Waspada Cyberterrorism !!!
mereka punya tim yang memang bekerja
sesuai dengan tugas dan fungsinya jadi
ada tim yang menyebarkan propaganda ada
tim yang memang melihat bahwa ada
beberapa golongan masyarakat yang
termakan propagandanya sehingga
dimasukkan ke dalam legitimasi itu
legitimasi yang t didoktrin dulu grup
kecil itu kalau sudah propaganda Mereka
kemudian tahap legitimasi penguatan
kader lalu tahap penyerangan nah
penyerangan ini sudah proaktif menyerang
baik itu perintah untuk menyerang secara
fisik
misalnya melakukan pengepoman penusukan
penyerangan pos polisi ataupun
penyerangan secara online nah
penyerangan online misalnya eh apa cyber
attack ya yang sampaikan masi ketahanan
keluarga Mari kontrol anak-anak kita
adik-adik kita tanya mereka ini buka
situs apa mereka Kalau mencari satu satu
pemahaman Itu grupnya apa E apa punya
telegram channel tertutup nah ini perlu
perlu dikuatkan kepada setiap keluarga
agar tidak risih ketika mengecek eh
gadget atau laptop dari
[Musik]
anak kejahatan siber aksi terorism cyber
terorism dan banyak
kejahatan-kejahatan siber lainnya berada
di media sosial YouTube tiktok dan
lain-lain serta hoax propaganda yang
masif belakangan ini kerap terjadi di
Indonesia Apa sebabnya dan Apa yang
melatar belakangi kejahatan siber itu
begitu masif terjadi di era modern saat
ini dengan pertumbuhan transformasi
digital kita akan bahas dalam edisi
spesial podcam Simas podcast keamanan
siber untuk masyarakat saya kedatangan
seorang teman lama yang cukup lama tidak
bertemu Saya ingin tahu bagaimana
pandangan seorang ahli intelijen ahli
terorism yang sudah banyak beredar di
media massa dan media online memberikan
tanggapan dan lain sebagainya Mas Ridwan
Apa kabar Mas baik-baik Mas arandi Waduh
Terima kasih sudah diundang di podcast
ini Terima kasih Mas kita Akhirnya bisa
ketemu lagi setelah sekian lama
tidakama tidak berdiskusi jadi ketika
ketemu akhirnya berdiskusinya langsung
di podcast eh sibuk terakhir Setelah
dari S2 UI kajian intelijen iya
kebetulan Kami memang e fokusnya di
kontrak terorisme jadi Kami mempunyai
lembaga kajian thinktingtank namanya the
Indonesia intelligence Institute ini
digawangi oleh alumni S2 kajian
intelijen UI yang Ya tentu saja karena
kami ini juga berpartner ya dengan
beberapa teman-teman di government baik
itu di Lemhanas di bahkan ada juga kerja
sama dengan instansi yang lain misalnya
kominfo dan yang lainnya Ya gitulah
aktivitas sementara aktivitas mendirikan
lembaga kajian setelah keluar dari UI
bersama teman-teman di ui he he he
pandangan dan realita kehidupan
masyarakat realitas sosial di tahun 2023
ada perbedaan enggak Mas dengan
tahun-tahun sebelumnya atau bahkan saat
pandemi covid-19 pergerakan cyber
terorism di semua platform media online
ya sebenarnya cyber terorisme ini kan
sebelum pandemi sudah ada ya sebelum
covid bahkan pada tahun 2014 pada saat e
pertama kali ISIS itu dideklarasikan
mereka kan juga secara maksimal
memanfaatkan cyber sebagai sarana
propaganda Bahkan mereka itu e membuat
film-film propagandanya itu kelas high
Advance gitu jadi ya mirip-mirip inilah
studio Hollywood gitu pakai sound effect
dan sebagainya untuk menarik minat dari
eh simpatisan mereka di seluruh dunia
itu 2014 sangat serius mereka punya
beberapa kantor media ya Ada alhayat
Media center ada anmak anmak itu kayak
buletin kemudian ada Annaba macam-macam
tapi itu sebelum pandemi sebelum pandemi
Dar 2014 kejayaan propaganda mereka itu
2016 2016 nah pada saat ISIS itu
kemudian berhasil dikalahkan oleh
pasukan koalisi pada tahun 2018 eh
pertengahan 2018 ketika mereka
kehilangan basis terakhir mereka di
palmira di Suria maka kemudian mereka
berubah menjadi full online ini sekarang
ISIS ini namanya cyber khalifat
eil cyber ya Jadi mereka sudah tidak
lagi punya ini masendi apa punya
teritorial enggak ada Jadi mereka
beroperasinya teritori mereka itu cyber
Jadi mereka masih berkomunikasi ada ada
provinsi-provinsi ya mereka
mengistilahkannya kan provinsi ada
provinsi Asia Selatan termasuk Indonesia
itu provinsi Asia Tenggara ee e Filipina
Selatan tapi itu dikendalikan
menggunakan ranah media cyber full di
media cyber setelah pandemi covid
Apalagi setelah covid lebih-lebih jadi
kan e mereka hilang basis itu 2018 covid
kita Maret ya ya Maret 2020 Nah setelah
covid itu perekrutan propaganda termasuk
penguatan ya Jadi mereka ini tiga tahap
pertama propaganda itu disebarkan untuk
menarik simpan Isan umum ya ini
narasi-narasi umum misalnya kegagalan
demokrasi mengatasi kemiskinan gitu itu
pun propaganda kegagalan NKRI mengatasi
e problem-problem hukum misalnya korupsi
korupsi masih banyak nih sebabnya gagal
mengaplikasi hukum Islam Nah masuk di
situ masuk di situ Ini propaganda untuk
umum lalu dari situ nanti disaring dia
disaring yang berminat akan diarahkan ke
website khusus yang lebih spesifik atau
ke channel-channel telegram
channel-channel diskusi di di platform
telegram nah dari situ nanti mereka
masuk ke tahap kedua yang pertama
propagasi yang kedua itu legitimasi
tahap legitimasi adalah mereka
memberikan semacam kiat-kiat atau tips
ketika ide-ide mereka dichallenge orang
gitu jadi misalnya ada orang bilang Wah
Khilafah ini sudah old school gitu
Khilafah sudah enggak relevan dengan
zaman Jawabannya apa mereka siapkan gitu
loh ohoh enggak boleh nih ada
pemerintahan e melanggar hukum di NKRI
jawabannya apa Nah ini ni tahap
legitimasi tetapi ini di ranah yang
lebih close lebih tertutup Kemudian yang
kedua Eh yang ketiga adalah pada ranah
insinuasi atau penyerangan kalau sudah
propaganda Mereka kemudian tahap
legitimasi penguatan kader lalu tahap
penyerangan nah penyerangan ini sudah
proaktif menyerang baik itu perintah
untuk menyerang secara fisik misalnya
melakukan pengepoman penusukan
penyerangan pos polisi ataupun
penyerangan secara online nah
penyerangan online misalnya eh apa cyber
attack Ya meng-hack satu situs
Pemerintah misalnya atau didos jadi
salah satu Div gitu mengganti eh
tampilan muka situs e situs-situs
pemerintah itu sudah tahap ketiga nah
tiga tahap ini berjalan terus sampai
hari ini sampai hari ini sampai hari ini
jadi memang mereka secara masif ee
kegiatan di cyber terorism itu
benar-benar dilatih sampai disiapkan
pertanyaan tadi dalam dalam bentuk
pelatihan-pelatihan terhadap kader-kader
yang ada dalam ruang lingkup yang lebih
spesifik Iya betul Jadi mereka di ranah
cyber itu ada ranah umum itu tadi yang
saya sampaikan disebar untuk umum di
Facebook grup atau di Twitter gitu kan
menggunakan platform-platform umum
tetapi ada yang diskusi tertutup tadi di
telegram channel di signal grup atau
diema mereka menggunakan beberapa
aplikasi artinya akan ada banyak konten
yang diproduksi oleh oleh mereka Nah
kalau kita ingin memberitahu kepada
masyarakat bahwa ada loh beberapa
ciri-ciri konten yang digolongkan kepada
ranah cyber terorism nah cara
mengidentifikasinya bagaimana Mas Oke
jadi cara identifikasi konten ini dibagi
menjadi tiga juga yang pertama adalah
tadi pada tahap propaganda itu sudah
kelihatan tahap propaganda itu biasa ya
mereka melakukan perbandingan yang tidak
Apple to Apple misalnya begini mereka
membandingkan misalnya Lebih hebat mana
Jokowi dengan Nabi Muhammad Oke ini kan
enggak Apple to Apple dong Jokowi
presiden dibandingkan dengan Rasulullah
kan enggak Apple to Apple Harusnya kalau
Jokowi ya dia dibandingkan dengan
jopiden atau si jinping gitu kan sesama
Presiden tapi memang itu sengaja memang
mereka ini memang sengaja sehingga
kemudian orang-orang awam itu menjadi
terjebak dalam propaganda mereka
misalnya begini lebih mulia mana sih
undang-undang Dasar
1945 dengan al-qur'an perbandingan yang
benar-benar kontras Iya perbandingan
kontras dan mau enggak mau orang awam
akan menjawab Ya al-qur'an dong padahal
enggak bisa enggak bisa dibandingkan ini
kitab suci sementara yang ini kan
undang-undang ini kan kesepakatan
kesepakatan parlemen kesepakatan manusia
dan enggak bisa dibandingkan seperti itu
dan targetnya orang awam targetnya orang
awam nah dari situ kan nanti kelihatan
nih Mana yang kemudian engage dalam
interaksi diskusi itu nah yang engage
itu kemudian nanti dilakukan pendekatan
personal atau eh man to man approach
terhadap akun-akun atau
eh mereka yang sudah mengkomeni eh
platform itu langsung diarahkan ke tadi
website khusus atau ke langsung
di-invite ke sebuah grup Jadi mereka
punya tim yang memang bekerja sesuai
dengan tugas dan fungsinyaas fungsi
masing-mas yang menyebarkan propaganda
ada tim yang memang melihat bahwa ada
beberapa golongan masyarakat yang
termakan propagandanya sehingga
dimasukkan ke dalam legitimasi itu
legitimasi yang tadi dalam grup kecil
Iya grup kecil itu kalau kita berbicara
bahwa masyarakat nih secara umum yang
menjadi target he masyarakat yang
seperti apa yang sangat mudah atau kita
bisa identifikasi yang paling mudah
untuk terpengaruh propaganda cyber ter
Iya sekarang tentu saja generasi
milenial akhir dan generasi Z ya
zilenial karena mereka ini kan ee
ibaratnya sangat haus dengan
informasi-informasi itu nah masalahnya
begini Ini juga salah satu ee catatan
khusus buat kita semua ya ketika
misalnya anak-anak muda Ini Membutuhkan
narasi-narasi keislaman begitu ya mereka
ketika mencari bahan bertemu dengan
situs-situs itu bukan bertemu dengan
situs-situs yang Islam moderat gitu
teman-teman Muhammadiyah teman-teman NU
ini kritik juga saya sering berorang
kali diskusi dengan teman-teman bbnu
teman-teman Muhammadiyah ee kalau saya
bahasanya sederhana gini Mas hariandi
ada orang nih ee kelaparan nih Kelaparan
masuk ke sebuah restoran Dia sangat
lapar dia minta buku menu eh menunya
gitu begitu menunya diantar oleh pelayan
itu yang di situ Itu menu-menunya jihad
menu ISIS menu Bolehkah kita melempar
seorang gay dari atap rumah itu
gitu-gitu sementara menu-menu yang umum
menu-menu moderat seperti ya tentang
kebersihan tentang profesional e
profesionalisme kerja disiplin itu
enggak masuk gitu sehingga karena dia
lapar masuknya ke menu itu karena tidak
ada pilihan tidak ada pilihan atau
sedikit sekali pilihan nah ini ini ini
juga salah satu kritik moga-moga
teman-teman dari Muhammadiyah dan NU
yang EE pimpinan-pimpinan Mereka nonton
podcast kita untuk kemudian secara
bersemangat menciptakan situs-situs ya
kan situs-situs platform-platform dari
ormas-ormas moderat yang mengantisipasi
atau bahasa sederhananya kontra
propaganda dari website-website mereka
gitu sehingga ketika ada anak muda yang
haus dengan narasi keislaman dia
bertanya itu ke situs yang benar bukan
ke mereka karena begitu bertanya ke
mereka akan digiring masuk ke diskusi
tertutup dan begitu dia diskusi tertutup
sudah masuk tahap legitimasi
sulit kita menariknya ketika sudah masuk
ke tahap legitimasi itu nah
pertanyaannya adalah kalau tadi ee
mereka akhirnya ketika mencari informasi
dan masuknya ke informasi dalam dalam
ranah cyber terorism artinya banyak
konten yang diciptakan oleh mereka
sehingga konten itu tersebar luas di
semua platform media sehingga ketika
klik pertama kali yang muncul itu dulu
pertama kali artinya ada ee konten yang
memang islam-islam moderat itu berarti
kurang
ada tapi kurang Iya ada tapi kurang jadi
gini kalau kita lihat e penanganan
terorisme termasuk terorisme siber di
Indonesia ini kan ada dua pendekatan ya
Ada pendekatan bahasa kami negatif
pendekatan negatif itu dengan pendekatan
hukum total misalnya take down situs
gitu itu kan pendekatan keras ya Oh ini
ada situs radikal nih e mengarah ke
terorisme take down mengarah ke ini take
down ini ini Oke tapi apa yang terjadi
yang terjadi adalah mereka akan membuat
situs baru apalagi rata-rata mereka
menggunakan platform-platform gratisan
itu blogspot WordPress yang
gratis-gratis gitu Jadi nanti hilang
satu nanti tumbuh 1000 kalau sekarang
misalnya kita search aja misalnya eh
ceramah-ceramah atau ideologi dari
pimpinan mereka misalnya aman
Abdurrahman gitu kita Googling aja pakai
Google biasa
amanabdurrahman.amr atau Am itu muncul
muncul suaranya rekamannya misalnya
tentang gaji PNS itu haram
Keluarlah dari TNI Keluarlah dari Polri
karena anda memakan uang haram masih ada
dan itu padahal amannya di penjara ya
menunggu hukuman mati dan itu kemudian
di-download disirkulasikan ke grup-grup
tertutup menggunakan telegram channel
menggunakan trema menggunakan signal
sehingga indoktrinasi berjalan terus
meskipun Orangnya sudah di penjara
Orangnya sudah di Nusakambangan gitu
narasinya masih bergerak masih bisa
digunakan suaranya itu karena ini
rekaman suara rekaman pengajian 1 jam 1
Seteng jam itu bisa untuk membuat
menyadarkan orang kader baru gitu Nah
maka saya dan beberapa teman-teman
misalnya mas nuruda Ismail di Singapura
RSS Raja ratnam mencoba menawarkan
pendekatan yang kedua pendekatan
positivis pendekatan positivis ini
adalah menggunakan mantan-mantan teroris
untuk menjadi credible
voice Mereka bicara di ranah siber tapi
mereka pernah gitu Jadi kalau saya ini
kan ya Saya belajar di kampus Saya
belajar metodologinya S2 Intel S2
terorisme misalnya mempelajari itu Tapi
kan tidak terlibat langsung saya orang
luar nih ngamatin Nah kalau mantan
teroris yang dia pernah menjadi teroris
pernah ditangkap denensus pernah
dipenjara pernah ke Suriah pernah
menjalani camp di ISIS sana langsung
Mereka bisa cerita artinya ada
pengalaman secara empiris Yes pengalaman
empiris dan itu kredit voice Nah itu
kemudian kami buatkan semacam website
namanya ruang ngobrol
ruangobrol.id salah satu website-nya
untuk kemudian memberikan eh sarana
kepada mereka-mereka mantan napi
terorisme yang sudah kembali ke jalan
yang benar gitu untuk Sharing
pengalamannya supaya orang awam ini
tidak tertarik dengan propaganda yang
sebelah sono gitu misalnya gini secara
sederhana Oh datanglah ke ISIS itu
negaranya keren di sana lifestyle-nya
bagus pendidikannya bagus kesehatan
anak-anak terjamin akan dapat santunan e
beras dan sebagainya Itu kan
propagandanya begitu yang pulang dari
Suriah ngomong langsung itu langsung nol
karena apa Karena dia bisa cerita betapa
mereka di sana disia-siakan enggak punya
rumah cuma tenda sederhana enggak bisa
makan anak-anaknya Bingung enggak bisa
cari susu jadi antara propaganda welfare
state versi ISIS dengan R pengalaman R
yang mereka jalani di Suriah itu
sehingga masyarakat kan Oh ya ini
berarti bohong nih beraanannya yang
benar yang ini yang dia pernah pernah ke
Suriah dan sudahdah balik lagi dan dia
bisa cerita Apakah itu efektif Mas
dua-duanya harus berjalan ya antara
penegakan hukum terutama di Rana siber
misalnya dengan patroli cyber take down
kemudian kerja sama dengan Eh misalnya
penyedia platform Nah itu tetap berjalan
tetapi ya sebagai sebuah ikhtiar
positivis eh positive action ini ini
sebagai
ee ibaratnya sebagai vaksin gitu ya
kalau ibaratnya sebagai vaksin sebagai
memperkuat imunitas sehingga kemudian
cerita-cerita ini bisa digunakan juga
sebagai bahan untuk mengcounter mereka
banyak suara-suara Sumbang di
tengah-tengah masyarakat terkait dengan
pro kontra kembalinya mantan api teroris
dari luar negeri banyak juga yang tidak
setuju tentunya menyayangkan bahwa ee
mereka akan kembali lagi seperti itu ada
ungkapan begitu Ee ada ungkapan bahwa
sejarahnya akan terus berulang jadi
tidak tidak perlu ketika mereka sudah
sampai ke luar negeri tidak perlu
dipulangkan lagi ke Indonesia karena
akan menjadi beban karena kemungkinan
dia akan kembali lagi juga cukup besar
Nah mas Ridwan melihat hal itu seperti
apa ya Ini ada dua pendekatan yang
pertama itu
ee pendekatan keras ya atau hard
approach yang mengatakan bahwa Oh mereka
kan kalau ke sana berarti
kewarganegaraannya sudah ditinggalkan
betul berarti mereka sudah menjadi
forign terrorist Fighter FTF dengan
demikian kena undang-undang imigrasi
dengan demikian dia bukan WNI lagi
berarti kita ggak usah ggak usah
mengurusi Mereka lagi atau Yang Kedua
mereka ini bagaimanapun juga lahir di
Indonesia tapi tersesat Jadi mesti
diselamatkan mesti disembuhkan nah Kami
mencoba melakukan pendekatan kepada
mereka yang sudah berhasil dipulangkan
jadi ada yang belum has masih banyak di
kem alhol itu Orang Indonesia itu
237 tahun lalu datanya masih di sana di
Suriah Nah sementara yang sudah
dipulangkan mereka kan disidang dulu
disidangkan kalau mereka masuk dengan
delik undang-undang teror mereka masuk
penjara dulu yang 4 tahun ada yang 3
tahun kalau mereka misalnya tidak
terbukti maka mereka di Rehab di balai
rehabilitasi di ee Jakarta Timur itu
Balai rehabilitasi sosial di sana 3
bulan baru setelah itu keluar lagi nah
mereka-mereka ini ini yang sebagian dari
mereka yang kemudian kembali ke NKRI
mengakui kembali Pancasila mencabut
kembali baiat mereka kepada ISIS ini
yang kemudian kita coba dekati menjadi
agen-agen credible voice dan mereka
setuju setuju sekarang ee program ini
masih masih terus berjalan ya tapi ee
sudah sekitar du 14 14 mantan napiter
yang yang ada 14 yang secara aktif
terlibat untuk menulis bicara di ee
situs kita Gitu Ee menceritakan
pengalaman merekalah memproduksi konten
yang tadi disampaikan bahwa untuk kontra
propaganda ituul bahwa ada kejadian Ril
di luar negeri ketika mereka bergabung
ternyata tidak seperti apa yang
disampaikan oleh propaganda propaganda
yang tadi tersebar masif itu nah jejak
digital itu kan tidak bisa dihapus Mas
pasti tahu bisa dilacak dan lain-lain
tadi Kalau Mas Ran sampaikan bahwa ee
pendekatannya ada pendekatan negativisme
ada pendekatan positivisme Nah harusnya
kan bisa dilacak Heeh kesulitannya apa
Ketika seseorang sudah dipenjara tapi
suara suaranya masih bisa besar
mempropaganda orang di media di Google
kita cek dan lain-lain sehingga banyak
juga orang terpengaruh artinya kan tidak
menjadi sebuah Jalan akhir Ketika
seseorang yang menjadi terorism itu
sudah dihukum tapi masih bisa
didengarkan suaranya masih bisa di
dibaca propagandanya oleh masyarakat
umum artinya tidak menutup kemungkinan
juga bahwa akan ada orang-orang baru
pengganti dia ya betul betul dan
perekrutannya terus berjalan
perekrutannya terus berjalan dengan
demikian ada problem di penindakan di
situ nah ini ini ini ini ini salah
satunya salah satunya adalah karena kita
belum punya semacam one dooror Policy
terkait dengan cyber terrorism sekarang
Densus 88 misalnya punya divisi cyber
kemudian Bares KM punya cyber Crime ini
sama-sama polisi ya
kemudian bssn mempunyai kemampuan itu
bin mempunyai kemampuan cyber juga ada
kedeputian tentang cyber di sana dan
beberapa institusi lain misalnya bais
ada satuan cybernya juga tetapi dengan
keahlian masing-masing itu kami belum
melihat ya kami e akademisi di luar
sebagai pengamat kita belum melihat ada
semacam satu
kesatuan yang terkendali secara satu
pintu khusus untuk mengatasi propaganda
cyber teror semua ini ini ini ini
menjadi pertanyaan ini nanti jadi
ranahnya siapa gitu kan siapa yang
paling bertanggung jawab siapa yang
kemudian paling bertanggung jawab Apakah
ini BNPT BNPT ketika kami diskusi Oh
enggak Mas kita ini tanggung jawabnya
setelah mereka tertangkap Oh justru
setelah tertangkap setelah tertangkap
mereka bertanggung jawab untuk
diradikalisasi atau sebelum mereka jadi
teroris dengan pencegahan jadi kan ada
dua dia sementara untuk penindakan bukan
di BNPT penindakan di Densus gitu kan
begitu di Densus terus Wah kita ngejar
yang existing aja Enggak terkejar semua
masih ongoing apalagi harus patroli
cyber jadi ini ada problem-problem nih
di masing-masing di masing-masing
institusi Nah saya kira perlu ini
semacam apa ya goodwill atau break
through ya mungkin bisa diinisiasi oleh
bssn karena bagaimanapun dengan bssn kan
e mempunyai kewenangan juga dalam ranah
mengamankan cyber karena konteksnya
adalah terorisme ini mengganggu ranah
cyber i keamanan dan kenyamanan
masyarakat dalam berselancar di dunia
maya apalagi tadi disampaikan bahwa ISIS
tidak punya teritori nyata lagi ya
teritorin
cyber teritorinya sudah enggak di l tapi
sudah berpindah ke ranah digital
semuanya di ranah digital kalau sebagai
pengamat terorism Mas Ridwan eh bahwa
ketika melihat regulasi ya yang ada di
Indonesia sudah Kuatkah ya undang-undang
terbaru 5 tahun 2018 undang-undang 5
2018 itu sebenarnya lebih memperkuat
pada proses penyidikan ya Jadi yang
sebelumnya 7 hari menjadi 14 hari
kemudian ee data intelijen atau analisa
intelijen bisa menjadi salah satu barang
bukti tetapi dalam konteks cyber seperti
yang kita diskusikan ee hari ini itu
belum cukup kuat belum cukup kuat untuk
kemudian secara proaktif misalnya
melakukan penangkapan terhadap
propaganda di website
ini contohlah ada seorang ulama dalam
tanda petik bicara tentang kehebatan
Khilafah untuk menggantikan sistem hukum
Indonesia di YouTube Itu yang nonton 1,2
juta view 1,2 juta 1,2 juta itu baru
satu channel channelnya banyak banget
Kami punya listingnya ini ini teman apa
E gerakan Hizbut Tahrir mereka bukan
teroris tapi mereka sudah gerakan
terlarang dong sudah ada Perpres untuk
melarang gerakan itu kan tapi mereka
masih bisa melakukan propaganda itu di
ranah YouTube dan ketika kemudian kita
tunjukkan misalnya ke teman-teman
penegak hukum mereka kebingungan nih mau
ditangkap Nanti kena pakai undang-undang
apa mau pakai ite atau mau pakai teror
mereka belum dapat konstruksinya padahal
itu mereka tiap hari tiga video Mas
setiap hari produksi video setiap hari
produksi tiga video dan dan tidak cuma
satu channel loh ada mungkin sekitar 40
50 40 sampai 50 channel yang
teridentifikasi oleh masrian dan
teman-teman teridentifikasi oleh tim
kita bahwa ini adalah propaganda
Khilafah versi hizfu Tahrir yang
menggantikan sistem hukum Indonesia
menjadi sistem Khilafah sebagaimana yang
sudah dilarang oleh Perpres kan
patokannya itu isbut thir sudah dilarang
dengan Perpres Nah ini Ini baru yang itu
belum Tadi yang propaganda proisis ada
juga di YouTube juga ada mereka
mengatakan bahwa Ee Kita harus kembali
menghidupkan Khilafah versi ISIS itu
muncul juga
Nah kan sebenarnya ada IP address di
situ ada email di situ dengan kemampuan
penegak hukum kan bisa dirak bisa
dilacak gitu bisa ditangkap Kenapa itu
tidak dilakukan tadi Kalau menyinggung
bahwa regulasinya masih belum kuat tadi
nah Apa yang harus dilakukan pemerintah
Apakah harus ada undang-undang yang yang
yang tercipta untuk tadi kebingungan
tadi bahwa mau kalau ditangkap dengan
dengan pasal apa dengan dakwaan apa Dan
lain-lain apakah perlu undang-undang
yang kiranya itu bisa melihat karena
kampaignnya pasti secara pribadi karena
ketika organisasinya dilarang dia dia
berpisah dari organisasinya terus
kampennya secara pribadi tapi isinya
kurang lebih sama betul betul betul dan
nama-nama baru ya nama-nama baru kan
mereka sekarang menggunakan nama-nama
yang menghindari kata-kata hizbutarir
itu Nah saya kira perlu ada penambahan
pasal ya mungkin revisi di undang-undang
5 2018 tentang terorisme atau penambahan
pasal di undang-undang ite
bisa juga kalau mau diinisiasi semacam
ee apa semacam Perpu begitu atau semacam
peraturan perundang-undangan di bawah
undang-undang untuk khusus mengatur
tentang penanganan terhadap cyber
terrorism misalnya begini bssn duduk
Satu meja dengan BNPT duduk Satu meja
dengan Mabes Polri duduk Satu meja
dengan kominfo merumuskan Apakah Perpres
di situ untuk kemudian nanti ditetapkan
sebagai dasar satu tim itu bergerak
ya Nah dengan demikian ketika ada urusan
tentang propaganda cyber baik itu baru
propaganda maupun sudah melakukan
serangan eh insinuasi tadi sudah
melakukan hacking sudah melakukan
perintah menyerang itu langsung bisa
ditangani oleh lintas instansi tadi kan
punya kemampuan masing-masing punya
keahlian masing-masing di situ nah ini
saya kira bisa diinisiasi apalagi kita
ini bentar lagi kan pemilu nih Mas
kurang lebih 10 bulan kalau kemudian
narasi politik identitas masuk kemudian
narasi-narasi Anti nkri-nya masih ada
pasti akan mengganggu stabilitas e
Pemilu ee masyarakat jadi enggak
nyamanlah gitu kita masih ingatlah
beberapa kasus yang lalu misalnya
Pilkada DKI gitu kan Pilpres 2019 kan
masih juga ada tuh narasi-narasi Hok
narasi-narasi kebencian berdasarkan Sara
itu nah di situ di situ mereka juga
menunggu-nunggu tuh kelompok-kelompok
teror ini menunggu menungu moment
seperti itu mereka nebank di situ
menumpangi itu untuk mencari kader-kader
baru dilihat dari simpatisan-simpatisan
yang kira-kira termakan oleh propaganda
mereka jadi menjadi Pemilu juga menjadi
ajang bagi mereka untuk menampakkan diri
atau merekrut kader-kadar baru Iya
mereka berkepentingan agar Pemilu gagal
dengan demikian mereka bisa bilang bahwa
lihat sistem demokrasi enggak kompatibel
kok dengan Indonesia harus diganti
sistem ini gagal tidak mensejahterakan
Mas masarakat tidak menjahterakan umat
gitu Kan mereka masuk di situ kalau dari
yang lebih ekstrem lagi memang kalau
ISIS kan mereka memang anti negara ya
mereka sudah sudah benar-benar
menganggap bahwa mereka ini punya negara
sendiri Gitu Ee halunya sudah levelnya
sudah seperti itu sudah punya Khilafah
sendiri mereka tidak mengakui presiden
kita gitu He identifikasi Mas Ridwan nih
Eh kita bisa lihat
bahwa Berapa besar sih populasi mereka
Oke ini kalau dari sisi kader ya jemaah
ansarud Daulah itu penelitian kami
terakhir dari mereka yang sudah
dipenjara kemudian kita proyeksi mereka
ini masih tersisa kader dan keluarga di
luar itu sebenarnya enggak besar enggak
nyampai 500.000 Eh sekitar 300-an sekian
300.000 sekian ini baru jad belum Nanti
Eh ada JKN jemaah Khilafah Nusantara ada
lagi Eh Abu Fida ada lagi Abu Husna ini
masing-masing punya sel sendiri tetapi
enggak nyampai 1 juta lah dibandingkan
270 juta masyarakat Indonesia jadi kan
kecil banget enggak nyampai 1% ya kecil
sekali tetapi mereka ini walaupun kecil
mereka ini militan dan nekad mereka bisa
bisa kemudian apa dengan narasi mereka
itu melakukan tindakan-tindakan yang
membahayakan keamanan publik misalnya
melakukan pengeboman diing situs KPU kan
bikin membuat enggak nyaman semuanya Nah
karena mereka jumlahnya sebenarnya
secara presentasi kecil ini menjadi
pertanyaan buat saya Kenapa ormas-ormas
besar misalnya kayak NU Muhammadiyah
kemudian apa persis ya yang gede-gede
itu PUI Kenapa kemudian tidak
menciptakan satu sistem yang dalam tanda
petik bisa menyembuhkan mereka ini ini
kan mereka ada nih orang-orangnya di
penjara di Nusakambangan di lapaspo di
gedung Pane di Semarang ada nih mereka
ini bisa didatangi bisa didatangi diajak
bicara Kenapa kamu bergabung dan
seterusnya lalu kemudian disadarkan
tetapi ya ini problem juga ya
kadang-kadang begitu ini teridentifikasi
sebagai
teroris berlepas tangan gitu enggak mau
dekat-dekat gitu kan enggak mau
dekat-dekat tapi kalau misalnya di DPR
itu ada beberapa anggota DPR yang bilang
terorisme ini rekayasa
terorisme ini permainan intelijen tapi
begitu kita tanya Oke pak kalau
terorisme permainan intelijen saya antar
yuk ke penjara yuk Ketemu aman
Abdurrahman bikin podcast yuk gitu Saya
pernah nawarin gitu waktu itu ke Pak
Hidayat nurwahid politisi dari PKS kita
tawarkan memang waktu itu kami yuk Bikin
podcast nanti kerja sama kita masukkan
di YouTube Pak Hidayat ngobrol sama aman
Abdurrahman gitu jadi biar biar adu ilmu
gitu I mereka enggak berkenan
enggak mau ya dengan berbagai macam
alasan kesibukan dan sebagainya nah ini
loh maksud saya kadang-kadang Ada
standar ganda antara bilang bahwa ini
terorisme itu enggak ada itu permainan
penguasa itu permainan intelijen tetapi
mereka enggak mau kemudian membuktikan
faktanya bahwa memang ada benar Oh
mereka di penjara ggak usah sampai
penjara pada saat di pengadilan saja
enggak mau datang contoh ya yang paling
nyata waktu penusukan pakanto saat
ituopol hukam e penusukannya di Banten
dilakuk kan oleh salah satu sel e jad
Banten kan begitu ditusuk masuk rumah
sakit kan langsung muncul Tuh konspirasi
ini enggak mungkin masa main kopol hukam
bisa ditusuk ohoh Masa penusuknya cuma
pakai kunai r.000an Wah enggak mungkin
nih dan
seterusnya tapi mereka yang bilang
menuduh bahwa ini
konspirasi 2 minggu kemudian enggak mau
datang ke sidangnya abuara ini sidangnya
terbuka di PN jakpus gitu saya datang
hampir hampir setiap hari saya pantau
Saya ingin lihat nih penusuknya siapa
sih jaringan mana sih beneran enggak sih
dan beneran dihukum 12 tahun bahwa
memang ada orangnya beneran gitu loh
bukan kemudian ini misalnya Oh ini agen
Intel nih biar bisa nusuh enggak fakta
lapangannya memang ada I ini yang ini
yang kemudian menjadi catatan yang
kadang-kadang teman-teman yang di luar
ee bilang bahwa terorisme ini ee bukan
fakta tapi mereka tidak mau secara
mandiri melakukan verifikasi tuduhannya
dan ketika ditunjukkan faktanya mereka
denal gitu enggak mau ke penjara gitu
kan misalnya kita bicara soal cyber
website itu enggak ada itu dieroris
enggak mungkinlah mereka bisa bikin
website cyber kita kirim aja tuh
link-link website website Di mana Di
situ ada rekaman-rekaman aman
Abdurrahman yang tadi aku bilang gaji
ASN haram profesi TNI haram itu bisa
dibuka kok tinggal diklik gitu Jadi kita
kita kadang-kadang mau memberantas dalam
tanda petik memberantas ya isme ini
masih terkendala juga di internal baik
dari politisi teman-teman ormas aktivis
yang masih tidak sepenuh hati menganggap
bahwa ini beneran ada ini orang-orang
Ini dan harus disembuhkan gitu loh Nah
tadi ketika Mas rwan sampaikan bahwa ada
ada proses Di mana kita bisa menyadarkan
mereka yang sudah dipenjara dan
lain-lain nah yang menarik adalah ruang
itu memang dibuka iya i dibuka dibuka
untuk berdiskusi menyadarkan dan
diradikalisasi dan lain-lainuka I BNPT
malah malah sangat-sangat Open dengan
itu dan mengajak semua pihak Iya semua
pihak kalau mau Monggo gitu Deputi apa
namanya deradikalisasi direktur
deradikalisasi BNPT sekarang Pak brikjen
Ahmad Nur Wahid itu sangat terbuka
sebelumnya Prof Irfan Idris sekarang
Prof Irfan direktur pencegahan itu
sangat terbuka kalau misalnya ada dari
ormas Muhammadiyah NU atau yang lain mau
ikut ke penjara mau ikut membina mau
ikut diskusi mau ikut menyantuni
istri-istri mereka yang di luar kan ada
tuh suaminya ditangkap karena teroris
istrinya Enggak kerja kan lah terus
mereka gimana ada anak-anak masih kecil
apa yang terjadi kalau kemudian denayil
mereka mintanya ke siapa istri-istri ini
mintanya ke sel mereka dan itu dipenuhi
Ya jelas karena kan bagian dari
organisasi kelompok jemah ini lalu
kemudian yang terjadi apa siklusnya
berulang ada kesetiaan yang muncul di
situ Iya begitu keluar dari penjara
didatangin lagi Eh itu istri kamu kan
kemarin selama kamu ditahan yang
ngurusin makan minumnya pendidikannya
siapa kan kite Ya udah main lagi bom ee
kemarin bom Astana Anyar itu pelakunya
residivis bom Cicendo sudah ditahan di
Nusakambangan 4 tahun Pada saat ditahan
itu keluarganya yang ngurusi adalah
kelompok mereka begitu dia keluar sempat
tinggal di Sukoharjo 7 bulan balik ke
Bandung melakukan serangan ke bom Polsek
Astana Anyar itu residivis kejadian yang
berulang kembali setelah jadi artinya
penjara juga tidak ee membuat mereka
Jera penjara tidak secara ideal membuat
mereka jerah ini problemnya lebih rumit
lagi kalau diskusi soal itu soal
kapasitas soal ee sipir yang kurang
memahami tentang deradikalisasi
macam-macam kalau itu atau ada ada juga
kekhawatiran masyarakat bahwa ketika
mereka dipenjara justru mereka bisa
juga mengedarkan ataupun memberikan
informasi ataupun paham-paham radikal
atau propaganda terhadap e teman-teman
yang dipenjara itu exactly itu sudah
terjadi di bom Sarin thrin tahun
2016 Pelaku Bom Sarinah Tamrin itu
adalah seorang residivis kasus curanm
namanya Ali dia dia mencuri motor lalu
ditahan di Lapas Cipinang pada saat dia
mendapatkan proses penahanan di Lapas
Cipinang ketemu mereka dengan napi-napi
teroris yang ditahan juga di Cipinang si
alikrut jadi begitu dia keluar karena
kan ee curanmor kan enggak lama ya 2
tahunan Gitu begitu dia keluar dia bukan
lagi menjadi residivis curanmor sudah
menjadi teroris baru yang kemudian
menyiapkan operasi penyerangan bom 2016
Sarinah Tamrin itu yang kemudian didanai
dari Filipina Selatan senjatanya diambil
dari Filipina Selatan dan dibayar dengan
mbanking dari Nusakambangan ya
senjatanya dibeli dengan mbanking oleh
terpidana hukuman mati dari
Nusakambangan dari Nusakambangan artinya
kan ada jadi HP masuk I rekening masih
ada ini kan menarik ya Secara Saber
gimana nih orang ditahan di
Nusakambangan dia bisa ngirim uang untuk
beli senjata di Filipina Selatan untuk
nembak polisi di tamrid artinya ada
problem bahwa di Rana cyber terorism
Justru lebih masif karena banyak hal
yang bisa dilakukan dengan sifatnya yang
sangat cepat online dan lain-lain nah
Kejadian beberapa waktu belakangan
terkait Lampung contohnya he eh ada
peran besar ranah cyber terhadap ee
kejadian di Lampung Mas yang EE Lampung
ini kan pelarian dari J ya J Poso Eh
kalau yang Lampung ini sebaliknya mereka
justru menutup sama sekali akses ke
cyber J Jadi mereka tidak muncul di Rana
tidak muncul sama sekali jadi
pergerakannya offline semua offline
tidak menggunakan handphone mereka
berkomunikasi secara manual membuat bker
di perbukitan di Lampung ee Tengah oke
gitu Jadi kalau yang Lampung ini mereka
tahu begitu mereka masuk ada jejak cyber
pasti kelacak gitu Jadi kalau meminjam
kata-kata itu saya potong Mas kalau
ketika mereka masuk ke ranah cyber
kelacak pasti Iya Mengapa yang lain
tidak kelacak ya karena mereka DPO yang
Lampung ini DPO Oh yang Lampung DPO yang
lain main di cyber itu belum
teridentifikasi siapa Dia ee
identitasnya palsu kadang-kadang Lon
wolf ya Lon wolf itu misalnya ya kasus
penembakan mabus Polri yakiah Aini itu
dia brosing sendiri dia marah sendiri
dengan artikel-artikel yang ada di
internet karena sudah kedoktrin
kedoktrin di internet nulis surat wasiat
nyerang mabespi dengan air softun lah
terpaksa dilembak mati dan itu tidak
terafiliasi dengan jaringan manaun Nah
justru Ini yang lebih berbahaya
sebenarnya Mas bahwa ketika seseorang
bisa akses internet dari manapun ketika
dia merasa ee hidup sendiri contohnya
atau tidak banyak bergaul dengan
lingkungan sekitar sosialisasi dan
lain-lain mereka dari kamarnya dari
rumahnya gitu terus browsing internet
terus terpengaruh dengan konten yang
tadi masan sampaikan bahwa banyak
konten-konten propaganda yang justru
muncul ketika kita klik mereka pelajari
sehari du hari sebulan 2 bulan pasti
kedokterin karena tidak ada informasi
lain yang muncul ataupun informasi
pembanding gitu nah Apa yang harus
dilakukan sebenarnya untuk l ini Mas
kalau l ini problemnya rumit banget ya
Kayak misalnya kasus yang tadi Mas Kakan
itu real terjadi namanya Zaki Zaki ini
seorang anak SMA yang baik-baik saja
tahun 2016 Oktober 2016 dia kalau ke di
rumah ya anak baik ee dengan orang tua
baik dengan lingkungan baik sama sekali
enggak menunjukkan ide identifikasi
bahwa dia ini anak-anak jahat nih tapi
dia lebih banyak waktunya di kamar
browsing internet
2016 ternyata yang dia browsing adalah
film-film atau narasi-narasi dari ISIS
Oke sehingga Kemudian pada suatu pagi
dia mau berangkat sekolah dia ambil Piso
dapur dia lewat pos polisi di Cikokol
dia tusuk polisi dia tusuk polisi mati
dua polisinya dan Dia terpaksa juga
harus ditembak mati nah begitu bingung
semua ini jaringan mana jaringan mana
Enggak enggak ketemu begitu laptopnya di
forensik ternyata dia Lan wol dia secara
mandiri belajar dari internet jadi ini
terjadi sudah benar-benar terjadi itu
kasus Cikokol
dan dan ini bisa terjadi lagi maksud
saya ini bisa terulang lagi nah karena
itu saya kira yang paling mendesak
sekarang selain patroli cyer juga segera
menciptakan tadi kontranarasi
sebanyak-banyaknya jadi Eh misalnya bssn
itu bisa juga bekerja sama misalnya
dengan Muhammadiyah gitu kan ee membuat
semacam ya platform lah Muhammadiyah kan
banyak nih anak-anak muda yang cerdas
platform literasi platform literasi gitu
dibuatkan semacam website khusus untuk
anak muda di mana mereka bisa mengisi
podcast seperti ini gitu kan
cerita-cerita tentang dinamika anak muda
Islam versi Muhammadiyah demikian juga
NU gitu sehingga kemudian kalau ada anak
muda kayak Zaki itu ketika dia eh ter
apa terdoktr dengan perang-perang ISIS
itu ketika dia Google sebenarnya ISIS
Apa itu muncul Tuh secara algoritma
Mestinya apa namanya Seo itu ya Iya e
muncul Tuh naik website-website
Muhammadiyah atau NU yang mengcounter
itu nah sekarang NU on online agak
lumayan tuh si Mas Safi alali mungkin
sekali-kali juga perlu Tuh dipanggil di
podcast ini karena dia secara aktif
bikin NU online untuk mengconter itu ya
mengconter propaganda-propaganda itu
sehingga begitu ada propaganda Khilafah
NU online nimpali gitu nimpali gitu
sehingga terjadi diskursus tidak satu
arah dan tidak membuat lw-lw baru
seperti Zaki atau Zakiah a ini itu yang
M intinya ada informasi pembanding
ataupun informasi lain yang diterima
oleh masyarakat terutama anak-anak muda
generasi milenial tadi yang Disinggung
oleh Mas Ridwan generasi Z gitu juga
bahwa ketika mereka mencari informasi di
internet artinya ada banyak informasi
yang mereka bisa kontra informasinya
ketika mka melihat a terus Mereka
melihat B ada perbedaan mereka bisa
berpikir mana yang lebih baik nah selain
yang tadi Mas bahwa justru ketika yang
lonwol tadi cerita tentang Zaki
contohnya artinya kan ada ee butuh peran
besar orang tua keluarga agak agar
melihat Bagaimana anaknya tiba-tiba
berubah gitu selain dari regulasi yang
diciptakan oleh pemerintah selain
mungkin bahwa pembatasan konten-konten
yang diidentifikasi itu menjadi sebuah
propaganda dan tidak bisa diakses oleh
anak di bawah umur contohnya Nah itu
juga mungkin bisa dilakukan bagaimana
kita melihat orang tua yang sekarang kan
anak kecil sudah pakai gadget Mas betul
betul Eh dari mulai SD mungkin sudah
pakai gadget dan lain-lain sehingga
bagaimana kita juga bisa melihat
ee informasi yang diterima oleh
anak-anak kita yang kecil juga bisa ee
terfilter dengan baik H ah itu yang
mungkin aku setuju banget aku setuju
banget apalagi kan sekarang ini era ya
gadget kayak murah murah banget kan
sekarang Rp500.000 gitu di desa-desa
sudah punya semua tuh handphone artinya
dengan ee sesuatu yang sangat mudah
terjangkau begitu narasi cyber ini bisa
langsung direct ke ke titik ter terdalam
kita I karena itu yang dibutuhkan saya
setuju dengan mas Ariandi tadi bahwa
adus ada ketahanan cyber keluarga
artinya begini kadang-kadang nih Kita ya
kalau mau ngecek HP Adik kita atau anak
kita itu kan terpassword tuh I Wah
terpassword tuh eh orang tua itu
kadang-kadang enggak bisa ngakses
laptopnya anak orang tua enggak bisa
ngakses handphone-nya anak Padahal kita
perlu tahu apa yang di diakses itu apa
kasus Zaki tadi tahu-tahu begitu terjadi
ketika di forensik kelihatan tuh jejak
orang tuanya kaget orang tuanya kaget
nah ini supaya tidak terjadi Saya kira
Mang perlu diberikan semacam literasi
kepada masyarakat ya agar ee bapak-bapak
dan ibu-ibu itu melakukan secara rutin
pengecekan bisa saja kan disiasati itu
diam-diam ketika anaknya tidur misalnya
untuk tahu Sebenarnya anaknya itu
bergaul dengan siapa jangan-jangan dia
masuk ke satu grup tertentu yang tadi
aku cerita soal telegram grup itu yang
ternyata di situ indoktrinasi
paham-paham teror Nah kalau itu terjadi
ketahuan Saya kira seh harus segera
melapor bisa ke BNPT mereka punya
semacam pos aduan juga bisa ke papespi
bisa juga ke perangkat yang terdekat Ya
kalau dalam hal ini misalnya Polsek
misalnya atau RT RW ketika mereka merasa
Oh ini anggota keluarga saya ini
kayaknya terpapar teror gitu kalau
terlambat ya Jangankan orang tua ya
mereka itu bisa apa dalam tanda peentik
mengkafirkan keluarganya sendiri gitu
dalam tanda penti paling
ekstrm karena mereka merasa Oh ini
melanggar melanggar syariat yang saya
pahami gitu itu kan bahaya banget i
kalau tadi himbauan kepada masyarakat
yang disampaikan oleh Mas Ridwan tentu
sebagai individu kita kita pada umumnya
sebagai individu Sebagai pengguna di
ranaah cyber tentu banyak peran yang
bisa kita lakukan terus
ee banyak hal-hal juga yang mungkin bisa
kita imbau terhadap diri sendiri
terhadap ee keluarga terhadap orang
sekitar dan terhadap masyarakat pada
umumnya Apa hal yang paling penting
dalam rangka kita memerangi cyber
terorism yang pertama tentu kita harus
memahami dulu apa apa saja yang
EE perlu kita filter ya yang tadi yang
saya sampaikan bahwa pasti mereka di
awal itu membandingkan sesuatu yang
tidak Apple to Apple kalau sudah ada
gelagat-gelagat begitu ini indikasinya
sangat kuat ke sana Jadi ada awareness
dulu di sisi kita Kemudian yang kedua
kalau memang kita mempunyai kemampuan
untuk melakukan literasi lakukan kalau
anda misalnya bisa menulis tulis Kalau
Anda misalnya bisa bikin podcast bikin
podcast bikin ee e platform YouTube
bikin YouTube sebagai sarana edukasi
membantu pemerintah untuk melakukan itu
kalaupun tidak ya secara mandiri kita
bisa melakukan proteksi diri sendiri
ketika ada yang mengajak Eh ini situs
bagus nih Begitu diklik mulai tuh Oh
gaji ini haram gaji dari ASN haram Wah
itu ini mulai gagat-gelagat ini
tinggalkan tinggalkan kalau memang tidak
punya kemampuan mengcounter setidaknya
tinggalkan saja gitu kalau kalau Karena
begini ada yang mencoba
mengkonter tapi justru terjebak di situ
justru masuk ke dalam dunia itu Iya
begitu oh ini enggak setuju gitu dibawa
ke ranah diskusi
dikeruputin jadi semacam di dihajar
bersama-sama agar dia juga ikut ke dalam
kelompok itu Iya kayak gini misalnya
ee ini ini bukan Anjing loh ini kucing
padahal ini anjing ini kucing Enggak ini
anjing Enggak ini kucing yuk diskusi
sama yang lain yuk kita diskusikan nih
ini anjing apa kucing yang lain Bilang
kucingkucing kucing hilang dia
kepercayaan dirinya Oh iya ya Kucing ya
padahal jelas-jelas itu anjing gitu loh
Itu narasi sederhana analoginya kayak
gitu itu satu-satu ideologi yang
kemudian secara ramai-ramai dikeroyok
sehingga anak atau orang ini enggak
tahan dan mau enggak mau jebol tuh
pertahanannya begitu jebol ya sudah dia
akhirnya percaya artinya kalau melihat
realitas yang terjadi seperti itu Butuh
juga bahwa ee bantuan dari
organisasi-organisasi yang besar yang
tadi mas rwan sampaikanu iya iya butuh
juga berbagai macam literasi dari sektor
pemerintahan dan lain-lain kolaborasi
intinya adalah kolaborasi untuk
menciptakan diskursur tersendiri untuk
menciptakan bagaimana kita melihat bahwa
ee itu adalah sesuatu yang salah
contohnya dan itu juga take down tadi
menjadi salah satu salah satu opsi terus
melakukan e pendekatan-pendekatan yang
tadi Mas riwan sampaikan terakhir Mas
ini obrolan sangat menarik semoga ini
juga bisa menjadi pencerahan bagi kita
semua terakhir sebelum kita tutup
himbauan untuk masyarakat dalam
menyikapi cyber terorism di tengah
transformasi digital yang tumbuh akses
internet yang juga luar biasa di
Indonesia yang pertama saya kira ini
mendekati Pemilu ya ini mendekati Pemilu
himpuan kami Ee berhati-hati tidak
menjadi justru agen pemecah bangsa gitu
ya karena sekarang ini netizen ini kan
luar biasa ya bahkan kalau kita buka
platform Twitter hampir setiap hari ada
kasus Kan setiap hari ada kasus setiap
hari bahasa kita itu ada netizen yang
merujak seseorang gitu jadi Kalaupun
kita B enggak bisa jadi solusi
setidaknya kita enggak jadi masalah baru
itu pertama Nah yang kedua tadi yang
sampaikan Mas Aryandi ketahanan keluarga
Mari kontrol anak-anak kita adik-adik
kita tanya mereka ini buka situs apa
mereka Kalau mencari satu satu pemahaman
Itu grupnya apa E apa punya telegram
channel tertutup nah ini perlu perlu
dikuatkan kepada setiap keluarga agar
tidak risih ketika mengecek eh gadget
atau laptop dari anak mereka Atau Adik
mereka supaya tidak terseret ke eh cyber
terorisme itu oke ketika tidak bisa
menjadi ee solusi setidaknya tidak
menjadi masalah baru ini menarik Terima
kasih Mas rwanan yang sangat eh
informatif Ini bisa memberikan informasi
terhadap siberman sekalian Bagaimana
cyber terorism bekerja dan dampak serta
bagaimana kita menanggulangi ee
kiat-kiat dari cyber terorism yang ada
kita ketemu lagi di podcam Simas podcast
keamanan siber untuk masyarakat edisi
selanjutnya Terima kasih dan sampai
[Musik]
jumpa
Lanjutkan dengan YouTLDR
Analisis video lain dengan Pro
Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Opus 5 released! Is it better than Fable?
Mastra · English

Leilão de Embriões Nelore PO DNA Genética Aditiva
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

Leilão Peso Pesado Rima Agropecuária
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

النبي .. جبران خليل جبران .. إقرا بودانك
اقرا بودانك · Arabic

Leilão Internacional CIA
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

23° Mega Leilão Genética Aditiva - 1ª Etapa Fêmeas Nelore PO
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

كتاب رسالة الغفران
كتابي المنقذ · Arabic

Erkenntnistheorie 7 Immanuel Kant II
Dominik Finkelde - Hochschule f. Philosophie · English

Schwarze Löcher Erklärt - Von der Geburt bis zum Tod
Dinge Erklärt – Kurzgesagt · German

Como construir uma esfera de Dyson – A Megaestrutura Suprema
Em Poucas Palavras – Kurzgesagt · Portuguese (Portugal, Brazil)

[Histoire des sciences] L’histoire de l’intelligence artificielle (IA)
CEA · French

ميكانيكا الكم│1│الواقع الوهمى - كيف بدأ الكم ؟!
Sharafestien - شرفشتــاين (Sharafestien) · Arabic