Formalisasi Syariah di Indonesia (Bagian 1)
Halo semua alaikum warahmatullahi
wabarakatuh teman-teman sekalian Semoga
pada hari ini kita senantiasa memperoleh
karunia kesehatan
dan senantiasa mendapatkan keleluasaan
dalam menjalankan tugas apapun yang
menjadi tugas dan kewajiban kita pada
hari ini teman-teman sekalian kita sudah
membahas banyak hal berkaitan dengan
aneka dimensi politik hukum Islam di
Indonesia nah Pada kesempatan kali ini
saya ingin mengajak teman-teman semuanya
untuk membahas 1 topik yang saya kira
masih sangat relevan sampai dengan hari
ini karena
disamping topik ini menyangkut
kehidupan sebagian besar umat Islam
atau menyangkut kehidupan umat Islam
secara keseluruhan juga berkaitan dengan
dinamika politik nah tema yang akan
ngebahas pada hari ini adalah
formalisasi syariat Islam di Indonesia
Demak ini menarik karena melibatkan
banyak sekali
pandangan dan menyangkut dinamika yang
sangat
kompleks gitu ya Nah kita akan memulai
dengan memotret
akibat atau
upaya
memotret akibat yang ditimbulkan oleh
kejatuhan orde baru bagi dinamika Islam
di Indonesia secara umum atau pada
khususnya dinamika hukum Islam nah
teman-teman sekalian kita semuanya tentu
mengetahui bahwa pada tahun
[Musik]
1998
Indonesia mengalami satu
peristiwa yang sangat penting yaitu
reformasi politik reformasi politik itu
dengan sebuah kenyataan yang terjadi
karena dipicu oleh bagian berbagai macam
faktor kalau kita bicarakan
faktor-faktor apa saja yang mendorong
lahirnya reformasi politik itu tentu
sangat banyak dan bukan
wilayah kita untuk membicarakan itu pada
hari ini tetapi yang paling penting
adalah gerakan reformasi politik yang
terjadi di Indonesia pada tahun
1988 itu membawa akibat yang sangat
besar bagi kebebasan masyarakat
Indonesia dalam mengekspresikan aneka
ragam persoalan atau aneka ragam
pandangan keanekaragam sikap bahkan
ideologi
Hai maka saya ingin sedikit mengurangi
berkaitan dengan
pandangan para ahli politik berkaitan
dengan apa yang sesungguhnya terjadi
pada zaman Orde Baru Berkaitan dengan
politik dan ideologi tentu kita semuanya
tahu bahwa orde baru di bawah
kepemimpinan Soeharto melahirkan
kontroversi dalam arti dari aspek
pembangunan
kita melihat keberhasilan yang dicapai
oleh Soeharto atau oleh Orde Baru
melalui proses modernisasi
tetapi disisi lain ada hal yang
dirasakan oleh masyarakat atau rakyat
Indonesia adalah berkaitan dengan
kebebasan nah para ahli politik sering
menyatakan bahwa ketika mengambil
kekuasaan atau mewarisi
atau melanjutkan kekuasaan
atau pemerintahan dari soekarno-soeharto
memberlakukan tiga hal yang pertama
disebut dengan the Hai dipolitisasi
Kemudian yang kedua adalah deparpolisasi
lalu yang ketiga deideologisasi
Dewi politisasi itu adalah Ia melakukan
tindakan-tindakan
yang
eh apa ya melakukan tindakan-tindakan
politik
terhadap mereka-mereka yang secara
potensial bisa mengganggu stabilitas
kekuasaan orde baru pada umumnya
meskipun secara
secara universal sering diatasnamakan
mengganggu stabilitas negara maka
berbagai tindakan politik yang terjadi
pada orang perorang kelompok berkelompok
pada zaman Orde Baru awal itu bisa
dipahami merupakan bagian dari strategi
depolitisasi
Soeharto kemudian politisasi yang
dilakukan oleh Orde Baru di bawah
Soeharto saya Kemudian yang kedua adalah
deparpolisasi di juga tahu bahwa pemilu
di Indonesia pada tahun
55 Kalau tidak salah itu diikuti oleh
puluhan partai politik pada zaman Orde
Baru ada puluhan partai politik yang
ikut memperebutkan kekuasaan atau ikut
berpartisipasi dalam pemilihan umum
tapi pada zaman Orde Baru partai itu
diperas menjadi tiga yang pertama adalah
P3 partai pembangunan Partai Persatuan
Pembangunan
yang merupakan representasi atau saya
bisa membahagiakannya dengan perasan
dari kelompok Islam atau itu adalah
proses
melokalisir kekuatan politiknya Saya
kira itu cara orde baru untuk
melokalisir kekuatan politik semua
partai islam dikumpulkan atau semua
kekuatan Islam tentu di dalamnya
bergabung aneka ragam partai ya
atau X partai-partai Islam pada zaman
Orde Lama
pada zaman Soekarno berkumpul atau
dikumpulkan dalam satu partai namanya
Partai Persatuan Pembangunan
dari segi politik ini juga depolitisasi
dalam arti
memudahkan kekuasaan untuk mengontrol ya
pergerakan Katakanlah aneka pihak yang
dianggap potensial mengganggu stabilitas
kekuasaan dengan melokalisir kekuatan
Islam dalam satu partai tentu menjadi
mudah bagi orde baru untuk melakukan
kontrol Kemudian yang kedua adalah
golongan karya yang disebut Golkar atau
tim disingkat vulgar Shakira
temen-temen yang lahir di atas tahun
2000-an itu
tidak menang iya tidak menangis
Bagaimana kejayaan Kukar pada zaman Orde
Baru
Hai jangankan zaman Orde Baru sementara
hari ini saja kita masih melihat kulkas
begitu kokoh nah ini sederhananya adalah
partai dimana the ruling party
ada korban adalah the ruling party
partai yang berkuasa itu ya kemudian
yang ketiga adalah Partai Demokrasi
Indonesia atau PTI ini adalah
gampangnya begitu kelompok nasionalis
atau yang lain lain lah yang selain
Islam dan pemerintah selain Islam dan
terguling party maka berada disitu
Betapapun tentu saja kita masih
menemukan ada elemen-elemen seni dalam
PBI pada zaman itu tapi sekali lagi ini
disebut sebagai deparpolisasi dalam arti
sebab memeras partai-partai politik yang
jumlahnya puluhan pada zaman Orde lama
itu menjadi tiga saja Nah jadi tiga saja
tentu ini ini merupakan hal yang sangat
menarik yang
merupakan hal yang sangat menarik kalau
konteks bagaimana kita mengamati
perbedaan yang ditimbulkan orde baru
dengan orde reformasi dalam hal
kebebasan yang dialami rumah syarakat
kemudian yang ketiga adalah
deideologisasi
deideologisasi itu adalah sebuah gerakan
untuk menjadikan Pancasila sebagai asas
tunggal maka contoh sederhananya
Partai Persatuan Pembangunan tadi itu
kan mengalami perubahan dalam hal logo
ya m semula bersimbolkan atau
menggunakan logo Kakbah kemudian
berganti logo menjadi bintang sesuai
dengan kebijakan geologis Asia atau
pewarna Jiban mengadopsi Pancasila
sebagai Izul ideologi-ideologi tunggal
bagi masyarakat Indonesia dan sekaligus
ormas atau organisasi apapun Hai tidur
bisa ini harus menganut ideologi tugal
yang bernama Pancasila nah dalam situasi
yang seperti itu lalu kita bisa
bayangkan Bagaimana
kekuatan-kekuatan yang berbeda dari
pemerintah atau negara
menjadi sulit untuk mengungkapkan apa
yang mereka menghalau simpan di dalam
apa yang mereka inginkan secara sebagai
sebuah idealisme gitu Nah maka ketika
Orde Baru runtuh Pada tahun
1998
kita bisa bayangkan Bagaimana
kelompok-kelompok atau masyarakat
Indonesia pada umumnya yang pada masa
orde baru itu mengalami pengekangan
pandangan atau kebebasan dalam hal
ekspresi Ideologi dan seterusnya dan
seterusnya lalu mengalami kebebasan maka
salah satu hal yang kita bisa lihat
dengan munculnya adegan Crew Khan orde
baru itu adalah kelompok-kelompok yang
dulu tertindas atau merasa ditindas oleh
Orde Baru kemudian bermunculan tak
terkecuali kelompok-kelompok Islam yang
tidak terakomodasi pada zaman kekuasaan
orde baru sehingga ada partai Islam yang
sangat banyak pada pemilu 99 kemudian
juga pada Pemilu 2004 kita bisa melihat
meskipun partai politik Islam selalu
berusaha untuk
melakukan reposisi dan
restoratif sing a
Hai memerlukan perumusan ulang strategi
berkaitan dengan
kekuasaan politik di Indonesia tapi
tidak terlalu signifikan namun secara
umum kita melihat ada partai politik
yang pernah
kemudian ciri lainnya di dalam konteks
ini setelah demokrasi buka pada zaman
pasca orde baru atau reformasi itu
adalah
ekspresi Islam yang yang lebih bebas itu
bermunculan karena ekspresinya bebas
yang lebih Yang lebih bebas bermunculan
maka apapun orientasi Islam muncul di
sini Katakanlah kita bisa saja tidak
setuju dengan pandangan atau istilah
yang diciptakan dalam konteks
kesarjanaan modern untuk menyebut aneka
macam
orientasi Islam dan tapi sebut saja
Islam
literal Islam Hai progresif dan juga
sesudah itu bermunculan mananya adalah
semua orientasi beragama itu dengan
bebas mengekspresikan
pandangan nya masing-masing
dalam kerangka itulah Salah satu
fenomena yang tidak boleh kita lupakan
adalah gerakan yang disebut dengan
formalisasi syariah Islam Indonesia Nah
ini menarik apakah pada zaman Orde Baru
tidak ada formalisasi syariah
secara luas mungkin tidak tetapi
diundangkannya atau disahkannya
kompilasi hukum Islam kemudian
undang-undang peradilan agama sebenarnya
bagi sebagian orang itu dilihat sebagai
bagian dari
formalisasi Syariah yaitu Indonesia akan
tetapi karena kompilasi hukum Islam atau
peradilan agama di Indonesia itu pada
saat itu pada zaman Orde Baru desain
hanya mengurus persoalan-persoalan hukum
keluarga maka dianggap ini belum
sempurna karena Permai Caesar Yaitu ya
berarti harus utuh
baik dalam konteks
hukum privat maupun publik
maka seiring dengan menguatnya gerakan
formalisasi syariat itu kita melihat
sejumlah daerah menerapkan hukum daftar
sejumlah daerah menerapkan hukum Islam
sebagai bagian dari sistem
perundang-undangan yang berlangsung di
daerah masing-masing misalnya kalau kita
lihat secara
zaman-zaman waktu ke waktu sejak era
Orde Baru runtuh itu Nanggroe Aceh
Darussalam adalah provinsi Indonesia
pertama yang membuka jalur bagi
penerapan Syariah Islam di Indonesia
Hai nah Aceh Ini Istimewa karena ada ada
hal yang membuat dia istimewa misalnya
situasi kemasyarakatan atau
berkaitan dengan kesejarahan bagaimana
kesultanan-kesultanan Islam berada di
mana bahagia Aceh maka samping itu juga
ada istimewanya berkaitan dengan proses
politik menjadi Indonesia merdeka siap
Maka menimbang posisi Aceh yang istimewa
dalam struktur Nasional Indonesia
sehingga dinamakan Daerah Istimewa Aceh
itu
penerapan Syariah Islam di provinsi ini
sebenarnya bisa dimaklumi
kalau teman-teman ingin membaca lebih
jauh tentang
bagaimana hukum Islam atau Syariah CIMB
kiper
diberlakukan di Aceh segera bisa
ia merujuk pada studi-studi yang khusus
berkaitan dengan dengan Bagaimana hukum
Islam diberlakukan di Aceh nah
Terlebih jika dihubungkan dengan konflik
berkepanjangan di wilayah ini menyangkut
tuntutan merdeka dari negara kesatuan
Republik Indonesia
maka pemberian izin lagi formalisasi
Syariah Islam di Aceh
menurut saya bisa disebut sebagai
strategi integrasi yang diambil oleh
pemerintah pusat hanya saja
Hai formalisasi syariat Islam di Aceh
itu pulalah yang sebenarnya bisa disebut
menjadi atau sebagai pemicu bagi upaya
serupa di berbagai daerah yang lain
mungkin kondisi-kondisi hari ini mulai
berbeda ya Meskipun kita melihat
Hai betapa kelompok Islam politik begitu
menguat ya begitu menguat dengan aneka
ragam gerakannya hari ini tapi
formalisasi syariah dalam arti
[Musik]
sektoral regional di berbagai tempat
mungkin mengalami perubahan peta
Hah
[Musik]
karena itu segera setelah Aceh gerakan
sejenis juga terjadi di sejumlah daerah
di Jawa di Sumatera Sulawesi kita
melihat ada upaya-upaya atau gairah baru
untuk melakukan formalisasi Syariah pada
zaman itu memasuki dekat dengan Hera
reformasi arena apa keruntuhan orde baru
itu kita melihat di Jawa Barat misalnya
itu ada di Cianjur
kemudian Garut dan Tasikmalaya
yang berusaha untuk melakukan
akhir-akhir formalisasi syariat secara
apa secara resmi
DJ wilayahnya masing-masing gitu ya
kemudian Provinsi Banten juga demikian
bahkan dikenal sebagai Garda depan dalam
memberlakukan hukum Islam nah ini saya
kira juga bisa kita saksikan pada zaman
itu ya Sehingga segala kita bisa katakan
kalau teman-teman ingin mengkaji lebih
dalam lebih intensif dan khusus
berkaitan dengan tema ini saya kira bisa
merujuk kepada studi-studi khususnya
Hai nah kemudian
eh tiga roda di itu bahkan bisa kita
lihat
Hai pada saat itu
Hai Bupati Garut bahkan membentuk
lembaga pengkajian persiapan penerapan
Syariah Islam Nah itu sampai hari ini
bagaimana saya tidak begitu mengikuti Ya
tapi ini kalau kita bicara
sejarah-sejarah yang modern dalam arti
secara modern ya piang Yang Belum lama
ini terjadi kemudian di Sulawesi Selatan
besarnya 6 dari 24 Kabupaten secara
tegas memberlakukan hukum Islam pada
saat itu misalnya keenam Kabupaten itu
adalah Bulukumba
Enrekang Gowa Takalar Maros dan Sinjai
lalu di Sumatera
selain Aceh tadi itu di belakang
Sumatera yang lain juga ada puluhan
Perda yang mengatur pemberlakuan Syariah
Islam tercatat antara lain di Sumatera
Barat dengan Perda Nomor 11 tahun 2001
ditambah lagi jadi 20 melalui Ditambah
lagi dengan instruksi Walikota Padang
pada tahun 2005 bertanya pada tanggal 7
Mar 2005
kemudian di Bengkulu pada Perda
Nomor 24 tahun 2006 yang berkaitan
dengan pemberlakuan hukum Islam atau
Syariah lalu instruksi nomor tiga tahun
2004 nah di Solok misalnya ada
pemberlakuan Perda Nomor 10 tahun 2001
dan No 6 tahun 2002 atau spesifik nya
nanti bisa dibaca ya tetapi Ini sekedar
contoh Bagaimana
formalisasi hukum Islam itu betul-betul
dilakukannya dilakukan oleh para
penguasa lokal gede
lalu Riau
membentuk Komite persiapan penegakan
syariah yang pada saat itu
digalang oleh Hizbut Tahrir dan Partai
Persatuan Pembangunan nah Sebenarnya ya
ini tetapi apakah seputar item Partai
Persatuan Pembangunan itu berkolaborasi
Saya tidak tahu persis bagaimana
konteksnya
nah di Jawa Timur ke
gejala ini kurang begitu populer
sebenarnya kalau dibandingkan dengan
daerah-daerah yang lain namun demikian
di Pamekasan ada penerapan hukum Islam
bahkan diberlakukan secara langsung
melalui surat edaran Bupati Nomor 450
tahun 2002 sekali lagi ini studi bukan
semata-mata studi yang hari ini terjadi
tapi kita bicara juga tentang sejarah
sehingga kita bisa mengetahui konteksnya
kalau diantara data-data tadi yang saya
sebut Ternyata ada yang sudah tidak
berlaku pada hari ini Maka itulah
menjadi bagian dari
kita untuk menjadi bagian dari tugas
kita untuk melakukan rezeki atau Rush
mememe meneliti ulang gitu ya Hai apakah
konteks atau trend pemberlakuan atau
formalisasi syariah di Indonesia pada
hari ini masih sama Katakanlah dengan
tahun 2020 tahun yang lalu di awal
Reformasi dan seterusnya dan seterusnya
Oke
Lalu ada lagi
[Musik]
eh mati Iya tadi dinding
di Pamekasan a Maka teman-teman sekalian
tidak bisa kita pungkiri sebenarnya
bahwa gejala ini telah memicu perdebatan
yang cukup tajam di kalangan gerakan
Islam Indonesia
Sejumlah organisasi Islam
Katakanlah
yang moderat seperti Muhammadiyah dan
Nahdlatul Ulama
Hai atau gerakan-gerakan atau organisasi
otonom kalau di muhammadiyah disebut
dengan ortom kalau dia ini disebut
dengan banom badan otonom itu kurang
lebih sama lah sikap ortom dan banom itu
terhadap organisasi induknya yaitu
moderat dalam menghadapi tentang Syariah
itu menghadapi tentang Syariah di
Indonesia Itu
Nah Tetapi ada juga gerakan-gerakan lain
yang wow dan akan menjadi pelopor
misalnya dulu sebelum seputar dibubarkan
seputar er bersama dengan majelis
mujahidin Indonesia kemudian FPI
menjadi organisasi-organisasi yang
sangat aktif dalam dalam menyuarakan
atau dalam mendukung formalisasi Syariah
kemudian partai islamis seperti Partai
Keadilan Sejahtera Hai senyum atau
partai misalnya PBB dan sukses Oke
sementara disisi lain tadi itu Eh tidak
tidak sedikit pula gerakan islam
kultural yang menentang pemberlakuan
syariat secara formal di Indonesia bukan
karena tidak setuju atau tidak cinta
Islam tapi ada pertimbangan-pertimbangan
yang lain nah Maka teman-teman sekalian
kita lalu mengetahui dari sini bahwa
baik kelompok pengusung maupun penolak
pemberlakuan syariat Islam di Indonesia
sama-sama mendasarkan diri pada aku
mentasi yang kuat Hai para penganjur
formalisasi Syariah Islam misalnya
meyakini bahwa Syariah Islam adalah
satu-satunya solusi
bagi persoalan multidimensi yang
dihadapi oleh bangsa Indonesia
sementara kelompok penolak umumnya
mengajukan realitas berkaitan dengan
keragaman
kemajemukan atau biasanya diistilahkan
pluralitas itu ini agak Sensitif ya
kalau kita ngomong pluralitas atau
puradigm itu tetapi realitas pluralitas
kehidupan kebangsaan di Indonesia
utamanya dalam konteks agama itu
diajukan sebagai kelompok-kelompok yang
tidak setuju dengan formalisasi syariah
Islam di Indonesia nah perdebatan ini
tidak hanya terjadi pada elemen-elemen
Katakanlah Civil Society atau
elemen-elemen non-pemerintah
tetapi juga merambah ke tingkat parlemen
nah menurut saya hal yang seperti ini
bisa dimaklumi mengingat proses
legislasi hukum
adalah sebuah proses politik yang tidak
mungkin dilakukan tanpa peran kalangan
banget nah jadi teman-teman sekalian
menurut saya
dimasa kini maupun di masa yang akan
datang melihat kepala politik yang
belakangan ini terjadi dengan hakikat
pemerintahan yang dinamis seperti
sekarang oleh kelompok tertentu dianggap
sebagai anti Islam atau berusaha untuk
melakukan marjinalisasi umat Islam
menurut saya dalam situasi yang semacam
ini perdebatan tentang
persoalan atau topik ini masih akan
terus menghangat karena formalisasi
hukum Islam tidak hanya melibatkan
persoalan politik tetapi juga itik
budaya sosial dan utamanya
sehingga kita akan lihat nah
eh ini mohon maaf karena kita sekali
bicara bersejarah yang kapal
politik-politik
dulu sebelum kita bicara yang hari ini
betul-betul hari ini maka saya ingin
mengutip beberapa data agak lama
misalnya laporan jajak pendapat
lingkaran survei Indonesia pada bulan
Agustus 2016 Galih 2006
tentang ekspor publik terhadap
formalisasi Syariah Islam mengungkapkan
bahwa mayoritas responden
64 koma tiga persen dari 700 responden
yang dipilih melalui metode
multistage random sampling
menyetujui bahwa hukum yang diberlakukan
di Indonesia adalah hukum nasional yang
menjamin keragaman dan bukan hukum Islam
nah maksud saya Hai nanti kita pada
pertemuan selanjutnya akan coba kita
bandingkan data pada tahun-tahun yang
agak lama ini dengan hari ini jadi data
ini 64 koma tiga persen setuju hukum
nasional
berarti kita suruhnya pekerjaan
julukannya adalah
eh Mereka ingin hidup secara secara
Mazmur di dalam tunggu di tengah
masyarakat yang berbeda dengan
di pertemuan-pertemuan yang selanjutnya
akan kita lihat Bagaimana profil hari
ini Katakanlah sejak tahun 2010 sampai
dengan hari ini 10 tahun itu apakah
persetujuan terhadap hukum nasional
sebagai hukum yang harus mengatur bangsa
Indonesia itu masih pada posisi 63/64
wanita persen atau semakin tinggi atau
semakin rendah interoute Nah kalau
tinggi maka kita analisis Kenapa menjadi
semakin tinggi kalau semakin rendah
Kenapa semakin rendah juga ngarep bisa
gagal ISIS nah Tetapi trennya menurut
saya naik karena ditentukan apanya
dipengaruhi oleh banyak persoalan tapi
kita nggak bisa berspekulasi kalau tidak
mengutip data secara khusus nah itu
nanti kita akan mengira pada pertemuan
yang berikutnya nah bahkan dikalangan
responden yang beragama Islam sendiri
61 Komatsu persen juga memiliki sikap
yang sama dalam arti tadi itu kan
masyarakat salahmu menabur 4,3
dari 700 responden yang umat Islam itu
enam 1,7 yang memiliki sikap yang sama
dalam arti setuju bahwa hukum yang
diberlakukan di Indonesia itu adalah
hukum negara Bukan hukum-hukum agama
kayak gitu ya
Eh menariknya laporan survei tersebut
juga menyatakan bahwa mayoritas
responden
ke menyetujui keberadaan undang-undang
anti kemaksiatan 8 resep
nah menurut saya
anti kemaksiatan itu kan sebenarnya
tidak harus dimaknai merujuk kepada
agama tertentu karena semua agama
tertentu pasti punya doktrin tentang
Anti Kekerasan itu sehingga andrianti
kekerasan Tum Andi kemaksiatan menurut
saya konteksnya adalah undang-undang
tentang
pengaturan
hal-hal yang meresahkan didalam
masyarakat
istilah kemaksiatan memang lebih lebih
dekat ke agama secara ini secara
apa pesan dan dan pemahaman tapi
kemaksiatan itu kalau kaitanya dengan
kemungkaran yang terjadi di masyarakat
ya berarti orang tidak peduli Agamanya
apa tidak peduli afiliasi politiknya apa
pasti tidak suka dengan terjadinya
kemaksiatan dan kemungkaran sehingga
kalau angkanya 88 mesin Menurut saya itu
Hai tidak bisa diartikan bahwa itu
berarti
kelompok islamis menguat pada ini pada
pada pada pandangan ini
eh hanya saja 53 responden meyakini
bahwa peraturan nanti masih tersebut
sebenarnya sudah terwakili oleh KUHP Nah
itu kan karena terwakil mereka
berartinya ini pandangan bahwa
kemaksiatan itu itu persoalan
kemasyarakatan yang tidak harus selalu
dikaitkan dengan agama tertentu
kemudian
karena itu lalu tidak perlu dibuat
peraturan peraturan baru yang mengatur
soal kemaksiatan tertentu Disamping itu
kata mereka
secara lebih mendasar masyarakat juga
lebih menyukai sistem kenegaraan
Pancasila
sebagaimana yang sekarang ini
berlangsung dan sedikit berat dan
sedikit sekali yang memilih Sistem
pemilihan demokrasi ala barat ataupun
sistem pemerintahan daerah Timur Tengah
ini Jadi ini benar yang yang demokrasi
ala barat
ansich tidak mau seperti negara-negara
Arab yang disertai dengan fortuner
tengah-tengah kalau saya sih jari sih
karena posisi kita secara geografis
berada di berada di timurnya Arab ya
saya lebih suka menyebut barat tengah
karena posisi mereka ada ibadah kita
tapi tengah-tengah hei jeruk kalau orang
Eropa dan Amerika menyebut Timur Tengah
ya oke karena secara wilayah secara
geografis memang negara-negara Arab itu
berada di timurnya mereka dan tidak
terlalu jauh Berarti Timur yang masih
dekat Timur Tengah yang dulu istilahnya
Hai Oke ini maknanya Apa
maknanya pada karbohidrat banyak gitu
loh itu pada tahun 2006 tapi bagaimana
dengan dari ini dengan adanya
gerakan-gerakan Islam politik yang
sangat masif ditambah dengan pergerakan
teknologi informasi yang demikian F
agresif Saya kira petanya sedikit
berubah tetapi kita berusaha titik pada
pada pertemuan berikutnya kita akan
bicara data dan analisisnya
kemudian secara umum sikap masyarakat
terhadap formalisasi Syariah Islam di
Indonesia menurut saya sih sebenarnya
bisa dikategorikan ke dalam tiga
kelompok yaitu mendukung atau proforma
lisasi penolak kontra formalisasi dan
kelompok yang memilih tidak bersikap
dalam perdebatan ini saya ingin mengutip
seorang penulis Mahmud al-husari
menyatakan ke Le bahwa menolak
formalisasi Islam adalah berarti
mendukung sekularisasi
sehingga kelompok penolak formalisasi
Syariah ia istilahkan sebagai proses
polarisasi nah oke Demikian
Ya kita punya cara pandang masing-masing
ya tapi nanti saya akan menawarkan pada
Saya sedih tidak harus pada pertemuan
ini ya hai
eh kelompok pertama adalah
kelompok-kelompok Islam garis keras
Islam ideologis dan Islam politik yang
meyakini
formalisasi Syariah sebagai langkah
pertama dan utama untuk memecahkan
persoalan multidimensional yang dihadapi
oleh Indonesia saat ini sekali lagi
istilah-istilah tadi itu sebenarnya
sekedar untuk memudahkan saya melakukan
kategorisasi
East yuforen Edition download free with
my god corporation I don't mind can you
can you can you can offer you how
kategori-kategori dengan alasan maka
sementara kelompok penentang menentang
formalisasi syariat masuknya Eh pada
umumnya berasal dari kalangan Islam
moderat Dan katakanlah
the progressive liberal itu ya yang
menilai formalisasi bukan kebutuhan
urgen bagi bangsa ini karena Pancasila
sebagai Kamen platform e-commerce
platform bangsa Indonesia terbukti sudah
cukup ampuh untuk menjaga kesatuan
bangsa ini yaitu
sementara kelompok ketiga yang tadi
tidak bersikap itu
bersikap cenderung apatis dalam
menanggapi isu formalisasi Syariah nah
kelompok ketiga ini memang jarang
dipertimbangkan dalam percaturan
karena mereka tidak didominasi kelompok
masyarakat
yang memiliki pemahaman cukup baik
tentang Islam sebagaimana kelompok
pertama dan kedua Tapi Bro Saya justru
kelompok inilah yang merupakan bagian
terbesar masyarakat Indonesia maka
survei tadi itu saya kira memberikan
petunjuk kepada kita
memberikan petunjuk pada
tentang-tentang posisi
rokok terbesar ini
kemudian ke bagi mereka persoalan negara
ini akan dijalankannya dikelola dengan
hukum syariah atau bukan
adalah sesuatu yang tidak terlalu pop
memusingkan pemikiran mereka hal yang
paling utama bagi mereka adalah
bagaimana negara menghadirkan
kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat
oke nah di luar klasifikasi yang saya
buat tadi itu tiga kelompok ada penulis
yaitu Rahmat rasa trusaji dan Rohis
Ahmad yang membagi teori-teori tentang
penerapan Syariah Islam menjadi empat
kelompok yaitu pemikiran formalistik
legalistik pemikiran strukturalistik
pemikiran kulturalistik dan pemikiran
substansialistik aplikatif
Bagaimana penjelasan tentang Mbak harian
atau keempat pandangan terhadap
formalisasi Syariat itu akan kita
lanjutkan pada bagian berikutnya
demikian Terima kasih untuk hari ini
sensasi ini kita akhiri dulu
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh ya
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Teori Pemberlakuan Hukum Islam
Pradana Boy · English

KELAS POLITIK - POLITIK ISLAM - Part 2
Ilmu Pemerintahan UMM · Indonesian

KELAS POLITIK - POLITIK ISLAM - Part 1
Ilmu Pemerintahan UMM · English

Polinomial (Bagian 1) - Pengertian dan Operasi Aljabar Polinomial Matematika Peminatan Kelas XI
m4th-lab · English

El Amazonas amenazado: minería, desarrollo y medio ambiente en la gran selva
NotimexTV · Spanish

Hukum Islam di Zaman Kesultanan Nusantara
Islam Aktual · English

Nitin Gadkari EXCLUSIVE Interview LIVE: नितिन गडकरी का 'शुद्ध' इंटरव्यू | Megha Prasad | Ethanol
ABP NEWS · English

A-2.2 Licenciatura Pedagogía MB
IMR A-2 · Spanish

Cena del Señor PM - Pastor Abel Palma
Iglesia CFC · English

[ACFFEST 2024] Menabur Angin Menuai Badai
Suara Antikorupsi · Indonesian

CloComp 2526 Hashing 1
Bel V B · Indonesian

SEMINAR NASIONAL - PARADIGMA SISTEM PEMIDANAAN DALAM KUHP NASIONAL
Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.