Full Transcript

·YouTLDR

Formalisasi Syariah di Indonesia (Bagian 1)

34:47IndonesianTranscribed Jul 14, 2026
0:00

Halo semua alaikum warahmatullahi

0:02

wabarakatuh teman-teman sekalian Semoga

0:06

pada hari ini kita senantiasa memperoleh

0:09

karunia kesehatan

0:11

dan senantiasa mendapatkan keleluasaan

0:15

dalam menjalankan tugas apapun yang

0:19

menjadi tugas dan kewajiban kita pada

0:21

hari ini teman-teman sekalian kita sudah

0:24

membahas banyak hal berkaitan dengan

0:26

aneka dimensi politik hukum Islam di

0:28

Indonesia nah Pada kesempatan kali ini

0:31

saya ingin mengajak teman-teman semuanya

0:34

untuk membahas 1 topik yang saya kira

0:37

masih sangat relevan sampai dengan hari

0:40

ini karena

0:42

disamping topik ini menyangkut

0:47

kehidupan sebagian besar umat Islam

0:50

atau menyangkut kehidupan umat Islam

0:53

secara keseluruhan juga berkaitan dengan

0:55

dinamika politik nah tema yang akan

1:00

ngebahas pada hari ini adalah

1:02

formalisasi syariat Islam di Indonesia

1:06

Demak ini menarik karena melibatkan

1:09

banyak sekali

1:11

pandangan dan menyangkut dinamika yang

1:14

sangat

1:16

kompleks gitu ya Nah kita akan memulai

1:19

dengan memotret

1:22

akibat atau

1:25

upaya

1:26

memotret akibat yang ditimbulkan oleh

1:30

kejatuhan orde baru bagi dinamika Islam

1:34

di Indonesia secara umum atau pada

1:37

khususnya dinamika hukum Islam nah

1:39

teman-teman sekalian kita semuanya tentu

1:42

mengetahui bahwa pada tahun

1:45

[Musik]

1:47

1998

1:49

Indonesia mengalami satu

1:52

peristiwa yang sangat penting yaitu

1:56

reformasi politik reformasi politik itu

2:00

dengan sebuah kenyataan yang terjadi

2:03

karena dipicu oleh bagian berbagai macam

2:06

faktor kalau kita bicarakan

2:09

faktor-faktor apa saja yang mendorong

2:11

lahirnya reformasi politik itu tentu

2:14

sangat banyak dan bukan

2:16

wilayah kita untuk membicarakan itu pada

2:19

hari ini tetapi yang paling penting

2:22

adalah gerakan reformasi politik yang

2:25

terjadi di Indonesia pada tahun

2:27

1988 itu membawa akibat yang sangat

2:32

besar bagi kebebasan masyarakat

2:35

Indonesia dalam mengekspresikan aneka

2:38

ragam persoalan atau aneka ragam

2:42

pandangan keanekaragam sikap bahkan

2:45

ideologi

2:46

Hai maka saya ingin sedikit mengurangi

2:49

berkaitan dengan

2:51

pandangan para ahli politik berkaitan

2:53

dengan apa yang sesungguhnya terjadi

2:55

pada zaman Orde Baru Berkaitan dengan

2:58

politik dan ideologi tentu kita semuanya

3:01

tahu bahwa orde baru di bawah

3:04

kepemimpinan Soeharto melahirkan

3:06

kontroversi dalam arti dari aspek

3:10

pembangunan

3:11

kita melihat keberhasilan yang dicapai

3:15

oleh Soeharto atau oleh Orde Baru

3:17

melalui proses modernisasi

3:20

tetapi disisi lain ada hal yang

3:23

dirasakan oleh masyarakat atau rakyat

3:25

Indonesia adalah berkaitan dengan

3:27

kebebasan nah para ahli politik sering

3:30

menyatakan bahwa ketika mengambil

3:32

kekuasaan atau mewarisi

3:35

atau melanjutkan kekuasaan

3:38

atau pemerintahan dari soekarno-soeharto

3:42

memberlakukan tiga hal yang pertama

3:45

disebut dengan the Hai dipolitisasi

3:47

Kemudian yang kedua adalah deparpolisasi

3:51

lalu yang ketiga deideologisasi

3:55

Dewi politisasi itu adalah Ia melakukan

3:59

tindakan-tindakan

4:00

yang

4:03

eh apa ya melakukan tindakan-tindakan

4:06

politik

4:08

terhadap mereka-mereka yang secara

4:11

potensial bisa mengganggu stabilitas

4:14

kekuasaan orde baru pada umumnya

4:17

meskipun secara

4:19

secara universal sering diatasnamakan

4:21

mengganggu stabilitas negara maka

4:25

berbagai tindakan politik yang terjadi

4:26

pada orang perorang kelompok berkelompok

4:29

pada zaman Orde Baru awal itu bisa

4:33

dipahami merupakan bagian dari strategi

4:36

depolitisasi

4:37

Soeharto kemudian politisasi yang

4:40

dilakukan oleh Orde Baru di bawah

4:42

Soeharto saya Kemudian yang kedua adalah

4:44

deparpolisasi di juga tahu bahwa pemilu

4:48

di Indonesia pada tahun

4:50

55 Kalau tidak salah itu diikuti oleh

4:54

puluhan partai politik pada zaman Orde

4:57

Baru ada puluhan partai politik yang

5:00

ikut memperebutkan kekuasaan atau ikut

5:03

berpartisipasi dalam pemilihan umum

5:06

tapi pada zaman Orde Baru partai itu

5:09

diperas menjadi tiga yang pertama adalah

5:13

P3 partai pembangunan Partai Persatuan

5:17

Pembangunan

5:18

yang merupakan representasi atau saya

5:22

bisa membahagiakannya dengan perasan

5:24

dari kelompok Islam atau itu adalah

5:27

proses

5:28

melokalisir kekuatan politiknya Saya

5:32

kira itu cara orde baru untuk

5:33

melokalisir kekuatan politik semua

5:36

partai islam dikumpulkan atau semua

5:38

kekuatan Islam tentu di dalamnya

5:41

bergabung aneka ragam partai ya

5:44

atau X partai-partai Islam pada zaman

5:47

Orde Lama

5:48

pada zaman Soekarno berkumpul atau

5:51

dikumpulkan dalam satu partai namanya

5:53

Partai Persatuan Pembangunan

5:56

dari segi politik ini juga depolitisasi

5:59

dalam arti

6:01

memudahkan kekuasaan untuk mengontrol ya

6:05

pergerakan Katakanlah aneka pihak yang

6:08

dianggap potensial mengganggu stabilitas

6:10

kekuasaan dengan melokalisir kekuatan

6:14

Islam dalam satu partai tentu menjadi

6:16

mudah bagi orde baru untuk melakukan

6:18

kontrol Kemudian yang kedua adalah

6:20

golongan karya yang disebut Golkar atau

6:24

tim disingkat vulgar Shakira

6:27

temen-temen yang lahir di atas tahun

6:30

2000-an itu

6:33

tidak menang iya tidak menangis

6:35

Bagaimana kejayaan Kukar pada zaman Orde

6:38

Baru

6:39

Hai jangankan zaman Orde Baru sementara

6:41

hari ini saja kita masih melihat kulkas

6:43

begitu kokoh nah ini sederhananya adalah

6:47

partai dimana the ruling party

6:50

ada korban adalah the ruling party

6:52

partai yang berkuasa itu ya kemudian

6:55

yang ketiga adalah Partai Demokrasi

6:59

Indonesia atau PTI ini adalah

7:03

gampangnya begitu kelompok nasionalis

7:06

atau yang lain lain lah yang selain

7:08

Islam dan pemerintah selain Islam dan

7:11

terguling party maka berada disitu

7:13

Betapapun tentu saja kita masih

7:16

menemukan ada elemen-elemen seni dalam

7:18

PBI pada zaman itu tapi sekali lagi ini

7:23

disebut sebagai deparpolisasi dalam arti

7:27

sebab memeras partai-partai politik yang

7:31

jumlahnya puluhan pada zaman Orde lama

7:33

itu menjadi tiga saja Nah jadi tiga saja

7:38

tentu ini ini merupakan hal yang sangat

7:41

menarik yang

7:42

merupakan hal yang sangat menarik kalau

7:44

konteks bagaimana kita mengamati

7:47

perbedaan yang ditimbulkan orde baru

7:50

dengan orde reformasi dalam hal

7:52

kebebasan yang dialami rumah syarakat

7:55

kemudian yang ketiga adalah

7:56

deideologisasi

7:58

deideologisasi itu adalah sebuah gerakan

8:00

untuk menjadikan Pancasila sebagai asas

8:04

tunggal maka contoh sederhananya

8:08

Partai Persatuan Pembangunan tadi itu

8:10

kan mengalami perubahan dalam hal logo

8:14

ya m semula bersimbolkan atau

8:17

menggunakan logo Kakbah kemudian

8:20

berganti logo menjadi bintang sesuai

8:23

dengan kebijakan geologis Asia atau

8:27

pewarna Jiban mengadopsi Pancasila

8:30

sebagai Izul ideologi-ideologi tunggal

8:34

bagi masyarakat Indonesia dan sekaligus

8:37

ormas atau organisasi apapun Hai tidur

8:40

bisa ini harus menganut ideologi tugal

8:43

yang bernama Pancasila nah dalam situasi

8:47

yang seperti itu lalu kita bisa

8:48

bayangkan Bagaimana

8:51

kekuatan-kekuatan yang berbeda dari

8:53

pemerintah atau negara

8:55

menjadi sulit untuk mengungkapkan apa

8:58

yang mereka menghalau simpan di dalam

9:02

apa yang mereka inginkan secara sebagai

9:04

sebuah idealisme gitu Nah maka ketika

9:08

Orde Baru runtuh Pada tahun

9:11

1998

9:12

kita bisa bayangkan Bagaimana

9:15

kelompok-kelompok atau masyarakat

9:17

Indonesia pada umumnya yang pada masa

9:20

orde baru itu mengalami pengekangan

9:24

pandangan atau kebebasan dalam hal

9:27

ekspresi Ideologi dan seterusnya dan

9:28

seterusnya lalu mengalami kebebasan maka

9:33

salah satu hal yang kita bisa lihat

9:36

dengan munculnya adegan Crew Khan orde

9:40

baru itu adalah kelompok-kelompok yang

9:43

dulu tertindas atau merasa ditindas oleh

9:46

Orde Baru kemudian bermunculan tak

9:49

terkecuali kelompok-kelompok Islam yang

9:52

tidak terakomodasi pada zaman kekuasaan

9:55

orde baru sehingga ada partai Islam yang

9:59

sangat banyak pada pemilu 99 kemudian

10:02

juga pada Pemilu 2004 kita bisa melihat

10:06

meskipun partai politik Islam selalu

10:08

berusaha untuk

10:10

melakukan reposisi dan

10:13

restoratif sing a

10:15

Hai memerlukan perumusan ulang strategi

10:18

berkaitan dengan

10:20

kekuasaan politik di Indonesia tapi

10:24

tidak terlalu signifikan namun secara

10:27

umum kita melihat ada partai politik

10:29

yang pernah

10:31

kemudian ciri lainnya di dalam konteks

10:34

ini setelah demokrasi buka pada zaman

10:37

pasca orde baru atau reformasi itu

10:39

adalah

10:42

ekspresi Islam yang yang lebih bebas itu

10:46

bermunculan karena ekspresinya bebas

10:49

yang lebih Yang lebih bebas bermunculan

10:51

maka apapun orientasi Islam muncul di

10:54

sini Katakanlah kita bisa saja tidak

10:57

setuju dengan pandangan atau istilah

10:59

yang diciptakan dalam konteks

11:01

kesarjanaan modern untuk menyebut aneka

11:04

macam

11:06

orientasi Islam dan tapi sebut saja

11:10

Islam

11:11

literal Islam Hai progresif dan juga

11:15

sesudah itu bermunculan mananya adalah

11:17

semua orientasi beragama itu dengan

11:21

bebas mengekspresikan

11:23

pandangan nya masing-masing

11:25

dalam kerangka itulah Salah satu

11:28

fenomena yang tidak boleh kita lupakan

11:30

adalah gerakan yang disebut dengan

11:33

formalisasi syariah Islam Indonesia Nah

11:38

ini menarik apakah pada zaman Orde Baru

11:41

tidak ada formalisasi syariah

11:44

secara luas mungkin tidak tetapi

11:49

diundangkannya atau disahkannya

11:52

kompilasi hukum Islam kemudian

11:55

undang-undang peradilan agama sebenarnya

11:58

bagi sebagian orang itu dilihat sebagai

12:00

bagian dari

12:03

formalisasi Syariah yaitu Indonesia akan

12:06

tetapi karena kompilasi hukum Islam atau

12:09

peradilan agama di Indonesia itu pada

12:12

saat itu pada zaman Orde Baru desain

12:16

hanya mengurus persoalan-persoalan hukum

12:19

keluarga maka dianggap ini belum

12:22

sempurna karena Permai Caesar Yaitu ya

12:26

berarti harus utuh

12:29

baik dalam konteks

12:31

hukum privat maupun publik

12:35

maka seiring dengan menguatnya gerakan

12:40

formalisasi syariat itu kita melihat

12:42

sejumlah daerah menerapkan hukum daftar

12:45

sejumlah daerah menerapkan hukum Islam

12:47

sebagai bagian dari sistem

12:50

perundang-undangan yang berlangsung di

12:52

daerah masing-masing misalnya kalau kita

12:54

lihat secara

12:56

zaman-zaman waktu ke waktu sejak era

12:59

Orde Baru runtuh itu Nanggroe Aceh

13:02

Darussalam adalah provinsi Indonesia

13:05

pertama yang membuka jalur bagi

13:06

penerapan Syariah Islam di Indonesia

13:10

Hai nah Aceh Ini Istimewa karena ada ada

13:16

hal yang membuat dia istimewa misalnya

13:19

situasi kemasyarakatan atau

13:22

berkaitan dengan kesejarahan bagaimana

13:26

kesultanan-kesultanan Islam berada di

13:29

mana bahagia Aceh maka samping itu juga

13:34

ada istimewanya berkaitan dengan proses

13:37

politik menjadi Indonesia merdeka siap

13:41

Maka menimbang posisi Aceh yang istimewa

13:45

dalam struktur Nasional Indonesia

13:47

sehingga dinamakan Daerah Istimewa Aceh

13:49

itu

13:50

penerapan Syariah Islam di provinsi ini

13:53

sebenarnya bisa dimaklumi

13:55

kalau teman-teman ingin membaca lebih

13:58

jauh tentang

14:00

bagaimana hukum Islam atau Syariah CIMB

14:02

kiper

14:04

diberlakukan di Aceh segera bisa

14:07

ia merujuk pada studi-studi yang khusus

14:10

berkaitan dengan dengan Bagaimana hukum

14:13

Islam diberlakukan di Aceh nah

14:16

Terlebih jika dihubungkan dengan konflik

14:19

berkepanjangan di wilayah ini menyangkut

14:22

tuntutan merdeka dari negara kesatuan

14:24

Republik Indonesia

14:27

maka pemberian izin lagi formalisasi

14:31

Syariah Islam di Aceh

14:34

menurut saya bisa disebut sebagai

14:36

strategi integrasi yang diambil oleh

14:40

pemerintah pusat hanya saja

14:43

Hai formalisasi syariat Islam di Aceh

14:45

itu pulalah yang sebenarnya bisa disebut

14:49

menjadi atau sebagai pemicu bagi upaya

14:53

serupa di berbagai daerah yang lain

14:55

mungkin kondisi-kondisi hari ini mulai

14:58

berbeda ya Meskipun kita melihat

15:01

Hai betapa kelompok Islam politik begitu

15:03

menguat ya begitu menguat dengan aneka

15:06

ragam gerakannya hari ini tapi

15:08

formalisasi syariah dalam arti

15:11

[Musik]

15:12

sektoral regional di berbagai tempat

15:15

mungkin mengalami perubahan peta

15:18

Hah

15:19

[Musik]

15:23

karena itu segera setelah Aceh gerakan

15:27

sejenis juga terjadi di sejumlah daerah

15:30

di Jawa di Sumatera Sulawesi kita

15:35

melihat ada upaya-upaya atau gairah baru

15:40

untuk melakukan formalisasi Syariah pada

15:44

zaman itu memasuki dekat dengan Hera

15:48

reformasi arena apa keruntuhan orde baru

15:51

itu kita melihat di Jawa Barat misalnya

15:53

itu ada di Cianjur

15:56

kemudian Garut dan Tasikmalaya

15:58

yang berusaha untuk melakukan

16:01

akhir-akhir formalisasi syariat secara

16:04

apa secara resmi

16:07

DJ wilayahnya masing-masing gitu ya

16:10

kemudian Provinsi Banten juga demikian

16:13

bahkan dikenal sebagai Garda depan dalam

16:16

memberlakukan hukum Islam nah ini saya

16:19

kira juga bisa kita saksikan pada zaman

16:22

itu ya Sehingga segala kita bisa katakan

16:25

kalau teman-teman ingin mengkaji lebih

16:26

dalam lebih intensif dan khusus

16:30

berkaitan dengan tema ini saya kira bisa

16:32

merujuk kepada studi-studi khususnya

16:36

Hai nah kemudian

16:38

eh tiga roda di itu bahkan bisa kita

16:42

lihat

16:43

Hai pada saat itu

16:45

Hai Bupati Garut bahkan membentuk

16:47

lembaga pengkajian persiapan penerapan

16:49

Syariah Islam Nah itu sampai hari ini

16:52

bagaimana saya tidak begitu mengikuti Ya

16:55

tapi ini kalau kita bicara

16:57

sejarah-sejarah yang modern dalam arti

17:00

secara modern ya piang Yang Belum lama

17:02

ini terjadi kemudian di Sulawesi Selatan

17:06

besarnya 6 dari 24 Kabupaten secara

17:10

tegas memberlakukan hukum Islam pada

17:13

saat itu misalnya keenam Kabupaten itu

17:17

adalah Bulukumba

17:19

Enrekang Gowa Takalar Maros dan Sinjai

17:26

lalu di Sumatera

17:28

selain Aceh tadi itu di belakang

17:31

Sumatera yang lain juga ada puluhan

17:33

Perda yang mengatur pemberlakuan Syariah

17:36

Islam tercatat antara lain di Sumatera

17:39

Barat dengan Perda Nomor 11 tahun 2001

17:43

ditambah lagi jadi 20 melalui Ditambah

17:47

lagi dengan instruksi Walikota Padang

17:49

pada tahun 2005 bertanya pada tanggal 7

17:52

Mar 2005

17:53

kemudian di Bengkulu pada Perda

17:57

Nomor 24 tahun 2006 yang berkaitan

18:02

dengan pemberlakuan hukum Islam atau

18:04

Syariah lalu instruksi nomor tiga tahun

18:07

2004 nah di Solok misalnya ada

18:12

pemberlakuan Perda Nomor 10 tahun 2001

18:16

dan No 6 tahun 2002 atau spesifik nya

18:20

nanti bisa dibaca ya tetapi Ini sekedar

18:23

contoh Bagaimana

18:24

formalisasi hukum Islam itu betul-betul

18:28

dilakukannya dilakukan oleh para

18:30

penguasa lokal gede

18:33

lalu Riau

18:34

membentuk Komite persiapan penegakan

18:37

syariah yang pada saat itu

18:40

digalang oleh Hizbut Tahrir dan Partai

18:43

Persatuan Pembangunan nah Sebenarnya ya

18:46

ini tetapi apakah seputar item Partai

18:49

Persatuan Pembangunan itu berkolaborasi

18:53

Saya tidak tahu persis bagaimana

18:55

konteksnya

18:57

nah di Jawa Timur ke

19:00

gejala ini kurang begitu populer

19:02

sebenarnya kalau dibandingkan dengan

19:04

daerah-daerah yang lain namun demikian

19:07

di Pamekasan ada penerapan hukum Islam

19:10

bahkan diberlakukan secara langsung

19:12

melalui surat edaran Bupati Nomor 450

19:16

tahun 2002 sekali lagi ini studi bukan

19:20

semata-mata studi yang hari ini terjadi

19:22

tapi kita bicara juga tentang sejarah

19:25

sehingga kita bisa mengetahui konteksnya

19:27

kalau diantara data-data tadi yang saya

19:29

sebut Ternyata ada yang sudah tidak

19:31

berlaku pada hari ini Maka itulah

19:32

menjadi bagian dari

19:35

kita untuk menjadi bagian dari tugas

19:37

kita untuk melakukan rezeki atau Rush

19:42

mememe meneliti ulang gitu ya Hai apakah

19:47

konteks atau trend pemberlakuan atau

19:50

formalisasi syariah di Indonesia pada

19:52

hari ini masih sama Katakanlah dengan

19:54

tahun 2020 tahun yang lalu di awal

19:57

Reformasi dan seterusnya dan seterusnya

19:59

Oke

20:00

Lalu ada lagi

20:03

[Musik]

20:04

eh mati Iya tadi dinding

20:08

di Pamekasan a Maka teman-teman sekalian

20:12

tidak bisa kita pungkiri sebenarnya

20:16

bahwa gejala ini telah memicu perdebatan

20:20

yang cukup tajam di kalangan gerakan

20:22

Islam Indonesia

20:24

Sejumlah organisasi Islam

20:26

Katakanlah

20:28

yang moderat seperti Muhammadiyah dan

20:32

Nahdlatul Ulama

20:34

Hai atau gerakan-gerakan atau organisasi

20:37

otonom kalau di muhammadiyah disebut

20:39

dengan ortom kalau dia ini disebut

20:42

dengan banom badan otonom itu kurang

20:45

lebih sama lah sikap ortom dan banom itu

20:48

terhadap organisasi induknya yaitu

20:51

moderat dalam menghadapi tentang Syariah

20:55

itu menghadapi tentang Syariah di

21:00

Indonesia Itu

21:01

Nah Tetapi ada juga gerakan-gerakan lain

21:05

yang wow dan akan menjadi pelopor

21:07

misalnya dulu sebelum seputar dibubarkan

21:12

seputar er bersama dengan majelis

21:14

mujahidin Indonesia kemudian FPI

21:19

menjadi organisasi-organisasi yang

21:22

sangat aktif dalam dalam menyuarakan

21:26

atau dalam mendukung formalisasi Syariah

21:29

kemudian partai islamis seperti Partai

21:33

Keadilan Sejahtera Hai senyum atau

21:35

partai misalnya PBB dan sukses Oke

21:39

sementara disisi lain tadi itu Eh tidak

21:43

tidak sedikit pula gerakan islam

21:46

kultural yang menentang pemberlakuan

21:47

syariat secara formal di Indonesia bukan

21:51

karena tidak setuju atau tidak cinta

21:54

Islam tapi ada pertimbangan-pertimbangan

21:55

yang lain nah Maka teman-teman sekalian

22:00

kita lalu mengetahui dari sini bahwa

22:04

baik kelompok pengusung maupun penolak

22:06

pemberlakuan syariat Islam di Indonesia

22:09

sama-sama mendasarkan diri pada aku

22:12

mentasi yang kuat Hai para penganjur

22:15

formalisasi Syariah Islam misalnya

22:19

meyakini bahwa Syariah Islam adalah

22:22

satu-satunya solusi

22:24

bagi persoalan multidimensi yang

22:27

dihadapi oleh bangsa Indonesia

22:30

sementara kelompok penolak umumnya

22:33

mengajukan realitas berkaitan dengan

22:36

keragaman

22:39

kemajemukan atau biasanya diistilahkan

22:42

pluralitas itu ini agak Sensitif ya

22:46

kalau kita ngomong pluralitas atau

22:48

puradigm itu tetapi realitas pluralitas

22:51

kehidupan kebangsaan di Indonesia

22:53

utamanya dalam konteks agama itu

22:57

diajukan sebagai kelompok-kelompok yang

22:59

tidak setuju dengan formalisasi syariah

23:02

Islam di Indonesia nah perdebatan ini

23:06

tidak hanya terjadi pada elemen-elemen

23:09

Katakanlah Civil Society atau

23:12

elemen-elemen non-pemerintah

23:14

tetapi juga merambah ke tingkat parlemen

23:17

nah menurut saya hal yang seperti ini

23:20

bisa dimaklumi mengingat proses

23:22

legislasi hukum

23:24

adalah sebuah proses politik yang tidak

23:29

mungkin dilakukan tanpa peran kalangan

23:33

banget nah jadi teman-teman sekalian

23:38

menurut saya

23:40

dimasa kini maupun di masa yang akan

23:43

datang melihat kepala politik yang

23:46

belakangan ini terjadi dengan hakikat

23:49

pemerintahan yang dinamis seperti

23:52

sekarang oleh kelompok tertentu dianggap

23:54

sebagai anti Islam atau berusaha untuk

23:57

melakukan marjinalisasi umat Islam

24:00

menurut saya dalam situasi yang semacam

24:04

ini perdebatan tentang

24:06

persoalan atau topik ini masih akan

24:08

terus menghangat karena formalisasi

24:10

hukum Islam tidak hanya melibatkan

24:12

persoalan politik tetapi juga itik

24:15

budaya sosial dan utamanya

24:19

sehingga kita akan lihat nah

24:22

eh ini mohon maaf karena kita sekali

24:25

bicara bersejarah yang kapal

24:27

politik-politik

24:29

dulu sebelum kita bicara yang hari ini

24:32

betul-betul hari ini maka saya ingin

24:34

mengutip beberapa data agak lama

24:36

misalnya laporan jajak pendapat

24:39

lingkaran survei Indonesia pada bulan

24:42

Agustus 2016 Galih 2006

24:46

tentang ekspor publik terhadap

24:49

formalisasi Syariah Islam mengungkapkan

24:51

bahwa mayoritas responden

24:54

64 koma tiga persen dari 700 responden

24:58

yang dipilih melalui metode

25:01

multistage random sampling

25:04

menyetujui bahwa hukum yang diberlakukan

25:07

di Indonesia adalah hukum nasional yang

25:10

menjamin keragaman dan bukan hukum Islam

25:13

nah maksud saya Hai nanti kita pada

25:16

pertemuan selanjutnya akan coba kita

25:19

bandingkan data pada tahun-tahun yang

25:22

agak lama ini dengan hari ini jadi data

25:25

ini 64 koma tiga persen setuju hukum

25:28

nasional

25:30

berarti kita suruhnya pekerjaan

25:33

julukannya adalah

25:34

eh Mereka ingin hidup secara secara

25:39

Mazmur di dalam tunggu di tengah

25:40

masyarakat yang berbeda dengan

25:44

di pertemuan-pertemuan yang selanjutnya

25:47

akan kita lihat Bagaimana profil hari

25:49

ini Katakanlah sejak tahun 2010 sampai

25:52

dengan hari ini 10 tahun itu apakah

25:55

persetujuan terhadap hukum nasional

25:57

sebagai hukum yang harus mengatur bangsa

25:59

Indonesia itu masih pada posisi 63/64

26:03

wanita persen atau semakin tinggi atau

26:06

semakin rendah interoute Nah kalau

26:08

tinggi maka kita analisis Kenapa menjadi

26:10

semakin tinggi kalau semakin rendah

26:12

Kenapa semakin rendah juga ngarep bisa

26:15

gagal ISIS nah Tetapi trennya menurut

26:18

saya naik karena ditentukan apanya

26:20

dipengaruhi oleh banyak persoalan tapi

26:22

kita nggak bisa berspekulasi kalau tidak

26:24

mengutip data secara khusus nah itu

26:26

nanti kita akan mengira pada pertemuan

26:28

yang berikutnya nah bahkan dikalangan

26:32

responden yang beragama Islam sendiri

26:35

61 Komatsu persen juga memiliki sikap

26:39

yang sama dalam arti tadi itu kan

26:42

masyarakat salahmu menabur 4,3

26:45

dari 700 responden yang umat Islam itu

26:50

enam 1,7 yang memiliki sikap yang sama

26:54

dalam arti setuju bahwa hukum yang

26:57

diberlakukan di Indonesia itu adalah

26:59

hukum negara Bukan hukum-hukum agama

27:01

kayak gitu ya

27:03

Eh menariknya laporan survei tersebut

27:06

juga menyatakan bahwa mayoritas

27:08

responden

27:09

ke menyetujui keberadaan undang-undang

27:12

anti kemaksiatan 8 resep

27:16

nah menurut saya

27:18

anti kemaksiatan itu kan sebenarnya

27:21

tidak harus dimaknai merujuk kepada

27:24

agama tertentu karena semua agama

27:27

tertentu pasti punya doktrin tentang

27:28

Anti Kekerasan itu sehingga andrianti

27:31

kekerasan Tum Andi kemaksiatan menurut

27:34

saya konteksnya adalah undang-undang

27:36

tentang

27:38

pengaturan

27:40

hal-hal yang meresahkan didalam

27:42

masyarakat

27:43

istilah kemaksiatan memang lebih lebih

27:48

dekat ke agama secara ini secara

27:52

apa pesan dan dan pemahaman tapi

27:57

kemaksiatan itu kalau kaitanya dengan

27:59

kemungkaran yang terjadi di masyarakat

28:00

ya berarti orang tidak peduli Agamanya

28:03

apa tidak peduli afiliasi politiknya apa

28:06

pasti tidak suka dengan terjadinya

28:09

kemaksiatan dan kemungkaran sehingga

28:11

kalau angkanya 88 mesin Menurut saya itu

28:14

Hai tidak bisa diartikan bahwa itu

28:17

berarti

28:18

kelompok islamis menguat pada ini pada

28:22

pada pada pandangan ini

28:24

eh hanya saja 53 responden meyakini

28:27

bahwa peraturan nanti masih tersebut

28:30

sebenarnya sudah terwakili oleh KUHP Nah

28:32

itu kan karena terwakil mereka

28:34

berartinya ini pandangan bahwa

28:37

kemaksiatan itu itu persoalan

28:40

kemasyarakatan yang tidak harus selalu

28:44

dikaitkan dengan agama tertentu

28:46

kemudian

28:48

karena itu lalu tidak perlu dibuat

28:51

peraturan peraturan baru yang mengatur

28:53

soal kemaksiatan tertentu Disamping itu

28:55

kata mereka

28:57

secara lebih mendasar masyarakat juga

29:00

lebih menyukai sistem kenegaraan

29:01

Pancasila

29:02

sebagaimana yang sekarang ini

29:04

berlangsung dan sedikit berat dan

29:08

sedikit sekali yang memilih Sistem

29:10

pemilihan demokrasi ala barat ataupun

29:13

sistem pemerintahan daerah Timur Tengah

29:15

ini Jadi ini benar yang yang demokrasi

29:20

ala barat

29:21

ansich tidak mau seperti negara-negara

29:25

Arab yang disertai dengan fortuner

29:28

tengah-tengah kalau saya sih jari sih

29:30

karena posisi kita secara geografis

29:32

berada di berada di timurnya Arab ya

29:35

saya lebih suka menyebut barat tengah

29:37

karena posisi mereka ada ibadah kita

29:40

tapi tengah-tengah hei jeruk kalau orang

29:44

Eropa dan Amerika menyebut Timur Tengah

29:46

ya oke karena secara wilayah secara

29:48

geografis memang negara-negara Arab itu

29:51

berada di timurnya mereka dan tidak

29:54

terlalu jauh Berarti Timur yang masih

29:56

dekat Timur Tengah yang dulu istilahnya

30:00

Hai Oke ini maknanya Apa

30:03

maknanya pada karbohidrat banyak gitu

30:05

loh itu pada tahun 2006 tapi bagaimana

30:09

dengan dari ini dengan adanya

30:11

gerakan-gerakan Islam politik yang

30:13

sangat masif ditambah dengan pergerakan

30:16

teknologi informasi yang demikian F

30:18

agresif Saya kira petanya sedikit

30:22

berubah tetapi kita berusaha titik pada

30:25

pada pertemuan berikutnya kita akan

30:26

bicara data dan analisisnya

30:30

kemudian secara umum sikap masyarakat

30:34

terhadap formalisasi Syariah Islam di

30:37

Indonesia menurut saya sih sebenarnya

30:39

bisa dikategorikan ke dalam tiga

30:42

kelompok yaitu mendukung atau proforma

30:46

lisasi penolak kontra formalisasi dan

30:50

kelompok yang memilih tidak bersikap

30:52

dalam perdebatan ini saya ingin mengutip

30:55

seorang penulis Mahmud al-husari

30:58

menyatakan ke Le bahwa menolak

31:01

formalisasi Islam adalah berarti

31:04

mendukung sekularisasi

31:06

sehingga kelompok penolak formalisasi

31:09

Syariah ia istilahkan sebagai proses

31:13

polarisasi nah oke Demikian

31:16

Ya kita punya cara pandang masing-masing

31:19

ya tapi nanti saya akan menawarkan pada

31:21

Saya sedih tidak harus pada pertemuan

31:24

ini ya hai

31:25

eh kelompok pertama adalah

31:27

kelompok-kelompok Islam garis keras

31:30

Islam ideologis dan Islam politik yang

31:33

meyakini

31:34

formalisasi Syariah sebagai langkah

31:37

pertama dan utama untuk memecahkan

31:40

persoalan multidimensional yang dihadapi

31:43

oleh Indonesia saat ini sekali lagi

31:45

istilah-istilah tadi itu sebenarnya

31:47

sekedar untuk memudahkan saya melakukan

31:50

kategorisasi

31:52

East yuforen Edition download free with

31:56

my god corporation I don't mind can you

32:01

can you can you can offer you how

32:04

kategori-kategori dengan alasan maka

32:08

sementara kelompok penentang menentang

32:11

formalisasi syariat masuknya Eh pada

32:14

umumnya berasal dari kalangan Islam

32:16

moderat Dan katakanlah

32:19

the progressive liberal itu ya yang

32:23

menilai formalisasi bukan kebutuhan

32:25

urgen bagi bangsa ini karena Pancasila

32:28

sebagai Kamen platform e-commerce

32:32

platform bangsa Indonesia terbukti sudah

32:36

cukup ampuh untuk menjaga kesatuan

32:38

bangsa ini yaitu

32:40

sementara kelompok ketiga yang tadi

32:42

tidak bersikap itu

32:45

bersikap cenderung apatis dalam

32:47

menanggapi isu formalisasi Syariah nah

32:50

kelompok ketiga ini memang jarang

32:52

dipertimbangkan dalam percaturan

32:56

karena mereka tidak didominasi kelompok

32:59

masyarakat

33:00

yang memiliki pemahaman cukup baik

33:03

tentang Islam sebagaimana kelompok

33:05

pertama dan kedua Tapi Bro Saya justru

33:09

kelompok inilah yang merupakan bagian

33:11

terbesar masyarakat Indonesia maka

33:13

survei tadi itu saya kira memberikan

33:16

petunjuk kepada kita

33:18

memberikan petunjuk pada

33:20

tentang-tentang posisi

33:23

rokok terbesar ini

33:26

kemudian ke bagi mereka persoalan negara

33:30

ini akan dijalankannya dikelola dengan

33:32

hukum syariah atau bukan

33:34

adalah sesuatu yang tidak terlalu pop

33:37

memusingkan pemikiran mereka hal yang

33:40

paling utama bagi mereka adalah

33:43

bagaimana negara menghadirkan

33:45

kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat

33:47

oke nah di luar klasifikasi yang saya

33:52

buat tadi itu tiga kelompok ada penulis

33:54

yaitu Rahmat rasa trusaji dan Rohis

33:58

Ahmad yang membagi teori-teori tentang

34:01

penerapan Syariah Islam menjadi empat

34:04

kelompok yaitu pemikiran formalistik

34:07

legalistik pemikiran strukturalistik

34:10

pemikiran kulturalistik dan pemikiran

34:14

substansialistik aplikatif

34:16

Bagaimana penjelasan tentang Mbak harian

34:21

atau keempat pandangan terhadap

34:22

formalisasi Syariat itu akan kita

34:24

lanjutkan pada bagian berikutnya

34:26

demikian Terima kasih untuk hari ini

34:29

sensasi ini kita akhiri dulu

34:31

Assalamualaikum warahmatullahi

34:33

wabarakatuh ya

34:36

[Musik]

34:38

[Tepuk tangan]

34:39

[Musik]

34:42

[Tepuk tangan]

34:44

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free