu ya

18:18

Nah kemudian nanti kita Tandai biasanya

18:21

dengan pilog dan lain sebagainya sesuai

18:22

dengan diameter yang akan kita bor

18:24

sehingga nanti ini memudahkan si

18:26

operator dari e alat bornya alat

18:30

drillingnya

18:32

oke yang kedua adalah kalau ini misalkan

18:35

menggunakan casing gitu ya teman-teman

18:38

dan tanahnya kebetulan tidak terlalu

18:40

keras sehingga tidak perlu prboring

18:42

sehingga Langkah kedua adalah Insert

18:44

casing atau memasukkan casing nah ini

18:47

casing ini harus dipastikan pada saat

18:50

masuk ini adalah e vertikal ya jadi

18:54

sudut vertikalnya harus benar-benar

18:56

dicek Nah ini bisa teman-teman lakukan

18:59

dengan alat canggih rodolit gitu ya Atau

19:03

memang dengan alat sederhana ini bisa

19:05

dengan unting-unting namanya ya semacam

19:08

benang yang diberikan pemberat di bawah

19:11

kemudian kita bidik gitu ya kira-kira

19:14

dia sudah lurus atau belum Nah ini bisa

19:17

juga di lapangan lebih praktis seperti

19:19

ini nah ini juga nanti casing ini

19:23

digetarkan atau dimasukkan sampai pada

19:25

posisi yang dikehendaki atau yang

19:27

direncanakan

19:29

gu ya

19:33

Oke kita lanjutkan tahap berikutnya

19:35

setelah casing ya kita sekarang

19:37

melakukan drilling atau pengeboran

19:40

pengeboran dilaksanakan secara bertahap

19:43

kalau sistemnya dengan open helic

19:45

ataupun dengan baket drilling jadi kita

19:48

bor sampai baketnya ini penuh kemudian

19:51

kita angkat kita disposal kemudian kita

19:54

masuk ngedril lagi pengeburan lagi

19:56

sampai nanti itu dilakukan berulang

19:59

sampai kedalaman yang

20:01

direncanakan ya Nah setelah ini selesai

20:06

Nah kita harus

20:08

pastikan kadang tanah yang sudah kita

20:11

angkat atau ada batuan atau kerikil itu

20:14

biasanya bisa terangkat dengan paket

20:16

tadi tapi ada beberapa yang misalkan di

20:19

sini adalah lumpur nah lumpur ini

20:21

biasanya Tertinggal masih di dalam

20:23

lubang bor sehingga perlu kita bersihkan

20:26

nah cara pembersihannya bisa dilakukan

20:29

dengan metode mechanical pump jadi ini

20:32

semacam selubung ke dalam tapi ini ada

20:35

bisa kita sedot gitu ya seperti pompa

20:38

sehingga kita nanti bisa menarik atau

20:41

menyedot dari lumpur-lumpur yang tersisa

20:43

di dasar nah harapan kita kalau

20:47

lumpur-lumpur ini sudah bersih bisa

20:49

terangkat nanti beton kita tidak

20:51

bercampur dengan lumpur yang akan

20:53

merugikan

20:54

eh sisi kekuatan dari daya dukung ujung

20:57

struktur kita gu ya teman-teman

21:02

oke langkah selanjutnya kalau prosedur

21:05

pembersihan lumpur sudah selesai nah

21:08

saatnya merangkai si besi tulangan nah

21:10

besi tulangan ini biasanya dirangkai di

21:13

luar dari area sehingga nanti ketika

21:16

masuk ke area ini bisa kita langsung

21:19

tinggal masukkan gitu ya Nah ini karena

21:23

bentuknya bor ini adalah lingkaran

21:25

sehingga kebanyakan tulangan-tulangannya

21:27

adalah seperti ini ini tulangan utama

21:29

yang merah ini kemudian ini adalah

21:31

Sengkang gitu ya Nah ini kadang yang

21:33

harus kita berikan treatment adalah

21:36

pengaku nah ini di dalam sengkangnya ini

21:39

ini supaya tidak bergeser bentuknya

21:42

tetap lingkaran kita harus berikan

21:43

pengaku ya sehingga nanti ketika kita

21:46

angkat dan kita masukkan tulangan ini

21:48

tidak bergeser posisinya atau bentuknya

21:52

menjadi tidak lagi

21:54

lingkaran juga yang harus diperhatikan

21:56

oleh teman-teman adalah kita Peru masang

21:59

kalau memang diperlukan adalah

22:02

semacam alat Nah kalau di pengecoran

22:05

beton Biasa biasanya namanya tahu beton

22:07

gitu ya untuk memberikan selimut antara

22:11

bekis Ting kita dengan tulangan nah Di

22:14

bor juga ada

22:15

inih tapi dia bentuknya adalah seperti

22:18

roda ini sehingga nanti ketika ini

22:20

dimasukkan ke dalam lubang bor tadi ya

22:23

kebetulan ini pakai casing sehingga roda

22:25

ini akan mempertahankan posisi dari si

22:27

tulangan ini tetap berada di center

22:30

line-nya sehingga nanti ketika cor kita

22:32

cor kita mempunyai selimut

22:35

di sekeliling dari tiang ini gitu ya

22:38

teman-teman Nah ini bisa kita perhatikan

22:40

diameternya mungkin ini sekitar 1,5

22:43

sampai 2 M nah orangnya aja kecil

22:45

dibandingkan dengan pondasi bor jadi

22:48

pondasi bor ini sangat memungkinkan kita

22:50

bisa membuat pondasi dengan diameter

22:53

yang lebih besar dari 1,2 m ya kalau

22:58

pancang kemarin kan keterbatasan 1,2 m

23:01

karena alat angkut dan alat angkat serta

23:06

alat pancangnya Nah kalau di borpel Ini

23:10

itu sebenarnya tidak terbatas yang

23:11

membatasi adalah si apa mataor atau

23:15

drilling augernya keterbatasannya yang

23:17

tersedia berapa gitu seperti itu oke

23:21

yang berikutnya setelah tulangan kita

23:23

adalah memasukkan yang namanya pipatremi

23:26

Nah bagi teman-teman yang belum pernah

23:27

lihat pipa tremi pipa tremi ini

23:30

bentuknya adalah seperti ini teman-teman

23:32

ya Ini sebenarnya pipa biasa gitu ya

23:35

biasanya bisa diameternya

23:37

250 mili atau 25 cm gitu ya atau 10 in

23:42

kemudian di atasnya ada corong seperti

23:45

ini kalau kita lihat dari atas ada

23:47

corong Nah nanti corong ini untuk

23:49

memasukkan beton nah pipat Remi ini

23:52

harus dimasukkan sampai ke dasar dari

23:55

rencana kita dari borpelnya maksud dan

24:00

tujuannya adalah kalau ini misalkan kita

24:03

punya di sini apa namanya muka air tanah

24:06

gitu ya teman-teman kalau kita langsung

24:09

mengecor beton dari atas dengan cara

24:11

kita masukkan

24:13

kita tidak pakai pipat Remi ini

24:16

dikhawatirkan beton nanti adalah kalau

24:18

jatuhnya sangat ekstrem yang pertama

24:21

adalah terjadi segregasi pemisahan

24:23

antara Agregat halus dan kasar karena

24:26

proses jatuhnya sendiri gravitasi gitu

24:28

ya yang berat akan jatuh terlebih dahulu

24:31

kemudian yang EE ringan nanti terakhir

24:34

yang kedua adalah karena ada muka air di

24:36

sini Misalkan Nah nanti beton ketika

24:39

mengenai muka air Nanti pada saat jatuh

24:42

ke bawah Dia akan bubar

24:45

ambyar gitu ya tidak lagi menyatu

24:47

menjadi satu satuan beton sehingga

24:49

dikhawatirkan bercampur air dan nantinya

24:51

tidak bisa memadat atau mengeras Nah

24:54

dengan metode tremi ini ini pipa kita

24:56

masukkan Nantinya di atasnya kita tuang

24:59

beton nah sampai di permukaan paling

25:02

bawah Nah nanti seiring kita melakukan

25:05

pengecoran ini diangkat pelan-pelan jadi

25:08

ini sambil ada Kin ya di sini untuk

25:10

ngangkat si treminya Nanti sambil

25:12

dimasukkan beton ke sini sambil kita

25:15

angkat pelan-pelan nah sehingga

25:17

diharapkan si beton ini akan mengisi

25:19

sela-sela yang ada di bawah ini

25:22

harapannya lumpur dan air juga akan

25:25

terdesak naik jadinya nah iring dengan

25:28

itu nanti pipat rem ini perlahan-lahan

25:31

kita tarik sedikit demi sedikit sampai

25:33

ke posisi atas Nah tapi di sini ada

25:35

persyaratan

25:37

tinggi tremi ini tetap harus tertimbun

25:39

di dalam beton kita nah dalam ini saya

25:42

sampaikan misalkan Diameter borpelnya

25:45

adalah 1 M atau 1000 mili gitu ya tremi

25:49

ini harus tertimbun sekitar 3 sampai 3,5

25:51

m di dalam beton gu ya teman-teman

25:55

supaya kalau Tir timbunnya adalah di

25:58

sisi bawah nah ketika beton keluar dia

26:02

mendesak si lumpur dan air tapi kalau

26:06

treminya sendiri diatasi beton Nah nanti

26:09

dia bercampur dengan air dan lumpur

26:11

sehingga tidak padat gitu ya Nah kalau

26:13

diameternya 1,8 ini bisa 2 sampai 2 155

26:17

m gitu ya jadi si trem ini harus tetap

26:20

terendam di dalam SI beton sambil kita

26:22

angkat atau kita cor naik pelan-pelan

26:25

seperti itu teman-teman

26:28

Oke kita lanjutkan nah ini tahap

26:31

penuangannya ya jadi dari corongnya si

26:34

pipat Remi nanti kita bisa masukkan

26:37

eh beton gitu ya Nah ini ilustrasinya

26:41

juga seperti ini sambil nanti ini Ini

26:43

kan ada ikatan nih Nah ini kita ikat ke

26:46

Kerin Nah nanti kerinnya ini akan

26:49

sedikit kita

26:50

naikkan sehingga kita konfirmasi juga

26:53

terhadap volume yang masuk nah kita kan

26:55

bisa hitung tuh kalau diameter 1 M

26:58

kira-kira untuk naik 1 me dia butuh

27:01

berapa kubik nah ini nanti bisa kita

27:02

hitung sehingga nanti sembari kita

27:04

naikkan pelan-pelan si treminya nah ini

27:08

pelaksanaannya ya teman-teman Nah dari

27:10

materialnya sendiri ya untuk beton di

27:14

tiang bor ini itu ada dua jenis ada yang

27:18

pakai namanya beton biasa atau beton

27:21

normal yang temen-teman sering atau

27:23

pernah desain bahkan pernah melakukan

27:27

pencampuran Normal atau beton biasa ya

27:30

mutunya pun nanti bisa disesuaikan

27:32

sesuai kebutuhan desain gitu ya Ada fc30

27:35

bahkan sampai yang fc40 misalkan nah

27:39

tapi ada juga satu beton yang namanya di

27:42

sini yang sering digunakan untuk pondasi

27:44

bor adalah beton SCC beton SCC apa beton

27:48

SCC adalah self compacting concrete Jadi

27:52

beton memadat sendiri nah Biasanya kalau

27:55

teman-teman melakukan pengecoran untuk

27:57

memadatkan kan pakai alat vibrator ya

28:00

atau dirojok kadang kalau kalau

28:02

memungkinkan Nah karena posisi kita

28:06

betonnya di sisi bawah mungkin di

28:08

kedalaman 50 m misalkan itu tidak

28:11

mungkin kita menggunakan alat vibrator

28:14

ataupun kita rojok nah salah satu yang

28:17

bisa kita lakukan adalah kita

28:18

menggunakan yang namanya beton SCC self

28:22

comacting conkr nah ini seperti apa

28:25

mudah-mudahan kalau kita masih punya

28:27

Waktu Nanti akan saya singgung sedikit

28:29

ya teman-teman terkait beton SCC ini

28:32

supaya kalian dapat gambaran kok

28:34

dinamakan beton SCC ini kenapa

28:36

Kelebihannya apa gitu ya Nanti coba saya

28:39

jelaskan di akhir kalau memang nanti

28:43

masih ada waktu Nah kalau biasanya beton

28:46

Normal itu diukurnya dengan nilai Slam

28:49

gitu ya nilai slamnya apakah 8 10 atau

28:52

12 gitu ya teman-teman kalau SCC ini

28:54

diukurnya adalah dengan namanya flow

28:59

jadi tidak lagi dia slamnya turunnya

29:02

berapa tapi alirannya adalah seperti apa

29:04

flownya dan juga maksimum agregatnya

29:07

Kadang hanya 2,5 CTI tapi ini bisa

29:13

mencapai kuat tekan yang cukup tinggi

29:16

memang dengan nanti adalah

29:17

campuran-campuran yang spesial dengan E

29:20

admixure admixure atau bahan tambah yang

29:23

juga spesial nanti coba kita bahas di

29:25

belakang

29:27

Oke kalau kalau pengecoran sudah selesai

29:29

langkah berikutnya yang terakhir tadi

29:31

adalah kita remove casing atau casing

29:34

ini kita cabut kembali dengan alat

29:36

fibrometer ini Oke ya Jadi ini

29:40

langkah-langkah untuk melakukan metode

29:43

pelaksanaan dari pondasi borpel

29:49

Oke kita lanjutkan jadi pondasi bor ini

29:53

Apabila kita sudah selesaikan proses

29:55

pengecoran hingga dia sudah

29:59

mencapai umur dari si betonnya gitu ya

30:02

Nah langkah berikutnya adalah kita nanti

30:05

melakukan pelaksanaan pelkap atau Pur di

30:09

atas dari pondasi tadi nah yang harus

30:11

kita lakukan apa sebelum kita memasang

30:14

kur atau pelc nah ini ada flowchart di

30:17

sini bisa kita ikuti Nah untuk

30:20

memastikan si tiang ini diterima oleh

30:23

kita baik kualitasnya gitu ya apakah ini

30:27

kira-kira at atau tidak Bahannya yang

30:30

tertanam benar-benar betonnya bagus atau

30:33

tidak integritasnya seperti apa Apakah

30:36

ada penggelembungan ataupun ada

30:39

pengurangan dimensi Nah ini bisa kita

30:41

lakukan pengujian sebelum kita lakukan

30:44

pekerjaan pelkap atau Pur nah pengujian

30:47

di sini ada kemarin kita Jelaskan ada

30:49

pde tes ya yang untuk mengetahui daya

30:52

dukung pondasi tiang baik tiang pancang

30:55

atau tiang bor dengan metode dinamik nah

30:58

ini juga bisa dilakukan juga di borpel

31:01

dan juga nanti ada istilahnya Pit tiang

31:04

ini nanti kita Jelaskan file integrity

31:07

test itu untuk mengetes integritas atau

31:09

keutuhan si tiang bor juga nanti ada

31:13

metode misalkan csl Cross hole Sonic

31:17

logging Nah itu juga untuk mengetahui

31:19

integritas si tiang dan metode-metode

31:22

lain nanti kita coba jelaskan di

31:23

belakang Nah nanti Selanjutnya apabila

31:27

memang Mang pekerjaan dari kontrol mutu

31:30

tadi sudah diacis dan diterima kita bisa

31:33

lakukan galian terhadap rencana Pur atau

31:37

pel capap nah galian ini kita lihat

31:39

galiannya kira-kira berapa dalam dan

31:43

harus kita siapkan apabila kiri kanannya

31:46

adalah ada gedung existing ataupun untuk

31:49

jalan dan lain sebagainya untuk

31:51

melindungi supaya tidak longsor biasanya

31:53

kita pakai proteksi berupa seatpel gitu

31:57

ya atau cover Dam sebelum kita melakukan

32:00

galian Nah nanti galian ini misalkan di

32:04

sini contohnya 1 M itu tergantung ya

32:06

nanti Apakah memang kebutuhannya 1 M

32:09

atau 2 M atau 3 m Nah nanti disesuaikan

32:12

Nah nanti selanjutnya kita melakukan

32:16

yang namanya pemasangan strutting dan

32:19

waller ini sebenarnya adalah Kalau

32:21

galiannya lebih dari 1 M itu harus kita

32:24

perkuat si seatpelnya tadi kita harus

32:26

pasang pengaku atau strrating atau

32:29

waller adalah penguat dari dinding si

32:32

sitpel itu kalau galiannya lebih dari 1

32:34

M kalau tidak ya kalau memang kuat tidak

32:38

perlu kita perkuat sepelnya bisa kita

32:41

lanjutkan setelah galian selesai pada

32:45

posisi final Nah nanti kita lakukan yang

32:48

namanya LC LC di sini adalah Lin

32:52

conkrit atau beton ben0 ya beton alas

32:57

nanti nya untuk kita bisa gunakan pada

33:00

saat pembobokan tiang sebagai landasan

33:03

kita ataupun nanti pemasangan baja

33:05

tulangan gu ya langkah berikutnya itu

33:09

kita bobok si tiang bornya gu ya

33:13

teman-teman Nah kalau di tiang pancang

33:15

Kemarin kan kita bobok kemudian kita isi

33:19

dengan yang namanya beton ee di kepala

33:24

tiang pancangnya dengan tambahan

33:26

tulangan kemarin ya

33:28

Sepanjang 1 sampai 2D dan ada sisa di

33:32

atasnya juga kita perlu kasih tambahan

33:34

1D gitu ya Nah kalau di borpel ini

33:36

karena sudah ada tulangan dindingnya

33:39

tadi yang kita masukkan kita tidak perlu

33:41

lagi nantinya menambahkan overstack

33:45

istilahnya overstack di kepala tiang

33:46

gitu ya kita cukup membobok saja

33:49

sehingga nanti kelihatan si tulangan ini

33:53

Oke setelah itu nanti baru pemasangan

33:56

rebar atau besi untuk pekerjaan si pel

33:59

capap-nya gitu ya kita bisa lakukan

34:02

pemasangan besinya setelah itu

34:04

pemasangan formok atau acuan atau

34:07

bekisting dilakukan berikutnya adalah

34:10

pengecoran Nah nanti setelah pengecoran

34:13

adalah curing gitu ya teman-teman Nah

34:15

sehingga setelah curing ini berarti

34:17

sudah selesai tahap pondasi bard pile

34:21

sampai ke pelkap atau purnya itu ya

34:25

untuk metode pelaksanaannya seperti itu

34:30

nah ini beberapa contoh gambar kita

34:35

lakukan penggalian tadi ya kalau memang

34:37

tanahnya stabil tidak perlu sitpel ya

34:39

tidak usah Tapi kalau memang tanahnya

34:41

tidak stabil dan kedalaman galian cukup

34:43

dalam harus diproteksi supaya tidak

34:46

terjadi kelongsoran nah ini nanti di

34:49

bobok ini kan tanahnya cukup bagus nih

34:51

tidak longsor nah dia makanya tidak

34:54

pakai

34:56

sitpel ini sehingga Kita gali sampai

34:59

kedalaman rencana nah ini kalau tanahnya

35:02

stabil bisa kita langsung bobok kalau

35:04

tidak Biasanya kita cor LC dulu karena

35:06

LC itu untuk pijakan kita nanti ketika

35:09

membobok Si tiang bornya ini nah ini

35:12

hasil membobokan gitu ya si tiang bor

35:16

kelihatan dari tulangan-tulangan yang

35:18

kita masukkan pada saat pengeboran ini

35:21

sudah dilakukan LC atau Lin konkr gitu

35:24

ya teman-teman dan kemudian selanjutnya

35:26

adalah kita pasang dari rebar atau

35:29

tulangan si Pur atau pelkap-nya Nah itu

35:32

skemanya seperti itu ya

35:36

Oke kita

35:38

lanjutkan setelah kita tadi mengetahui

35:42

metode atau cara-cara pelaksanaan dari

35:45

pondasi borpel Nah kita akan lanjutkan

35:47

di sini kita ingin mengetahui

35:50

Bagaimanakah metode pengawasan atau

35:53

kontrol mutu dari pondasi

35:56

bor for

Lanjutkan dengan YouTLDR

Analisis video lain dengan Pro

Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.

Dapatkan Pro — US$12/bulanGaransi uang kembali 30 hari

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.