Full Transcript

·YouTLDR

Waspada Cyberterrorism !!!

49:13IndonesianBy Badan Siber dan Sandi NegaraTranscribed Jul 15, 2026
Analisis video lain dengan ProGaransi uang kembali 30 hari
0:00

mereka punya tim yang memang bekerja

0:02

sesuai dengan tugas dan fungsinya jadi

0:05

ada tim yang menyebarkan propaganda ada

0:07

tim yang memang melihat bahwa ada

0:10

beberapa golongan masyarakat yang

0:11

termakan propagandanya sehingga

0:13

dimasukkan ke dalam legitimasi itu

0:15

legitimasi yang t didoktrin dulu grup

0:17

kecil itu kalau sudah propaganda Mereka

0:20

kemudian tahap legitimasi penguatan

0:22

kader lalu tahap penyerangan nah

0:25

penyerangan ini sudah proaktif menyerang

0:27

baik itu perintah untuk menyerang secara

0:29

fisik

0:30

misalnya melakukan pengepoman penusukan

0:32

penyerangan pos polisi ataupun

0:34

penyerangan secara online nah

0:37

penyerangan online misalnya eh apa cyber

0:40

attack ya yang sampaikan masi ketahanan

0:42

keluarga Mari kontrol anak-anak kita

0:45

adik-adik kita tanya mereka ini buka

0:48

situs apa mereka Kalau mencari satu satu

0:50

pemahaman Itu grupnya apa E apa punya

0:54

telegram channel tertutup nah ini perlu

0:56

perlu dikuatkan kepada setiap keluarga

0:59

agar tidak risih ketika mengecek eh

1:03

gadget atau laptop dari

1:06

[Musik]

1:13

anak kejahatan siber aksi terorism cyber

1:17

terorism dan banyak

1:19

kejahatan-kejahatan siber lainnya berada

1:22

di media sosial YouTube tiktok dan

1:24

lain-lain serta hoax propaganda yang

1:27

masif belakangan ini kerap terjadi di

1:31

Indonesia Apa sebabnya dan Apa yang

1:34

melatar belakangi kejahatan siber itu

1:36

begitu masif terjadi di era modern saat

1:39

ini dengan pertumbuhan transformasi

1:41

digital kita akan bahas dalam edisi

1:43

spesial podcam Simas podcast keamanan

1:45

siber untuk masyarakat saya kedatangan

1:48

seorang teman lama yang cukup lama tidak

1:50

bertemu Saya ingin tahu bagaimana

1:53

pandangan seorang ahli intelijen ahli

1:56

terorism yang sudah banyak beredar di

2:00

media massa dan media online memberikan

2:02

tanggapan dan lain sebagainya Mas Ridwan

2:05

Apa kabar Mas baik-baik Mas arandi Waduh

2:07

Terima kasih sudah diundang di podcast

2:09

ini Terima kasih Mas kita Akhirnya bisa

2:12

ketemu lagi setelah sekian lama

2:14

tidakama tidak berdiskusi jadi ketika

2:17

ketemu akhirnya berdiskusinya langsung

2:19

di podcast eh sibuk terakhir Setelah

2:24

dari S2 UI kajian intelijen iya

2:27

kebetulan Kami memang e fokusnya di

2:29

kontrak terorisme jadi Kami mempunyai

2:31

lembaga kajian thinktingtank namanya the

2:33

Indonesia intelligence Institute ini

2:36

digawangi oleh alumni S2 kajian

2:38

intelijen UI yang Ya tentu saja karena

2:41

kami ini juga berpartner ya dengan

2:44

beberapa teman-teman di government baik

2:47

itu di Lemhanas di bahkan ada juga kerja

2:50

sama dengan instansi yang lain misalnya

2:52

kominfo dan yang lainnya Ya gitulah

2:55

aktivitas sementara aktivitas mendirikan

2:58

lembaga kajian setelah keluar dari UI

3:00

bersama teman-teman di ui he he he

3:02

pandangan dan realita kehidupan

3:04

masyarakat realitas sosial di tahun 2023

3:07

ada perbedaan enggak Mas dengan

3:08

tahun-tahun sebelumnya atau bahkan saat

3:09

pandemi covid-19 pergerakan cyber

3:12

terorism di semua platform media online

3:14

ya sebenarnya cyber terorisme ini kan

3:18

sebelum pandemi sudah ada ya sebelum

3:20

covid bahkan pada tahun 2014 pada saat e

3:25

pertama kali ISIS itu dideklarasikan

3:28

mereka kan juga secara maksimal

3:30

memanfaatkan cyber sebagai sarana

3:33

propaganda Bahkan mereka itu e membuat

3:36

film-film propagandanya itu kelas high

3:40

Advance gitu jadi ya mirip-mirip inilah

3:44

studio Hollywood gitu pakai sound effect

3:47

dan sebagainya untuk menarik minat dari

3:49

eh simpatisan mereka di seluruh dunia

3:52

itu 2014 sangat serius mereka punya

3:55

beberapa kantor media ya Ada alhayat

3:58

Media center ada anmak anmak itu kayak

4:01

buletin kemudian ada Annaba macam-macam

4:05

tapi itu sebelum pandemi sebelum pandemi

4:07

Dar 2014 kejayaan propaganda mereka itu

4:11

2016 2016 nah pada saat ISIS itu

4:15

kemudian berhasil dikalahkan oleh

4:17

pasukan koalisi pada tahun 2018 eh

4:21

pertengahan 2018 ketika mereka

4:23

kehilangan basis terakhir mereka di

4:26

palmira di Suria maka kemudian mereka

4:29

berubah menjadi full online ini sekarang

4:33

ISIS ini namanya cyber khalifat

4:36

eil cyber ya Jadi mereka sudah tidak

4:39

lagi punya ini masendi apa punya

4:42

teritorial enggak ada Jadi mereka

4:45

beroperasinya teritori mereka itu cyber

4:48

Jadi mereka masih berkomunikasi ada ada

4:51

provinsi-provinsi ya mereka

4:52

mengistilahkannya kan provinsi ada

4:54

provinsi Asia Selatan termasuk Indonesia

4:57

itu provinsi Asia Tenggara ee e Filipina

5:00

Selatan tapi itu dikendalikan

5:02

menggunakan ranah media cyber full di

5:05

media cyber setelah pandemi covid

5:08

Apalagi setelah covid lebih-lebih jadi

5:10

kan e mereka hilang basis itu 2018 covid

5:14

kita Maret ya ya Maret 2020 Nah setelah

5:17

covid itu perekrutan propaganda termasuk

5:21

penguatan ya Jadi mereka ini tiga tahap

5:24

pertama propaganda itu disebarkan untuk

5:28

menarik simpan Isan umum ya ini

5:31

narasi-narasi umum misalnya kegagalan

5:34

demokrasi mengatasi kemiskinan gitu itu

5:36

pun propaganda kegagalan NKRI mengatasi

5:39

e problem-problem hukum misalnya korupsi

5:42

korupsi masih banyak nih sebabnya gagal

5:45

mengaplikasi hukum Islam Nah masuk di

5:47

situ masuk di situ Ini propaganda untuk

5:50

umum lalu dari situ nanti disaring dia

5:53

disaring yang berminat akan diarahkan ke

5:56

website khusus yang lebih spesifik atau

5:59

ke channel-channel telegram

6:01

channel-channel diskusi di di platform

6:04

telegram nah dari situ nanti mereka

6:07

masuk ke tahap kedua yang pertama

6:09

propagasi yang kedua itu legitimasi

6:12

tahap legitimasi adalah mereka

6:13

memberikan semacam kiat-kiat atau tips

6:17

ketika ide-ide mereka dichallenge orang

6:20

gitu jadi misalnya ada orang bilang Wah

6:23

Khilafah ini sudah old school gitu

6:26

Khilafah sudah enggak relevan dengan

6:27

zaman Jawabannya apa mereka siapkan gitu

6:30

loh ohoh enggak boleh nih ada

6:32

pemerintahan e melanggar hukum di NKRI

6:35

jawabannya apa Nah ini ni tahap

6:37

legitimasi tetapi ini di ranah yang

6:40

lebih close lebih tertutup Kemudian yang

6:44

kedua Eh yang ketiga adalah pada ranah

6:48

insinuasi atau penyerangan kalau sudah

6:52

propaganda Mereka kemudian tahap

6:54

legitimasi penguatan kader lalu tahap

6:57

penyerangan nah penyerangan ini sudah

6:59

proaktif menyerang baik itu perintah

7:01

untuk menyerang secara fisik misalnya

7:04

melakukan pengepoman penusukan

7:06

penyerangan pos polisi ataupun

7:08

penyerangan secara online nah

7:10

penyerangan online misalnya eh apa cyber

7:13

attack Ya meng-hack satu situs

7:15

Pemerintah misalnya atau didos jadi

7:18

salah satu Div gitu mengganti eh

7:21

tampilan muka situs e situs-situs

7:23

pemerintah itu sudah tahap ketiga nah

7:26

tiga tahap ini berjalan terus sampai

7:28

hari ini sampai hari ini sampai hari ini

7:30

jadi memang mereka secara masif ee

7:33

kegiatan di cyber terorism itu

7:35

benar-benar dilatih sampai disiapkan

7:37

pertanyaan tadi dalam dalam bentuk

7:39

pelatihan-pelatihan terhadap kader-kader

7:41

yang ada dalam ruang lingkup yang lebih

7:42

spesifik Iya betul Jadi mereka di ranah

7:46

cyber itu ada ranah umum itu tadi yang

7:49

saya sampaikan disebar untuk umum di

7:51

Facebook grup atau di Twitter gitu kan

7:54

menggunakan platform-platform umum

7:56

tetapi ada yang diskusi tertutup tadi di

7:58

telegram channel di signal grup atau

8:01

diema mereka menggunakan beberapa

8:03

aplikasi artinya akan ada banyak konten

8:06

yang diproduksi oleh oleh mereka Nah

8:09

kalau kita ingin memberitahu kepada

8:10

masyarakat bahwa ada loh beberapa

8:13

ciri-ciri konten yang digolongkan kepada

8:15

ranah cyber terorism nah cara

8:17

mengidentifikasinya bagaimana Mas Oke

8:19

jadi cara identifikasi konten ini dibagi

8:21

menjadi tiga juga yang pertama adalah

8:24

tadi pada tahap propaganda itu sudah

8:27

kelihatan tahap propaganda itu biasa ya

8:29

mereka melakukan perbandingan yang tidak

8:32

Apple to Apple misalnya begini mereka

8:35

membandingkan misalnya Lebih hebat mana

8:37

Jokowi dengan Nabi Muhammad Oke ini kan

8:40

enggak Apple to Apple dong Jokowi

8:42

presiden dibandingkan dengan Rasulullah

8:44

kan enggak Apple to Apple Harusnya kalau

8:46

Jokowi ya dia dibandingkan dengan

8:48

jopiden atau si jinping gitu kan sesama

8:51

Presiden tapi memang itu sengaja memang

8:54

mereka ini memang sengaja sehingga

8:56

kemudian orang-orang awam itu menjadi

8:59

terjebak dalam propaganda mereka

9:01

misalnya begini lebih mulia mana sih

9:03

undang-undang Dasar

9:05

1945 dengan al-qur'an perbandingan yang

9:08

benar-benar kontras Iya perbandingan

9:10

kontras dan mau enggak mau orang awam

9:12

akan menjawab Ya al-qur'an dong padahal

9:15

enggak bisa enggak bisa dibandingkan ini

9:16

kitab suci sementara yang ini kan

9:18

undang-undang ini kan kesepakatan

9:20

kesepakatan parlemen kesepakatan manusia

9:22

dan enggak bisa dibandingkan seperti itu

9:24

dan targetnya orang awam targetnya orang

9:26

awam nah dari situ kan nanti kelihatan

9:28

nih Mana yang kemudian engage dalam

9:31

interaksi diskusi itu nah yang engage

9:34

itu kemudian nanti dilakukan pendekatan

9:37

personal atau eh man to man approach

9:40

terhadap akun-akun atau

9:44

eh mereka yang sudah mengkomeni eh

9:47

platform itu langsung diarahkan ke tadi

9:50

website khusus atau ke langsung

9:52

di-invite ke sebuah grup Jadi mereka

9:53

punya tim yang memang bekerja sesuai

9:56

dengan tugas dan fungsinyaas fungsi

9:58

masing-mas yang menyebarkan propaganda

10:00

ada tim yang memang melihat bahwa ada

10:03

beberapa golongan masyarakat yang

10:05

termakan propagandanya sehingga

10:07

dimasukkan ke dalam legitimasi itu

10:08

legitimasi yang tadi dalam grup kecil

10:11

Iya grup kecil itu kalau kita berbicara

10:13

bahwa masyarakat nih secara umum yang

10:15

menjadi target he masyarakat yang

10:18

seperti apa yang sangat mudah atau kita

10:21

bisa identifikasi yang paling mudah

10:23

untuk terpengaruh propaganda cyber ter

10:25

Iya sekarang tentu saja generasi

10:27

milenial akhir dan generasi Z ya

10:30

zilenial karena mereka ini kan ee

10:33

ibaratnya sangat haus dengan

10:35

informasi-informasi itu nah masalahnya

10:37

begini Ini juga salah satu ee catatan

10:40

khusus buat kita semua ya ketika

10:43

misalnya anak-anak muda Ini Membutuhkan

10:46

narasi-narasi keislaman begitu ya mereka

10:50

ketika mencari bahan bertemu dengan

10:52

situs-situs itu bukan bertemu dengan

10:54

situs-situs yang Islam moderat gitu

10:57

teman-teman Muhammadiyah teman-teman NU

10:59

ini kritik juga saya sering berorang

11:00

kali diskusi dengan teman-teman bbnu

11:02

teman-teman Muhammadiyah ee kalau saya

11:05

bahasanya sederhana gini Mas hariandi

11:07

ada orang nih ee kelaparan nih Kelaparan

11:12

masuk ke sebuah restoran Dia sangat

11:13

lapar dia minta buku menu eh menunya

11:16

gitu begitu menunya diantar oleh pelayan

11:20

itu yang di situ Itu menu-menunya jihad

11:23

menu ISIS menu Bolehkah kita melempar

11:27

seorang gay dari atap rumah itu

11:30

gitu-gitu sementara menu-menu yang umum

11:33

menu-menu moderat seperti ya tentang

11:36

kebersihan tentang profesional e

11:39

profesionalisme kerja disiplin itu

11:42

enggak masuk gitu sehingga karena dia

11:44

lapar masuknya ke menu itu karena tidak

11:47

ada pilihan tidak ada pilihan atau

11:49

sedikit sekali pilihan nah ini ini ini

11:51

juga salah satu kritik moga-moga

11:53

teman-teman dari Muhammadiyah dan NU

11:55

yang EE pimpinan-pimpinan Mereka nonton

11:57

podcast kita untuk kemudian secara

11:59

bersemangat menciptakan situs-situs ya

12:02

kan situs-situs platform-platform dari

12:05

ormas-ormas moderat yang mengantisipasi

12:08

atau bahasa sederhananya kontra

12:10

propaganda dari website-website mereka

12:12

gitu sehingga ketika ada anak muda yang

12:15

haus dengan narasi keislaman dia

12:17

bertanya itu ke situs yang benar bukan

12:19

ke mereka karena begitu bertanya ke

12:22

mereka akan digiring masuk ke diskusi

12:24

tertutup dan begitu dia diskusi tertutup

12:27

sudah masuk tahap legitimasi

12:29

sulit kita menariknya ketika sudah masuk

12:32

ke tahap legitimasi itu nah

12:33

pertanyaannya adalah kalau tadi ee

12:36

mereka akhirnya ketika mencari informasi

12:39

dan masuknya ke informasi dalam dalam

12:42

ranah cyber terorism artinya banyak

12:45

konten yang diciptakan oleh mereka

12:46

sehingga konten itu tersebar luas di

12:48

semua platform media sehingga ketika

12:51

klik pertama kali yang muncul itu dulu

12:52

pertama kali artinya ada ee konten yang

12:56

memang islam-islam moderat itu berarti

12:58

kurang

13:00

ada tapi kurang Iya ada tapi kurang jadi

13:02

gini kalau kita lihat e penanganan

13:05

terorisme termasuk terorisme siber di

13:07

Indonesia ini kan ada dua pendekatan ya

13:10

Ada pendekatan bahasa kami negatif

13:12

pendekatan negatif itu dengan pendekatan

13:14

hukum total misalnya take down situs

13:17

gitu itu kan pendekatan keras ya Oh ini

13:20

ada situs radikal nih e mengarah ke

13:22

terorisme take down mengarah ke ini take

13:25

down ini ini Oke tapi apa yang terjadi

13:28

yang terjadi adalah mereka akan membuat

13:30

situs baru apalagi rata-rata mereka

13:33

menggunakan platform-platform gratisan

13:35

itu blogspot WordPress yang

13:37

gratis-gratis gitu Jadi nanti hilang

13:38

satu nanti tumbuh 1000 kalau sekarang

13:41

misalnya kita search aja misalnya eh

13:43

ceramah-ceramah atau ideologi dari

13:45

pimpinan mereka misalnya aman

13:47

Abdurrahman gitu kita Googling aja pakai

13:49

Google biasa

13:52

amanabdurrahman.amr atau Am itu muncul

13:54

muncul suaranya rekamannya misalnya

13:56

tentang gaji PNS itu haram

13:59

Keluarlah dari TNI Keluarlah dari Polri

14:01

karena anda memakan uang haram masih ada

14:04

dan itu padahal amannya di penjara ya

14:06

menunggu hukuman mati dan itu kemudian

14:09

di-download disirkulasikan ke grup-grup

14:12

tertutup menggunakan telegram channel

14:13

menggunakan trema menggunakan signal

14:15

sehingga indoktrinasi berjalan terus

14:18

meskipun Orangnya sudah di penjara

14:20

Orangnya sudah di Nusakambangan gitu

14:22

narasinya masih bergerak masih bisa

14:24

digunakan suaranya itu karena ini

14:26

rekaman suara rekaman pengajian 1 jam 1

14:29

Seteng jam itu bisa untuk membuat

14:32

menyadarkan orang kader baru gitu Nah

14:35

maka saya dan beberapa teman-teman

14:37

misalnya mas nuruda Ismail di Singapura

14:39

RSS Raja ratnam mencoba menawarkan

14:42

pendekatan yang kedua pendekatan

14:44

positivis pendekatan positivis ini

14:46

adalah menggunakan mantan-mantan teroris

14:50

untuk menjadi credible

14:52

voice Mereka bicara di ranah siber tapi

14:55

mereka pernah gitu Jadi kalau saya ini

14:58

kan ya Saya belajar di kampus Saya

15:01

belajar metodologinya S2 Intel S2

15:04

terorisme misalnya mempelajari itu Tapi

15:06

kan tidak terlibat langsung saya orang

15:09

luar nih ngamatin Nah kalau mantan

15:13

teroris yang dia pernah menjadi teroris

15:16

pernah ditangkap denensus pernah

15:18

dipenjara pernah ke Suriah pernah

15:20

menjalani camp di ISIS sana langsung

15:23

Mereka bisa cerita artinya ada

15:25

pengalaman secara empiris Yes pengalaman

15:27

empiris dan itu kredit voice Nah itu

15:30

kemudian kami buatkan semacam website

15:32

namanya ruang ngobrol

15:35

ruangobrol.id salah satu website-nya

15:37

untuk kemudian memberikan eh sarana

15:40

kepada mereka-mereka mantan napi

15:42

terorisme yang sudah kembali ke jalan

15:45

yang benar gitu untuk Sharing

15:47

pengalamannya supaya orang awam ini

15:50

tidak tertarik dengan propaganda yang

15:51

sebelah sono gitu misalnya gini secara

15:54

sederhana Oh datanglah ke ISIS itu

15:57

negaranya keren di sana lifestyle-nya

15:59

bagus pendidikannya bagus kesehatan

16:02

anak-anak terjamin akan dapat santunan e

16:05

beras dan sebagainya Itu kan

16:08

propagandanya begitu yang pulang dari

16:10

Suriah ngomong langsung itu langsung nol

16:14

karena apa Karena dia bisa cerita betapa

16:16

mereka di sana disia-siakan enggak punya

16:19

rumah cuma tenda sederhana enggak bisa

16:21

makan anak-anaknya Bingung enggak bisa

16:23

cari susu jadi antara propaganda welfare

16:26

state versi ISIS dengan R pengalaman R

16:30

yang mereka jalani di Suriah itu

16:32

sehingga masyarakat kan Oh ya ini

16:34

berarti bohong nih beraanannya yang

16:37

benar yang ini yang dia pernah pernah ke

16:38

Suriah dan sudahdah balik lagi dan dia

16:40

bisa cerita Apakah itu efektif Mas

16:42

dua-duanya harus berjalan ya antara

16:44

penegakan hukum terutama di Rana siber

16:47

misalnya dengan patroli cyber take down

16:50

kemudian kerja sama dengan Eh misalnya

16:53

penyedia platform Nah itu tetap berjalan

16:56

tetapi ya sebagai sebuah ikhtiar

16:58

positivis eh positive action ini ini

17:01

sebagai

17:02

ee ibaratnya sebagai vaksin gitu ya

17:07

kalau ibaratnya sebagai vaksin sebagai

17:09

memperkuat imunitas sehingga kemudian

17:12

cerita-cerita ini bisa digunakan juga

17:14

sebagai bahan untuk mengcounter mereka

17:16

banyak suara-suara Sumbang di

17:18

tengah-tengah masyarakat terkait dengan

17:20

pro kontra kembalinya mantan api teroris

17:23

dari luar negeri banyak juga yang tidak

17:25

setuju tentunya menyayangkan bahwa ee

17:28

mereka akan kembali lagi seperti itu ada

17:31

ungkapan begitu Ee ada ungkapan bahwa

17:33

sejarahnya akan terus berulang jadi

17:35

tidak tidak perlu ketika mereka sudah

17:37

sampai ke luar negeri tidak perlu

17:39

dipulangkan lagi ke Indonesia karena

17:41

akan menjadi beban karena kemungkinan

17:43

dia akan kembali lagi juga cukup besar

17:45

Nah mas Ridwan melihat hal itu seperti

17:48

apa ya Ini ada dua pendekatan yang

17:50

pertama itu

17:52

ee pendekatan keras ya atau hard

17:55

approach yang mengatakan bahwa Oh mereka

17:56

kan kalau ke sana berarti

17:58

kewarganegaraannya sudah ditinggalkan

18:00

betul berarti mereka sudah menjadi

18:01

forign terrorist Fighter FTF dengan

18:04

demikian kena undang-undang imigrasi

18:06

dengan demikian dia bukan WNI lagi

18:08

berarti kita ggak usah ggak usah

18:11

mengurusi Mereka lagi atau Yang Kedua

18:14

mereka ini bagaimanapun juga lahir di

18:16

Indonesia tapi tersesat Jadi mesti

18:19

diselamatkan mesti disembuhkan nah Kami

18:22

mencoba melakukan pendekatan kepada

18:24

mereka yang sudah berhasil dipulangkan

18:27

jadi ada yang belum has masih banyak di

18:29

kem alhol itu Orang Indonesia itu

18:32

237 tahun lalu datanya masih di sana di

18:35

Suriah Nah sementara yang sudah

18:37

dipulangkan mereka kan disidang dulu

18:39

disidangkan kalau mereka masuk dengan

18:41

delik undang-undang teror mereka masuk

18:42

penjara dulu yang 4 tahun ada yang 3

18:45

tahun kalau mereka misalnya tidak

18:47

terbukti maka mereka di Rehab di balai

18:50

rehabilitasi di ee Jakarta Timur itu

18:52

Balai rehabilitasi sosial di sana 3

18:55

bulan baru setelah itu keluar lagi nah

18:57

mereka-mereka ini ini yang sebagian dari

18:59

mereka yang kemudian kembali ke NKRI

19:02

mengakui kembali Pancasila mencabut

19:04

kembali baiat mereka kepada ISIS ini

19:07

yang kemudian kita coba dekati menjadi

19:09

agen-agen credible voice dan mereka

19:12

setuju setuju sekarang ee program ini

19:15

masih masih terus berjalan ya tapi ee

19:18

sudah sekitar du 14 14 mantan napiter

19:22

yang yang ada 14 yang secara aktif

19:26

terlibat untuk menulis bicara di ee

19:29

situs kita Gitu Ee menceritakan

19:32

pengalaman merekalah memproduksi konten

19:34

yang tadi disampaikan bahwa untuk kontra

19:36

propaganda ituul bahwa ada kejadian Ril

19:39

di luar negeri ketika mereka bergabung

19:41

ternyata tidak seperti apa yang

19:42

disampaikan oleh propaganda propaganda

19:44

yang tadi tersebar masif itu nah jejak

19:47

digital itu kan tidak bisa dihapus Mas

19:50

pasti tahu bisa dilacak dan lain-lain

19:53

tadi Kalau Mas Ran sampaikan bahwa ee

19:56

pendekatannya ada pendekatan negativisme

19:58

ada pendekatan positivisme Nah harusnya

20:01

kan bisa dilacak Heeh kesulitannya apa

20:03

Ketika seseorang sudah dipenjara tapi

20:05

suara suaranya masih bisa besar

20:08

mempropaganda orang di media di Google

20:10

kita cek dan lain-lain sehingga banyak

20:12

juga orang terpengaruh artinya kan tidak

20:14

menjadi sebuah Jalan akhir Ketika

20:17

seseorang yang menjadi terorism itu

20:19

sudah dihukum tapi masih bisa

20:22

didengarkan suaranya masih bisa di

20:24

dibaca propagandanya oleh masyarakat

20:26

umum artinya tidak menutup kemungkinan

20:27

juga bahwa akan ada orang-orang baru

20:29

pengganti dia ya betul betul dan

20:32

perekrutannya terus berjalan

20:33

perekrutannya terus berjalan dengan

20:35

demikian ada problem di penindakan di

20:38

situ nah ini ini ini ini ini salah

20:40

satunya salah satunya adalah karena kita

20:43

belum punya semacam one dooror Policy

20:46

terkait dengan cyber terrorism sekarang

20:50

Densus 88 misalnya punya divisi cyber

20:53

kemudian Bares KM punya cyber Crime ini

20:56

sama-sama polisi ya

20:58

kemudian bssn mempunyai kemampuan itu

21:01

bin mempunyai kemampuan cyber juga ada

21:04

kedeputian tentang cyber di sana dan

21:06

beberapa institusi lain misalnya bais

21:08

ada satuan cybernya juga tetapi dengan

21:12

keahlian masing-masing itu kami belum

21:15

melihat ya kami e akademisi di luar

21:17

sebagai pengamat kita belum melihat ada

21:19

semacam satu

21:21

kesatuan yang terkendali secara satu

21:24

pintu khusus untuk mengatasi propaganda

21:27

cyber teror semua ini ini ini ini

21:30

menjadi pertanyaan ini nanti jadi

21:31

ranahnya siapa gitu kan siapa yang

21:33

paling bertanggung jawab siapa yang

21:35

kemudian paling bertanggung jawab Apakah

21:37

ini BNPT BNPT ketika kami diskusi Oh

21:39

enggak Mas kita ini tanggung jawabnya

21:42

setelah mereka tertangkap Oh justru

21:44

setelah tertangkap setelah tertangkap

21:46

mereka bertanggung jawab untuk

21:47

diradikalisasi atau sebelum mereka jadi

21:49

teroris dengan pencegahan jadi kan ada

21:51

dua dia sementara untuk penindakan bukan

21:53

di BNPT penindakan di Densus gitu kan

21:57

begitu di Densus terus Wah kita ngejar

21:59

yang existing aja Enggak terkejar semua

22:02

masih ongoing apalagi harus patroli

22:05

cyber jadi ini ada problem-problem nih

22:07

di masing-masing di masing-masing

22:09

institusi Nah saya kira perlu ini

22:11

semacam apa ya goodwill atau break

22:14

through ya mungkin bisa diinisiasi oleh

22:16

bssn karena bagaimanapun dengan bssn kan

22:19

e mempunyai kewenangan juga dalam ranah

22:21

mengamankan cyber karena konteksnya

22:24

adalah terorisme ini mengganggu ranah

22:26

cyber i keamanan dan kenyamanan

22:29

masyarakat dalam berselancar di dunia

22:31

maya apalagi tadi disampaikan bahwa ISIS

22:34

tidak punya teritori nyata lagi ya

22:37

teritorin

22:39

cyber teritorinya sudah enggak di l tapi

22:44

sudah berpindah ke ranah digital

22:46

semuanya di ranah digital kalau sebagai

22:48

pengamat terorism Mas Ridwan eh bahwa

22:52

ketika melihat regulasi ya yang ada di

22:55

Indonesia sudah Kuatkah ya undang-undang

22:58

terbaru 5 tahun 2018 undang-undang 5

23:00

2018 itu sebenarnya lebih memperkuat

23:03

pada proses penyidikan ya Jadi yang

23:06

sebelumnya 7 hari menjadi 14 hari

23:08

kemudian ee data intelijen atau analisa

23:12

intelijen bisa menjadi salah satu barang

23:14

bukti tetapi dalam konteks cyber seperti

23:17

yang kita diskusikan ee hari ini itu

23:19

belum cukup kuat belum cukup kuat untuk

23:22

kemudian secara proaktif misalnya

23:25

melakukan penangkapan terhadap

23:26

propaganda di website

23:28

ini contohlah ada seorang ulama dalam

23:31

tanda petik bicara tentang kehebatan

23:34

Khilafah untuk menggantikan sistem hukum

23:37

Indonesia di YouTube Itu yang nonton 1,2

23:41

juta view 1,2 juta 1,2 juta itu baru

23:45

satu channel channelnya banyak banget

23:48

Kami punya listingnya ini ini teman apa

23:50

E gerakan Hizbut Tahrir mereka bukan

23:54

teroris tapi mereka sudah gerakan

23:55

terlarang dong sudah ada Perpres untuk

23:57

melarang gerakan itu kan tapi mereka

23:59

masih bisa melakukan propaganda itu di

24:01

ranah YouTube dan ketika kemudian kita

24:05

tunjukkan misalnya ke teman-teman

24:06

penegak hukum mereka kebingungan nih mau

24:10

ditangkap Nanti kena pakai undang-undang

24:13

apa mau pakai ite atau mau pakai teror

24:15

mereka belum dapat konstruksinya padahal

24:18

itu mereka tiap hari tiga video Mas

24:21

setiap hari produksi video setiap hari

24:23

produksi tiga video dan dan tidak cuma

24:25

satu channel loh ada mungkin sekitar 40

24:28

50 40 sampai 50 channel yang

24:30

teridentifikasi oleh masrian dan

24:31

teman-teman teridentifikasi oleh tim

24:32

kita bahwa ini adalah propaganda

24:34

Khilafah versi hizfu Tahrir yang

24:36

menggantikan sistem hukum Indonesia

24:38

menjadi sistem Khilafah sebagaimana yang

24:40

sudah dilarang oleh Perpres kan

24:42

patokannya itu isbut thir sudah dilarang

24:44

dengan Perpres Nah ini Ini baru yang itu

24:47

belum Tadi yang propaganda proisis ada

24:50

juga di YouTube juga ada mereka

24:52

mengatakan bahwa Ee Kita harus kembali

24:54

menghidupkan Khilafah versi ISIS itu

24:57

muncul juga

24:58

Nah kan sebenarnya ada IP address di

25:01

situ ada email di situ dengan kemampuan

25:04

penegak hukum kan bisa dirak bisa

25:06

dilacak gitu bisa ditangkap Kenapa itu

25:09

tidak dilakukan tadi Kalau menyinggung

25:11

bahwa regulasinya masih belum kuat tadi

25:14

nah Apa yang harus dilakukan pemerintah

25:16

Apakah harus ada undang-undang yang yang

25:18

yang tercipta untuk tadi kebingungan

25:21

tadi bahwa mau kalau ditangkap dengan

25:23

dengan pasal apa dengan dakwaan apa Dan

25:25

lain-lain apakah perlu undang-undang

25:27

yang kiranya itu bisa melihat karena

25:30

kampaignnya pasti secara pribadi karena

25:32

ketika organisasinya dilarang dia dia

25:35

berpisah dari organisasinya terus

25:36

kampennya secara pribadi tapi isinya

25:38

kurang lebih sama betul betul betul dan

25:41

nama-nama baru ya nama-nama baru kan

25:43

mereka sekarang menggunakan nama-nama

25:45

yang menghindari kata-kata hizbutarir

25:47

itu Nah saya kira perlu ada penambahan

25:49

pasal ya mungkin revisi di undang-undang

25:52

5 2018 tentang terorisme atau penambahan

25:56

pasal di undang-undang ite

25:58

bisa juga kalau mau diinisiasi semacam

26:01

ee apa semacam Perpu begitu atau semacam

26:05

peraturan perundang-undangan di bawah

26:07

undang-undang untuk khusus mengatur

26:09

tentang penanganan terhadap cyber

26:11

terrorism misalnya begini bssn duduk

26:14

Satu meja dengan BNPT duduk Satu meja

26:17

dengan Mabes Polri duduk Satu meja

26:19

dengan kominfo merumuskan Apakah Perpres

26:22

di situ untuk kemudian nanti ditetapkan

26:25

sebagai dasar satu tim itu bergerak

26:28

ya Nah dengan demikian ketika ada urusan

26:31

tentang propaganda cyber baik itu baru

26:34

propaganda maupun sudah melakukan

26:36

serangan eh insinuasi tadi sudah

26:39

melakukan hacking sudah melakukan

26:41

perintah menyerang itu langsung bisa

26:43

ditangani oleh lintas instansi tadi kan

26:46

punya kemampuan masing-masing punya

26:48

keahlian masing-masing di situ nah ini

26:50

saya kira bisa diinisiasi apalagi kita

26:53

ini bentar lagi kan pemilu nih Mas

26:55

kurang lebih 10 bulan kalau kemudian

26:58

narasi politik identitas masuk kemudian

27:02

narasi-narasi Anti nkri-nya masih ada

27:05

pasti akan mengganggu stabilitas e

27:07

Pemilu ee masyarakat jadi enggak

27:10

nyamanlah gitu kita masih ingatlah

27:11

beberapa kasus yang lalu misalnya

27:13

Pilkada DKI gitu kan Pilpres 2019 kan

27:17

masih juga ada tuh narasi-narasi Hok

27:19

narasi-narasi kebencian berdasarkan Sara

27:22

itu nah di situ di situ mereka juga

27:24

menunggu-nunggu tuh kelompok-kelompok

27:26

teror ini menunggu menungu moment

27:28

seperti itu mereka nebank di situ

27:30

menumpangi itu untuk mencari kader-kader

27:32

baru dilihat dari simpatisan-simpatisan

27:34

yang kira-kira termakan oleh propaganda

27:38

mereka jadi menjadi Pemilu juga menjadi

27:40

ajang bagi mereka untuk menampakkan diri

27:42

atau merekrut kader-kadar baru Iya

27:44

mereka berkepentingan agar Pemilu gagal

27:47

dengan demikian mereka bisa bilang bahwa

27:49

lihat sistem demokrasi enggak kompatibel

27:51

kok dengan Indonesia harus diganti

27:54

sistem ini gagal tidak mensejahterakan

27:57

Mas masarakat tidak menjahterakan umat

27:58

gitu Kan mereka masuk di situ kalau dari

28:01

yang lebih ekstrem lagi memang kalau

28:03

ISIS kan mereka memang anti negara ya

28:06

mereka sudah sudah benar-benar

28:08

menganggap bahwa mereka ini punya negara

28:10

sendiri Gitu Ee halunya sudah levelnya

28:13

sudah seperti itu sudah punya Khilafah

28:15

sendiri mereka tidak mengakui presiden

28:17

kita gitu He identifikasi Mas Ridwan nih

28:20

Eh kita bisa lihat

28:23

bahwa Berapa besar sih populasi mereka

28:26

Oke ini kalau dari sisi kader ya jemaah

28:29

ansarud Daulah itu penelitian kami

28:31

terakhir dari mereka yang sudah

28:34

dipenjara kemudian kita proyeksi mereka

28:37

ini masih tersisa kader dan keluarga di

28:39

luar itu sebenarnya enggak besar enggak

28:41

nyampai 500.000 Eh sekitar 300-an sekian

28:46

300.000 sekian ini baru jad belum Nanti

28:49

Eh ada JKN jemaah Khilafah Nusantara ada

28:53

lagi Eh Abu Fida ada lagi Abu Husna ini

28:57

masing-masing punya sel sendiri tetapi

28:59

enggak nyampai 1 juta lah dibandingkan

29:02

270 juta masyarakat Indonesia jadi kan

29:06

kecil banget enggak nyampai 1% ya kecil

29:09

sekali tetapi mereka ini walaupun kecil

29:12

mereka ini militan dan nekad mereka bisa

29:16

bisa kemudian apa dengan narasi mereka

29:19

itu melakukan tindakan-tindakan yang

29:21

membahayakan keamanan publik misalnya

29:23

melakukan pengeboman diing situs KPU kan

29:26

bikin membuat enggak nyaman semuanya Nah

29:30

karena mereka jumlahnya sebenarnya

29:32

secara presentasi kecil ini menjadi

29:35

pertanyaan buat saya Kenapa ormas-ormas

29:37

besar misalnya kayak NU Muhammadiyah

29:41

kemudian apa persis ya yang gede-gede

29:43

itu PUI Kenapa kemudian tidak

29:45

menciptakan satu sistem yang dalam tanda

29:49

petik bisa menyembuhkan mereka ini ini

29:52

kan mereka ada nih orang-orangnya di

29:54

penjara di Nusakambangan di lapaspo di

29:57

gedung Pane di Semarang ada nih mereka

30:00

ini bisa didatangi bisa didatangi diajak

30:04

bicara Kenapa kamu bergabung dan

30:06

seterusnya lalu kemudian disadarkan

30:09

tetapi ya ini problem juga ya

30:11

kadang-kadang begitu ini teridentifikasi

30:13

sebagai

30:15

teroris berlepas tangan gitu enggak mau

30:18

dekat-dekat gitu kan enggak mau

30:20

dekat-dekat tapi kalau misalnya di DPR

30:22

itu ada beberapa anggota DPR yang bilang

30:25

terorisme ini rekayasa

30:27

terorisme ini permainan intelijen tapi

30:30

begitu kita tanya Oke pak kalau

30:31

terorisme permainan intelijen saya antar

30:34

yuk ke penjara yuk Ketemu aman

30:36

Abdurrahman bikin podcast yuk gitu Saya

30:38

pernah nawarin gitu waktu itu ke Pak

30:41

Hidayat nurwahid politisi dari PKS kita

30:44

tawarkan memang waktu itu kami yuk Bikin

30:47

podcast nanti kerja sama kita masukkan

30:49

di YouTube Pak Hidayat ngobrol sama aman

30:52

Abdurrahman gitu jadi biar biar adu ilmu

30:54

gitu I mereka enggak berkenan

30:57

enggak mau ya dengan berbagai macam

30:59

alasan kesibukan dan sebagainya nah ini

31:02

loh maksud saya kadang-kadang Ada

31:03

standar ganda antara bilang bahwa ini

31:05

terorisme itu enggak ada itu permainan

31:07

penguasa itu permainan intelijen tetapi

31:10

mereka enggak mau kemudian membuktikan

31:13

faktanya bahwa memang ada benar Oh

31:15

mereka di penjara ggak usah sampai

31:17

penjara pada saat di pengadilan saja

31:19

enggak mau datang contoh ya yang paling

31:21

nyata waktu penusukan pakanto saat

31:23

ituopol hukam e penusukannya di Banten

31:26

dilakuk kan oleh salah satu sel e jad

31:29

Banten kan begitu ditusuk masuk rumah

31:32

sakit kan langsung muncul Tuh konspirasi

31:34

ini enggak mungkin masa main kopol hukam

31:37

bisa ditusuk ohoh Masa penusuknya cuma

31:40

pakai kunai r.000an Wah enggak mungkin

31:43

nih dan

31:44

seterusnya tapi mereka yang bilang

31:47

menuduh bahwa ini

31:48

konspirasi 2 minggu kemudian enggak mau

31:51

datang ke sidangnya abuara ini sidangnya

31:53

terbuka di PN jakpus gitu saya datang

31:56

hampir hampir setiap hari saya pantau

31:58

Saya ingin lihat nih penusuknya siapa

32:00

sih jaringan mana sih beneran enggak sih

32:02

dan beneran dihukum 12 tahun bahwa

32:05

memang ada orangnya beneran gitu loh

32:07

bukan kemudian ini misalnya Oh ini agen

32:09

Intel nih biar bisa nusuh enggak fakta

32:11

lapangannya memang ada I ini yang ini

32:13

yang kemudian menjadi catatan yang

32:15

kadang-kadang teman-teman yang di luar

32:17

ee bilang bahwa terorisme ini ee bukan

32:20

fakta tapi mereka tidak mau secara

32:24

mandiri melakukan verifikasi tuduhannya

32:27

dan ketika ditunjukkan faktanya mereka

32:29

denal gitu enggak mau ke penjara gitu

32:32

kan misalnya kita bicara soal cyber

32:34

website itu enggak ada itu dieroris

32:36

enggak mungkinlah mereka bisa bikin

32:37

website cyber kita kirim aja tuh

32:40

link-link website website Di mana Di

32:42

situ ada rekaman-rekaman aman

32:44

Abdurrahman yang tadi aku bilang gaji

32:46

ASN haram profesi TNI haram itu bisa

32:49

dibuka kok tinggal diklik gitu Jadi kita

32:52

kita kadang-kadang mau memberantas dalam

32:54

tanda petik memberantas ya isme ini

32:57

masih terkendala juga di internal baik

33:00

dari politisi teman-teman ormas aktivis

33:03

yang masih tidak sepenuh hati menganggap

33:06

bahwa ini beneran ada ini orang-orang

33:07

Ini dan harus disembuhkan gitu loh Nah

33:10

tadi ketika Mas rwan sampaikan bahwa ada

33:14

ada proses Di mana kita bisa menyadarkan

33:16

mereka yang sudah dipenjara dan

33:18

lain-lain nah yang menarik adalah ruang

33:20

itu memang dibuka iya i dibuka dibuka

33:23

untuk berdiskusi menyadarkan dan

33:25

diradikalisasi dan lain-lainuka I BNPT

33:28

malah malah sangat-sangat Open dengan

33:30

itu dan mengajak semua pihak Iya semua

33:33

pihak kalau mau Monggo gitu Deputi apa

33:36

namanya deradikalisasi direktur

33:38

deradikalisasi BNPT sekarang Pak brikjen

33:41

Ahmad Nur Wahid itu sangat terbuka

33:43

sebelumnya Prof Irfan Idris sekarang

33:44

Prof Irfan direktur pencegahan itu

33:47

sangat terbuka kalau misalnya ada dari

33:49

ormas Muhammadiyah NU atau yang lain mau

33:52

ikut ke penjara mau ikut membina mau

33:55

ikut diskusi mau ikut menyantuni

33:57

istri-istri mereka yang di luar kan ada

33:59

tuh suaminya ditangkap karena teroris

34:01

istrinya Enggak kerja kan lah terus

34:03

mereka gimana ada anak-anak masih kecil

34:06

apa yang terjadi kalau kemudian denayil

34:08

mereka mintanya ke siapa istri-istri ini

34:10

mintanya ke sel mereka dan itu dipenuhi

34:13

Ya jelas karena kan bagian dari

34:15

organisasi kelompok jemah ini lalu

34:18

kemudian yang terjadi apa siklusnya

34:20

berulang ada kesetiaan yang muncul di

34:22

situ Iya begitu keluar dari penjara

34:24

didatangin lagi Eh itu istri kamu kan

34:26

kemarin selama kamu ditahan yang

34:28

ngurusin makan minumnya pendidikannya

34:30

siapa kan kite Ya udah main lagi bom ee

34:34

kemarin bom Astana Anyar itu pelakunya

34:37

residivis bom Cicendo sudah ditahan di

34:40

Nusakambangan 4 tahun Pada saat ditahan

34:43

itu keluarganya yang ngurusi adalah

34:45

kelompok mereka begitu dia keluar sempat

34:47

tinggal di Sukoharjo 7 bulan balik ke

34:50

Bandung melakukan serangan ke bom Polsek

34:53

Astana Anyar itu residivis kejadian yang

34:56

berulang kembali setelah jadi artinya

34:58

penjara juga tidak ee membuat mereka

35:01

Jera penjara tidak secara ideal membuat

35:04

mereka jerah ini problemnya lebih rumit

35:06

lagi kalau diskusi soal itu soal

35:08

kapasitas soal ee sipir yang kurang

35:11

memahami tentang deradikalisasi

35:12

macam-macam kalau itu atau ada ada juga

35:15

kekhawatiran masyarakat bahwa ketika

35:17

mereka dipenjara justru mereka bisa

35:19

juga mengedarkan ataupun memberikan

35:22

informasi ataupun paham-paham radikal

35:25

atau propaganda terhadap e teman-teman

35:27

yang dipenjara itu exactly itu sudah

35:30

terjadi di bom Sarin thrin tahun

35:33

2016 Pelaku Bom Sarinah Tamrin itu

35:36

adalah seorang residivis kasus curanm

35:39

namanya Ali dia dia mencuri motor lalu

35:42

ditahan di Lapas Cipinang pada saat dia

35:45

mendapatkan proses penahanan di Lapas

35:48

Cipinang ketemu mereka dengan napi-napi

35:51

teroris yang ditahan juga di Cipinang si

35:54

alikrut jadi begitu dia keluar karena

35:57

kan ee curanmor kan enggak lama ya 2

36:00

tahunan Gitu begitu dia keluar dia bukan

36:02

lagi menjadi residivis curanmor sudah

36:05

menjadi teroris baru yang kemudian

36:07

menyiapkan operasi penyerangan bom 2016

36:10

Sarinah Tamrin itu yang kemudian didanai

36:13

dari Filipina Selatan senjatanya diambil

36:16

dari Filipina Selatan dan dibayar dengan

36:19

mbanking dari Nusakambangan ya

36:23

senjatanya dibeli dengan mbanking oleh

36:26

terpidana hukuman mati dari

36:28

Nusakambangan dari Nusakambangan artinya

36:30

kan ada jadi HP masuk I rekening masih

36:33

ada ini kan menarik ya Secara Saber

36:36

gimana nih orang ditahan di

36:37

Nusakambangan dia bisa ngirim uang untuk

36:39

beli senjata di Filipina Selatan untuk

36:40

nembak polisi di tamrid artinya ada

36:43

problem bahwa di Rana cyber terorism

36:45

Justru lebih masif karena banyak hal

36:47

yang bisa dilakukan dengan sifatnya yang

36:49

sangat cepat online dan lain-lain nah

36:53

Kejadian beberapa waktu belakangan

36:55

terkait Lampung contohnya he eh ada

36:58

peran besar ranah cyber terhadap ee

37:01

kejadian di Lampung Mas yang EE Lampung

37:04

ini kan pelarian dari J ya J Poso Eh

37:07

kalau yang Lampung ini sebaliknya mereka

37:09

justru menutup sama sekali akses ke

37:12

cyber J Jadi mereka tidak muncul di Rana

37:15

tidak muncul sama sekali jadi

37:16

pergerakannya offline semua offline

37:18

tidak menggunakan handphone mereka

37:20

berkomunikasi secara manual membuat bker

37:23

di perbukitan di Lampung ee Tengah oke

37:26

gitu Jadi kalau yang Lampung ini mereka

37:28

tahu begitu mereka masuk ada jejak cyber

37:31

pasti kelacak gitu Jadi kalau meminjam

37:34

kata-kata itu saya potong Mas kalau

37:38

ketika mereka masuk ke ranah cyber

37:40

kelacak pasti Iya Mengapa yang lain

37:43

tidak kelacak ya karena mereka DPO yang

37:46

Lampung ini DPO Oh yang Lampung DPO yang

37:48

lain main di cyber itu belum

37:50

teridentifikasi siapa Dia ee

37:53

identitasnya palsu kadang-kadang Lon

37:55

wolf ya Lon wolf itu misalnya ya kasus

37:57

penembakan mabus Polri yakiah Aini itu

37:59

dia brosing sendiri dia marah sendiri

38:02

dengan artikel-artikel yang ada di

38:04

internet karena sudah kedoktrin

38:05

kedoktrin di internet nulis surat wasiat

38:08

nyerang mabespi dengan air softun lah

38:10

terpaksa dilembak mati dan itu tidak

38:12

terafiliasi dengan jaringan manaun Nah

38:15

justru Ini yang lebih berbahaya

38:16

sebenarnya Mas bahwa ketika seseorang

38:18

bisa akses internet dari manapun ketika

38:21

dia merasa ee hidup sendiri contohnya

38:24

atau tidak banyak bergaul dengan

38:25

lingkungan sekitar sosialisasi dan

38:27

lain-lain mereka dari kamarnya dari

38:30

rumahnya gitu terus browsing internet

38:32

terus terpengaruh dengan konten yang

38:33

tadi masan sampaikan bahwa banyak

38:36

konten-konten propaganda yang justru

38:37

muncul ketika kita klik mereka pelajari

38:40

sehari du hari sebulan 2 bulan pasti

38:42

kedokterin karena tidak ada informasi

38:44

lain yang muncul ataupun informasi

38:46

pembanding gitu nah Apa yang harus

38:49

dilakukan sebenarnya untuk l ini Mas

38:51

kalau l ini problemnya rumit banget ya

38:54

Kayak misalnya kasus yang tadi Mas Kakan

38:56

itu real terjadi namanya Zaki Zaki ini

38:59

seorang anak SMA yang baik-baik saja

39:01

tahun 2016 Oktober 2016 dia kalau ke di

39:05

rumah ya anak baik ee dengan orang tua

39:08

baik dengan lingkungan baik sama sekali

39:11

enggak menunjukkan ide identifikasi

39:13

bahwa dia ini anak-anak jahat nih tapi

39:16

dia lebih banyak waktunya di kamar

39:18

browsing internet

39:20

2016 ternyata yang dia browsing adalah

39:23

film-film atau narasi-narasi dari ISIS

39:27

Oke sehingga Kemudian pada suatu pagi

39:30

dia mau berangkat sekolah dia ambil Piso

39:32

dapur dia lewat pos polisi di Cikokol

39:35

dia tusuk polisi dia tusuk polisi mati

39:38

dua polisinya dan Dia terpaksa juga

39:39

harus ditembak mati nah begitu bingung

39:42

semua ini jaringan mana jaringan mana

39:44

Enggak enggak ketemu begitu laptopnya di

39:47

forensik ternyata dia Lan wol dia secara

39:50

mandiri belajar dari internet jadi ini

39:53

terjadi sudah benar-benar terjadi itu

39:55

kasus Cikokol

39:56

dan dan ini bisa terjadi lagi maksud

39:59

saya ini bisa terulang lagi nah karena

40:01

itu saya kira yang paling mendesak

40:03

sekarang selain patroli cyer juga segera

40:06

menciptakan tadi kontranarasi

40:08

sebanyak-banyaknya jadi Eh misalnya bssn

40:12

itu bisa juga bekerja sama misalnya

40:14

dengan Muhammadiyah gitu kan ee membuat

40:17

semacam ya platform lah Muhammadiyah kan

40:19

banyak nih anak-anak muda yang cerdas

40:21

platform literasi platform literasi gitu

40:24

dibuatkan semacam website khusus untuk

40:26

anak muda di mana mereka bisa mengisi

40:28

podcast seperti ini gitu kan

40:30

cerita-cerita tentang dinamika anak muda

40:33

Islam versi Muhammadiyah demikian juga

40:35

NU gitu sehingga kemudian kalau ada anak

40:38

muda kayak Zaki itu ketika dia eh ter

40:41

apa terdoktr dengan perang-perang ISIS

40:43

itu ketika dia Google sebenarnya ISIS

40:45

Apa itu muncul Tuh secara algoritma

40:47

Mestinya apa namanya Seo itu ya Iya e

40:51

muncul Tuh naik website-website

40:52

Muhammadiyah atau NU yang mengcounter

40:54

itu nah sekarang NU on online agak

40:56

lumayan tuh si Mas Safi alali mungkin

40:59

sekali-kali juga perlu Tuh dipanggil di

41:01

podcast ini karena dia secara aktif

41:03

bikin NU online untuk mengconter itu ya

41:06

mengconter propaganda-propaganda itu

41:08

sehingga begitu ada propaganda Khilafah

41:10

NU online nimpali gitu nimpali gitu

41:12

sehingga terjadi diskursus tidak satu

41:15

arah dan tidak membuat lw-lw baru

41:18

seperti Zaki atau Zakiah a ini itu yang

41:20

M intinya ada informasi pembanding

41:23

ataupun informasi lain yang diterima

41:25

oleh masyarakat terutama anak-anak muda

41:26

generasi milenial tadi yang Disinggung

41:28

oleh Mas Ridwan generasi Z gitu juga

41:30

bahwa ketika mereka mencari informasi di

41:32

internet artinya ada banyak informasi

41:35

yang mereka bisa kontra informasinya

41:38

ketika mka melihat a terus Mereka

41:40

melihat B ada perbedaan mereka bisa

41:42

berpikir mana yang lebih baik nah selain

41:44

yang tadi Mas bahwa justru ketika yang

41:47

lonwol tadi cerita tentang Zaki

41:49

contohnya artinya kan ada ee butuh peran

41:53

besar orang tua keluarga agak agar

41:56

melihat Bagaimana anaknya tiba-tiba

41:58

berubah gitu selain dari regulasi yang

42:00

diciptakan oleh pemerintah selain

42:02

mungkin bahwa pembatasan konten-konten

42:06

yang diidentifikasi itu menjadi sebuah

42:08

propaganda dan tidak bisa diakses oleh

42:10

anak di bawah umur contohnya Nah itu

42:12

juga mungkin bisa dilakukan bagaimana

42:14

kita melihat orang tua yang sekarang kan

42:15

anak kecil sudah pakai gadget Mas betul

42:17

betul Eh dari mulai SD mungkin sudah

42:19

pakai gadget dan lain-lain sehingga

42:21

bagaimana kita juga bisa melihat

42:24

ee informasi yang diterima oleh

42:26

anak-anak kita yang kecil juga bisa ee

42:29

terfilter dengan baik H ah itu yang

42:31

mungkin aku setuju banget aku setuju

42:33

banget apalagi kan sekarang ini era ya

42:35

gadget kayak murah murah banget kan

42:37

sekarang Rp500.000 gitu di desa-desa

42:40

sudah punya semua tuh handphone artinya

42:42

dengan ee sesuatu yang sangat mudah

42:45

terjangkau begitu narasi cyber ini bisa

42:48

langsung direct ke ke titik ter terdalam

42:51

kita I karena itu yang dibutuhkan saya

42:54

setuju dengan mas Ariandi tadi bahwa

42:56

adus ada ketahanan cyber keluarga

42:59

artinya begini kadang-kadang nih Kita ya

43:02

kalau mau ngecek HP Adik kita atau anak

43:04

kita itu kan terpassword tuh I Wah

43:07

terpassword tuh eh orang tua itu

43:09

kadang-kadang enggak bisa ngakses

43:10

laptopnya anak orang tua enggak bisa

43:12

ngakses handphone-nya anak Padahal kita

43:13

perlu tahu apa yang di diakses itu apa

43:17

kasus Zaki tadi tahu-tahu begitu terjadi

43:20

ketika di forensik kelihatan tuh jejak

43:22

orang tuanya kaget orang tuanya kaget

43:23

nah ini supaya tidak terjadi Saya kira

43:25

Mang perlu diberikan semacam literasi

43:28

kepada masyarakat ya agar ee bapak-bapak

43:32

dan ibu-ibu itu melakukan secara rutin

43:35

pengecekan bisa saja kan disiasati itu

43:37

diam-diam ketika anaknya tidur misalnya

43:40

untuk tahu Sebenarnya anaknya itu

43:42

bergaul dengan siapa jangan-jangan dia

43:45

masuk ke satu grup tertentu yang tadi

43:47

aku cerita soal telegram grup itu yang

43:49

ternyata di situ indoktrinasi

43:51

paham-paham teror Nah kalau itu terjadi

43:55

ketahuan Saya kira seh harus segera

43:56

melapor bisa ke BNPT mereka punya

43:59

semacam pos aduan juga bisa ke papespi

44:02

bisa juga ke perangkat yang terdekat Ya

44:05

kalau dalam hal ini misalnya Polsek

44:07

misalnya atau RT RW ketika mereka merasa

44:10

Oh ini anggota keluarga saya ini

44:12

kayaknya terpapar teror gitu kalau

44:14

terlambat ya Jangankan orang tua ya

44:17

mereka itu bisa apa dalam tanda peentik

44:20

mengkafirkan keluarganya sendiri gitu

44:22

dalam tanda penti paling

44:24

ekstrm karena mereka merasa Oh ini

44:26

melanggar melanggar syariat yang saya

44:28

pahami gitu itu kan bahaya banget i

44:31

kalau tadi himbauan kepada masyarakat

44:32

yang disampaikan oleh Mas Ridwan tentu

44:34

sebagai individu kita kita pada umumnya

44:37

sebagai individu Sebagai pengguna di

44:38

ranaah cyber tentu banyak peran yang

44:41

bisa kita lakukan terus

44:43

ee banyak hal-hal juga yang mungkin bisa

44:45

kita imbau terhadap diri sendiri

44:47

terhadap ee keluarga terhadap orang

44:49

sekitar dan terhadap masyarakat pada

44:51

umumnya Apa hal yang paling penting

44:53

dalam rangka kita memerangi cyber

44:55

terorism yang pertama tentu kita harus

44:57

memahami dulu apa apa saja yang

45:00

EE perlu kita filter ya yang tadi yang

45:03

saya sampaikan bahwa pasti mereka di

45:05

awal itu membandingkan sesuatu yang

45:06

tidak Apple to Apple kalau sudah ada

45:09

gelagat-gelagat begitu ini indikasinya

45:11

sangat kuat ke sana Jadi ada awareness

45:13

dulu di sisi kita Kemudian yang kedua

45:16

kalau memang kita mempunyai kemampuan

45:17

untuk melakukan literasi lakukan kalau

45:20

anda misalnya bisa menulis tulis Kalau

45:22

Anda misalnya bisa bikin podcast bikin

45:24

podcast bikin ee e platform YouTube

45:26

bikin YouTube sebagai sarana edukasi

45:29

membantu pemerintah untuk melakukan itu

45:30

kalaupun tidak ya secara mandiri kita

45:33

bisa melakukan proteksi diri sendiri

45:35

ketika ada yang mengajak Eh ini situs

45:37

bagus nih Begitu diklik mulai tuh Oh

45:39

gaji ini haram gaji dari ASN haram Wah

45:42

itu ini mulai gagat-gelagat ini

45:44

tinggalkan tinggalkan kalau memang tidak

45:46

punya kemampuan mengcounter setidaknya

45:48

tinggalkan saja gitu kalau kalau Karena

45:51

begini ada yang mencoba

45:54

mengkonter tapi justru terjebak di situ

45:57

justru masuk ke dalam dunia itu Iya

45:59

begitu oh ini enggak setuju gitu dibawa

46:02

ke ranah diskusi

46:04

dikeruputin jadi semacam di dihajar

46:08

bersama-sama agar dia juga ikut ke dalam

46:10

kelompok itu Iya kayak gini misalnya

46:12

ee ini ini bukan Anjing loh ini kucing

46:16

padahal ini anjing ini kucing Enggak ini

46:18

anjing Enggak ini kucing yuk diskusi

46:21

sama yang lain yuk kita diskusikan nih

46:23

ini anjing apa kucing yang lain Bilang

46:25

kucingkucing kucing hilang dia

46:27

kepercayaan dirinya Oh iya ya Kucing ya

46:30

padahal jelas-jelas itu anjing gitu loh

46:32

Itu narasi sederhana analoginya kayak

46:34

gitu itu satu-satu ideologi yang

46:36

kemudian secara ramai-ramai dikeroyok

46:38

sehingga anak atau orang ini enggak

46:40

tahan dan mau enggak mau jebol tuh

46:42

pertahanannya begitu jebol ya sudah dia

46:44

akhirnya percaya artinya kalau melihat

46:46

realitas yang terjadi seperti itu Butuh

46:49

juga bahwa ee bantuan dari

46:52

organisasi-organisasi yang besar yang

46:53

tadi mas rwan sampaikanu iya iya butuh

46:56

juga berbagai macam literasi dari sektor

46:58

pemerintahan dan lain-lain kolaborasi

47:00

intinya adalah kolaborasi untuk

47:02

menciptakan diskursur tersendiri untuk

47:03

menciptakan bagaimana kita melihat bahwa

47:07

ee itu adalah sesuatu yang salah

47:09

contohnya dan itu juga take down tadi

47:12

menjadi salah satu salah satu opsi terus

47:14

melakukan e pendekatan-pendekatan yang

47:16

tadi Mas riwan sampaikan terakhir Mas

47:18

ini obrolan sangat menarik semoga ini

47:20

juga bisa menjadi pencerahan bagi kita

47:21

semua terakhir sebelum kita tutup

47:24

himbauan untuk masyarakat dalam

47:25

menyikapi cyber terorism di tengah

47:27

transformasi digital yang tumbuh akses

47:29

internet yang juga luar biasa di

47:31

Indonesia yang pertama saya kira ini

47:33

mendekati Pemilu ya ini mendekati Pemilu

47:35

himpuan kami Ee berhati-hati tidak

47:39

menjadi justru agen pemecah bangsa gitu

47:42

ya karena sekarang ini netizen ini kan

47:44

luar biasa ya bahkan kalau kita buka

47:46

platform Twitter hampir setiap hari ada

47:49

kasus Kan setiap hari ada kasus setiap

47:51

hari bahasa kita itu ada netizen yang

47:53

merujak seseorang gitu jadi Kalaupun

47:56

kita B enggak bisa jadi solusi

47:59

setidaknya kita enggak jadi masalah baru

48:01

itu pertama Nah yang kedua tadi yang

48:03

sampaikan Mas Aryandi ketahanan keluarga

48:06

Mari kontrol anak-anak kita adik-adik

48:08

kita tanya mereka ini buka situs apa

48:11

mereka Kalau mencari satu satu pemahaman

48:13

Itu grupnya apa E apa punya telegram

48:17

channel tertutup nah ini perlu perlu

48:20

dikuatkan kepada setiap keluarga agar

48:23

tidak risih ketika mengecek eh gadget

48:26

atau laptop dari anak mereka Atau Adik

48:29

mereka supaya tidak terseret ke eh cyber

48:32

terorisme itu oke ketika tidak bisa

48:35

menjadi ee solusi setidaknya tidak

48:38

menjadi masalah baru ini menarik Terima

48:40

kasih Mas rwanan yang sangat eh

48:43

informatif Ini bisa memberikan informasi

48:46

terhadap siberman sekalian Bagaimana

48:47

cyber terorism bekerja dan dampak serta

48:50

bagaimana kita menanggulangi ee

48:52

kiat-kiat dari cyber terorism yang ada

48:55

kita ketemu lagi di podcam Simas podcast

48:57

keamanan siber untuk masyarakat edisi

48:59

selanjutnya Terima kasih dan sampai

49:03

[Musik]

49:10

jumpa

Lanjutkan dengan YouTLDR

Analisis video lain dengan Pro

Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.

Dapatkan Pro — US$12/bulanGaransi uang kembali 30 hari

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.