Full Transcript

ยทYouTLDR

PAK KETUM MENYAPA ๐ŸŽ™๏ธ | Menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027 ๐Ÿ“š

1:45:03IndonesianTranscribed Jul 14, 2026
11:32

[musik]

11:44

[musik]

11:51

[musik]

11:56

[musik]

12:01

[musik]

12:10

Asalamualaikum warahmatullahi

12:11

wabarakatuh.

12:14

Yang terhormat Ketua Umum Pimpinan Pusat

12:16

Muhammadiyah Prof. Dr. Hida Nasir, M.Si.

12:19

Yang kami hormati Prof. Irwan Aki,

12:22

M.Pd., Ketua Pimpinan Pusat

12:24

Muhammadiyah. Yang kami hormati Bapak H.

12:27

Didik Suhardi, PhD, Ketua Majelis

12:29

Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat

12:31

Muhammadiyah, serta yang kami banggakan

12:34

Majelis Dikdasmen dan PNF untuk tingkat

12:37

wilayah, pimpinan daerah, dan juga

12:39

pimpinan cabang, para kepala sekolah,

12:42

guru, karyawan, dan terkhusus seluruh

12:45

pelajar Muhammadiyah di seluruh

12:47

Indonesia.

12:53

Kami haturkan selamat datang dalam acara

12:55

Ketua Umum menyapa menyambut tahun

12:57

pelajaran baru 2026-2027

13:00

dengan tema yang penuh semangat

13:02

kebaikan, gembira berkarya.

13:05

Alhamdulillahirabbil alamin. Kita

13:07

haturkan rasa syukur ke hadirat Allah

13:09

Subhanahu wa taala pada pagi hari ini

13:12

seluruh pelajar Muhammadiyah

13:13

se-Indonesia berkumpul bersama menyambut

13:16

tahun pelajaran baru 2026-2027.

13:19

Dan seluruh hadirin, marilah kita mulai

13:21

dengan membaca basmalah.

13:23

Bismillah.

13:27

Acara ini diikuti oleh Pelajar

13:28

Muhammadiyah seluruh Indonesia yang

13:30

bergabung via Zoom di wilayah

13:32

masing-masing dan juga mengikuti bersama

13:35

via YouTube Muhammadiyah Channel dan

13:37

kepada seluruh peserta dan juga para

13:40

pelajar ee kepala sekolah boleh, para

13:42

guru juga boleh. Beberapa

13:44

pimpinan-pimpinan yang sudah bergabung

13:46

jangan lupa untuk like, comment dan

13:49

subscribe di Muhammadiyah Channel.

13:52

Pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang akan

13:56

dilantunkan oleh Nur Rasti Istiqomah

13:59

kelas 11 dari SMA Muhammadiyah Sunggu

14:02

Minasa Somba OPU Gua, Sulawesi Selatan

14:05

yang akan membacakan Quran surah Ali

14:08

Imran ayat 103-104.

14:11

Kepada Nur Rasti Istikomah disilakan.

14:14

[musik]

14:21

[musik]

14:25

[musik]

14:41

Asalamualaikum warahmatullahi

14:43

wabarakatuh.

14:48

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

15:05

Bismillahirrahmanirrahim.

15:09

[bernyanyi]

15:13

H

15:33

wau

15:38

biillah

16:00

Wallahi alaikum

16:03

idz kuntum

16:22

Kadzalika

16:24

yubayyinullahu

16:27

lakum ayatihi

16:31

la'allakum

16:34

tahtadu.

16:52

Waltaqu

16:55

minkum

16:57

ummatun

17:00

yaduna

17:02

ilal khairi

17:08

bilufianunail

17:51

wa

18:07

Sqallahuladzim.

18:09

[bernyanyi]

18:12

Asalamualaikum warahmatullahi

18:14

wabarakatuh.

18:16

[musik]

18:21

[musik]

18:26

[musik]

18:29

Maha benar Allah dengan segala

18:30

firman-Nya. Kami haturkan terima kasih

18:33

kepada Ananda Nur Rasti Istiqomah yang

18:35

sudah membacakan ayat suci Al-Qur'an.

18:37

Mudah-mudahan mengalirkan pahala dan

18:39

keberkahan bagi kita yang mendengarkan

18:42

dan khususnya bagi sang pembaca. Hadirin

18:44

yang berbahagia, marilah kita sama-sama

18:46

menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang

18:49

Surya. Bagi peserta yang hadir bersama

18:52

via

18:54

YouTube, menyaksikannya lewat YouTube

18:57

bisa kami persilakan berdiri dan bagi

19:00

peserta yang hadir lewat Zoom bisa

19:02

mengambil sikap sempurna.

19:05

Kami persilakan

19:10

[musik]

19:14

Indonesia [musik] tanah airku,

19:19

tanahku.

19:21

[musik]

19:24

Di sanalah

19:26

aku berdiri [musik]

19:29

jadilah

19:31

Tuhan. [musik]

19:34

Indonesia

19:36

kebangsaanku,

19:39

bangsa dan tanah [musik] air.

19:44

Marilah kita bersaru

19:49

[musik] Indonesia

19:51

bersatu.

19:54

Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,

19:58

[musik]

19:59

bangsaku, dan tentu semua.

20:04

Bangunlah [musik]

20:05

jiwanya bangunlahnya

20:09

untuk Indonesia [musik] raya

20:14

Indonesia Raya merdeka, merdeka tanahku

20:20

negeriku [musik] yang kucinta

20:24

Indonesia Raya merdeka, merdeka [musik]

20:29

hiduplah

20:30

Indonesia

20:34

Indonesia [musik]

20:35

Raya merdeka merdeka tanahu negeriku

20:41

yang kucinta [musik]

20:44

Indonesia raya merdeka [musik] merdeka

20:49

hiduplah

20:51

Indonesia

20:55

[musik]

21:02

[musik]

21:03

Tuhan

21:08

[musik]

21:13

[musik]

21:20

[musik]

21:23

Sang surya

21:25

tutup bersya [musik]

21:32

bersari

21:34

[musik]

21:38

ini [musik]

21:40

ya Allah

21:43

Tuhan kami [musik]

21:49

janganu [musik]

21:55

anaku

21:58

Tuhan [musik] bahagia

22:01

gerakan

22:05

Jang jang kelamanu

22:09

[musik]

22:11

kita

22:13

mengukah kaum [musik][bernyanyi]

22:16

muslimin

22:18

tinggalkan

22:20

peraduan

22:22

[musik]

22:23

lihat bang

22:26

telah [musik] di ufuk

22:33

semua lillahi [bernyanyi]

22:35

rabbi [musik] samina

22:39

wa

22:43

ya Allahuakjunganu

22:47

[musik]

22:56

[musik]

22:58

agu

23:01

Tuhan

23:03

[musik]

23:04

kuku.

23:08

[musik]

23:12

Hadirin disilakan duduk kembali.

23:16

Baik, untuk seluruh pelajar Muhammadiyah

23:19

yang sekarang berkumpul bersama

23:21

nampaknya jarak tidak menjadi masalah.

23:23

Kita akan bersama mengikuti dalam Pak

23:26

Ketum menyapa. Namun sebelumnya kita

23:28

akan ikuti bersama sambutan pembuka yang

23:32

akan disampaikan oleh Ketua Majelis

23:33

Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan

23:35

Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

23:37

Kepada yang kami hormati Bapak H. Didik

23:39

Suhadi, PhD. Kami persilakan.

23:42

[musik]

23:47

[musik]

23:52

[musik]

23:57

Asalamualaikum warahmatullahi

23:58

wabarakatuh.

24:02

Alhamdulillah wasyukrillah wala quwwata

24:04

illa billah. Ashadu alla ilahaillallah

24:06

wahdahu la syarikalah wa ashadu anna

24:08

muhammadan abduhu wa rasuluh la nabi

24:11

abadah.

24:12

yang sama-sama kita hormati, kita

24:14

muliakan,

24:17

Ketua Umum

24:19

PP Pusat Muhammadiyah,

24:22

Bapak

24:23

K. H. Dr. Haidar Nasir, M.Si. si

24:29

yang

24:34

kami hormati, Pak.

24:42

Ambil ulangi ya yang sama-sama kita

24:45

hormati, kita muliakan, Ketua Umum

24:48

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bapak K. H.

24:51

Prof. Dr.

24:54

Haidan Nasir, M.Si. si

24:56

yang saya hormati

24:59

pimpinan pusat Muhammadiyah yang

25:01

mengidangi pendidikan dan kebudayaan dan

25:03

olahraga Prof. Erwan Aqib, M.Pd.

25:09

Yang saya hormati seluruh pimpinan

25:12

Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan

25:15

Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah.

25:18

Yang saya hormati Ketua Majelis, wilayah

25:22

dan seluruh jajaran. Ketua Majelis

25:25

Didasmen

25:26

Pimpinan Daerah,

25:29

Bapak, Ibu

25:31

para kepala sekolah, madrasah, Bapak,

25:34

Ibu guru, dan tentu yang kami muliakan,

25:37

kami sayangi, kami banggakan para murid

25:43

Muhammadiyah di seluruh tanah air yang

25:45

berbahagia.

25:48

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji

25:50

syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa

25:52

taala karena pada pagi hari ini kita

25:57

diberi kesehatan, keberkahan sehingga

26:00

bisa bersama-sama

26:02

mengikuti acara yang sangat mulia, acara

26:05

yang sangat strategis yaitu dalam acara

26:09

Pak Ketu menyapa dalam rangka menyambut

26:13

tahun ajaran baru

26:15

2026220.

26:17

27.

26:19

Atas nama Pimpinan Majelis Pendidikan

26:21

Dasar dan Menengah dan Pendidikan

26:23

Nonformal, kami mengucapkan

26:26

selamat datang dan terima kasih yang

26:28

setinggi-tingginya

26:30

kepada Bapak Ketum, Bapak Pimpinan

26:35

Pusat Muhammadiyah Prof. Firwan Akib dan

26:38

juga seluruh

26:41

peserta yang hari ini hadir untuk

26:46

mendengarkan

26:47

petuah, arahan, nasihat dari Bapak

26:51

Ketum. Semoga ini akan menjadi

26:54

modal yang utama, modal yang akan

26:59

menjadikan inspirasi, motivasi bagi kita

27:03

semua.

27:05

Bapak Ketum yang kami hormati.

27:08

Dalam kesempatan yang baik ini kami

27:10

ingin melaporkan

27:12

bahwa alhamdulillah

27:14

dari tahun ke tahun jumlah murid

27:18

Muhammadiyah mengalami kenaikan. Tahun

27:22

2025-2026 kemarin mengalami kenaikan

27:27

hampir 2%. Jadi total jumlah murid kita

27:31

ada Rp1.70.000.

27:34

Insyaallah tahun 2026 ini juga mengalami

27:38

peningkatan terlihat dari laporan dari

27:41

berbagai wilayah yang menyampaikan

27:44

kepada kami. Tentu kami mengucapkan

27:48

terima kasih atas upaya yang luar biasa

27:50

dari para ee kepala sekolah, madrasah,

27:54

dan para pengurus yang telah luar biasa

27:57

melakukan pendampingan, melakukan

28:01

ee

28:03

kegiatan yang tentu menunjang ee bagi

28:08

terselenggaranya dan juga semakin

28:10

banyaknya jumlah siswa yang bersekolah

28:13

di Muhammadiyah. Bapak TUM, kami

28:15

laporkan

28:17

beberapa informasi yang kami peroleh

28:20

misalnya dari ee Sumatera Selatan, dari

28:24

Sumatera Barat, dari Jawa Timur,

28:27

dari Depok, dari Lampung, Jogja yang

28:31

tahun lalu sempat turun walaupun

28:33

sedikit. Alhamdulillah tahun ini luar

28:36

biasa kenaikannya. Kemudian Jawa Tengah,

28:38

Kota Waringan Timur, Malang, Jambi yang

28:42

dulu tahun 202 3 jumlah siswanya hanya

28:47

2.500, sekarang sudah 6.500-an.

28:51

Jadi banyak sekali perkembangan yang

28:54

positif dan tentu ini tidak lepas dari

28:59

upaya yang luar biasa dari teman-teman

29:01

para mantan kepala sekolah, mantan

29:04

pengurus dan juga kepala sekolah yang

29:06

sudah berhasil membesarkan AUMnya. Dan

29:10

kami setiap tahun mengirimkan para tim

29:13

ini untuk ke lapangan memberikan

29:15

penguatan kepada mereka.

29:17

Bapak Ketum kami laporkan juga bahwa ee

29:22

alhamdulillah pada tahun 2026 ini

29:25

anak-anak kita yang lolos di seleksi

29:28

Olimpiade Sains Nasional di tingkat

29:31

lolos di tingkat kabupaten dan mewakili

29:33

tingkat provinsi ada 370 siswa. Dan

29:37

tentu ini sangat menggembirakan karena

29:41

ee mereka tidak hanya tersebar di Jawa

29:43

tetapi juga tersebar di luar Pulau Jawa.

29:46

Dan ini menunjukkan bahwa pemerataan

29:49

pendidikan di Muhammadiyah sudah mulai

29:52

ee terlihat. Kami juga laporkan Pak

29:55

Ketum bahwa ee majelis juga berupaya

29:59

untuk melaksanakan program pendidikan

30:02

MIPA yang itu sudah kami lakukan di 102

30:06

sekolah. Semoga program MIPA ini bisa

30:09

menjadi unggulan juga bagi sekolah

30:12

madrasah Muhammadiyah sehingga pada

30:14

saatnya nanti akan muncul anak-anak kita

30:17

yang punya bakat di MIPA. Mereka bisa

30:20

berlaga di tingkat nasional dan

30:21

internasional.

30:23

Kami laporkan juga Pak Ketum bahwa ee

30:26

mulai tahun 2025 kemarin kami sudah

30:29

melaksanakan ee training center pusat

30:33

bahasa. Ee kami sudah mulai dengan

30:35

bahasa Jerman. untuk anak-anak kita yang

30:38

akan ee menempuh pendidikan di Jerman

30:42

dalam rangka aus buildung ini

30:45

pemagangan. Semoga di samping juga

30:48

pemagangan kita berharap ee karena semua

30:52

universitas yang ingin menjadi ee the

30:55

world class university mereka harus ee

30:58

dipersyaratkan punya mahasiswa asing.

31:00

Nah, oleh karena itu kami berupaya

31:03

agar anak-anak lulusan dari SMA, SMK

31:06

Muhammadiyah dan MA Muhammadiyah bisa

31:09

mengambil porsi anak-anak kita yang bisa

31:13

ee kuliah di luar negeri sekaligus

31:15

sebagai upaya dakwah kita untuk

31:18

menyiarkan ajaran pendidikan

31:20

Muhammadiyah, nilai-nilai ke Muhammadian

31:22

di seluruh dunia. Bapak Ketum yang kami

31:24

hormati. Ee kami juga laporkan bahwa

31:30

sekolah-sekolah kita yang muridnya di

31:32

atas 500 juga mengalami peningkatan.

31:36

Pada tahun 2024 itu hanya 480.

31:40

Tahun ini tahun 2025 kemarin sudah 626.

31:44

Semoga ini juga meningkat di tahun 2026

31:49

ini. Karena kemarin contoh di Jambi ee

31:53

sekolah tersebut tahun 3 tahun yang lalu

31:55

muridnya hanya 9, sekarang sudah 451.

31:59

Ini saya kira banyak berita yang sangat

32:01

menggembirakan. Semoga ini semua menjadi

32:04

penyemangat bagi yang lain, bagi sekolah

32:07

madrasah yang lain yang mungkin tahun

32:10

ini belum sebaik dari rekan-rekan yang

32:13

lain, sekolah yang lain. Semoga ini bisa

32:16

menjadi penyemangat bahwa kalau kita

32:19

serius, kita komitmen, kita punya ee

32:23

daya juang yang tinggi dan juga semangat

32:26

untuk membesarkan pendidikan

32:28

Muhammadiyah, insyaallah dengan upaya

32:30

yang luar biasa semua bisa kita lakukan.

32:34

Ee kemudian kami laporkan juga Pak Ketum

32:37

pada tahun 2026 ini insyaallah kami akan

32:40

melakukan bimbingan teknis untuk ee

32:44

program MIPAS Bilingual, Pak Ketum.

32:48

Karena alhamdulillah ee bahan ajar mipas

32:52

dalam ee ee biling wal sudah kami mulai

32:56

pasarkan ke seluruh sekolah dan

32:59

insyaallah semoga semua sekolah

33:01

Muhammadiyah sudah mulai menggunakan.

33:03

Tentu ini akan menjadi nilai tambah bagi

33:05

anak-anak kita karena dengan ee biling

33:09

wall ini memberikan kompetensi untuk

33:12

meningkatkan communication skills

33:13

anak-anak kita. Demikian Pak Ketum yang

33:16

bisa kami laporkan.

33:17

Selanjutnya kami nanti mohon sambutan

33:20

dari Bapak Pimpinan Pusat Muhammadiyah

33:23

yang membedangi pendidikan dan juga kami

33:26

mohon Bapak Ketum untuk memberikan

33:28

arahan, motivasi, wejangan sehingga bisa

33:32

menjadi pedoman bagi kami semua untuk

33:35

membesarkan, meningkatkan, dan juga

33:37

meraih pendidikan unggul Muhammadiyah

33:40

yang berkemajuan. Terima kasih.

33:45

Wasalamualaikum warahmatullahi

33:46

wabarakatuh.

33:48

[musik]

33:57

[musik]

34:01

Kami haturkan terima kasih kepada Ketua

34:03

Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan

34:05

Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat

34:06

Muhammadiyah Bapak H. PD Suhardi, PhD

34:09

yang sudah memberikan laporan sekaligus

34:11

sambutan pembuka. Dan kepada hadirin

34:14

yang berada di dari Sabang sampai

34:16

Merauke di pusat SIA Digital

34:18

Muhammadiyah kantor Pimpinan Pusat

34:20

Muhammadiyah Yogyakarta. Telah hadir

34:21

juga para pelajar yang mewakili dari

34:24

Muhammadiyah Sapen Universal School,

34:27

dari SMP Muhammadiyah 3,P

34:31

Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dari SMA

34:34

Muhammadiyah 1 Yogyakarta dari Mualimat

34:36

dan juga Mualimin. Oke, eh dan

34:39

selanjutnya kita akan ikuti bersama

34:41

welcoming speech atau ucapan selamat

34:44

datang yang akan disampai disampaikan

34:46

oleh ketua pimpinan pusat Muhammadiyah

34:48

kepada Prof.

34:51

Kami persilakan. [musik]

35:01

[musik]

35:05

Makasih.

35:07

Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi

35:10

wabarakatuh.

35:11

[berdehem]

35:12

Alhamdulillahiabbil alamin wabihi

35:14

nastainuhu ala umurid dunya wal akhirah.

35:18

Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna

35:20

muhammadan abduhu wa rasul amma baad.

35:23

Yang kita sama hormati ketua umum

35:25

pimpinan pusat Muhammadiyah Bapak Prof.

35:27

Dr. Haidar Nasir, M.Si.

35:32

yang insyaallah akan menyapa kita semua

35:36

dalam program Pak Ketung menyapa.

35:39

Anda semua berbahagia

35:42

dan berbangga berada di sekolah

35:44

Muhammadiyah karena bisa langsung disapa

35:46

oleh Bapak Ketua Umum. [berdehem]

35:50

Yang saya hormati Bapak Didi Suhar,

35:51

Dipsd beserta seluruh pimpinan majelis

35:55

Didasmen

35:58

dan pendidikan nonformal pimpinan pusat

36:00

Muhammadiyah,

36:02

teman-teman para pengurus

36:05

majelis Didasmen pimpinan wilayah maupun

36:08

daerah dan cabang.

36:10

Bapak, Ibu para kepala sekolah, Ibu

36:13

guru, Bapak Ibu guru, teman-teman para

36:18

staf sekolah Muhammadiyah seluruh

36:21

Indonesia. Yang saya hormati

36:24

ananda semua para siswa sekolah

36:26

Muhammadiyah dari seluruh Indonesia baik

36:30

yang sementara ada di ruang PSDM

36:33

pimpinan pusat Muhammadiyah maupun yang

36:35

sementara mengikuti via Zoom maupun

36:38

YouTube. Alhamdulillah kita bersyukur

36:41

bahwa pada pagi hari ini kita bisa

36:43

diberikan kekuatan, kesehatan sehingga

36:46

bisa hadir bersama-sama melalui ee

36:50

program Pak Ketu menyapa yang diinisiasi

36:54

oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat

36:56

Muhammadiyah.

36:58

Anda semua ee tentu atas nama pimpinan

37:02

pusat menyampaikan selamat memasuki

37:05

tahun ajaran

37:08

2026-2027.

37:11

Baik siswa yang lama maupun siswa

37:17

paling tidak memiliki empat hal yaitu

37:20

mantap keimanannya, unggul intelektual,

37:23

angg kemudian sigap berkarya sehingga

37:28

kehadiran Anda semua akan memberikan

37:30

kontribusi positif bagi perkembangan

37:32

pendidikan maupun masa depan bangsa dan

37:35

negara. Pada akhirnya nanti kita

37:37

berharap bahwa Bapak Ketum akan

37:39

memberikan wejangan, memberikan masukan,

37:41

memberikan ee hal-hal yang mungkin yang

37:44

tentu positif bagi ananda semua sehingga

37:47

ee semakin membuat ananda semua menjadi

37:49

enjoy, menjadi bergembira di dalam ee

37:53

mengikuti pelajaran di sekolah.

37:56

Dan kita tentu ee mungkin ada ee apa

38:00

namanya dialog hal-hal yang spesifik

38:03

mungkin pengalaman-pengalaman dari ee

38:06

kita semua, pengalaman dari ananda semua

38:08

selama sekolah di sekolah Muhammadiyah

38:10

yang kita share pada kesempatan ini.

38:12

Terima kasih sekali lagi khususnya

38:14

kepada teman-teman Mas Didas Dasmen yang

38:16

menginisiasi kegiatan ini sehingga

38:19

kegiang dengan baik. Kita berharap

38:22

sekali lagi kita ee teruskan kepada Pak

38:25

Ketum. Mudah-mudahan ee silaturahmi ini

38:28

menjadi ajang yang baik bagi

38:31

perkembangan pendidikan Muhammadiyah di

38:33

masa yang yang akan datang. Nurul walami

38:37

wurun

38:39

nasul win. Wasalamualaikum

38:42

warahmatullahi wabarakatuh.

38:45

[musik]

38:58

Kami haturkan terima kasih kepada Prof.

39:00

Irwan Aki, ketua pimpinan Pusat

39:01

Muhammadiyah. Ya, adik-adik pelajar

39:04

Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke.

39:06

Kita akan masuki momen yang

39:08

ditunggu-tunggu. Pagi hari ini sengaja

39:10

dihadirkan ayahanda kita, Ketua Umum

39:13

Pimpinan Pusat Muhammadiyah. di tengah

39:15

kesibukan beliau sengaja meluangkan

39:17

waktu karena ingin apa memberikan

39:20

semangat tentu saja akan memberikan

39:22

rahasia rahasia-rahasia ee keren kepada

39:25

kita semua ee bagaimana di tahun ajaran

39:28

baru ini kita bisa belajar dengan

39:30

gembira dan tentu saja melahirkan banyak

39:32

karya yang hebat. supaya langkah kita

39:35

semakin mantap dan semangat. Saya ingin

39:38

ee melihat dulu lambaian tangan dari

39:41

adik-adik semua yang ada di sekolahnya

39:43

masing-masing di auditorium. Silakan

39:45

untuk lambaikan tangannya adik-adik

39:49

coba. Oke, dari SMK Muhammadiyah Abung

39:52

Semuli udah

39:55

udah

39:57

siap SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Coba

40:00

sekali lagi untuk lambaikan tangannya.

40:03

Oke, terima kasih. Berarti sudah

40:04

menyimak semuanya ya. Dari Semamda

40:07

Surabaya silakan lambaikan tangannya.

40:10

Oke, berarti sudah siap ya. Sudah siap

40:13

semuanya. Supaya langkah makin mantap

40:16

dan makin semangat, kita akan dengarkan

40:17

langsung pesan dan sapaan hangat dari

40:20

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

40:22

Dan tentu saja beliau akan punya pesan

40:25

khusus ee buat adik-adik semua yang

40:28

bersiap menyambut masa depan. Kita

40:30

sambut Prof. Haida Nasir, M.Si. si,

40:33

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

40:35

Kami persilakan.

40:43

[musik]

40:47

[musik]

40:51

Asalamualaikum warahmatullah

40:53

wabarakatuh.

40:56

Hamdan syukr lillah wasalatan wasalaman

40:59

ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi

41:04

wa mawala.

41:08

para guru,

41:10

pengurus majelis Dikdasmen dan

41:14

anak-anakku yang saya cintai dan saya

41:18

banggakan,

41:20

para siswa-siswi

41:24

seluruh sekolah Muhammadiyah

41:27

di tanah air tercinta.

41:31

Selamat datang,

41:34

salam sejahtera dan

41:39

saya merasa bangga

41:42

bisa menyapa anak-anakku sekalian.

41:48

Saya melihat begitu banyak yang

41:53

tampil dan bisa dilihat di layar Zoom

41:58

yang kami

42:00

pantau.

42:05

Tadi ada beberapa yang

42:08

sudah disapa,

42:12

saya lihat ada yang jauh

42:15

dari

42:19

SD Muhammadiyah Ambon.

42:22

Coba lambaikan tangannya.

42:27

Oke.

42:30

Dari

42:32

mana yang jauh?

42:36

Pesantren Internasional Kauman Padang

42:39

Panjang.

42:46

Lalu

42:48

tadi saya lihat dari Padang Sidumpuan

42:52

mana? Sumatera Utara

42:57

ya. SD Muhammadiyah Padang Sedempuan 1

43:05

yang kayaknya kelihatan

43:08

heboh itu

43:10

SMA Aisiah Palembang.

43:17

Jadi ada Aisiah nih SMA Muhammadiyah

43:22

Palembang.

43:25

Mana lagi?

43:28

SMK Muhammadiyah Cirebon.

43:37

Sebelah kanan pindah. Tadi sebelah kiri

43:39

sekarang kena ke kanan. Iya.

43:45

Mana?

43:48

Nah, ini yang jauh. Betul nih. SMP

43:52

Muhammadiyah Jayapura.

44:03

Satu lagi ee dari Martapura,

44:08

Kalimantan Selatan.

44:11

Nah, pindah MTs Muhammadiyah Martapura.

44:22

Mana lagi? mewakili Sulawesi.

44:31

Sulawesi mana? Sulawesi

44:39

tidak tampak di sini ya.

44:42

Mana? Mana?

44:44

Ummul mukminin Aisiah Makassar. Nah.

44:49

Wah, rapi semua.

44:54

dan semangat

44:57

Sulawesi.

44:59

NTT mana? NTT

45:03

Nusa Tenggara Timur

45:06

Kupang.

45:23

Sumatera. Sumatera sudah tadi ya.

45:27

Baik, untuk sementara itu yang saya

45:30

panggil. Intinya semua ikut dipanggil

45:33

ya,

45:34

mewakili saja.

45:36

Nah, bersama saya,

45:40

bersama kami, Ketua Majelis Dikdasmen

45:43

dan ketua yang membidangi pendidikan

45:46

olahraga, Prof. Irwan AKB dan Prof.

45:50

Didi,

45:51

ada anak-anak kami yang mewakili

45:56

ananda sekalian di ruang pusat syiar

46:00

digital.

46:04

Saya sebut namanya nanti berdiri ya.

46:09

Kaira Azkia Nafisa.

46:12

Nah,

46:14

SD Muhammadiyah Sapen

46:17

ini sering ketemu saya ini. Nah, Kaira.

46:21

Oke, duduk.

46:24

Kemudian yang kedua, Kenan Danis Aara.

46:29

Nah,

46:31

ini SD Muhammadiyah Sapen. Muhammadiyah

46:35

Sapen Universal School

46:38

yang kelas internasional yang gedungnya

46:41

baru

46:43

tapi di tempat lain juga baru semua.

46:47

Kemudian ada Fatimah Syakila Azzahra SD

46:52

Muhammadiyah Sokonandi.

46:57

Fatimah Sokonandi.

46:59

Dulu saya sering ngantar dua anak saya

47:02

ke Sokonandi.

47:05

Keempat nadifa kalbi muttaqin mualimat.

47:10

Nah,

47:12

ini kader kita sekolah yang didirikan

47:15

Kiai Dahlan.

47:17

Lalu ada Agnia dia Firdaus

47:24

ini Muhi dan Adinata Nugraha

47:30

Muhammadiyah 1 yang sekarang juga

47:34

menjadi sekolah Garuda.

47:39

Lalu ada Nadifa Qolbi Mualimat.

47:43

Eh, sudah ya. Oh, sudah.

47:47

Ada

47:50

siapa lagi? Agniadia.

47:51

Sudah.

47:52

Sudah. Ahmad Mumtaz.

47:55

Mana? Ahmad Mumtaz.

47:57

Ini

47:59

Mualimin ya?

48:00

Mualimin.

48:01

Mualimin Muhammadiyah.

48:05

Lalu ada Gagah Adityya. Nah mesti gagah

48:08

nih anaknya.

48:11

Ini SMP Muhammadiyah

48:15

duam

48:17

SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

48:20

Terakhir Ahmad Badir.

48:24

Ini Mualimin Muhammadiyah.

48:27

Eh, satu lagi ini belum.

48:30

Oh, sudah ya.

48:31

Adinata.

48:32

Adinata tadi ya. Oke.

48:36

Karena ruang terbatas jadi hanya ini

48:39

yang mewakili. tapi mewakili ananda

48:42

semua. Jadi anggap saja Ananda bersama

48:46

kami, bersama saya. Nah, gitu.

48:49

Ee ananda dan para guru serta pimpinan

48:53

majelis yang saya hormati, saya

48:55

banggakan.

48:58

Pertama tentu

49:00

atas nama pimpinan pusat Muhammadiyah

49:04

saya menyampaikan

49:06

selamat.

49:09

Selamat datang di sekolah-sekolah

49:13

Muhammadiyah.

49:15

Karena ananda semua ini adalah siswa

49:18

baru baik yang di SD,

49:22

SMP, SMA,

49:25

Madrasah,

49:26

Ibtidaiyah, Tsanawiyah, ee Aliah, SMK,

49:30

Muhammadiyah Aisiah juga.

49:36

Dan

49:38

selamat juga untuk para guru, para

49:41

pimpinan sekolah atas penerimaan siswa

49:46

siswi baru ini.

49:49

ini merupakan

49:51

kebanggaan bagi Muhammadiyah karena anda

49:54

sekalian dan juga para orang tua telah

49:59

mempercayakan diri untuk sekolah di

50:03

sekolah Muhammadiyah dan Aisiah.

50:08

Saya sampaikan terima kasih kepada para

50:11

guru

50:13

termasuk di tempat-tempat terjauh para

50:16

pimpinan sekolah dan juga para siswanya.

50:19

di Papua, di NTT, di Sumatera, di Pulau

50:23

Jawa yang lokasinya sangat jauh berbeda

50:28

dengan yang di pusat-pusat kota.

50:32

Semuanya sama memiliki semangat untuk

50:35

sekolah di sekolah Muhammadiyah dan

50:37

Aisiah.

50:40

Yang kedua,

50:45

percayalah

50:47

ananda sekalian.

50:50

ketika sekarang memulai masuk sekolah di

50:53

sekolah Muhammadiyah dan Aisiah

50:57

itu merupakan satu

51:00

kebanggaan.

51:02

Kenapa kebanggaan? Karena Ananda

51:06

sekalian

51:08

berada di sekolah-sekolah baik,

51:11

sekolah-sekolah terbaik.

51:19

Kemarin ada pengumuman

51:22

ada rilis

51:25

40 sekolah terbaik SD nasional itu ada

51:30

12

51:32

Sekolah Dasar Muhammadiyah

51:36

juga yang lain untuk SMP, untuk SMA dan

51:39

lain sebagainya. Ini satu contoh bahwa

51:43

Ananda masuk ke sekolah Muhammadiyah itu

51:47

bukan salah alamat,

51:50

tetapi memang sudah di jalan dan jalur

51:53

yang tepat, di pintu yang tepat

51:58

dan harus bangga

52:01

karena bukan sekolah

52:03

KW, bukan sekolah asal-asalan.

52:08

Kalau ada yang masih kurang berkembang

52:11

di daerah-daerah jauh, insyaallah

52:14

Majelis Pendidikan Dasar Menengah itu

52:17

akan memperhatikan.

52:20

Yang kedua,

52:22

ananda sekalian berada di organisasi

52:26

Muhammadiyah,

52:29

organisasi Islam modern terbesar di

52:33

dunia.

52:36

Bahkan kemarin ada rilis bahwa

52:39

satu-satunya ormas keagamaan

52:43

menjadi ormas yang terbaik nomor empat

52:48

yang asetnya itu terbesar di dunia.

52:53

Kekayaannya terbesar di dunia.

52:57

Jadi

52:59

ananda sekalian itu sudah berada di

53:02

organisasi yang besar.

53:05

juga Muhammadiyah itu

53:08

yang dirintis oleh Kiai Dahlan dan Nyai

53:10

Walidah Dahlan juga Aisiah itu sudah

53:15

menjadi organisasi yang punya peran

53:18

penting dalam mencerdaskan kehidupan

53:22

bangsa di Indonesia

53:25

jauh sebelum

53:27

Indonesia menjadi negara merdeka.

53:32

Jadi jangan kecil hati,

53:36

jangan minder

53:38

masuk di sekolah Muhammadiyah. Nah,

53:40

gitu. Harus bangga ya. Bangga yang baik

53:45

bukan bangga sombong.

53:50

Kan agama kita mengajarkan ishadu bianna

53:55

muslim.

53:57

Persaksikanlah bahwa saya, kita ini

54:00

muslim. Nah, muslim itu menjadi orang

54:05

yang terbaik.

54:07

Jadi harus bangga.

54:09

Nah, yang kedua atau selanjutnya

54:14

Ananda memulai sekolah itu jangan stres,

54:20

jangan tertekan,

54:22

jangan bingung, jangan susah, jangan

54:26

berat.

54:29

Memang memulai sekolah itu tidak mudah.

54:33

Pertama sekolah belum kenal guru, belum

54:37

kenal teman gitu ya. Tapi nanti 1 du

54:41

hari akan segera kenal. Nah, gitu. Maka

54:46

tadi gembiralah ketika memulai sekolah

54:51

ya. Gembira itu modalnya senang.

54:56

Nah, maka pesan saya ada lima untuk

55:01

adik-adik sekalian,

55:03

untuk anak-anak sekalian. Satu,

55:07

niati dan semangat untuk mencari ilmu di

55:12

sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Aisiah.

55:18

Mencari ilmu itu wajib bagi setiap

55:23

muslim.

55:27

Bahkan

55:28

mencari ilmu itu dan berilmu itu dalam

55:31

Al-Qur'an disebut

55:34

yarfaillahulladzina

55:37

amanu minkum wa

55:40

wa wa walladzina utul ilm darajah.

55:46

Allah akan mengangkat derajat mereka

55:50

yang beriman dan berilmu. Nah, jadi

55:54

kalau kita mencari ilmu itu nanti akan

55:58

naik derajat kita, akan naik kualitas

56:02

kita, kita akan menjadi orang yang

56:05

berguna, kita menjadi orang yang

56:08

berarti, kita menjadi orang yang baik.

56:13

Jadi intinya itu maka harus semangat.

56:16

Enggak boleh mencari ilmu ke sekolah itu

56:21

lemas.

56:22

Enggak boleh ke sekolah dan di sekolah

56:25

itu ngantukan.

56:27

Nah, kalau jam 09.00 sudah ngantukan itu

56:31

memang kurang semangat

56:33

supaya tidak ngantuk. Coba berdiri. Ee

56:36

berdiri duduknya tegak.

56:40

Coba semua berduduk tegak.

56:43

Jangan bengkung gini

56:47

duduk tegak ya. Coba coba mulai aja

56:49

duduk tegak. Kalau begini ini itu mesti

56:53

enggak akan ngantuk.

56:57

Tapi kalau sering begini nanti

56:59

ngantuknya sering. Nah, jadi harus

57:02

semangat mencari ilmu. Bahkan ada

57:05

kalimat hikmah dari ulama besar.

57:09

Man arodad dunya faalaihi bil ilm.

57:14

Barang siapa yang ingin sukses di dunia,

57:19

maka dia harus mencari ilmu dan berilmu.

57:24

Waman arodal akhirah. Barang siapa yang

57:28

ingin selamat di akhirat nanti setelah

57:31

kehidupan di dunia harus berilmu dan

57:35

dengan ilmu. Waman arodahuma.

57:40

Barang siapa yang ingin meraih

57:42

kedua-duanya

57:43

dunia dan akhirat,

57:46

faalaihima bil ilm atau fa'alaihi bil

57:50

ilm, maka harus dengan ilmu.

57:56

Nah, maka harus semangat.

57:59

Dulu ada seorang

58:04

yang kemudian menjadi ulama besar

58:07

itu pergi mencari ilmu ke sebuah

58:11

madrasah.

58:14

Kemudian dia merasa

58:17

tidak berhasil,

58:19

merasa susah mencari ilmu. Lalu dia

58:23

berusaha pulang ke kampungnya, ke

58:26

rumahnya.

58:28

Nah, di tengah perjalanan

58:31

dia

58:32

duduk di sebuah batu yang ada pohonnya.

58:36

Ini cerita.

58:38

Lalu dia menyaksikan

58:41

ada tetesan air ke batu itu tentu sudah

58:46

lama.

58:48

Dan dia melihat

58:50

ternyata di batu itu ada lubang besar

58:53

akibat tetesan air itu.

58:57

Akhirnya apa? Dia tidak jadi pulang.

59:01

Kemudian datang lagi ke madrasahnya

59:05

dan di situlah dia belajar dan kelak dia

59:08

menjadi ulama besar. Menurut kisah

59:13

dialah Imam Al-Ghazali

59:16

menjadi ulama besar.

59:20

Ada lagi cerita

59:25

seorang yang belajar pidato tetapi tidak

59:30

bisa-bisa. Karena apa? Lidahnya celat.

59:35

Celat itu apa? Tidak bisa mengeluarkan

59:39

huruf R.

59:41

Lalu yang keluar L

59:45

misalkan mau ke pasar itu jadi ke pasal.

59:49

Nah, gitu kan. Itu celat. Dia kan putus

59:53

asa. Setiap pidato diketawain

59:55

teman-temannya,

59:58

tapi dia gigih terus belajar pidato

1:00:02

untuk hirang, hilang

1:00:05

celatnya, hilang cadelnya, hilang ee

1:00:10

gangguan suaranya. Apa yang terjadi?

1:00:13

dia menjadi ahli pidato

1:00:17

dan dia menjadi ulama besar yang

1:00:19

kemudian menulis kitab Bulugul Maram.

1:00:26

Jadi ini satu contoh saja

1:00:29

atau kalau adik-adik tahu kisah ee

1:00:36

Newton.

1:00:38

Newton pernah dikembalikan dan keluar

1:00:41

dari sekolahnya karena merasa berat.

1:00:45

Tetapi akhirnya dia sekolah lagi di

1:00:48

Inggris di tempat kelahirannya dan

1:00:51

kemudian jadi

1:00:54

ilmuwan besar.

1:01:00

Kita juga banyak contoh dari orang-orang

1:01:03

besar, orang-orang berhasil yang awalnya

1:01:07

merasa gagal tetapi karena semangat

1:01:11

sukses.

1:01:13

Jadi kunci keberhasilan itu karena kita

1:01:18

punya semangat mencari ilmu. Apalagi di

1:01:23

Muhammadiyah,

1:01:26

di umat Islam mencari ilmu itu ibadah.

1:01:30

Kalau ibadah dapat pahala dari Allah,

1:01:33

dapat berkah dari Allah di samping dapat

1:01:37

ilmu.

1:01:39

Itu yang pertama. Yang kedua,

1:01:43

belajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah

1:01:46

dan Aisiah itu menempak diri untuk

1:01:51

menjadi orang yang berakhlak mulia,

1:01:56

beriman, bertakwa, rajin salat, rajin

1:02:00

ibadah,

1:02:02

selalu dekat kepada Allah, lalu

1:02:05

akhlaknya menjadi baik.

1:02:11

Siapa contohnya akhlak yang mulia itu?

1:02:14

Nabi kita, rasul kita Muhammad

1:02:18

sallallahu alaihi wasallam. [berdehem]

1:02:23

Laqod kanana fi rasulillahi

1:02:27

uswatun hasanah.

1:02:31

Nabi kita itu contoh terbaik dalam

1:02:34

hidup.

1:02:36

tutur katanya selalu baik dan tidak

1:02:40

pernah mengeluarkan kata-kata kotor

1:02:44

termasuk adik-adik ini terutama yang

1:02:48

sudah SMA, SMK bermain media sosial

1:02:53

itu jangan mengeluarkan kata-kata yang

1:02:56

tidak perlu termasuk nama-nama binatang

1:02:59

di kebun binatang.

1:03:02

Biarpun ada orang lain yang memancing.

1:03:05

Nah, anak-anak sekolah Muhammadiyah

1:03:07

jangan.

1:03:09

Kata-kata itu harus baik,

1:03:13

bersikap harus baik, bertindak harus

1:03:17

baik,

1:03:19

kepada guru harus baik, apalagi kepada

1:03:23

orang tua harus birul walidain. Coba

1:03:26

adik-adik sekalian,

1:03:29

orang tua kita, ayah ibu kita ini

1:03:32

berjuang untuk anak sekalian itu bisa

1:03:36

sekolahnya berhasil, hidupnya berhasil.

1:03:40

Apalagi ibu tercinta mengandung 9 bulan,

1:03:45

bahkan ada yang dioperasi caesar

1:03:48

kemudian membesarkan anak-anak sekalian.

1:03:52

Maka Nabi sampai memerintahkan,

1:03:56

"Cintai ibumu, ibumu, ibumu, dan

1:04:00

ayahmu."

1:04:03

Biarpun mungkin ibu bapak itu suka

1:04:07

nyuruh sekolah terus, nyuruh belajar

1:04:09

terus, nyuruh salat, ya itu memang

1:04:12

tanggung jawab ibu dan ayah. Jangan

1:04:16

pernah marah, jangan pernah bosan,

1:04:20

jangan jengkel kalau ayah ibunya

1:04:23

memerintahkan salat, belajar, dan lain

1:04:26

sebagainya.

1:04:28

Karena apa? Cinta orang tua itu seluas

1:04:31

samudra untuk anak-anak sekalian. Dan

1:04:35

berkah Allah, rida Allah itu ada pada

1:04:38

orang tua. Sampai Nabi mengatakan,

1:04:41

bersabda, "Ridallah fi ridol walidain

1:04:45

washtullah fi suhtul walidain."

1:04:48

rida Allah itu ada pada rida orang tua

1:04:53

dan murka Allah ada pada murka orang tua

1:05:03

sampai ada di zaman Nabi

1:05:08

orang yang durhaka pada orang tuanya

1:05:12

kemudian dia meninggal

1:05:15

lalu ibunya Ya, karena merasa sakit

1:05:19

tidak mau menengok, menjenguknya dan

1:05:22

menguburkannya. Tetapi Nabi menunda

1:05:27

sampai ibunya untuk memaafkannya.

1:05:32

Kemudian ibunya saking sakit hatinya itu

1:05:37

tetap tidak mau. Tapi apa kata Nabi?

1:05:40

Kalau ibu tidak mau memaafkan,

1:05:44

anak ibu ini mau kami bakar.

1:05:48

Nah, ibunya takut anaknya dibakar dan

1:05:51

luluh hatinya. Lalu dia memaafkan

1:05:54

sebelum dimakamkan.

1:05:56

Kenapa?

1:05:58

Karena Nabi yakin ketika orang tuanya

1:06:02

tidak memaafkan

1:06:04

akan berat bagi anak itu untuk

1:06:07

menanggung beban nanti di kubur dan di

1:06:11

alam barzah sampai di hari kiamat.

1:06:16

Jadi, adik-adik harus berbuat yang

1:06:19

terbaik.

1:06:22

Nabi itu memang dirawat Allah untuk

1:06:26

tidak berbuat yang buruk.

1:06:29

Bahkan sebelum jadi nabi. Contohnya

1:06:33

ketika usianya sekitar 10 tahun, Nabi

1:06:37

seperti anak-anak yang lain di Makkah

1:06:40

ingin nonton hiburan.

1:06:44

Lalu dia pergi ke tempat hiburan itu.

1:06:48

Tetapi di tengah jalan sebelum sampai

1:06:51

dia ngantuk.

1:06:54

Lalu dia berhenti di sebuah tempat dan

1:06:57

di situlah dia tertidur sampai dia tidak

1:07:00

bisa nonton hiburan itu. Nabi dijaga.

1:07:06

Ya, adik-adik enggak apa-apa ada hiburan

1:07:09

nonton

1:07:11

ee apalagi ke mall itu. Tetapi jangan

1:07:14

sering-sering.

1:07:16

Kalau sering-sering nanti

1:07:20

menjadi anak hiburan,

1:07:22

menjadi anak mall,

1:07:25

menjadi anak tukang rekreasi semata.

1:07:30

Hiburan itu di waktu perlu, di saat

1:07:32

liburan.

1:07:34

Jadi apa sehari-hari ya harus

1:07:39

melaksanakan kegiatan yang baik. Jadi

1:07:42

jaga ya akhlak itu dan itu yang di

1:07:47

ditanamkan di sekolah Muhammadiyah.

1:07:50

Harus bersikap yang baik, berkata yang

1:07:53

baik, bertindak yang baik, termasuk

1:07:57

dengan sesama.

1:08:00

Jangan sekali-kali membully

1:08:05

kawan kita, saudara kita,

1:08:08

teman yang ada di kelas.

1:08:12

Memukul, menghina, mengejek.

1:08:16

Wah, itu sekarang bahkan bisa jadi

1:08:18

perkara hukum. Jadi, anak-anak sekolah

1:08:22

Muhammadiyah Aisiah itu selalu berakhlak

1:08:26

yang mulia.

1:08:29

Wah, nanti hebat itu

1:08:32

berakhlak mulia itu keren.

1:08:35

Nah, apa kerennya? Ya nanti kalau kalau

1:08:38

saya bisa ketemu atau guru nanti bisa

1:08:41

jelaskan. Jadi, berakhlak mulia itu

1:08:44

bukan kuno,

1:08:46

bukan

1:08:48

jadul. Jadi, berakhlak mulia itu kita

1:08:52

akan keren gitu ya.

1:08:55

Yang ketiga,

1:08:57

harus biasa dan mau berkawan dan

1:09:01

bersaudara

1:09:03

dengan sesama yang ada di kelas, satu

1:09:07

sekolah.

1:09:09

Biarpun berbeda latar belakangnya,

1:09:13

berbeda keluarga, berbeda suku,

1:09:17

berbeda apa saja.

1:09:20

Bahkan ada yang berbeda kulit.

1:09:25

Jangan biasakan

1:09:28

kepada sesama teman kita karena berbeda

1:09:33

kulit lalu nyebut kulitnya kuning,

1:09:37

kulitnya

1:09:39

coklat, kulitnya hijau, kulitnya biru,

1:09:45

dan seterusnya. Jangan biasakan

1:09:48

anak-anak sekolah Muhammadiyah kuning,

1:09:50

hitam,

1:09:52

coklat itu semuanya sama.

1:09:57

Ya ayyuhanas inna khalaqnakum min

1:10:00

dzakari wa unsa wa'alnakum

1:10:04

suuba waqoba litaarofu.

1:10:09

Hai manusia, sesungguhnya aku ciptakan

1:10:12

kalian laki-laki dan perempuan.

1:10:16

berbangsa, bersuku-suku

1:10:18

untuk saling mengenal, untuk saling

1:10:22

mencintai, untuk saling menghormati.

1:10:27

Begitu juga

1:10:29

entah kurus, entah gemuk,

1:10:32

biarpun yang kurus harus ditambah agak

1:10:35

sedikit gemuk. Yang gemuk kurangi,

1:10:39

jangan gemuk-gemuk gitu biar sehat. Tapi

1:10:42

jangan biasakan

1:10:44

ngeledek teman kita karena gemuk atau

1:10:47

karena kurus.

1:10:49

Itu sudah tidak zamannya. Tidak keren.

1:10:53

Ya, jangan biasakan begitu. Itu gak

1:10:56

baik.

1:10:59

Harus bersaudara, harus berteman. Maka,

1:11:02

nah sekarang ketika memulai sekolah baru

1:11:06

1 hari, baru 2 hari ya nih yang ada di

1:11:09

belakang itu anggap nih semuanya

1:11:12

bersaudara

1:11:16

seperti saudara di rumah.

1:11:21

Baik itu yang satu agama, satu kampung

1:11:24

maupun beda. Termasuk yang di Papua. Di

1:11:27

NTT kan banyak dari anak-anak siswa

1:11:30

sekolah Muhammadiyah itu agamanya

1:11:33

berbeda-beda.

1:11:34

Semuanya bersaudara.

1:11:37

Jangan karena berbeda agama lalu kita

1:11:39

saling bermusuhan ya.

1:11:42

Harus bersaudara

1:11:45

dan itu diajarkan oleh agama kita Islam.

1:11:52

Nah, 1 2 3 berapa itu? Empat.

1:11:57

Yang keempat

1:11:59

harus selalu mengikuti aturan ketentuan

1:12:05

yang ada di sekolah

1:12:07

dan jangan melanggarnya.

1:12:13

Kalau ada aturan untuk tidak bawa HP ke

1:12:18

sekolah, ya ikuti.

1:12:22

Jangan kemudian dimasukkan kaos kaki,

1:12:26

dimasukkan

1:12:28

ee apa?

1:12:31

Punggung bagian dalam.

1:12:34

Jangan merokok. Merokok itu bukan hanya

1:12:36

di sekolah, enggak boleh.

1:12:39

Di luar sekolah pun ngerokok itu tidak

1:12:41

sehat.

1:12:43

Kalau ada kakak-kakak kalian yang

1:12:45

merokok, jangan ikut-ikutan ya.

1:12:49

Merok itu tidak sehat.

1:12:58

Di samping oleh Majelis Tarjih

1:13:00

Muhammadiyah ditidak bolehkan merokok.

1:13:05

Lagian ngapain ya merokok? Coba lihat.

1:13:09

orang ngerokok gitu, kecuali yang masih

1:13:12

ya. [tertawa]

1:13:14

Ee di terminal itu orang merokok,

1:13:17

adik-adik tahu enggak? Di bandara

1:13:21

itu di di apa?

1:13:24

Di ditempatkan di satu ruang berkaca itu

1:13:28

untuk ditonton.

1:13:31

Untuk ditonton supaya jangan ikut tuh

1:13:33

gitu kan. Jadi karena apa ya? Lepas

1:13:38

kelupus itu. Itu kok kayak enggak ada

1:13:40

pekerjaan begitu ya. Mohon maaf bagi

1:13:43

yang merokok.

1:13:46

Jadi jangan tuh apalagi rusak tuh

1:13:49

paru-paru kalian nanti ya. Jangan

1:13:52

sekali-kali tergoda oleh godaan setan

1:13:56

gitu ya. Jadi jangan merokok.

1:14:00

Itu enggak sehat. Jadi tidak dilarang

1:14:03

pun harus menjauhinya.

1:14:09

Termasuk tadi tidak boleh mengganggu

1:14:12

teman kita,

1:14:14

melakukan kekerasan,

1:14:18

menghina,

1:14:20

mengejek nama.

1:14:22

Nama saja enggak boleh itu diejek itu.

1:14:27

Itu namanya laqab watasakhar di dalam

1:14:30

agama itu tidak boleh merendahkan dan

1:14:34

tidak boleh mengejek nama-nama.

1:14:37

Apalagi kan diberikan orang tua.

1:14:40

Biarpun kan beragam-ragam nama itu, tapi

1:14:45

enggak boleh kita ecek. Karena setiap

1:14:47

nama punya arti apalagi orang tua

1:14:50

memberikannya.

1:14:52

Jadi ikuti aturan tuh.

1:14:56

Kalau ikuti aturan itu enak sehingga

1:15:00

kita tidak punya urusan.

1:15:02

Ya, termasuk kalau adik-adik yang bawa

1:15:05

sepeda motor yang sudah boleh ya. Hm.

1:15:09

Yang sudah boleh sepeda motor itu yang

1:15:11

SMK, yang SMA ya. Kalau SD janganlah

1:15:15

gitu ya. Iya. Jadi ikuti aturan lalu

1:15:20

lintas biarpun di situ tidak ada polisi.

1:15:24

Belajar tertib.

1:15:26

Nah, jadi siswa Muhammadiyah

1:15:30

itu harus tertib, disiplin,

1:15:34

termasuk disiplin waktu, tidak boleh

1:15:38

telat datang.

1:15:40

Dan tadi harus semangat. Kalau semangat

1:15:43

itu datang mesti paling awal dan pulang

1:15:46

tidak harus ditunggu-tunggu untuk cepat.

1:15:51

Beda dengan para pegawai itu. Para

1:15:53

pegawai itu inginnya datang terlambat,

1:15:57

pulang cepat, tapi pegawai di Selandia

1:16:01

Baru. Kalau di Indonesia enggak, kecuali

1:16:04

yang Iya.

1:16:06

Jadi, anak-anak harus semangat tuh. Kami

1:16:09

dulu ya kalau sekolah itu datang

1:16:14

dah

1:16:16

wal asri innal insana lafi hrin

1:16:20

illalladzina amanu wa amilus shihat wat

1:16:24

tawasau bilhaqqi wa tawasau bisobr. Nah,

1:16:29

tapi tangannya sudah begini nih.

1:16:32

Kalau enggak itu dulu zaman kami zaman

1:16:35

saya kalau ini enggak gini itu pakai

1:16:39

sapu lidi itu tek tekin

1:16:43

tuh. Kalau sekarang enggak ada guru

1:16:45

apalagi pakai bambu besar. Jadi tertib

1:16:50

sekali begini. Tiap hari Senin itu

1:16:54

diperiksa kuku tuh.

1:16:57

Periksa kuku semua begini sebelum masuk

1:17:00

itu lalu dilihat sama guru itu. Kalau

1:17:04

ada kena gini ya sudah di samping di tek

1:17:08

itu disuruh keluar suruh gunting

1:17:10

kukunya.

1:17:13

Nah, nanti kalau pulang itu sama

1:17:18

si dakep lagi begini tertib lalu wal

1:17:22

asri lagi.

1:17:24

Jadi ini untuk para guru biasakan juga

1:17:26

di sekolah Muhammadiyah untuk baca wal

1:17:28

asri baik waktu masuk maupun waktu

1:17:32

pulang.

1:17:35

Dan wal asri itu penting itu artinya

1:17:38

sampai Kiai Dahlan itu mengajarkan wal

1:17:41

asri selama 8 bulan supaya kita disiplin

1:17:45

waktu mau beriman, mau beramal,

1:17:50

saling berwasiat dalam kebaikan

1:17:54

dan sabar. Nah, itu jadi itu pentingnya

1:17:58

wal asri.

1:18:02

Kalau was wal asri jangan kemudian ee

1:18:06

tiduran di atas meja.

1:18:10

Kalau ditiduran di atas meja nanti tidak

1:18:13

boleh pulang itu kalau dulu. Nah, jadi

1:18:16

ngantuk ee ya keluar sedikit izin

1:18:19

olahraga gitu kan gitu. Nah, yang

1:18:22

terakhir ini. Yang terakhir

1:18:26

harus berlomba meraih prestasi. Nah, itu

1:18:32

berlomba meraih prestasi. Prestasi itu

1:18:36

apa? Kita berhasil dalam bidang kita,

1:18:41

bidang studi kita, apapun bidangnya,

1:18:47

dapat penghargaan,

1:18:50

bisa menjadi yang terbaik. Fastabiqul

1:18:53

khairat. Nah, kenapa

1:18:56

adik-adik anak-anakku sekalian itu

1:18:58

negara-negara lain itu sudah maju?

1:19:01

Malaysia,

1:19:03

Vietnam,

1:19:05

Singapura, apalagi gitu ya, bahkan

1:19:08

Kamboja. Kenapa? Karena anak-anaknya

1:19:13

semangat belajar meraih prestasi

1:19:17

karena mereka sudah punya kebiasaan

1:19:20

berilmu,

1:19:22

belajar membaca.

1:19:26

Jadi kalau

1:19:29

ada di sekolah apalagi sudah di SMP, SMA

1:19:34

ada IPM, Ikatan Pelajar Mas apa? Pelajar

1:19:37

Muhammadiyah. Kalimat nun walqolami wa

1:19:42

yasturun. Ya itu nun walqolami wa

1:19:46

yasturun. Nun demi kalam dan apa yang

1:19:51

dituliskan oleh malaikat dalam kitab

1:19:54

Al-Qur'an

1:19:56

atau dalam surah Iqra Bismbikalladzi

1:20:00

khalaq itu menyuruh kita

1:20:04

termasuk anak-anak siswa siswi di

1:20:08

sekolah Muhammadiyah madrasah semuanya

1:20:11

untuk punya kebiasaan berilmu, membaca

1:20:17

dan meraih prestasi.

1:20:22

Membaca itu di mana saja, di

1:20:25

perpustakaan,

1:20:28

lewat HP, membaca ilmu, belajar ilmu

1:20:31

boleh, tapi jangan HP-an terus, jangan

1:20:34

berHP terus, main HP terus, tetapi yang

1:20:39

dilihat itu hanya mainan saja. mainan

1:20:43

boleh seperlunya, tapi habis itu baca

1:20:47

yang lain

1:20:50

supaya apa? Supaya kita

1:20:54

bisa jernih pikiran kita, tidak rusak

1:20:58

mata kita. Adik-adik sekalian, di

1:21:02

negara-negara maju sekarang ada

1:21:04

kesadaran baru

1:21:06

di keluarga bahwa anak-anak itu tidak

1:21:10

terlalu keranjingan HP.

1:21:13

tidak ketagihan

1:21:16

HP, tidak ketagihan ee

1:21:20

berbagai jenis

1:21:23

seperti itu yang membuat kalian kemudian

1:21:28

tidak bisa berprestasi.

1:21:32

Jadi ini juga perlu menjadi kebiasaan

1:21:35

yang baik supaya bisa meraih prestasi.

1:21:40

Prestasi satu sama lain anak-anak itu

1:21:42

berbeda.

1:21:44

Jadi bagi ada yang belum bisa meraih

1:21:47

prestasi seperti temannya, jangan kecil

1:21:50

hati. pasti kalian juga punya kemampuan

1:21:53

yang lain.

1:21:56

Pada dasarnya setiap anak-anak itu

1:21:59

termasuk kalian semua itu punya

1:22:02

kemampuan

1:22:05

dan peluang untuk berprestasi

1:22:09

di bidang masing-masing

1:22:13

dan tidak selalu sama ya gitu tidak

1:22:16

selalu sama. Yang penting belajar untuk

1:22:20

meraih prestasi.

1:22:23

Kiai Dahlan itu itu dulu mendirikan

1:22:27

Muhammadiyah dalam usia paling muda.

1:22:31

Belajar ke Arab Saudi dua kali.

1:22:35

Kemudian pulang itu menjadi tokoh besar,

1:22:39

tokoh pembaharu.

1:22:42

Bahkan bisa mendirikan madrasah mualimin

1:22:44

muualimat. Dan sekolah Muhammadiyah ini

1:22:48

semuanya itu gagasan

1:22:51

kepeloporan perintisan dari Kiai Dahlan.

1:22:55

Usianya masih muda saat itu 20 tahun, 21

1:22:58

tahun.

1:23:00

Tapi mencari ilmunya luar biasa.

1:23:04

Bahkan mau berteman dengan orang

1:23:06

Belanda, dengan dokter Belanda.

1:23:10

Itu kehebatan keidahlan. sehingga bisa

1:23:13

mendirikan Muhammadiyah, bisa mendirikan

1:23:16

bersama Nyai Walidah Dalan Aisyiah.

1:23:20

Di situlah

1:23:22

kalian punya kesempatan untuk

1:23:25

berprestasi. Dan nah ini terakhir sekali

1:23:30

ketika berhadapan dengan

1:23:33

mereka yang sekolah di swasta lain, di

1:23:36

sekolah negeri, kalian jangan rendah

1:23:39

diri. Nah, itu ya jangan rendah diri.

1:23:45

Harus tetap tegap, percaya diri, tetapi

1:23:50

tetap rendah hati

1:23:53

karena semuanya sama.

1:23:56

Bahkan kita itu juga dalam beberapa hal

1:23:59

lebih baik.

1:24:01

Jadi jangan karena sekolah Muhammadiyah

1:24:03

malah kok merasa rendah diri. Tadi kan

1:24:06

saya sebutkan di SD saja dari 40 sekolah

1:24:11

negeri dan swasta 12 SD Muhammadiyah

1:24:15

terbaik. Bahkan yang teratas itu SD

1:24:18

Muhammadiyah sapen secara nasional. Nah,

1:24:22

gitu. Tepuk tanganlah.

1:24:26

Tepuk tangan.

1:24:30

Artinya jangan rendah diri,

1:24:35

tapi rendah hati dan percaya diri. Ya,

1:24:41

kalau percaya diri itu keren itu. Itu

1:24:43

namanya siswa sekolah Muhammadiyah dan

1:24:48

Aisiah. Sebagaimana kerennya

1:24:51

Muhammadiyah.

1:24:52

Selamat datang di sekolah Muhammadiyah.

1:24:56

semangat

1:24:58

berakhlak mulia,

1:25:00

bersaudara,

1:25:02

cinta ilmu,

1:25:04

cinta prestasi,

1:25:07

dan bangga menjadi siswa sekolah

1:25:10

Muhammadiyah dan Aisiah. Nasr minallah

1:25:14

wafatin qorib nun walqolami wa yasturun.

1:25:18

Wasalamualaikum

1:25:20

warahmatullahi wabarakatuh.

1:25:22

Waalaikumsalam warahmatullahi

1:25:24

wabarakatuh. Terima kasih ayahanda Prof.

1:25:27

Dr. Hida Nasir yang sudah memberikan

1:25:29

bekal. Namun kami menghaturkan terima

1:25:31

kasih juga ya buat adik-adik pelajar

1:25:33

yang ada di Makassar, Denpasar,

1:25:36

Jayapura, Kupang, ee Medan. Kami lihat

1:25:40

dari Pusat Siar Digital Muhammadiyah

1:25:42

Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah

1:25:43

Yogyakarta. Adik-adik cukup khidmat

1:25:46

untuk menyimak. Ada yang di gedung, ada

1:25:49

yang di Ambitor, ada yang di halaman

1:25:52

sekolah. Oke, tepuk tangan untuk

1:25:54

semuanya. Boleh tepuk tangan untuk

1:25:56

semuanya ya. Terima kasih dan

1:25:59

mudah-mudahan pesan-pesan yang

1:26:00

disampaikan oleh Ayahanda Prof. Dr. Ha

1:26:03

Nasir ini menjadi bekal yang sangat

1:26:05

berharga bagi kita semua untuk bergerak

1:26:08

serentak, gembira berkarya di tahun

1:26:10

ajaran baru, semangat baru, sekolah

1:26:12

baru, dan tentu saja teman-teman baru.

1:26:15

Kita punya waktu ada tiga pelajar yang

1:26:18

akan berdiskusi atau berdialog langsung

1:26:20

bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat

1:26:22

Muhammadiyah ya. Ee saya mau ke Medan

1:26:26

dulu. Ada Muhammad Egi Abdillah dari

1:26:30

Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 20

1:26:33

Mandailing Natal. Oke, bisa dibantu ya

1:26:36

untuk bisa ng-pin

1:26:40

dari Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 20

1:26:43

Mandailing Natal. Sudah siap? Muhammad

1:26:47

Egi Abdullah. Oke, silakan mau bertanya

1:26:51

boleh silakan.

1:26:55

Asalamualaikum warahmatullahi

1:26:56

wabarakatuhasalam.

1:27:00

Waalaikumsalam. Silakan, Dek.

1:27:06

Ayahanda Prof. Haidar Nasir yang saya

1:27:08

hormati. Sekarang ini saya menjadi ketua

1:27:12

ikatan pelajar Muhammadiyah MTs

1:27:14

Muhammadiyah 20 Natal yang jauh dari

1:27:17

pusat pemerintahan baik dari kabupaten,

1:27:21

provinsi

1:27:23

apalagi dari pemerintahan ibu kota

1:27:25

negara Indonesia.

1:27:28

Akan tetapi, saya juga ingin menjadi

1:27:31

seperti ayahanda seorang profesor dan

1:27:35

pimpinan pusat Muhammadiyah. Kira-kira

1:27:38

bagaimana caranya menjadi seperti

1:27:40

ayahanda?

1:27:42

Eh, baik. Terima kasih Egi. Sudah.

1:27:44

Makasih ya, Egi ya. Nanti langsung mau

1:27:46

dijawab oleh Prof. Had Nasir. Silakan,

1:27:53

Ananda Egi. Saya tahu Madinata eh apa

1:27:58

Mandiling Natal. Madinah.

1:28:01

Madinah itu jauh agak jauhlah gitu kan.

1:28:04

Jadi kalau dari apa ee Pasaman terus

1:28:09

gitu ya atau nanti dari Medan memang

1:28:12

bisa sampai 12 jam ya, jadi cukup jauh.

1:28:16

Iya. Ee tetapi percaya

1:28:21

bahwa

1:28:23

Egi dan semua teman-teman yang ada di

1:28:27

Madinah maupun di tempat lain bahkan

1:28:30

bisa lebih dari saya.

1:28:32

Nah, kenapa

1:28:35

kuncinya

1:28:37

harus gigih seperti tadi yang pulang mau

1:28:42

pulang lalu lihat ada air netes ke batu

1:28:46

lama-kelamaan jadi berlubang gitu kan.

1:28:49

Atau ulama besar yang asalnya tidak bisa

1:28:53

pidato karena huruf R dan L-nya sering

1:28:58

ee tertukar gitu. itu akhirnya bisa juga

1:29:01

kan. Nah, jadi ee ananda Egi yang

1:29:06

penting semangat itu semua kita ini juga

1:29:10

dari desa yang jauh itu. Jadi semuanya

1:29:14

dari tempat yang jauh sehingga sekarang

1:29:17

ini tempat tidak jadi alasan. Apalagi

1:29:20

sudah pakai baju dan jaket IPM tuh keren

1:29:24

ya. Itu jaket saya yang bikin tuh waktu

1:29:28

dulu ya. waktu zaman PPIPM. Jadi

1:29:33

semangat insyaallah bisa lebih dari

1:29:35

saya. Kuncinya itu tadi, gigih pantang

1:29:39

menyerah. Nah,

1:29:42

ada lagi.

1:29:43

Oke, makasih Egi. Udah,

1:29:46

udah Egi. Ya,

1:29:47

terima kasih Ayda.

1:29:49

Iya, terima kasih. Semangat Egi. Dan

1:29:51

juga teman-teman mudah-mudahan melebihi

1:29:53

Profesor Had Nasir katanya begitu ya

1:29:54

harapannya ya. Eh, kita dari Mandailing

1:29:58

Natal. Saya mau ke Ambon. Ada Laraati

1:30:01

Mujiono dari SD Muhammadiyah Ambon.

1:30:04

Silakan Lara Sati.

1:30:08

Iya. Oh, sudah siap sama teman-teman dan

1:30:10

ee para gurunya. Oh, ya. Udah.

1:30:13

Dadah-dadah semua adik-adik silakan.

1:30:16

Rapih sekali ini.

1:30:17

Iya, silakan Lara Sati. Adik Laraati

1:30:21

silakan.

1:30:22

Silakan.

1:30:24

Asalamualaikum warahmatullahi

1:30:25

wabarakatuh.

1:30:27

Waalaikumsalam.

1:30:34

Perkenalkan nama saya Latiwiono.

1:30:39

Iya. Terus

1:30:40

dari SD Muhammadiah Ambon.

1:30:43

Ya, mau bertanya apakah terima kasih

1:30:48

atas nasehat

1:30:53

dari ayahanda.

1:30:59

Iya, boleh langsung bertanya.

1:31:00

Kami sangat merindukan ayahanda.

1:31:05

Merindukan untuk ke Ambon ya.

1:31:09

Iya.

1:31:12

Terus apalagi?

1:31:15

Kapan ayah Anda bisa ke Ambon? [tertawa]

1:31:19

Sekolah kita

1:31:20

ya. Bulan September ke Ambon

1:31:24

ya.

1:31:25

Bulan September dan nengok SD

1:31:27

Muhammadiyah Ambon

1:31:30

termasuk ketemu dengan Larasati dan para

1:31:32

guru sama siswa yang lain.

1:31:40

Ada lagi Ad Larasati? Ada lagi yang mau

1:31:44

ditanyakan ke Bapak ke Profeda Nasir?

1:31:47

Ada. Ada. Ada.

1:31:50

Iya. Silakan.

1:31:53

Ada masih ada yang

1:31:55

ayo

1:31:57

enggak usah malu. Silakan. Iya.

1:32:01

Terus

1:32:01

kami di SD Muhammadiyah ada dua ada dua

1:32:05

si

1:32:06

ada dua si pagi dan siang

1:32:10

dari pagi dan siang kami mau satu ee

1:32:14

kami mau satu

1:32:17

tapi

1:32:19

berkurang

1:32:20

eangan belajar kurang

1:32:22

keuangan belajarnya kurang

1:32:25

apa

1:32:26

kami banyak sekali

1:32:27

siswa kami banyak sekali

1:32:29

oke Oke,

1:32:31

ini yang kedua

1:32:32

ini rapi sekali ya. Eh, [tertawa] iya.

1:32:37

Duduknya rapi, pakaiannya rapi,

1:32:39

guru-gurunya rapi, juga guru-gurunya

1:32:43

juga sekaligus motivator dan provokator

1:32:46

tadi. [tertawa] Iya.

1:32:48

Nah, iya. Termasuk dimintain untuk dapat

1:32:53

ruangan baru. Iya. Nanti ada Pak Didi

1:32:56

nih. Nanti Pak Didi akan berkunjung ke

1:32:59

sana terus nambah ruangan ya. [tertawa]

1:33:04

Jadi insyaallah nambah ruangan nanti Pak

1:33:07

Didik ke sana ya.

1:33:09

Oke adik udah cukup ya adik ya cukup ya.

1:33:12

Yang penting semangat belajarnya ya.

1:33:15

Semangat belajarnya dan terima kasih

1:33:17

ibu-ibunya yang berkhidmat.

1:33:19

Iya. Baik. Terima kasih Adela Rasati dan

1:33:21

juga para guru dari SD Muhammadiyah

1:33:24

Ambon. Dan buat teman-teman yang sudah

1:33:26

hand, adik-adik pelajar, mohon maaf

1:33:28

kalau misalnya tidak semuanya bisa

1:33:29

ditunjuk ya, karena waktunya juga

1:33:31

terbatas. Berikutnya e saya mau ke

1:33:34

Kupang. Halo, apa kabar Kupang? Ada

1:33:36

Naurah Alika Salsabila dari SMP

1:33:39

Muhammadiyah Kupang. Silakan untuk

1:33:40

bertanya kepada Prof. Haida Nasir.

1:33:44

Asalamualaikum warahmatullahi

1:33:46

wabarakatuh.

1:33:47

Waalaikumsalam.

1:33:50

Ayahanda Prof. Dr. Haidar Nasir, M.Si.

1:33:54

si

1:33:56

perkenalkan nama saya Nauralika

1:33:58

Salfsabila saya di sini sebagai ketua

1:34:01

IPM atau ketua Ikatan Pelajar

1:34:03

Muhammadiyah Kota Kupang, Nusa Tenggara

1:34:05

Timur.

1:34:07

Iya.

1:34:08

Ee saya ingin [mendengus] memberitahu

1:34:11

bahwa infrastruktur bangunan di Kota

1:34:14

Kupang ini lumayan kurang. Jadi jika

1:34:18

kita ingin melakukan sebuah rapat atau

1:34:20

perkumpulan IPM, terkadang kita harus

1:34:23

menumpang ruangan satu sama lain. Jadi

1:34:25

jika berkenan

1:34:28

ayahanda bisa berkunjung ke Kota Kupang

1:34:30

untuk melihat kondisi sekolah kami.

1:34:33

Terima kasih, Pak.

1:34:34

Jadi ini SD ya?

1:34:36

Iya. SMP I

1:34:38

SMP Muhammadiyah Kupang. Kota Kupang ya.

1:34:41

Iya, Pak.

1:34:42

Iya. Terus apalagi yang menyangkut

1:34:44

pelajar itu kan menyangkut ruangan

1:34:48

e fasilitas ya.

1:34:51

Ee yang menyangkut pelajar apa?

1:34:54

Adik mau ada pertanyaan lain selain

1:34:56

pelajar karena adik sebagai ketua IPM

1:34:59

ya. Silakan boleh.

1:35:00

I

1:35:00

iya.

1:35:01

Apa ya?

1:35:03

Dulu juga saya IPM loh, Dek. Iya.

1:35:07

Mungkin mengadakan acara

1:35:10

seni begitu, Pak. Oke.

1:35:13

Menunjukkan bakat biar bisa melihat

1:35:15

bakat-bakat anak Muhammadiyah.

1:35:17

Oke. Iya. Iya. Iya. Iya. Baik. Di apa?

1:35:22

Di Kupang itu kalau bakat menyanyinya

1:35:25

kan bagus-bagus ya. Iya. Bisa nyanyi

1:35:28

enggak?

1:35:30

Ee bisa.

1:35:31

Coba nyanyi sebentar. Apa yang bisa?

1:35:34

[tertawa]

1:35:35

Ayo nyanyi

1:35:36

lagu

1:35:37

lagu dari Kupang.

1:35:39

Eh, ikan naik di pantai.

1:35:41

Coba coba.

1:35:44

Ikan naik di pantai. Mama dong turun

1:35:48

beli ikan di pantai. Liak kau minum.

1:35:51

Oke, jangan aku ulang.

1:35:54

Oke.

1:35:55

Oke. Tepuk tangan deh. Tepuk tangan

1:35:56

semuanya. Iya.

1:35:59

Itu lagunya cocok karena di Kupang di

1:36:02

NTT itu banyak ikan.

1:36:04

Iya. Iya. Yang kalau ke Sulawesi Selatan

1:36:07

jadi nama ikan ya, [berdehem] jadi

1:36:10

banyak ikan ya. Lagunya cocok ya. Oke

1:36:13

untuk fasilitas nanti biar Pak Didi lagi

1:36:16

yang akan nenggok ke sana ya. Iya.

1:36:18

[tertawa]

1:36:18

I Pak. Makasih Pak. Terima kasih. Terima

1:36:21

kasih. Ee kepada

1:36:23

siapa namanya tadi ya? Naurah Alika.

1:36:26

Ee kalau tahun 2024 nampaknya Prof.

1:36:28

Haidar juga ke Kupang ya sama pimpinan

1:36:30

yang lain ya karena ada acara milad dan

1:36:32

juga tanwir. Ada tanwir dan milad

1:36:34

Muhammadiyah di Kupang tapi SMP

1:36:36

Muhammadiyahnya terlewat karena

1:36:37

agendanya cukup padat. Baik, terima

1:36:39

kasih untuk semuanya. Jangan lupa ya

1:36:42

buat para guru, kepala sekolah dan juga

1:36:45

adik-adik semuanya gitu untuk like,

1:36:49

comment, subscribe di Muhammadiyah

1:36:51

Channel.

1:36:53

Oh, satu guru boleh ya? satu guru eh

1:36:57

silakan bisa raise hand

1:37:00

eh dari SD Muhammadiyah 2 Bapak Suhenri

1:37:05

Siregar. Silakan Pak Suhenri saya

1:37:08

langsung bisa melihatnya. Yang lain

1:37:10

mohon maaf silakan Pak I.

1:37:12

Oke. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi

1:37:15

wabarakatuh.

1:37:16

Waalaikumsalam.

1:37:17

Eh hamdan wasyukrillah ba'du. Ee yang

1:37:20

saya hormati ee Hayhanda kami pimpinan

1:37:24

pusat Muhammadiyah dan Hayah pimpinan

1:37:29

Dikdasmen dan PNF ee pimpinan pusat

1:37:32

Muhammadiyah.

1:37:34

Ee baik ee [berdehem]

1:37:35

terima kasih atas kesempatannya pada

1:37:38

pagi hari ini kepada moderator telah

1:37:40

memberikan kesempatan kepada saya.

1:37:44

Ee yang pertama yang

1:37:48

ingin saya sampaikan kepada Bapak

1:37:52

tentang fasilitas sekolah kita.

1:37:56

Jadi

1:37:57

kendalanya Pak, kita di sini di Kota

1:38:02

Berada eh perkenalkan dulu, Pak. Nama

1:38:04

saya Suhenri Siregar

1:38:07

ee berasal dari Kota Padang Simpuan,

1:38:10

Provinsi Sumatera Utara. dekat dengan

1:38:12

Madinah tadi, Pak.

1:38:13

Iya.

1:38:14

Dekat Mandeling Natal tadi, Pak.

1:38:16

Jauh. Ah.

1:38:18

Eh, jadi [berdehem] kita, Pak,

1:38:20

permasalahan kita di sini yang pertama

1:38:23

soal kita di Kota Padang Serimpuan

1:38:26

berada ee ada 3 SD Muhammadiyah, SD

1:38:30

Muhammadiyah. SD Muhammadiyah 1, 2, dan

1:38:33

3. Jadi kita penerimaan SPMB di sini,

1:38:37

Pak. tidak mengikuti SPMB pemerintah

1:38:41

daerah. Kita

1:38:44

duluan melaksanakan SPMB atau sistem

1:38:48

penerimaan murid baru di Januari.

1:38:53

Alhamdulillah terpenuhi dua rombel.

1:38:57

Tetapi kenyataannya yang mendaftar ke

1:39:00

sekolah kita

1:39:02

alhamdulillah seharusnya bisa tiga

1:39:04

rombel dan empat rombel, Pak.

1:39:07

Karena kondisi dan kondisi sekolah kita

1:39:12

strategis, Pak, berada di pusat kota

1:39:16

dan luas lahannya sangat sempit, Pak.

1:39:18

Kanan, kiri, muka belakang, mentok

1:39:20

dengan pemukiman warga.

1:39:23

Jadi, kita mengajukan untuk rapid lahan

1:39:27

kita tidak ada Pak yang kosong.

1:39:31

Ee jadi, Pak ee

1:39:35

mohonlah, Pak ee arahan dari Bapak

1:39:37

karena di sini kita seumpamanya kantor

1:39:40

kita ini hanya masih satu lantai.

1:39:44

Bagaimana bisa nanti

1:39:46

mengadakan apa untuk pembangunan atau

1:39:51

apa namanya agar bisa sekolah kita ini

1:39:54

bisa ditambah gedungnya untuk menampung

1:39:58

ee murid-murid kita.

1:40:01

yang kami tolak sebelumnya di SPMB

1:40:05

di apa tahun-tahun yang lewat, Pak.

1:40:09

Nah,

1:40:10

oke.

1:40:11

Jadi, mungkin itu saja dari kami, Pak.

1:40:13

Karena fasilitas dari sekolah kita tidak

1:40:16

mencukupi, jadi banyak murid-murid kita

1:40:19

yang kita tolak tidak bisa kita terima

1:40:22

untuk SPMP tahun ini, tahun kemarin,

1:40:25

tahun-tahun kemarinnya, Pak. Mungkin

1:40:27

demikian dari kami, Pak.

1:40:31

Wasalamualaikum warahmatullahi

1:40:33

wabarakatuh.

1:40:34

Waalaikumsalam. Terima kasih Bapak

1:40:35

Suhenri Siregar. Akan direspon Bapak.

1:40:39

Silakan.

1:40:39

Pak Suhenri Siregar ini meranak betul

1:40:43

ini. Sudah enggak punya gedung, enggak

1:40:46

punya lahan lagi. [tertawa]

1:40:48

E maksudnya Pak gedung ada, Pak. Tapi e

1:40:51

gedung kita, Pak ada. Ee rombel kita,

1:40:54

Pak, ada 13.

1:40:57

Kenyataannya ada empat. seharusnya ada.

1:41:00

Terus yang diperlukan nambah lahan.

1:41:02

Iya. Enggak, Pak. Nambah gedung, Pak.

1:41:04

Oh,

1:41:04

nambah atau gedung bertindanya enggak

1:41:07

ada lahan.

1:41:08

Lahannya masih

1:41:10

ee lahannya, Pak. Pasp.

1:41:12

Ke atas.

1:41:12

Iya, Pak.

1:41:13

Gimana nambah ke atas? Sudah jadi

1:41:16

maksudnya, Pak? Ee gedung yang sudah

1:41:18

lama ini, Pak, dibongkar dibikin

1:41:22

iya. Nanti minta PU mengerobohkan.

1:41:25

[tertawa]

1:41:26

Ee oke. Soal ini judulnya. Jadi ee apa

1:41:30

ee gedung sama fasilitas ya urusan Pak

1:41:33

Didilah nanti ya ee ke Padang Sidempuan.

1:41:37

Tapi lebih dari itu satu kami menghargai

1:41:40

ee kesungguhan kegigihan para guru

1:41:44

pimpinan sekolah yang fasilitasnya

1:41:46

terbatas

1:41:48

ee itu. Tapi kami juga berharap terus ee

1:41:53

di tengah keterbatasan termasuk yang di

1:41:55

daerah-daerah terjauh tetap semangat

1:41:58

sebagaimana spirit laskar perangi. Jadi,

1:42:02

laskar pelangi itu kan punya spirit itu

1:42:04

ya dalam keterbatasan kita tetap

1:42:06

menjalankan peran pendidikan, fungsi

1:42:09

pendidikan. Jadi kami sekali lagi ee

1:42:13

terima kasih kepada para guru, para

1:42:16

pimpinan sekolah, majelis dikdasmen di

1:42:19

seluruh tanah air, lebih-lebih di

1:42:22

tempat-tempat yang masih terbatas. ee

1:42:25

mudah-mudahan

1:42:26

ee pengkhidmatan Bapak Ibu itu akan

1:42:30

terus ee mengalir menjadi kekuatan untuk

1:42:35

meningkatkan ee kemajuan dan insyaallah

1:42:39

nanti Majelis Dikdasmen juga akan

1:42:42

perhatian pada kawasan-kawasan yang ee

1:42:45

masih bisa ee kita jangkau untuk

1:42:48

membantunya. Jadi ee yang penting nanti

1:42:52

mungkin komunikasi terus dilakukan ya.

1:42:55

Ee komunikasinya satu pintu saja lewat

1:42:58

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah ee

1:43:02

serta apa ee nonformal pimpinan pusat

1:43:05

Muhammadiyah ee di bawah kepemimpinan

1:43:08

Pak Didi ee Suwardi ya. Jadi itu ee

1:43:13

terima kasih Pak Siregar ya. Semangat

1:43:16

semuanya. Ee

1:43:19

baik

1:43:20

ya terima kasih terima kasih kepada

1:43:22

seluruh pelajar yang sudah bergabung.

1:43:24

Kami haturkan terima kasih kepada yang

1:43:26

terhormat Ketua Umum Pimpinan Pusat

1:43:28

Muhammadiyah Prof. Dr. Haeda Nasir,

1:43:29

M.Si. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

1:43:32

Prof. Ir AKIB dan juga Ketua Majelis

1:43:34

Dikdasmen PNF Bapak Didi Suharde, PhD.

1:43:39

Eh Sekretaris ee majelis juga dan juga

1:43:41

adik-adik yang sudah bergabung di Pusat

1:43:43

syiar Digital Muhammadiyah Kantor

1:43:45

Pimpinan Pusat Muhammadiyah. dan kepada

1:43:46

seluruh ee ee pimpinan wilayah, daerah,

1:43:51

cabang dari Majelis Dikdasmen dan PNF

1:43:53

serta kepala sekolah, guru dan seluruh

1:43:56

pelajar Muhammadiyah se-Indonesia. Ee

1:43:58

mudah-mudahan kita bisa serentak

1:44:00

bergerak ya, siap belajar, siap

1:44:04

bergembira berkarya. Terima kasih.

1:44:06

Asalamualaikum warahmatullahi

1:44:07

wabarakatuh.

1:44:11

[musik]

1:44:21

[musik]

1:44:29

Baik. [musik] Eh,

1:44:40

[musik]

1:44:42

baik, informasi kepada seluruh

1:44:46

[musik] peserta ee bahwa selanjutnya

1:44:49

kita akan ada sosialisasi akan

1:44:50

disampaikan oleh Majelis Dikdasmen.

1:44:52

kepada majelismen dari wilayah daerah

1:44:54

cabang bisa tetap berada di tempat

1:44:57

[musik] untuk melanjutkan acara

1:44:59

sosialisasi. Terima kasih.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages โ€” free, no signup required.

Try YouTLDR Free