Full Transcript

·YouTLDR

Materi Sejarah: Pergerakan Nasional | Ciri, Faktor, dan Sikap Organisasi | Part 1

20:26840 summary words · ~4 min readIndonesianTranscribed Jul 22, 2026
Summary

The Indonesian national movement (1908-1942) was marked by elite-led, modern, nationalist, and hard-to-divide organizations driven by internal suffering under colonialism and external ideological influences.

Understanding the structural characteristics, driving forces, and organizational stances of the national movement clarifies how Indonesia's independence struggle evolved from fragmented resistance into a coordinated national effort.

Section summaries

0:00-0:30

Intro and Opening Remarks

skip

The host greets viewers and introduces the topic of the national movement, setting up the discussion on its characteristics, factors, and organizational attitudes.

Pure introduction with no substantive content.

0:36-1:47

Periodization of the National Movement

watch

Defines the national movement period from 1908 (founding of Budi Utomo) to 1942 (Japanese occupation), noting the 34-year duration and the symbolic end marked by the Kalijati capitulation.

  • The national movement began in 1908 with the founding of Budi Utomo.
  • It ended in 1942 with the Japanese occupation following the Kalijati capitulation.

Establishes the temporal boundaries of the movement.

1:51-4:07

Characteristics of the National Movement

watch

Outlines four key traits: leadership by educated elites, use of modern organizations, national scope, and resistance to colonial divide-and-rule. Contrasts these with pre-20th century resistance methods.

  • Led by Western-educated elites rather than charismatic regional leaders.
  • Relied on modern organizations like Budi Utomo, Sarekat Islam, and Partai Nasional Indonesia.
  • Operated on a national scale, unlike earlier regional uprisings.
  • Resisted Dutch efforts to divide and conquer.

Core content explaining the defining features of the movement.

4:11-8:17

Elite Leadership and Ethical Politics

watch

Discusses how Dutch ethical policies, particularly the Trias Politik (education, irrigation, transmigration), inadvertently created a class of educated natives who later led the independence movement. Mentions specific schools established for indigenous students.

  • Dutch ethical politics aimed to improve native welfare but were often exploited for colonial labor needs.
  • Schools like ELS, HIS, and Volksschool produced the educated elite who would lead the movement.
  • Van Deventer's proposal for ethical governance laid groundwork for elite formation.

Explains the origin and role of the intellectual leadership class.

8:17-10:40

Modern Organizations and National Scope

watch

Highlights the shift from armed struggle to organized political movements using modern institutions. Emphasizes the national character of the movement, symbolized by events like the 1928 Youth Congress and the Youth Oath.

  • Modern organizations replaced traditional armed resistance as the primary vehicle for independence.
  • The movement adopted a national identity spanning from Sumatra to Papua.
  • The 1928 Youth Congress solidified the concept of a unified Indonesian nation.

Shows the evolution and ideological unity of the movement.

10:43-14:37

Internal Factors Driving the Movement

watch

Identifies three internal factors: suffering under colonial rule (e.g., Cultuur Stelsel causing famines in Demak and Grobogan), nostalgia for past great kingdoms (Sriwijaya, Majapahit), and the emergence of educated elites who became pioneers of independence.

  • Colonial exploitation through forced cultivation led to severe famine and poverty.
  • Pride in pre-colonial kingdoms fueled desires for independence.
  • Educated elites like Dr. Sutomo and Soekarno became key figures in the movement.

Essential for understanding domestic motivations behind the movement.

14:37-17:12

External Influences and Global Context

watch

Covers external factors including the spread of new ideologies (nationalism, democracy, socialism, pan-Islamism), the rise of Asian-African nationalism (Egypt, Japan's Meiji Restoration, China's reform movement), and Japan's victory over Russia (1904-1905) which inspired Asian confidence.

  • New political ideologies provided intellectual frameworks for resistance.
  • Asian nationalist movements in Egypt, Japan, and China influenced Indonesian activists.
  • Japan's victory over Russia debunked the myth of European invincibility.

Places the movement within a global context of anti-colonial struggles.

17:15-19:40

Organizational Attitudes: Cooperative vs Non-Cooperative

watch

Divides organizations into cooperative (Budi Utomo, Sarekat Islam) that sought collaboration with the Dutch, and non-cooperative (Indische Partai, Partai Nasional Indonesia) that openly opposed colonial rule. Notes that non-cooperative groups were labeled radical by the Dutch.

  • Cooperative organizations worked within colonial structures, often for social or religious goals.
  • Non-cooperative organizations pursued direct political opposition to Dutch rule.
  • The Dutch distinguished between moderate and radical groups based on their stance.

Clarifies strategic differences among nationalist organizations.

19:40-20:22

Conclusion and Closing Remarks

skip

Wraps up the discussion, thanks viewers, and encourages engagement with future videos and the exam.id platform.

Standard closing with no additional educational value.

Key points

  • Four Defining Characteristics of the National Movement — The national movement was led by Western-educated elites, used modern organizations, operated on a national scale, and resisted colonial divide-and-rule tactics.
  • Internal Factors Driving the Movement — Colonial exploitation like the Cultuur Stelsel caused widespread suffering, memories of past kingdoms like Majapahit fostered national pride, and the rise of educated elites provided leadership.
  • External Influences on the Movement — New ideologies such as nationalism, democracy, and socialism entered Indonesia, Asian-African nationalist movements inspired local activists, and Japan's victory over Russia in 1904-1905 shattered the myth of European invincibility.
  • Organizational Attitudes: Cooperative vs Non-Cooperative — Organizations split into cooperative groups like Budi Utomo and Sarekat Islam that worked within colonial systems, and non-cooperative groups like Indische Partai and PNI that openly opposed colonial rule.
Masa pergerakan nasional adalah masa yang berlangsung sejak awal abad ke-20 sampai dengan kedatangan tentara Jepang yang kemudian menduduki Indonesia. Andi Tutor Sejarah sm.id
Ciri-ciri yang tampak pada masa pergerakan nasional adalah dipimpin oleh golongan elite terpelajar, menggunakan organisasi modern, bersifat nasional, dan tidak mudah dipecah belah. Andi Tutor Sejarah sm.id

AI-generated from the transcript. May contain errors.

0:00

Halo

0:00

Halo

0:03

[Musik]

0:06

sobat Epson salam pintar Jumpa lagi

0:10

bersama saya ke Andi tutor Sejarah sm.id

0:13

Kali ini kita akan membahas materi

0:16

tentang pergerakan nasional yuk simak

0:18

bareng bareng Wawat

0:20

Hai

0:23

[Musik]

0:30

[Musik]

0:36

sobat Epson masa pergerakan nasional

0:39

adalah masa yang berlangsung sejak awal

0:44

abad ke-20 sampai dengan kedatangan

0:47

tentara Jepang yang kemudian menduduki

0:49

Indonesia oleh karena itulah

0:52

periodesasi dari masa pergerakan

0:54

nasional ditandai dengan adanya

0:57

pembentukan Budi Utomo pada tahun

1:00

1908 sampai dengan kedatangan pasukan

1:03

Jepang yang kemudian berhasil

1:05

mengalahkan Belanda sehingga Belanda

1:07

kemudian menandatangani sebuah

1:09

perjanjian atau kapitulasi yang dikenal

1:11

dengan nama kapitulasi Kalijati dimana

1:14

kapitulasi Kalijati ditandatangani pada

1:16

tahun

1:18

1942 sehingga masa nasional berlangsung

1:21

kira-kira selama 34 Tahun 2008 sampai

1:26

1942

1:27

1908 ditandai dengan berdirinya

1:33

Hai Budi Utomo

1:37

Hai dan berakhir pada tahun 1942 dengan

1:40

dimulainya masa

1:42

pendudukan

1:45

Jepang

1:47

saya lihat apa kemudian ciri-ciri yang

1:51

tampak pada masa pergerakan nasional

1:53

ciri-ciri yang kemudian menandai

1:56

dimulainya masa pergerakan nasional

1:58

kemudian nanti kita juga akan melihat

1:59

faktor pendorong apa saja yang

2:02

mengakibatkan lahirnya pergerakan

2:03

nasional di Indonesia serta kita juga

2:06

nanti bisa membagi sikap-sikap yang

2:08

kemudian dimunculkan oleh

2:10

organisasi-organisasi pada masa

2:12

pergerakan nasional yang pertama kita

2:15

akan bahas adalah ciri-ciri yang

2:18

menandai dimulainya masa pergerakan

2:20

nasional dimana kita ketahui sebelum

2:23

pergerakan nasional dimulai muncul

2:25

perlawanan yang dilakukan oleh bangsa

2:28

Indonesia menghadapi kolonialisme bangsa

2:31

barat dimana ciri-ciri yang tampak pada

2:34

perjuangan sebelum abad ke-20 uh

2:37

ditandai dengan adanya gerakan atau

2:40

perlawanan yang menggunakan kekuatan

2:42

bersenjata

2:43

kemudian dipimpin oleh tokoh-tokoh

2:45

karismatik serta bersifat kedaerahan dan

2:49

juga kemudian mudah dipecah belah oleh

2:52

bangsa barat nanti terjadi perbedaan

2:55

yang cukup signifikan

2:57

perbedaan yang drastis dari perjuangan

3:00

yang dilakukan oleh bangsa Indonesia

3:01

sebelum abad ke-20 dengan perjuangan

3:04

yang dilakukan pada masa pergerakan

3:06

nasional maka sekarang kita lihat

3:08

ciri-ciri apa yang kemudian tampak

3:11

dari perjuangan pada masa pergerakan

3:14

nasional

3:16

hai hai

3:19

hai hai

3:23

hai hai

3:25

Hai

3:26

yang pertama adalah dipimpin

3:32

Hai oleh

3:34

golongan elite terpelajar

3:38

yang kedua

3:41

menggunakan APK

3:45

Hai organisasi modern

3:49

Hai

3:50

kemudian yang ketiga

3:52

bersifat

3:55

nasional serta yang keempat tidak mudah

4:01

di pecah belah kita bisa lihat ini

4:07

adalah ciri-ciri yang kemudian menandai

4:09

masa pergerakan nasional di Indonesia

4:11

yang pertama adalah dipimpin oleh

4:14

golongan elite terpelajar Bagaimana

4:16

kemudian golongan elite terpelajar ini

4:18

tampil sebagai pihak yang kemudian

4:20

memberikan upayanya untuk menuju

4:23

kemerdekaan Indonesia kita tahu bahwa

4:26

pada tahun

4:27

1901 melalui usulan dari Theodore Van

4:31

Deventer yang kemudian mengatakan Dalam

4:33

tulisannya berjudul nrs Cut atau hutang

4:36

kehormatan bahwa sudah sepantasnyalah

4:38

kemudian negeri Belanda memberikan balas

4:41

jasa kepada Hindia Belanda atau

4:44

Indonesia yang telah membantu kemakmuran

4:46

negeri Belanda dimana dalam

4:48

perkembangannya kita Hai bahwa usulan

4:50

Van Deventer yang kemudian dikenal

4:52

sebagai politik etis atau Trias etika

4:54

memberikan tiga hal kepada penduduk

4:57

pribumi Hindia Belanda atau Indonesia

5:00

yang pertama adalah edukasi yang kedua

5:03

adalah irigasi dan yang ketiga adalah

5:07

transmigrasi edukasi adalah memberikan

5:10

pendidikan kepada penduduk Bumiputra

5:12

atau penduduk pribumi Hindia Belanda

5:15

yang kedua irigasi dengan memberikan

5:17

pengajaran kepada salah sawah milik

5:20

petani pribumi Hindia Belanda dan yang

5:22

ketiga adalah transmigrasi perpindahan

5:25

penduduk dari daerah yang padat menuju

5:27

daerah yang jarang penduduknya dalam

5:31

perkembangannya politik etis atau Trias

5:33

etika ini memang dimanfaatkan lagi-lagi

5:35

untuk kepentingan pemerintah kolonial

5:38

sebagai contoh edukasi atau pendidikan

5:39

yang seharusnya diberikan secara luas

5:42

kepada penduduk pribumi Indonesia atau

5:45

Hindia Belanda Ternyata dimanfaatkan

5:46

oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda

5:49

Hai untuk menciptakan suatu tenaga kerja

5:52

yang terdidik tetapi dapat dibayar

5:54

dengan upah yang murah sehingga edukasi

5:57

Kemudian melenceng dari tujuan awalnya

5:59

memberikan pendidikan seutuhnya tapi

6:00

malah dimanfaatkan untuk menciptakan

6:03

tenaga-tenaga terdidik yang dapat

6:05

dibayar dengan upah yang murah yang

6:07

kedua irigasi seharusnya salah sawah

6:10

milik para petani pribumi yang kemudian

6:11

diakhiri dalam perkembangannya justru

6:14

lahan-lahan perkebunan milik pengusaha

6:16

asing sela-sela lah yang kemudian

6:17

mendapatkan manfaat dari pengairan atau

6:20

irigasi tersebut kemudian transmigrasi

6:23

atau perpindahan penduduk ini malah

6:25

dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial

6:26

untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga

6:29

kerja atau kuliah perkebunan di

6:32

perkebunan-perkebunan milik pemerintah

6:34

kolonial maupun milik pengusaha asing

6:37

swasta tapi setidaknya dari politik etis

6:41

muncul kemudian golongan elite

6:44

terpelajar yang mendapatkan pendidikan

6:46

ala barat kita tahu bahwa setidaknya Hai

6:49

ada beberapa sekolah yang kemudian

6:51

dibentuk diciptakan oleh pemerintah

6:53

kolonial untuk penduduk pribumi di

6:56

antaranya untuk tingkat Sekolah Dasar

6:57

kita dapat menyebutkan ada Els ada his

7:01

maupun Ada volkschool LS atau yoropen

7:06

leher school ini biasanya siswanya

7:09

terdiri atas golongan Eropa sebagian

7:11

besarnya adalah golongan Eropa dan

7:13

sebagian kecil saja penduduk pribumi

7:16

kemudian his Holland inlandsche school

7:19

dimana setengah dari siswa kiss adalah

7:23

orang-orang pribumi Di mana mereka

7:26

biasanya menduduki status yang tinggi

7:28

didalam masyarakat pribumi dan kemudian

7:31

for school sekolah rakyat Nah itu adalah

7:34

beberapa sekolah yang kemudian didirikan

7:36

oleh pemerintah kolonial dalam upayanya

7:38

memenuhi politik etis Nah jadi di bidang

7:42

edukasi dengan adanya pendidikan yang

7:45

dibuka oleh pemerintah kolonial

7:46

muncullah kemudian golongan elite

7:48

terpelajar Hai dimana golongan elite

7:50

terpelajar ini di kemudian hari nantinya

7:52

akan membawa semangat nasionalisme dalam

7:55

upaya mereka untuk memerdekakan

7:56

Indonesia dari penjajahan yang dilakukan

7:59

oleh Belanda

8:01

Nah jadi disini kita bisa lihat bahwa

8:03

ciri-ciri pergerakan nasional yang

8:05

pertama dipimpin oleh elite terpelajar

8:07

tidak lagi meski dipimpin oleh tokoh

8:11

karismatik sebagaimana perlawanan yang

8:13

muncul sebelum abad ke-20 seri

8:17

berikutnya adalah menggunakan organisasi

8:20

modern ini juga berbeda dengan

8:22

perlawanan yang dilakukan oleh bangsa

8:24

Indonesia sebelum abad ke-20 di mana

8:26

kita tahu sebelum abad ke-20 perjuangan

8:29

yang digunakan bangsa Indonesia untuk

8:32

mengalahkan kolonialisme yang dilakukan

8:34

oleh bangsa barat adalah dengan

8:35

menggunakan kekuatan bersenjata tapi

8:38

sebagaimana yang kita ketahui pula bahwa

8:40

kebanyakan perjuangan bersenjata yang

8:42

digunakan oleh bangsa Indonesia berakhir

8:45

dengan kekalahan nah pada masa

8:48

pergerakan nasional

8:49

Hai yang yang dilakukan Kemudian oleh

8:51

bangsa Indonesia untuk mendapatkan

8:53

kemerdekaannya adalah dengan

8:55

memanfaatkan menggunakan

8:57

organisasi-organisasi modern kita tahu

9:00

diantaranya organisasi modern

9:02

diantaranya adalah Budi Utomo

9:06

kemudian ada Sarekat Islam ada Indische

9:11

partai ada Partai Nasional Indonesia dan

9:14

lain sebagainya ini adalah

9:17

organisasi-organisasi modern yang

9:19

digunakan oleh bangsa Indonesia untuk

9:21

mendapatkan kemerdekaannya dari

9:23

kolonialisme dari penjajahan yang

9:25

dilakukan oleh bangsa barat ciri yang

9:28

ketiga adalah bersifat Nasional artinya

9:31

Apa artinya ada upaya yang dilakukan

9:34

oleh bangsa Indonesia untuk mewujudkan

9:35

kemerdekaan secara nasional secara

9:38

menyeluruh mulai dari wilayah Sumatera

9:40

sampai wilayah Papua Hal ini tentu saja

9:43

berbeda dengan perjuangan yang terjadi

9:46

sebelum abad ke-20 dimana kita tahu

9:48

bahwa ciri pers Khan sebelum abad ke-20

9:50

bersifat kedaerahan artinya persatuan

9:54

saat itu belum terbentuk maka dengan

9:57

adanya sifat nasional ini yang kemudian

9:59

semakin ditandai dengan adanya Kongres

10:01

Pemuda 2 pada tahun 1928 yang

10:04

menghasilkan Sumpah Pemuda kita tahu

10:06

bahwa para pemuda kemudian menyatakan

10:08

sikapnya untuk membentuk tanah air yang

10:11

satu bangsa yang satu serta menggunakan

10:14

bahasa persatuan yaitu Indonesia dan

10:17

yang keempat adalah tidak mudah dipecah

10:20

belah ini tersedia berbeda dengan

10:23

perjuangan ia muncul sebelum abad ke-20

10:26

dimana perjuangan sebelum abad ke-20

10:29

mudah dipecah belah oleh Belanda atau

10:31

dimana Belanda kerap menggunakan politik

10:33

devide at impera

10:35

maka disini kita dapat melihat inilah

10:37

ciri-ciri yang kemudian tampak pada masa

10:40

pergerakan nasional

10:43

Hai semuanya kita lihat Apa saja

10:45

Kemudian faktor yang mendorong

10:48

Hai timbulnya pergerakan nasional

10:52

ah ah nanti kita dapat membagi ya faktor

10:55

pendorong yang mengakibatkan lahirnya

10:59

pergerakan nasional di Indonesia

11:02

Hai menjadi faktor internal

11:06

Hai

11:07

atau faktor yang berasal dari dalam

11:10

Hai serta faktor

11:14

eksternal atau faktor yang berasal dari

11:18

luar kita lihat yang pertama terlebih

11:21

dahulu faktor internal Apa yang

11:23

mengakibatkan lahirnya pergerakan

11:25

nasional yang pertama adalah penderitaan

11:28

akibat penjajahan

11:32

hai hai

11:34

hai hai

11:37

Ayo

11:38

kita tahu bahwa penjajahan yang

11:41

dilakukan oleh bangsa barat terhadap

11:43

Indonesia membawa kesengsaraan terhadap

11:46

rakyat Indonesia sejak masa Portugis

11:49

sampai dengan masa pemerintah kolonial

11:51

Hindia Belanda

11:52

penjajahan yang dilakukan oleh bangsa

11:55

barat kerap mengakibatkan

11:56

kesulitan-kesulitan yang dialami oleh

11:58

bangsa Indonesia Santai dapat kita

12:00

sebutkan adalah saat pemerintah kolonial

12:03

Hindia Belanda menerapkan kebijakan

12:04

sistem tanam paksa atau Cultuur Stelsel

12:07

yang mengakibatkan terjadinya bencana

12:10

kelaparan dan kemiskinan yang dialami

12:12

oleh para petani pribumi Indonesia

12:14

sebagai contoh wilayah Demak dan

12:17

Grobogan adalah dua daerah di Jawa

12:19

Tengah yang mengalami kelaparan parah

12:22

sebagai akibat penerapan sistem Cultuur

12:24

Stelsel atau sistem tanam paksa di sini

12:28

tampak bahwa penderitaan akibat

12:29

penjajahan mendorong lahirnya upaya

12:32

untuk melepaskan diri bangsa Indonesia

12:34

dari penjajahan yang dilakukan oleh

12:36

bangsa barat Hai yang kedua adalah

12:39

adanya Kenangan

12:43

Hai akal kejayaan masa lalu

12:48

adanya kenangan akan kejayaan masa lalu

12:52

kita tahu bahwa pada masa hindu-budha

12:54

ada Sriwijaya ada Majapahit Dua kerajaan

12:58

yang amat besar pada zamannya pada masa

13:01

Islam kita tahu ada kesultanan Aceh ada

13:04

Kesultanan Mataram Islam ada Kesultanan

13:07

Makassar yang juga menjadi penguasa di

13:09

masing-masing wilayahnya maka kenangan

13:12

akan kejayaan masa lalu ini kemudian

13:13

mengakibatkan timbulnya memori timbul

13:16

kesadaran bahwa bangsa Indonesia

13:18

seharusnya dapat Merdeka seharusnya

13:21

dapat melepaskan diri dari penguasaan

13:23

yang dilakukan oleh bangsa asing jika di

13:26

masa lalu saja ada Sriwijaya ada

13:29

Majapahit yang menggambarkan kebesaran

13:30

kepulauan nusantara bahkan atau tidak

13:33

kemudian bangsa Indonesia bisa kembali

13:35

menjadi bangsa yang besar lepas dari

13:37

penjajahan yang dilakukan oleh bangsa

13:38

asing mereka Hai yang ketiga adalah

13:41

munculnya

13:44

Hai elite terpelajar gimana kita telah

13:48

membahas bahwa kemunculan elite

13:50

terpelajar sebagai akibat adanya edukasi

13:53

yang diberikan oleh pemerintah kolonial

13:54

dengan Penerapan politik etis ternyata

13:57

membawa dampak positif dengan dimana

14:00

golongan elite terpelajar ini kemudian

14:03

menjadi pionir menjadi orang-orang yang

14:06

mendorong lahirnya kemerdekaan bagi

14:08

bangsa Indonesia kita tahu nanti muncul

14:11

tokoh-tokoh seperti Doktor Sutomo

14:13

kemudian muncul bulat Cipto Mangunkusumo

14:16

kemudian Setiabudi danudirdjo kemudian

14:19

ada Soekarno Muhammad Hatta Sutan

14:21

Syahrir dan lain sebagainya Dimana

14:23

mereka adalah golongan elite terpelajar

14:25

yang nantinya di kemudian hari membawa

14:28

kemerdekaan bagi bangsa Indonesia ini

14:31

adalah faktor internal yang mendorong

14:33

lahirnya pergerakan nasional sedangkan

14:37

faktor eksternal diantaranya adalah

14:40

masuknya paham-paham baru

14:45

Hai

14:46

gimana paham-paham baru yang kemudian

14:48

masuk ke Indonesia pada masa pergerakan

14:51

nasional diantaranya adalah paham

14:53

demokrasi

14:54

paham nasionalisme paham sosialisme dan

14:58

paham pan-islamisme

15:00

kemudian yang berikutnya faktor

15:03

eksternal yang mengakibatkan lahirnya

15:05

pergerakan nasional adalah

15:06

bangkitnya

15:10

nasionalisme di kawasan Asia Afrika

15:17

bangkitnya nasionalisme di kawasan Asia

15:20

Afrika kita tahu bahwa negara-negara di

15:23

kawasan Asia Afrika umumnya adalah

15:25

negara-negara yang terjajah lantas akhir

15:29

abad ke-19 sampai awal abad ke-20

15:31

ternyata muncul nasionalisme dikalangan

15:33

bangsa asia-afrika kita dapat

15:34

menyebutkan muncul kemudian nasionalisme

15:37

rakyat Mesir yang saat itu berupaya

15:40

untuk melawan penjajahan yang dilakukan

15:42

oleh Inggris muncul pula nasionalisme

15:45

rakyat Jepang lewat gerakan Restorasi

15:47

Meiji muncul pula kemudian gerakan

15:51

nasionalisme rakyat yang tok atau Cina

15:53

dan lain sebagainya termasuk juga di

15:55

kawasan Asia Tenggara kita dapat

15:57

menyebabkan munculnya nasionalisme di

15:59

Filipina yang dipimpin salah satunya

16:01

oleh Jose Rizal maka kebangkitan

16:04

nasionalisme di kawasan Asia Afrika

16:05

mendorong pula munculnya semangat

16:08

pergerakan nasional untuk membawa

16:09

kemerdekaan Indonesia dan yang ketiga

16:12

ini merupakan faktor khusus yaitu

16:16

kemenangan

16:17

yang diraih oleh Jepang atas Rusia

16:23

dalam Perang yang terjadi tahun 1904

16:28

sampai

16:29

1905 dimana dalam perang tersebut Jepang

16:33

yang merupakan bagian bangsa Asia

16:35

berhasil mengalahkan Rusia yang

16:37

merupakan bagian dari bangsa Eropa

16:40

kemenangan Jepang ini membawa dampak

16:42

signifikan yaitu bangkitnya dia Kinan

16:45

bangsa Asia bahwa bangsa Asia dapat

16:49

mengalahkan bangsa Eropa karena

16:50

sebelumnya muncul semacam mitos di mana

16:53

bangsa Asia meyakini bangsa Eropa adalah

16:56

bangsa yang tidak terkalahkan dengan

16:58

kekalahan Rusia atas Jepang maka

17:01

semangat bangsa Asia untuk melepaskan

17:02

diri dari penjajahan yang dilakukan oleh

17:05

bangsa Barat atau bangsa Eropa kemudian

17:07

bangkit kemudian muncul inilah

17:10

faktor-faktor yang mendorong lahirnya

17:12

pergerakan nasional di Indonesia

17:15

berikutnya kita akan membahas

17:19

Hai

17:20

sikap dari organisasi pada masa

17:24

pergerakan nasional

17:28

Hai

17:37

dimana sikap organisasi pergerakan

17:39

nasional dapat kita bagi menjadi dua

17:42

sikap utama yang pertama bersikap

17:44

kooperatif

17:46

atau mau diajak bekerjasama dan sikap

17:51

non

17:52

kooperatif

17:54

tipe cooperative ini biasanya muncul

17:56

pada organisasi-organisasi yang bersifat

17:59

sosial

18:01

keagamaan

18:05

sedangkan sikap nonkooperatif biasanya

18:08

muncul pada

18:09

organisasi yang bersifat

18:13

politik contoh organisasi yang bersikap

18:17

kooperatif

18:18

diantaranya adalah Budi Utomo

18:23

kemudian

18:24

Sarekat Islam

18:28

Hai

18:28

sedangkan organisasi yang memiliki atau

18:31

memilih sikap nonkooperatif

18:34

diantaranya yang dapat kita sebutkan

18:36

adalah

18:37

Indische partai atau

18:42

Hai

18:43

kemudian

18:45

Perhimpunan Indonesia

18:50

atau PTI

18:53

dan Partai

18:56

Nasional

19:00

Indonesia atau PNI

19:04

adalah sikap yang secara umum tampak

19:08

pada organisasi pergerakan nasional baik

19:11

sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh

19:13

organisasi-organisasi sosial keagamaan

19:16

serta Sikap nonkooperatif yang

19:18

ditunjukkan oleh organisasi-organisasi

19:20

politik nantinya organisasi yang

19:23

bersikap nonkooperatif akan digelari

19:26

sebagai organisasi radikal oleh siapa

19:30

oleh pemerintah kolonial hindia-belanda

19:33

jadi

19:35

Hai bagaimana dapat dipahami

19:40

demikian salat Epson pembahasan materi

19:43

mengenai pergerakan nasional di

19:45

Indonesia Semoga dapat dipahami dan

19:47

bermanfaat bagi sobat sekalian terima

19:49

kasih jumpa kembali bersama saya di

19:51

pembahasan-pembahasan video selanjutnya

19:53

tentu saja dengan saya ke Andi tutors

19:56

sejarah sm.id salam pintar

19:59

sekian sampai tetesan untuk video

20:02

pembelajaran hari ini sampai ketemu lagi

20:04

di video belajar berikutnya jangan lupa

20:07

aktifkan notifikasi untuk video terbaru

20:09

kami ya sebaiknya juga bisa mengunjungi

20:12

exam.id dan temukan ribuan video

20:15

pembelajaran sampai jumpa sempat Epson

20:17

salam pintar

20:22

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free