0:00
kita balik ke peserta yang seterusnya
0:01
peserta terakhir bagi kategori IPT di
0:05
facebook-an Yasmin Sofiah binti Muhammad
0:07
Ilyas dari Yen Westi Islam antara bangsa
0:11
Malaysia domba segala hormat
0:33
Assalamualaikum warahmatullahi
0:35
wabarakatuh dan salam sejahtera kalungan
0:39
official siboat saudari pengurus si gif
0:42
berinovatif kombinasi juri berintegrasi
0:46
seterusnya saudara dan saudari Hari ini
0:50
saya ingin mengajak anda semua untuk
0:52
kita berbicara dari hati ke hati agar
0:56
segala persepsi dan interpretasi yang
0:58
ada di dalam diri kita tinggalkan sepi
1:03
cukuplah peristiwa berdarah 54 tahun
1:06
yang lalu menjadi Ibrah kepada seluruh
1:11
penduduk di bumi Bertuah ini hanya
1:13
karena persepsi dan provokasi hilang
1:17
segala toleransi musnah segala akal dan
1:20
budi namun percayalah
1:24
sejarah yang tercipta ini sebenarnya
1:28
telah memahatkan sebuah seruan
1:32
yang penuh dengan hikmahnya berkat
1:36
kesabaran dan kejituan pemimpin pada
1:38
ketika itu yang keruh Kita percaya
1:41
jernihkan yang hitam kita telah putihkan
1:44
dan yang marah kita mampu meredakan
1:48
siulan ungkapan rukun negara mulai
1:51
meniti di bibir rakyat jelata sejak 31
1:56
1970 sehingga hari ini namun rukun
2:01
negara ini seolah-olah ditinggal sepi
2:04
dibiarkan tanpa ada yang mengerti
2:07
sehingga kan moral dan jati diri
2:10
diambang kemusnahan yang abadi oli itu
2:14
atas dasar sebagai pewaris bangsa yang
2:18
tidak mau kan perpecahan dan berbahan
2:21
Ayo kita sama-sama hayati Satu Cinta
2:29
rukun kita bersama saudara dan saudari
2:33
rukun yang 5 rukun kita bersama akan
2:37
saya bawakan kepada anda sebuah dimensi
2:39
bicara untuk kita memahami dan meneliti
2:42
aspirasi murni rukun negara gagasan
2:46
ideologi mageran untuk mencapai
2:48
perpaduan yang lebih erat dan mewujudkan
2:51
kehidupan yang lebih demokratik
2:54
tuntasnya tiga kisah akan saya ceritakan
2:59
kepada anda sebagai bakalan untuk kita
3:01
bawa bersama di Medan Perjuangan mencari
3:04
bukti betapa jatuh dan bangun sebuah
3:08
negara itu terletak di puncak anak
3:12
bangsanya hadirin pertama agama itu
3:17
pribadi ibarat jalan di tepi-tepi benang
3:21
orang-orang jangan dipijak Seorang
3:25
pendeta lama pernah menukilkan hidup ini
3:28
perlukan Tuhan karena Tuhan itu tujuan
3:32
pengabdian sebab itu rukun pertama dalam
3:36
rukun negara mengangkat agama Islam
3:38
sebagai agama resmi persekutuan Namun
3:41
kita tidak pernah menafikan agama dan
3:45
bangsa-bangsa yang lain menunjukkan
3:48
kepada kita betapa kepercayaan kepada
3:51
Tuhan itu merupakan pegangan utama
3:54
seseorang anak bangsa namun realitynya
3:58
pada hari ini kita semakin tenang dengan
4:01
akal budi diri sendiri sehingga tiada
4:05
lagi sifat menghormati Lihatlah
4:07
bagaimana itu penghinaan terhadap agama
4:09
Islam oleh Alvin dan Vivin yang telah
4:12
mencalonkan perpaduan yang sedang
4:15
terbina utuh hadir pula namawi
4:18
mengeruhkan lagi keadaan yang berlaku
4:21
Bahkan bukan bukan hanya agama Islam
4:23
dicaci dikeci dan dimaki namun
4:27
agama-agama lain turut menerima tega
4:31
coba kita bayangkan Adakah Kita mau
4:35
nasib negara Malaysia tercinta ini
4:38
sama seperti di Myanmar
4:41
ke berbagaian agama tidak diraihkan ke
4:45
wujud dan bangsa-bangsa lain di Afrika
4:49
pembunuhan menjadi Jalan pengairan
4:53
musnah segala impian untuk kita mengenal
4:57
arti sebuah kebersamaan sebab itu sifat
5:00
menghormati itu cukup mudah kita
5:04
sama-sama menerima kita juga sama-sama
5:07
gembira saudara dan saudari kedua
5:12
pemimpin dan rakyat berpisah tiada
5:18
sebiji pecah semua kita sepatunya
5:22
berbangga karena Malaysia masih lagi
5:24
mengamalkan negara raja berpelembagaan
5:31
Tuhan kerajaan-kerajaan Korea Selatan
5:33
mauritus semua dan Nepal menjadi bukti
5:37
betapa kegagalan pemerintah dan rakyat
5:40
bersatu akhirnya membawa kepada
5:43
kemusnahannya gagal Merantau waktu
5:49
di kampung Ingatlah membina Sebuah taman
5:53
dan bangsa itu tinggi nilainya Karena
5:57
itulah rukun negara kedua kesetiaan
6:00
kepada raja dan negara menjadi vaksin
6:03
utama untuk kita subur kan nilai
6:05
menghormati dan mentaati pemimpin
6:08
terutamanya barisan raja-raja yang
6:12
berdaulat di Malaysia Kita seharusnya
6:15
berbangga karena beliau masih lagi
6:18
mengamalkan demokrasi berpelembagaan
6:20
yang tidak pernah menafikan rakyatnya
6:23
buktinya perlembagaan persekutuan
6:26
memberi perlindungan kepada setiap
6:31
dan keistimewaan kita semua sebagai
6:35
warga negara tidak cukup dengan itu
6:38
perlembagaan ini menjadi sumber rujukan
6:41
utama bagi segala hal berkaitan
6:44
pemerintahan perundangan kedudukan dan
6:48
hak sosial ekonomi rakyat selarik dengan
6:53
keluhuran perlembagaan justru apakah
6:57
yang kita maukan lagi semuanya sudah
7:01
tersedia hanya kita perlu mensahirkan
7:07
saudara dan saudari ketika
7:11
sopan Budi bahasa ibarat Elok bahasa kan
7:15
hidup Elok Budi kan bakal mati hidup di
7:20
abad ke-21 ini memangnya satu cabainya
7:23
amat besar bagi kita perkembangan
7:26
teknologi memberi kata dua menjadi lebih
7:32
atau tidak nilai moral dan etika rakyat
7:36
di negara ini semakin hari semakin
7:39
berkurangan sehingga colokan Malaysia
7:42
yang tinggi nilai budi dan bahasanya
7:48
kita cukup Agung dengan budaya yang
7:52
penuh dengan Puji namun kini ia sekedar
7:56
menjadi kenangan yang abadi Lihatlah
7:59
jalur Gemilang dipijak
8:02
apa tak lagi bayi yang tidak berdosa
8:06
menjadi mangsa buangan manusia yang
8:09
tidak pernah mengenal arti sifat
8:13
renungkan seketika di sekeliling kita
8:16
apakah akan terjadi kepada anak muda
8:19
yang kian meningkat usia namun masih
8:23
kosong minta dan jiwa Andai inilah
8:26
pemimpin masa depan kita
8:29
apalah nasib negara yang telah lama kita
8:32
bilang dan apalah nasib taman dunia
8:35
telah lama kita Cipta benar kata
8:38
Sayyidina Ali kepada anak-anaknya
8:41
Andai Tanah ini dibina dengan jiwa yang
8:44
kosong pasti lahir golongan yang tidak
8:49
semaikanlah jiwa-jiwa kecil itu dengan
8:51
akhlak yang indah niscaya tanah itu akan
8:54
lebih subur dengan nilai-nilai yang
8:57
indah Jangan biarkan keruntuhan tamadon
9:01
Turki utsmaniyah kembali berulang di
9:04
negara ini karena sikap pemimpin dan
9:07
rakyatnya yang hanyut dengan duniawi
9:09
sehingga mereka terluka negara sedang
9:13
jatuh di Mamah mulut sendiri kan
9:16
hilangnya nilai dan Budi
9:20
kesimpulannya peristiwa 13 Mei 1969
9:25
cukup mengajar kita betapa sebenarnya
9:29
persepahaman itulah merupakan kunci
9:31
utama dalam kita menyemai sebuah
9:34
perpaduan yang Harmoni rukun yang 5 itu
9:38
semakin dalam jiwa dan hati
9:41
zahirkan dengan perbuatan yang murni dan
9:44
hayatilah dengan penuh akal dan budi
9:50
jiwa-jiwa di hadapan saya ini penuh
9:53
dengan kasih Suci ayo selamat ke negara
9:57
kita daripada jatuh di tangan sendiri
9:59
Biarlah kita rempah menahan Kerikil yang
10:02
jatuh menimpa namun akhirnya kita mampu
10:06
tersenyum bahagia melihat istana Tama
10:09
dan bangsa yang terserenggap indah
10:13
rukun-rukunnya Percayalah rukun yang
10:18
rukun kita bersama sekian wabillahi
10:22
taufik wal hidayah wassalamualaikum
10:24
warahmatullahi wabarakatuh