PAK KETUM MENYAPA ๐๏ธ | Menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027 ๐
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat Ketua Umum Pimpinan Pusat
Muhammadiyah Prof. Dr. Hida Nasir, M.Si.
Yang kami hormati Prof. Irwan Aki,
M.Pd., Ketua Pimpinan Pusat
Muhammadiyah. Yang kami hormati Bapak H.
Didik Suhardi, PhD, Ketua Majelis
Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat
Muhammadiyah, serta yang kami banggakan
Majelis Dikdasmen dan PNF untuk tingkat
wilayah, pimpinan daerah, dan juga
pimpinan cabang, para kepala sekolah,
guru, karyawan, dan terkhusus seluruh
pelajar Muhammadiyah di seluruh
Indonesia.
Kami haturkan selamat datang dalam acara
Ketua Umum menyapa menyambut tahun
pelajaran baru 2026-2027
dengan tema yang penuh semangat
kebaikan, gembira berkarya.
Alhamdulillahirabbil alamin. Kita
haturkan rasa syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala pada pagi hari ini
seluruh pelajar Muhammadiyah
se-Indonesia berkumpul bersama menyambut
tahun pelajaran baru 2026-2027.
Dan seluruh hadirin, marilah kita mulai
dengan membaca basmalah.
Bismillah.
Acara ini diikuti oleh Pelajar
Muhammadiyah seluruh Indonesia yang
bergabung via Zoom di wilayah
masing-masing dan juga mengikuti bersama
via YouTube Muhammadiyah Channel dan
kepada seluruh peserta dan juga para
pelajar ee kepala sekolah boleh, para
guru juga boleh. Beberapa
pimpinan-pimpinan yang sudah bergabung
jangan lupa untuk like, comment dan
subscribe di Muhammadiyah Channel.
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang akan
dilantunkan oleh Nur Rasti Istiqomah
kelas 11 dari SMA Muhammadiyah Sunggu
Minasa Somba OPU Gua, Sulawesi Selatan
yang akan membacakan Quran surah Ali
Imran ayat 103-104.
Kepada Nur Rasti Istikomah disilakan.
[musik]
[musik]
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
[bernyanyi]
H
wau
biillah
Wallahi alaikum
idz kuntum
Kadzalika
yubayyinullahu
lakum ayatihi
la'allakum
tahtadu.
Waltaqu
minkum
ummatun
yaduna
ilal khairi
bilufianunail
wa
Sqallahuladzim.
[bernyanyi]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
[musik]
[musik]
Maha benar Allah dengan segala
firman-Nya. Kami haturkan terima kasih
kepada Ananda Nur Rasti Istiqomah yang
sudah membacakan ayat suci Al-Qur'an.
Mudah-mudahan mengalirkan pahala dan
keberkahan bagi kita yang mendengarkan
dan khususnya bagi sang pembaca. Hadirin
yang berbahagia, marilah kita sama-sama
menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang
Surya. Bagi peserta yang hadir bersama
via
YouTube, menyaksikannya lewat YouTube
bisa kami persilakan berdiri dan bagi
peserta yang hadir lewat Zoom bisa
mengambil sikap sempurna.
Kami persilakan
[musik]
Indonesia [musik] tanah airku,
tanahku.
[musik]
Di sanalah
aku berdiri [musik]
jadilah
Tuhan. [musik]
Indonesia
kebangsaanku,
bangsa dan tanah [musik] air.
Marilah kita bersaru
[musik] Indonesia
bersatu.
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,
[musik]
bangsaku, dan tentu semua.
Bangunlah [musik]
jiwanya bangunlahnya
untuk Indonesia [musik] raya
Indonesia Raya merdeka, merdeka tanahku
negeriku [musik] yang kucinta
Indonesia Raya merdeka, merdeka [musik]
hiduplah
Indonesia
Indonesia [musik]
Raya merdeka merdeka tanahu negeriku
yang kucinta [musik]
Indonesia raya merdeka [musik] merdeka
hiduplah
Indonesia
[musik]
[musik]
Tuhan
[musik]
[musik]
[musik]
Sang surya
tutup bersya [musik]
bersari
[musik]
ini [musik]
ya Allah
Tuhan kami [musik]
janganu [musik]
anaku
Tuhan [musik] bahagia
gerakan
Jang jang kelamanu
[musik]
kita
mengukah kaum [musik][bernyanyi]
muslimin
tinggalkan
peraduan
[musik]
lihat bang
telah [musik] di ufuk
semua lillahi [bernyanyi]
rabbi [musik] samina
wa
ya Allahuakjunganu
[musik]
[musik]
agu
Tuhan
[musik]
kuku.
[musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
Baik, untuk seluruh pelajar Muhammadiyah
yang sekarang berkumpul bersama
nampaknya jarak tidak menjadi masalah.
Kita akan bersama mengikuti dalam Pak
Ketum menyapa. Namun sebelumnya kita
akan ikuti bersama sambutan pembuka yang
akan disampaikan oleh Ketua Majelis
Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan
Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kepada yang kami hormati Bapak H. Didik
Suhadi, PhD. Kami persilakan.
[musik]
[musik]
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah wasyukrillah wala quwwata
illa billah. Ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalah wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasuluh la nabi
abadah.
yang sama-sama kita hormati, kita
muliakan,
Ketua Umum
PP Pusat Muhammadiyah,
Bapak
K. H. Dr. Haidar Nasir, M.Si. si
yang
kami hormati, Pak.
Ambil ulangi ya yang sama-sama kita
hormati, kita muliakan, Ketua Umum
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bapak K. H.
Prof. Dr.
Haidan Nasir, M.Si. si
yang saya hormati
pimpinan pusat Muhammadiyah yang
mengidangi pendidikan dan kebudayaan dan
olahraga Prof. Erwan Aqib, M.Pd.
Yang saya hormati seluruh pimpinan
Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan
Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah.
Yang saya hormati Ketua Majelis, wilayah
dan seluruh jajaran. Ketua Majelis
Didasmen
Pimpinan Daerah,
Bapak, Ibu
para kepala sekolah, madrasah, Bapak,
Ibu guru, dan tentu yang kami muliakan,
kami sayangi, kami banggakan para murid
Muhammadiyah di seluruh tanah air yang
berbahagia.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala karena pada pagi hari ini kita
diberi kesehatan, keberkahan sehingga
bisa bersama-sama
mengikuti acara yang sangat mulia, acara
yang sangat strategis yaitu dalam acara
Pak Ketu menyapa dalam rangka menyambut
tahun ajaran baru
2026220.
27.
Atas nama Pimpinan Majelis Pendidikan
Dasar dan Menengah dan Pendidikan
Nonformal, kami mengucapkan
selamat datang dan terima kasih yang
setinggi-tingginya
kepada Bapak Ketum, Bapak Pimpinan
Pusat Muhammadiyah Prof. Firwan Akib dan
juga seluruh
peserta yang hari ini hadir untuk
mendengarkan
petuah, arahan, nasihat dari Bapak
Ketum. Semoga ini akan menjadi
modal yang utama, modal yang akan
menjadikan inspirasi, motivasi bagi kita
semua.
Bapak Ketum yang kami hormati.
Dalam kesempatan yang baik ini kami
ingin melaporkan
bahwa alhamdulillah
dari tahun ke tahun jumlah murid
Muhammadiyah mengalami kenaikan. Tahun
2025-2026 kemarin mengalami kenaikan
hampir 2%. Jadi total jumlah murid kita
ada Rp1.70.000.
Insyaallah tahun 2026 ini juga mengalami
peningkatan terlihat dari laporan dari
berbagai wilayah yang menyampaikan
kepada kami. Tentu kami mengucapkan
terima kasih atas upaya yang luar biasa
dari para ee kepala sekolah, madrasah,
dan para pengurus yang telah luar biasa
melakukan pendampingan, melakukan
ee
kegiatan yang tentu menunjang ee bagi
terselenggaranya dan juga semakin
banyaknya jumlah siswa yang bersekolah
di Muhammadiyah. Bapak TUM, kami
laporkan
beberapa informasi yang kami peroleh
misalnya dari ee Sumatera Selatan, dari
Sumatera Barat, dari Jawa Timur,
dari Depok, dari Lampung, Jogja yang
tahun lalu sempat turun walaupun
sedikit. Alhamdulillah tahun ini luar
biasa kenaikannya. Kemudian Jawa Tengah,
Kota Waringan Timur, Malang, Jambi yang
dulu tahun 202 3 jumlah siswanya hanya
2.500, sekarang sudah 6.500-an.
Jadi banyak sekali perkembangan yang
positif dan tentu ini tidak lepas dari
upaya yang luar biasa dari teman-teman
para mantan kepala sekolah, mantan
pengurus dan juga kepala sekolah yang
sudah berhasil membesarkan AUMnya. Dan
kami setiap tahun mengirimkan para tim
ini untuk ke lapangan memberikan
penguatan kepada mereka.
Bapak Ketum kami laporkan juga bahwa ee
alhamdulillah pada tahun 2026 ini
anak-anak kita yang lolos di seleksi
Olimpiade Sains Nasional di tingkat
lolos di tingkat kabupaten dan mewakili
tingkat provinsi ada 370 siswa. Dan
tentu ini sangat menggembirakan karena
ee mereka tidak hanya tersebar di Jawa
tetapi juga tersebar di luar Pulau Jawa.
Dan ini menunjukkan bahwa pemerataan
pendidikan di Muhammadiyah sudah mulai
ee terlihat. Kami juga laporkan Pak
Ketum bahwa ee majelis juga berupaya
untuk melaksanakan program pendidikan
MIPA yang itu sudah kami lakukan di 102
sekolah. Semoga program MIPA ini bisa
menjadi unggulan juga bagi sekolah
madrasah Muhammadiyah sehingga pada
saatnya nanti akan muncul anak-anak kita
yang punya bakat di MIPA. Mereka bisa
berlaga di tingkat nasional dan
internasional.
Kami laporkan juga Pak Ketum bahwa ee
mulai tahun 2025 kemarin kami sudah
melaksanakan ee training center pusat
bahasa. Ee kami sudah mulai dengan
bahasa Jerman. untuk anak-anak kita yang
akan ee menempuh pendidikan di Jerman
dalam rangka aus buildung ini
pemagangan. Semoga di samping juga
pemagangan kita berharap ee karena semua
universitas yang ingin menjadi ee the
world class university mereka harus ee
dipersyaratkan punya mahasiswa asing.
Nah, oleh karena itu kami berupaya
agar anak-anak lulusan dari SMA, SMK
Muhammadiyah dan MA Muhammadiyah bisa
mengambil porsi anak-anak kita yang bisa
ee kuliah di luar negeri sekaligus
sebagai upaya dakwah kita untuk
menyiarkan ajaran pendidikan
Muhammadiyah, nilai-nilai ke Muhammadian
di seluruh dunia. Bapak Ketum yang kami
hormati. Ee kami juga laporkan bahwa
sekolah-sekolah kita yang muridnya di
atas 500 juga mengalami peningkatan.
Pada tahun 2024 itu hanya 480.
Tahun ini tahun 2025 kemarin sudah 626.
Semoga ini juga meningkat di tahun 2026
ini. Karena kemarin contoh di Jambi ee
sekolah tersebut tahun 3 tahun yang lalu
muridnya hanya 9, sekarang sudah 451.
Ini saya kira banyak berita yang sangat
menggembirakan. Semoga ini semua menjadi
penyemangat bagi yang lain, bagi sekolah
madrasah yang lain yang mungkin tahun
ini belum sebaik dari rekan-rekan yang
lain, sekolah yang lain. Semoga ini bisa
menjadi penyemangat bahwa kalau kita
serius, kita komitmen, kita punya ee
daya juang yang tinggi dan juga semangat
untuk membesarkan pendidikan
Muhammadiyah, insyaallah dengan upaya
yang luar biasa semua bisa kita lakukan.
Ee kemudian kami laporkan juga Pak Ketum
pada tahun 2026 ini insyaallah kami akan
melakukan bimbingan teknis untuk ee
program MIPAS Bilingual, Pak Ketum.
Karena alhamdulillah ee bahan ajar mipas
dalam ee ee biling wal sudah kami mulai
pasarkan ke seluruh sekolah dan
insyaallah semoga semua sekolah
Muhammadiyah sudah mulai menggunakan.
Tentu ini akan menjadi nilai tambah bagi
anak-anak kita karena dengan ee biling
wall ini memberikan kompetensi untuk
meningkatkan communication skills
anak-anak kita. Demikian Pak Ketum yang
bisa kami laporkan.
Selanjutnya kami nanti mohon sambutan
dari Bapak Pimpinan Pusat Muhammadiyah
yang membedangi pendidikan dan juga kami
mohon Bapak Ketum untuk memberikan
arahan, motivasi, wejangan sehingga bisa
menjadi pedoman bagi kami semua untuk
membesarkan, meningkatkan, dan juga
meraih pendidikan unggul Muhammadiyah
yang berkemajuan. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
[musik]
Kami haturkan terima kasih kepada Ketua
Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan
Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat
Muhammadiyah Bapak H. PD Suhardi, PhD
yang sudah memberikan laporan sekaligus
sambutan pembuka. Dan kepada hadirin
yang berada di dari Sabang sampai
Merauke di pusat SIA Digital
Muhammadiyah kantor Pimpinan Pusat
Muhammadiyah Yogyakarta. Telah hadir
juga para pelajar yang mewakili dari
Muhammadiyah Sapen Universal School,
dari SMP Muhammadiyah 3,P
Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dari SMA
Muhammadiyah 1 Yogyakarta dari Mualimat
dan juga Mualimin. Oke, eh dan
selanjutnya kita akan ikuti bersama
welcoming speech atau ucapan selamat
datang yang akan disampai disampaikan
oleh ketua pimpinan pusat Muhammadiyah
kepada Prof.
Kami persilakan. [musik]
[musik]
Makasih.
Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[berdehem]
Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
nastainuhu ala umurid dunya wal akhirah.
Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasul amma baad.
Yang kita sama hormati ketua umum
pimpinan pusat Muhammadiyah Bapak Prof.
Dr. Haidar Nasir, M.Si.
yang insyaallah akan menyapa kita semua
dalam program Pak Ketung menyapa.
Anda semua berbahagia
dan berbangga berada di sekolah
Muhammadiyah karena bisa langsung disapa
oleh Bapak Ketua Umum. [berdehem]
Yang saya hormati Bapak Didi Suhar,
Dipsd beserta seluruh pimpinan majelis
Didasmen
dan pendidikan nonformal pimpinan pusat
Muhammadiyah,
teman-teman para pengurus
majelis Didasmen pimpinan wilayah maupun
daerah dan cabang.
Bapak, Ibu para kepala sekolah, Ibu
guru, Bapak Ibu guru, teman-teman para
staf sekolah Muhammadiyah seluruh
Indonesia. Yang saya hormati
ananda semua para siswa sekolah
Muhammadiyah dari seluruh Indonesia baik
yang sementara ada di ruang PSDM
pimpinan pusat Muhammadiyah maupun yang
sementara mengikuti via Zoom maupun
YouTube. Alhamdulillah kita bersyukur
bahwa pada pagi hari ini kita bisa
diberikan kekuatan, kesehatan sehingga
bisa hadir bersama-sama melalui ee
program Pak Ketu menyapa yang diinisiasi
oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat
Muhammadiyah.
Anda semua ee tentu atas nama pimpinan
pusat menyampaikan selamat memasuki
tahun ajaran
2026-2027.
Baik siswa yang lama maupun siswa
paling tidak memiliki empat hal yaitu
mantap keimanannya, unggul intelektual,
angg kemudian sigap berkarya sehingga
kehadiran Anda semua akan memberikan
kontribusi positif bagi perkembangan
pendidikan maupun masa depan bangsa dan
negara. Pada akhirnya nanti kita
berharap bahwa Bapak Ketum akan
memberikan wejangan, memberikan masukan,
memberikan ee hal-hal yang mungkin yang
tentu positif bagi ananda semua sehingga
ee semakin membuat ananda semua menjadi
enjoy, menjadi bergembira di dalam ee
mengikuti pelajaran di sekolah.
Dan kita tentu ee mungkin ada ee apa
namanya dialog hal-hal yang spesifik
mungkin pengalaman-pengalaman dari ee
kita semua, pengalaman dari ananda semua
selama sekolah di sekolah Muhammadiyah
yang kita share pada kesempatan ini.
Terima kasih sekali lagi khususnya
kepada teman-teman Mas Didas Dasmen yang
menginisiasi kegiatan ini sehingga
kegiang dengan baik. Kita berharap
sekali lagi kita ee teruskan kepada Pak
Ketum. Mudah-mudahan ee silaturahmi ini
menjadi ajang yang baik bagi
perkembangan pendidikan Muhammadiyah di
masa yang yang akan datang. Nurul walami
wurun
nasul win. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
Kami haturkan terima kasih kepada Prof.
Irwan Aki, ketua pimpinan Pusat
Muhammadiyah. Ya, adik-adik pelajar
Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke.
Kita akan masuki momen yang
ditunggu-tunggu. Pagi hari ini sengaja
dihadirkan ayahanda kita, Ketua Umum
Pimpinan Pusat Muhammadiyah. di tengah
kesibukan beliau sengaja meluangkan
waktu karena ingin apa memberikan
semangat tentu saja akan memberikan
rahasia rahasia-rahasia ee keren kepada
kita semua ee bagaimana di tahun ajaran
baru ini kita bisa belajar dengan
gembira dan tentu saja melahirkan banyak
karya yang hebat. supaya langkah kita
semakin mantap dan semangat. Saya ingin
ee melihat dulu lambaian tangan dari
adik-adik semua yang ada di sekolahnya
masing-masing di auditorium. Silakan
untuk lambaikan tangannya adik-adik
coba. Oke, dari SMK Muhammadiyah Abung
Semuli udah
udah
siap SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Coba
sekali lagi untuk lambaikan tangannya.
Oke, terima kasih. Berarti sudah
menyimak semuanya ya. Dari Semamda
Surabaya silakan lambaikan tangannya.
Oke, berarti sudah siap ya. Sudah siap
semuanya. Supaya langkah makin mantap
dan makin semangat, kita akan dengarkan
langsung pesan dan sapaan hangat dari
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dan tentu saja beliau akan punya pesan
khusus ee buat adik-adik semua yang
bersiap menyambut masa depan. Kita
sambut Prof. Haida Nasir, M.Si. si,
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kami persilakan.
[musik]
[musik]
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
Hamdan syukr lillah wasalatan wasalaman
ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi
wa mawala.
para guru,
pengurus majelis Dikdasmen dan
anak-anakku yang saya cintai dan saya
banggakan,
para siswa-siswi
seluruh sekolah Muhammadiyah
di tanah air tercinta.
Selamat datang,
salam sejahtera dan
saya merasa bangga
bisa menyapa anak-anakku sekalian.
Saya melihat begitu banyak yang
tampil dan bisa dilihat di layar Zoom
yang kami
pantau.
Tadi ada beberapa yang
sudah disapa,
saya lihat ada yang jauh
dari
SD Muhammadiyah Ambon.
Coba lambaikan tangannya.
Oke.
Dari
mana yang jauh?
Pesantren Internasional Kauman Padang
Panjang.
Lalu
tadi saya lihat dari Padang Sidumpuan
mana? Sumatera Utara
ya. SD Muhammadiyah Padang Sedempuan 1
yang kayaknya kelihatan
heboh itu
SMA Aisiah Palembang.
Jadi ada Aisiah nih SMA Muhammadiyah
Palembang.
Mana lagi?
SMK Muhammadiyah Cirebon.
Sebelah kanan pindah. Tadi sebelah kiri
sekarang kena ke kanan. Iya.
Mana?
Nah, ini yang jauh. Betul nih. SMP
Muhammadiyah Jayapura.
Satu lagi ee dari Martapura,
Kalimantan Selatan.
Nah, pindah MTs Muhammadiyah Martapura.
Mana lagi? mewakili Sulawesi.
Sulawesi mana? Sulawesi
tidak tampak di sini ya.
Mana? Mana?
Ummul mukminin Aisiah Makassar. Nah.
Wah, rapi semua.
dan semangat
Sulawesi.
NTT mana? NTT
Nusa Tenggara Timur
Kupang.
Sumatera. Sumatera sudah tadi ya.
Baik, untuk sementara itu yang saya
panggil. Intinya semua ikut dipanggil
ya,
mewakili saja.
Nah, bersama saya,
bersama kami, Ketua Majelis Dikdasmen
dan ketua yang membidangi pendidikan
olahraga, Prof. Irwan AKB dan Prof.
Didi,
ada anak-anak kami yang mewakili
ananda sekalian di ruang pusat syiar
digital.
Saya sebut namanya nanti berdiri ya.
Kaira Azkia Nafisa.
Nah,
SD Muhammadiyah Sapen
ini sering ketemu saya ini. Nah, Kaira.
Oke, duduk.
Kemudian yang kedua, Kenan Danis Aara.
Nah,
ini SD Muhammadiyah Sapen. Muhammadiyah
Sapen Universal School
yang kelas internasional yang gedungnya
baru
tapi di tempat lain juga baru semua.
Kemudian ada Fatimah Syakila Azzahra SD
Muhammadiyah Sokonandi.
Fatimah Sokonandi.
Dulu saya sering ngantar dua anak saya
ke Sokonandi.
Keempat nadifa kalbi muttaqin mualimat.
Nah,
ini kader kita sekolah yang didirikan
Kiai Dahlan.
Lalu ada Agnia dia Firdaus
ini Muhi dan Adinata Nugraha
Muhammadiyah 1 yang sekarang juga
menjadi sekolah Garuda.
Lalu ada Nadifa Qolbi Mualimat.
Eh, sudah ya. Oh, sudah.
Ada
siapa lagi? Agniadia.
Sudah.
Sudah. Ahmad Mumtaz.
Mana? Ahmad Mumtaz.
Ini
Mualimin ya?
Mualimin.
Mualimin Muhammadiyah.
Lalu ada Gagah Adityya. Nah mesti gagah
nih anaknya.
Ini SMP Muhammadiyah
duam
SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Terakhir Ahmad Badir.
Ini Mualimin Muhammadiyah.
Eh, satu lagi ini belum.
Oh, sudah ya.
Adinata.
Adinata tadi ya. Oke.
Karena ruang terbatas jadi hanya ini
yang mewakili. tapi mewakili ananda
semua. Jadi anggap saja Ananda bersama
kami, bersama saya. Nah, gitu.
Ee ananda dan para guru serta pimpinan
majelis yang saya hormati, saya
banggakan.
Pertama tentu
atas nama pimpinan pusat Muhammadiyah
saya menyampaikan
selamat.
Selamat datang di sekolah-sekolah
Muhammadiyah.
Karena ananda semua ini adalah siswa
baru baik yang di SD,
SMP, SMA,
Madrasah,
Ibtidaiyah, Tsanawiyah, ee Aliah, SMK,
Muhammadiyah Aisiah juga.
Dan
selamat juga untuk para guru, para
pimpinan sekolah atas penerimaan siswa
siswi baru ini.
ini merupakan
kebanggaan bagi Muhammadiyah karena anda
sekalian dan juga para orang tua telah
mempercayakan diri untuk sekolah di
sekolah Muhammadiyah dan Aisiah.
Saya sampaikan terima kasih kepada para
guru
termasuk di tempat-tempat terjauh para
pimpinan sekolah dan juga para siswanya.
di Papua, di NTT, di Sumatera, di Pulau
Jawa yang lokasinya sangat jauh berbeda
dengan yang di pusat-pusat kota.
Semuanya sama memiliki semangat untuk
sekolah di sekolah Muhammadiyah dan
Aisiah.
Yang kedua,
percayalah
ananda sekalian.
ketika sekarang memulai masuk sekolah di
sekolah Muhammadiyah dan Aisiah
itu merupakan satu
kebanggaan.
Kenapa kebanggaan? Karena Ananda
sekalian
berada di sekolah-sekolah baik,
sekolah-sekolah terbaik.
Kemarin ada pengumuman
ada rilis
40 sekolah terbaik SD nasional itu ada
12
Sekolah Dasar Muhammadiyah
juga yang lain untuk SMP, untuk SMA dan
lain sebagainya. Ini satu contoh bahwa
Ananda masuk ke sekolah Muhammadiyah itu
bukan salah alamat,
tetapi memang sudah di jalan dan jalur
yang tepat, di pintu yang tepat
dan harus bangga
karena bukan sekolah
KW, bukan sekolah asal-asalan.
Kalau ada yang masih kurang berkembang
di daerah-daerah jauh, insyaallah
Majelis Pendidikan Dasar Menengah itu
akan memperhatikan.
Yang kedua,
ananda sekalian berada di organisasi
Muhammadiyah,
organisasi Islam modern terbesar di
dunia.
Bahkan kemarin ada rilis bahwa
satu-satunya ormas keagamaan
menjadi ormas yang terbaik nomor empat
yang asetnya itu terbesar di dunia.
Kekayaannya terbesar di dunia.
Jadi
ananda sekalian itu sudah berada di
organisasi yang besar.
juga Muhammadiyah itu
yang dirintis oleh Kiai Dahlan dan Nyai
Walidah Dahlan juga Aisiah itu sudah
menjadi organisasi yang punya peran
penting dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa di Indonesia
jauh sebelum
Indonesia menjadi negara merdeka.
Jadi jangan kecil hati,
jangan minder
masuk di sekolah Muhammadiyah. Nah,
gitu. Harus bangga ya. Bangga yang baik
bukan bangga sombong.
Kan agama kita mengajarkan ishadu bianna
muslim.
Persaksikanlah bahwa saya, kita ini
muslim. Nah, muslim itu menjadi orang
yang terbaik.
Jadi harus bangga.
Nah, yang kedua atau selanjutnya
Ananda memulai sekolah itu jangan stres,
jangan tertekan,
jangan bingung, jangan susah, jangan
berat.
Memang memulai sekolah itu tidak mudah.
Pertama sekolah belum kenal guru, belum
kenal teman gitu ya. Tapi nanti 1 du
hari akan segera kenal. Nah, gitu. Maka
tadi gembiralah ketika memulai sekolah
ya. Gembira itu modalnya senang.
Nah, maka pesan saya ada lima untuk
adik-adik sekalian,
untuk anak-anak sekalian. Satu,
niati dan semangat untuk mencari ilmu di
sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Aisiah.
Mencari ilmu itu wajib bagi setiap
muslim.
Bahkan
mencari ilmu itu dan berilmu itu dalam
Al-Qur'an disebut
yarfaillahulladzina
amanu minkum wa
wa wa walladzina utul ilm darajah.
Allah akan mengangkat derajat mereka
yang beriman dan berilmu. Nah, jadi
kalau kita mencari ilmu itu nanti akan
naik derajat kita, akan naik kualitas
kita, kita akan menjadi orang yang
berguna, kita menjadi orang yang
berarti, kita menjadi orang yang baik.
Jadi intinya itu maka harus semangat.
Enggak boleh mencari ilmu ke sekolah itu
lemas.
Enggak boleh ke sekolah dan di sekolah
itu ngantukan.
Nah, kalau jam 09.00 sudah ngantukan itu
memang kurang semangat
supaya tidak ngantuk. Coba berdiri. Ee
berdiri duduknya tegak.
Coba semua berduduk tegak.
Jangan bengkung gini
duduk tegak ya. Coba coba mulai aja
duduk tegak. Kalau begini ini itu mesti
enggak akan ngantuk.
Tapi kalau sering begini nanti
ngantuknya sering. Nah, jadi harus
semangat mencari ilmu. Bahkan ada
kalimat hikmah dari ulama besar.
Man arodad dunya faalaihi bil ilm.
Barang siapa yang ingin sukses di dunia,
maka dia harus mencari ilmu dan berilmu.
Waman arodal akhirah. Barang siapa yang
ingin selamat di akhirat nanti setelah
kehidupan di dunia harus berilmu dan
dengan ilmu. Waman arodahuma.
Barang siapa yang ingin meraih
kedua-duanya
dunia dan akhirat,
faalaihima bil ilm atau fa'alaihi bil
ilm, maka harus dengan ilmu.
Nah, maka harus semangat.
Dulu ada seorang
yang kemudian menjadi ulama besar
itu pergi mencari ilmu ke sebuah
madrasah.
Kemudian dia merasa
tidak berhasil,
merasa susah mencari ilmu. Lalu dia
berusaha pulang ke kampungnya, ke
rumahnya.
Nah, di tengah perjalanan
dia
duduk di sebuah batu yang ada pohonnya.
Ini cerita.
Lalu dia menyaksikan
ada tetesan air ke batu itu tentu sudah
lama.
Dan dia melihat
ternyata di batu itu ada lubang besar
akibat tetesan air itu.
Akhirnya apa? Dia tidak jadi pulang.
Kemudian datang lagi ke madrasahnya
dan di situlah dia belajar dan kelak dia
menjadi ulama besar. Menurut kisah
dialah Imam Al-Ghazali
menjadi ulama besar.
Ada lagi cerita
seorang yang belajar pidato tetapi tidak
bisa-bisa. Karena apa? Lidahnya celat.
Celat itu apa? Tidak bisa mengeluarkan
huruf R.
Lalu yang keluar L
misalkan mau ke pasar itu jadi ke pasal.
Nah, gitu kan. Itu celat. Dia kan putus
asa. Setiap pidato diketawain
teman-temannya,
tapi dia gigih terus belajar pidato
untuk hirang, hilang
celatnya, hilang cadelnya, hilang ee
gangguan suaranya. Apa yang terjadi?
dia menjadi ahli pidato
dan dia menjadi ulama besar yang
kemudian menulis kitab Bulugul Maram.
Jadi ini satu contoh saja
atau kalau adik-adik tahu kisah ee
Newton.
Newton pernah dikembalikan dan keluar
dari sekolahnya karena merasa berat.
Tetapi akhirnya dia sekolah lagi di
Inggris di tempat kelahirannya dan
kemudian jadi
ilmuwan besar.
Kita juga banyak contoh dari orang-orang
besar, orang-orang berhasil yang awalnya
merasa gagal tetapi karena semangat
sukses.
Jadi kunci keberhasilan itu karena kita
punya semangat mencari ilmu. Apalagi di
Muhammadiyah,
di umat Islam mencari ilmu itu ibadah.
Kalau ibadah dapat pahala dari Allah,
dapat berkah dari Allah di samping dapat
ilmu.
Itu yang pertama. Yang kedua,
belajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah
dan Aisiah itu menempak diri untuk
menjadi orang yang berakhlak mulia,
beriman, bertakwa, rajin salat, rajin
ibadah,
selalu dekat kepada Allah, lalu
akhlaknya menjadi baik.
Siapa contohnya akhlak yang mulia itu?
Nabi kita, rasul kita Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. [berdehem]
Laqod kanana fi rasulillahi
uswatun hasanah.
Nabi kita itu contoh terbaik dalam
hidup.
tutur katanya selalu baik dan tidak
pernah mengeluarkan kata-kata kotor
termasuk adik-adik ini terutama yang
sudah SMA, SMK bermain media sosial
itu jangan mengeluarkan kata-kata yang
tidak perlu termasuk nama-nama binatang
di kebun binatang.
Biarpun ada orang lain yang memancing.
Nah, anak-anak sekolah Muhammadiyah
jangan.
Kata-kata itu harus baik,
bersikap harus baik, bertindak harus
baik,
kepada guru harus baik, apalagi kepada
orang tua harus birul walidain. Coba
adik-adik sekalian,
orang tua kita, ayah ibu kita ini
berjuang untuk anak sekalian itu bisa
sekolahnya berhasil, hidupnya berhasil.
Apalagi ibu tercinta mengandung 9 bulan,
bahkan ada yang dioperasi caesar
kemudian membesarkan anak-anak sekalian.
Maka Nabi sampai memerintahkan,
"Cintai ibumu, ibumu, ibumu, dan
ayahmu."
Biarpun mungkin ibu bapak itu suka
nyuruh sekolah terus, nyuruh belajar
terus, nyuruh salat, ya itu memang
tanggung jawab ibu dan ayah. Jangan
pernah marah, jangan pernah bosan,
jangan jengkel kalau ayah ibunya
memerintahkan salat, belajar, dan lain
sebagainya.
Karena apa? Cinta orang tua itu seluas
samudra untuk anak-anak sekalian. Dan
berkah Allah, rida Allah itu ada pada
orang tua. Sampai Nabi mengatakan,
bersabda, "Ridallah fi ridol walidain
washtullah fi suhtul walidain."
rida Allah itu ada pada rida orang tua
dan murka Allah ada pada murka orang tua
sampai ada di zaman Nabi
orang yang durhaka pada orang tuanya
kemudian dia meninggal
lalu ibunya Ya, karena merasa sakit
tidak mau menengok, menjenguknya dan
menguburkannya. Tetapi Nabi menunda
sampai ibunya untuk memaafkannya.
Kemudian ibunya saking sakit hatinya itu
tetap tidak mau. Tapi apa kata Nabi?
Kalau ibu tidak mau memaafkan,
anak ibu ini mau kami bakar.
Nah, ibunya takut anaknya dibakar dan
luluh hatinya. Lalu dia memaafkan
sebelum dimakamkan.
Kenapa?
Karena Nabi yakin ketika orang tuanya
tidak memaafkan
akan berat bagi anak itu untuk
menanggung beban nanti di kubur dan di
alam barzah sampai di hari kiamat.
Jadi, adik-adik harus berbuat yang
terbaik.
Nabi itu memang dirawat Allah untuk
tidak berbuat yang buruk.
Bahkan sebelum jadi nabi. Contohnya
ketika usianya sekitar 10 tahun, Nabi
seperti anak-anak yang lain di Makkah
ingin nonton hiburan.
Lalu dia pergi ke tempat hiburan itu.
Tetapi di tengah jalan sebelum sampai
dia ngantuk.
Lalu dia berhenti di sebuah tempat dan
di situlah dia tertidur sampai dia tidak
bisa nonton hiburan itu. Nabi dijaga.
Ya, adik-adik enggak apa-apa ada hiburan
nonton
ee apalagi ke mall itu. Tetapi jangan
sering-sering.
Kalau sering-sering nanti
menjadi anak hiburan,
menjadi anak mall,
menjadi anak tukang rekreasi semata.
Hiburan itu di waktu perlu, di saat
liburan.
Jadi apa sehari-hari ya harus
melaksanakan kegiatan yang baik. Jadi
jaga ya akhlak itu dan itu yang di
ditanamkan di sekolah Muhammadiyah.
Harus bersikap yang baik, berkata yang
baik, bertindak yang baik, termasuk
dengan sesama.
Jangan sekali-kali membully
kawan kita, saudara kita,
teman yang ada di kelas.
Memukul, menghina, mengejek.
Wah, itu sekarang bahkan bisa jadi
perkara hukum. Jadi, anak-anak sekolah
Muhammadiyah Aisiah itu selalu berakhlak
yang mulia.
Wah, nanti hebat itu
berakhlak mulia itu keren.
Nah, apa kerennya? Ya nanti kalau kalau
saya bisa ketemu atau guru nanti bisa
jelaskan. Jadi, berakhlak mulia itu
bukan kuno,
bukan
jadul. Jadi, berakhlak mulia itu kita
akan keren gitu ya.
Yang ketiga,
harus biasa dan mau berkawan dan
bersaudara
dengan sesama yang ada di kelas, satu
sekolah.
Biarpun berbeda latar belakangnya,
berbeda keluarga, berbeda suku,
berbeda apa saja.
Bahkan ada yang berbeda kulit.
Jangan biasakan
kepada sesama teman kita karena berbeda
kulit lalu nyebut kulitnya kuning,
kulitnya
coklat, kulitnya hijau, kulitnya biru,
dan seterusnya. Jangan biasakan
anak-anak sekolah Muhammadiyah kuning,
hitam,
coklat itu semuanya sama.
Ya ayyuhanas inna khalaqnakum min
dzakari wa unsa wa'alnakum
suuba waqoba litaarofu.
Hai manusia, sesungguhnya aku ciptakan
kalian laki-laki dan perempuan.
berbangsa, bersuku-suku
untuk saling mengenal, untuk saling
mencintai, untuk saling menghormati.
Begitu juga
entah kurus, entah gemuk,
biarpun yang kurus harus ditambah agak
sedikit gemuk. Yang gemuk kurangi,
jangan gemuk-gemuk gitu biar sehat. Tapi
jangan biasakan
ngeledek teman kita karena gemuk atau
karena kurus.
Itu sudah tidak zamannya. Tidak keren.
Ya, jangan biasakan begitu. Itu gak
baik.
Harus bersaudara, harus berteman. Maka,
nah sekarang ketika memulai sekolah baru
1 hari, baru 2 hari ya nih yang ada di
belakang itu anggap nih semuanya
bersaudara
seperti saudara di rumah.
Baik itu yang satu agama, satu kampung
maupun beda. Termasuk yang di Papua. Di
NTT kan banyak dari anak-anak siswa
sekolah Muhammadiyah itu agamanya
berbeda-beda.
Semuanya bersaudara.
Jangan karena berbeda agama lalu kita
saling bermusuhan ya.
Harus bersaudara
dan itu diajarkan oleh agama kita Islam.
Nah, 1 2 3 berapa itu? Empat.
Yang keempat
harus selalu mengikuti aturan ketentuan
yang ada di sekolah
dan jangan melanggarnya.
Kalau ada aturan untuk tidak bawa HP ke
sekolah, ya ikuti.
Jangan kemudian dimasukkan kaos kaki,
dimasukkan
ee apa?
Punggung bagian dalam.
Jangan merokok. Merokok itu bukan hanya
di sekolah, enggak boleh.
Di luar sekolah pun ngerokok itu tidak
sehat.
Kalau ada kakak-kakak kalian yang
merokok, jangan ikut-ikutan ya.
Merok itu tidak sehat.
Di samping oleh Majelis Tarjih
Muhammadiyah ditidak bolehkan merokok.
Lagian ngapain ya merokok? Coba lihat.
orang ngerokok gitu, kecuali yang masih
ya. [tertawa]
Ee di terminal itu orang merokok,
adik-adik tahu enggak? Di bandara
itu di di apa?
Di ditempatkan di satu ruang berkaca itu
untuk ditonton.
Untuk ditonton supaya jangan ikut tuh
gitu kan. Jadi karena apa ya? Lepas
kelupus itu. Itu kok kayak enggak ada
pekerjaan begitu ya. Mohon maaf bagi
yang merokok.
Jadi jangan tuh apalagi rusak tuh
paru-paru kalian nanti ya. Jangan
sekali-kali tergoda oleh godaan setan
gitu ya. Jadi jangan merokok.
Itu enggak sehat. Jadi tidak dilarang
pun harus menjauhinya.
Termasuk tadi tidak boleh mengganggu
teman kita,
melakukan kekerasan,
menghina,
mengejek nama.
Nama saja enggak boleh itu diejek itu.
Itu namanya laqab watasakhar di dalam
agama itu tidak boleh merendahkan dan
tidak boleh mengejek nama-nama.
Apalagi kan diberikan orang tua.
Biarpun kan beragam-ragam nama itu, tapi
enggak boleh kita ecek. Karena setiap
nama punya arti apalagi orang tua
memberikannya.
Jadi ikuti aturan tuh.
Kalau ikuti aturan itu enak sehingga
kita tidak punya urusan.
Ya, termasuk kalau adik-adik yang bawa
sepeda motor yang sudah boleh ya. Hm.
Yang sudah boleh sepeda motor itu yang
SMK, yang SMA ya. Kalau SD janganlah
gitu ya. Iya. Jadi ikuti aturan lalu
lintas biarpun di situ tidak ada polisi.
Belajar tertib.
Nah, jadi siswa Muhammadiyah
itu harus tertib, disiplin,
termasuk disiplin waktu, tidak boleh
telat datang.
Dan tadi harus semangat. Kalau semangat
itu datang mesti paling awal dan pulang
tidak harus ditunggu-tunggu untuk cepat.
Beda dengan para pegawai itu. Para
pegawai itu inginnya datang terlambat,
pulang cepat, tapi pegawai di Selandia
Baru. Kalau di Indonesia enggak, kecuali
yang Iya.
Jadi, anak-anak harus semangat tuh. Kami
dulu ya kalau sekolah itu datang
dah
wal asri innal insana lafi hrin
illalladzina amanu wa amilus shihat wat
tawasau bilhaqqi wa tawasau bisobr. Nah,
tapi tangannya sudah begini nih.
Kalau enggak itu dulu zaman kami zaman
saya kalau ini enggak gini itu pakai
sapu lidi itu tek tekin
tuh. Kalau sekarang enggak ada guru
apalagi pakai bambu besar. Jadi tertib
sekali begini. Tiap hari Senin itu
diperiksa kuku tuh.
Periksa kuku semua begini sebelum masuk
itu lalu dilihat sama guru itu. Kalau
ada kena gini ya sudah di samping di tek
itu disuruh keluar suruh gunting
kukunya.
Nah, nanti kalau pulang itu sama
si dakep lagi begini tertib lalu wal
asri lagi.
Jadi ini untuk para guru biasakan juga
di sekolah Muhammadiyah untuk baca wal
asri baik waktu masuk maupun waktu
pulang.
Dan wal asri itu penting itu artinya
sampai Kiai Dahlan itu mengajarkan wal
asri selama 8 bulan supaya kita disiplin
waktu mau beriman, mau beramal,
saling berwasiat dalam kebaikan
dan sabar. Nah, itu jadi itu pentingnya
wal asri.
Kalau was wal asri jangan kemudian ee
tiduran di atas meja.
Kalau ditiduran di atas meja nanti tidak
boleh pulang itu kalau dulu. Nah, jadi
ngantuk ee ya keluar sedikit izin
olahraga gitu kan gitu. Nah, yang
terakhir ini. Yang terakhir
harus berlomba meraih prestasi. Nah, itu
berlomba meraih prestasi. Prestasi itu
apa? Kita berhasil dalam bidang kita,
bidang studi kita, apapun bidangnya,
dapat penghargaan,
bisa menjadi yang terbaik. Fastabiqul
khairat. Nah, kenapa
adik-adik anak-anakku sekalian itu
negara-negara lain itu sudah maju?
Malaysia,
Vietnam,
Singapura, apalagi gitu ya, bahkan
Kamboja. Kenapa? Karena anak-anaknya
semangat belajar meraih prestasi
karena mereka sudah punya kebiasaan
berilmu,
belajar membaca.
Jadi kalau
ada di sekolah apalagi sudah di SMP, SMA
ada IPM, Ikatan Pelajar Mas apa? Pelajar
Muhammadiyah. Kalimat nun walqolami wa
yasturun. Ya itu nun walqolami wa
yasturun. Nun demi kalam dan apa yang
dituliskan oleh malaikat dalam kitab
Al-Qur'an
atau dalam surah Iqra Bismbikalladzi
khalaq itu menyuruh kita
termasuk anak-anak siswa siswi di
sekolah Muhammadiyah madrasah semuanya
untuk punya kebiasaan berilmu, membaca
dan meraih prestasi.
Membaca itu di mana saja, di
perpustakaan,
lewat HP, membaca ilmu, belajar ilmu
boleh, tapi jangan HP-an terus, jangan
berHP terus, main HP terus, tetapi yang
dilihat itu hanya mainan saja. mainan
boleh seperlunya, tapi habis itu baca
yang lain
supaya apa? Supaya kita
bisa jernih pikiran kita, tidak rusak
mata kita. Adik-adik sekalian, di
negara-negara maju sekarang ada
kesadaran baru
di keluarga bahwa anak-anak itu tidak
terlalu keranjingan HP.
tidak ketagihan
HP, tidak ketagihan ee
berbagai jenis
seperti itu yang membuat kalian kemudian
tidak bisa berprestasi.
Jadi ini juga perlu menjadi kebiasaan
yang baik supaya bisa meraih prestasi.
Prestasi satu sama lain anak-anak itu
berbeda.
Jadi bagi ada yang belum bisa meraih
prestasi seperti temannya, jangan kecil
hati. pasti kalian juga punya kemampuan
yang lain.
Pada dasarnya setiap anak-anak itu
termasuk kalian semua itu punya
kemampuan
dan peluang untuk berprestasi
di bidang masing-masing
dan tidak selalu sama ya gitu tidak
selalu sama. Yang penting belajar untuk
meraih prestasi.
Kiai Dahlan itu itu dulu mendirikan
Muhammadiyah dalam usia paling muda.
Belajar ke Arab Saudi dua kali.
Kemudian pulang itu menjadi tokoh besar,
tokoh pembaharu.
Bahkan bisa mendirikan madrasah mualimin
muualimat. Dan sekolah Muhammadiyah ini
semuanya itu gagasan
kepeloporan perintisan dari Kiai Dahlan.
Usianya masih muda saat itu 20 tahun, 21
tahun.
Tapi mencari ilmunya luar biasa.
Bahkan mau berteman dengan orang
Belanda, dengan dokter Belanda.
Itu kehebatan keidahlan. sehingga bisa
mendirikan Muhammadiyah, bisa mendirikan
bersama Nyai Walidah Dalan Aisyiah.
Di situlah
kalian punya kesempatan untuk
berprestasi. Dan nah ini terakhir sekali
ketika berhadapan dengan
mereka yang sekolah di swasta lain, di
sekolah negeri, kalian jangan rendah
diri. Nah, itu ya jangan rendah diri.
Harus tetap tegap, percaya diri, tetapi
tetap rendah hati
karena semuanya sama.
Bahkan kita itu juga dalam beberapa hal
lebih baik.
Jadi jangan karena sekolah Muhammadiyah
malah kok merasa rendah diri. Tadi kan
saya sebutkan di SD saja dari 40 sekolah
negeri dan swasta 12 SD Muhammadiyah
terbaik. Bahkan yang teratas itu SD
Muhammadiyah sapen secara nasional. Nah,
gitu. Tepuk tanganlah.
Tepuk tangan.
Artinya jangan rendah diri,
tapi rendah hati dan percaya diri. Ya,
kalau percaya diri itu keren itu. Itu
namanya siswa sekolah Muhammadiyah dan
Aisiah. Sebagaimana kerennya
Muhammadiyah.
Selamat datang di sekolah Muhammadiyah.
semangat
berakhlak mulia,
bersaudara,
cinta ilmu,
cinta prestasi,
dan bangga menjadi siswa sekolah
Muhammadiyah dan Aisiah. Nasr minallah
wafatin qorib nun walqolami wa yasturun.
Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih ayahanda Prof.
Dr. Hida Nasir yang sudah memberikan
bekal. Namun kami menghaturkan terima
kasih juga ya buat adik-adik pelajar
yang ada di Makassar, Denpasar,
Jayapura, Kupang, ee Medan. Kami lihat
dari Pusat Siar Digital Muhammadiyah
Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Yogyakarta. Adik-adik cukup khidmat
untuk menyimak. Ada yang di gedung, ada
yang di Ambitor, ada yang di halaman
sekolah. Oke, tepuk tangan untuk
semuanya. Boleh tepuk tangan untuk
semuanya ya. Terima kasih dan
mudah-mudahan pesan-pesan yang
disampaikan oleh Ayahanda Prof. Dr. Ha
Nasir ini menjadi bekal yang sangat
berharga bagi kita semua untuk bergerak
serentak, gembira berkarya di tahun
ajaran baru, semangat baru, sekolah
baru, dan tentu saja teman-teman baru.
Kita punya waktu ada tiga pelajar yang
akan berdiskusi atau berdialog langsung
bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat
Muhammadiyah ya. Ee saya mau ke Medan
dulu. Ada Muhammad Egi Abdillah dari
Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 20
Mandailing Natal. Oke, bisa dibantu ya
untuk bisa ng-pin
dari Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 20
Mandailing Natal. Sudah siap? Muhammad
Egi Abdullah. Oke, silakan mau bertanya
boleh silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuhasalam.
Waalaikumsalam. Silakan, Dek.
Ayahanda Prof. Haidar Nasir yang saya
hormati. Sekarang ini saya menjadi ketua
ikatan pelajar Muhammadiyah MTs
Muhammadiyah 20 Natal yang jauh dari
pusat pemerintahan baik dari kabupaten,
provinsi
apalagi dari pemerintahan ibu kota
negara Indonesia.
Akan tetapi, saya juga ingin menjadi
seperti ayahanda seorang profesor dan
pimpinan pusat Muhammadiyah. Kira-kira
bagaimana caranya menjadi seperti
ayahanda?
Eh, baik. Terima kasih Egi. Sudah.
Makasih ya, Egi ya. Nanti langsung mau
dijawab oleh Prof. Had Nasir. Silakan,
Ananda Egi. Saya tahu Madinata eh apa
Mandiling Natal. Madinah.
Madinah itu jauh agak jauhlah gitu kan.
Jadi kalau dari apa ee Pasaman terus
gitu ya atau nanti dari Medan memang
bisa sampai 12 jam ya, jadi cukup jauh.
Iya. Ee tetapi percaya
bahwa
Egi dan semua teman-teman yang ada di
Madinah maupun di tempat lain bahkan
bisa lebih dari saya.
Nah, kenapa
kuncinya
harus gigih seperti tadi yang pulang mau
pulang lalu lihat ada air netes ke batu
lama-kelamaan jadi berlubang gitu kan.
Atau ulama besar yang asalnya tidak bisa
pidato karena huruf R dan L-nya sering
ee tertukar gitu. itu akhirnya bisa juga
kan. Nah, jadi ee ananda Egi yang
penting semangat itu semua kita ini juga
dari desa yang jauh itu. Jadi semuanya
dari tempat yang jauh sehingga sekarang
ini tempat tidak jadi alasan. Apalagi
sudah pakai baju dan jaket IPM tuh keren
ya. Itu jaket saya yang bikin tuh waktu
dulu ya. waktu zaman PPIPM. Jadi
semangat insyaallah bisa lebih dari
saya. Kuncinya itu tadi, gigih pantang
menyerah. Nah,
ada lagi.
Oke, makasih Egi. Udah,
udah Egi. Ya,
terima kasih Ayda.
Iya, terima kasih. Semangat Egi. Dan
juga teman-teman mudah-mudahan melebihi
Profesor Had Nasir katanya begitu ya
harapannya ya. Eh, kita dari Mandailing
Natal. Saya mau ke Ambon. Ada Laraati
Mujiono dari SD Muhammadiyah Ambon.
Silakan Lara Sati.
Iya. Oh, sudah siap sama teman-teman dan
ee para gurunya. Oh, ya. Udah.
Dadah-dadah semua adik-adik silakan.
Rapih sekali ini.
Iya, silakan Lara Sati. Adik Laraati
silakan.
Silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Perkenalkan nama saya Latiwiono.
Iya. Terus
dari SD Muhammadiah Ambon.
Ya, mau bertanya apakah terima kasih
atas nasehat
dari ayahanda.
Iya, boleh langsung bertanya.
Kami sangat merindukan ayahanda.
Merindukan untuk ke Ambon ya.
Iya.
Terus apalagi?
Kapan ayah Anda bisa ke Ambon? [tertawa]
Sekolah kita
ya. Bulan September ke Ambon
ya.
Bulan September dan nengok SD
Muhammadiyah Ambon
termasuk ketemu dengan Larasati dan para
guru sama siswa yang lain.
Ada lagi Ad Larasati? Ada lagi yang mau
ditanyakan ke Bapak ke Profeda Nasir?
Ada. Ada. Ada.
Iya. Silakan.
Ada masih ada yang
ayo
enggak usah malu. Silakan. Iya.
Terus
kami di SD Muhammadiyah ada dua ada dua
si
ada dua si pagi dan siang
dari pagi dan siang kami mau satu ee
kami mau satu
tapi
berkurang
eangan belajar kurang
keuangan belajarnya kurang
apa
kami banyak sekali
siswa kami banyak sekali
oke Oke,
ini yang kedua
ini rapi sekali ya. Eh, [tertawa] iya.
Duduknya rapi, pakaiannya rapi,
guru-gurunya rapi, juga guru-gurunya
juga sekaligus motivator dan provokator
tadi. [tertawa] Iya.
Nah, iya. Termasuk dimintain untuk dapat
ruangan baru. Iya. Nanti ada Pak Didi
nih. Nanti Pak Didi akan berkunjung ke
sana terus nambah ruangan ya. [tertawa]
Jadi insyaallah nambah ruangan nanti Pak
Didik ke sana ya.
Oke adik udah cukup ya adik ya cukup ya.
Yang penting semangat belajarnya ya.
Semangat belajarnya dan terima kasih
ibu-ibunya yang berkhidmat.
Iya. Baik. Terima kasih Adela Rasati dan
juga para guru dari SD Muhammadiyah
Ambon. Dan buat teman-teman yang sudah
hand, adik-adik pelajar, mohon maaf
kalau misalnya tidak semuanya bisa
ditunjuk ya, karena waktunya juga
terbatas. Berikutnya e saya mau ke
Kupang. Halo, apa kabar Kupang? Ada
Naurah Alika Salsabila dari SMP
Muhammadiyah Kupang. Silakan untuk
bertanya kepada Prof. Haida Nasir.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Ayahanda Prof. Dr. Haidar Nasir, M.Si.
si
perkenalkan nama saya Nauralika
Salfsabila saya di sini sebagai ketua
IPM atau ketua Ikatan Pelajar
Muhammadiyah Kota Kupang, Nusa Tenggara
Timur.
Iya.
Ee saya ingin [mendengus] memberitahu
bahwa infrastruktur bangunan di Kota
Kupang ini lumayan kurang. Jadi jika
kita ingin melakukan sebuah rapat atau
perkumpulan IPM, terkadang kita harus
menumpang ruangan satu sama lain. Jadi
jika berkenan
ayahanda bisa berkunjung ke Kota Kupang
untuk melihat kondisi sekolah kami.
Terima kasih, Pak.
Jadi ini SD ya?
Iya. SMP I
SMP Muhammadiyah Kupang. Kota Kupang ya.
Iya, Pak.
Iya. Terus apalagi yang menyangkut
pelajar itu kan menyangkut ruangan
e fasilitas ya.
Ee yang menyangkut pelajar apa?
Adik mau ada pertanyaan lain selain
pelajar karena adik sebagai ketua IPM
ya. Silakan boleh.
I
iya.
Apa ya?
Dulu juga saya IPM loh, Dek. Iya.
Mungkin mengadakan acara
seni begitu, Pak. Oke.
Menunjukkan bakat biar bisa melihat
bakat-bakat anak Muhammadiyah.
Oke. Iya. Iya. Iya. Iya. Baik. Di apa?
Di Kupang itu kalau bakat menyanyinya
kan bagus-bagus ya. Iya. Bisa nyanyi
enggak?
Ee bisa.
Coba nyanyi sebentar. Apa yang bisa?
[tertawa]
Ayo nyanyi
lagu
lagu dari Kupang.
Eh, ikan naik di pantai.
Coba coba.
Ikan naik di pantai. Mama dong turun
beli ikan di pantai. Liak kau minum.
Oke, jangan aku ulang.
Oke.
Oke. Tepuk tangan deh. Tepuk tangan
semuanya. Iya.
Itu lagunya cocok karena di Kupang di
NTT itu banyak ikan.
Iya. Iya. Yang kalau ke Sulawesi Selatan
jadi nama ikan ya, [berdehem] jadi
banyak ikan ya. Lagunya cocok ya. Oke
untuk fasilitas nanti biar Pak Didi lagi
yang akan nenggok ke sana ya. Iya.
[tertawa]
I Pak. Makasih Pak. Terima kasih. Terima
kasih. Ee kepada
siapa namanya tadi ya? Naurah Alika.
Ee kalau tahun 2024 nampaknya Prof.
Haidar juga ke Kupang ya sama pimpinan
yang lain ya karena ada acara milad dan
juga tanwir. Ada tanwir dan milad
Muhammadiyah di Kupang tapi SMP
Muhammadiyahnya terlewat karena
agendanya cukup padat. Baik, terima
kasih untuk semuanya. Jangan lupa ya
buat para guru, kepala sekolah dan juga
adik-adik semuanya gitu untuk like,
comment, subscribe di Muhammadiyah
Channel.
Oh, satu guru boleh ya? satu guru eh
silakan bisa raise hand
eh dari SD Muhammadiyah 2 Bapak Suhenri
Siregar. Silakan Pak Suhenri saya
langsung bisa melihatnya. Yang lain
mohon maaf silakan Pak I.
Oke. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Eh hamdan wasyukrillah ba'du. Ee yang
saya hormati ee Hayhanda kami pimpinan
pusat Muhammadiyah dan Hayah pimpinan
Dikdasmen dan PNF ee pimpinan pusat
Muhammadiyah.
Ee baik ee [berdehem]
terima kasih atas kesempatannya pada
pagi hari ini kepada moderator telah
memberikan kesempatan kepada saya.
Ee yang pertama yang
ingin saya sampaikan kepada Bapak
tentang fasilitas sekolah kita.
Jadi
kendalanya Pak, kita di sini di Kota
Berada eh perkenalkan dulu, Pak. Nama
saya Suhenri Siregar
ee berasal dari Kota Padang Simpuan,
Provinsi Sumatera Utara. dekat dengan
Madinah tadi, Pak.
Iya.
Dekat Mandeling Natal tadi, Pak.
Jauh. Ah.
Eh, jadi [berdehem] kita, Pak,
permasalahan kita di sini yang pertama
soal kita di Kota Padang Serimpuan
berada ee ada 3 SD Muhammadiyah, SD
Muhammadiyah. SD Muhammadiyah 1, 2, dan
3. Jadi kita penerimaan SPMB di sini,
Pak. tidak mengikuti SPMB pemerintah
daerah. Kita
duluan melaksanakan SPMB atau sistem
penerimaan murid baru di Januari.
Alhamdulillah terpenuhi dua rombel.
Tetapi kenyataannya yang mendaftar ke
sekolah kita
alhamdulillah seharusnya bisa tiga
rombel dan empat rombel, Pak.
Karena kondisi dan kondisi sekolah kita
strategis, Pak, berada di pusat kota
dan luas lahannya sangat sempit, Pak.
Kanan, kiri, muka belakang, mentok
dengan pemukiman warga.
Jadi, kita mengajukan untuk rapid lahan
kita tidak ada Pak yang kosong.
Ee jadi, Pak ee
mohonlah, Pak ee arahan dari Bapak
karena di sini kita seumpamanya kantor
kita ini hanya masih satu lantai.
Bagaimana bisa nanti
mengadakan apa untuk pembangunan atau
apa namanya agar bisa sekolah kita ini
bisa ditambah gedungnya untuk menampung
ee murid-murid kita.
yang kami tolak sebelumnya di SPMB
di apa tahun-tahun yang lewat, Pak.
Nah,
oke.
Jadi, mungkin itu saja dari kami, Pak.
Karena fasilitas dari sekolah kita tidak
mencukupi, jadi banyak murid-murid kita
yang kita tolak tidak bisa kita terima
untuk SPMP tahun ini, tahun kemarin,
tahun-tahun kemarinnya, Pak. Mungkin
demikian dari kami, Pak.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Terima kasih Bapak
Suhenri Siregar. Akan direspon Bapak.
Silakan.
Pak Suhenri Siregar ini meranak betul
ini. Sudah enggak punya gedung, enggak
punya lahan lagi. [tertawa]
E maksudnya Pak gedung ada, Pak. Tapi e
gedung kita, Pak ada. Ee rombel kita,
Pak, ada 13.
Kenyataannya ada empat. seharusnya ada.
Terus yang diperlukan nambah lahan.
Iya. Enggak, Pak. Nambah gedung, Pak.
Oh,
nambah atau gedung bertindanya enggak
ada lahan.
Lahannya masih
ee lahannya, Pak. Pasp.
Ke atas.
Iya, Pak.
Gimana nambah ke atas? Sudah jadi
maksudnya, Pak? Ee gedung yang sudah
lama ini, Pak, dibongkar dibikin
iya. Nanti minta PU mengerobohkan.
[tertawa]
Ee oke. Soal ini judulnya. Jadi ee apa
ee gedung sama fasilitas ya urusan Pak
Didilah nanti ya ee ke Padang Sidempuan.
Tapi lebih dari itu satu kami menghargai
ee kesungguhan kegigihan para guru
pimpinan sekolah yang fasilitasnya
terbatas
ee itu. Tapi kami juga berharap terus ee
di tengah keterbatasan termasuk yang di
daerah-daerah terjauh tetap semangat
sebagaimana spirit laskar perangi. Jadi,
laskar pelangi itu kan punya spirit itu
ya dalam keterbatasan kita tetap
menjalankan peran pendidikan, fungsi
pendidikan. Jadi kami sekali lagi ee
terima kasih kepada para guru, para
pimpinan sekolah, majelis dikdasmen di
seluruh tanah air, lebih-lebih di
tempat-tempat yang masih terbatas. ee
mudah-mudahan
ee pengkhidmatan Bapak Ibu itu akan
terus ee mengalir menjadi kekuatan untuk
meningkatkan ee kemajuan dan insyaallah
nanti Majelis Dikdasmen juga akan
perhatian pada kawasan-kawasan yang ee
masih bisa ee kita jangkau untuk
membantunya. Jadi ee yang penting nanti
mungkin komunikasi terus dilakukan ya.
Ee komunikasinya satu pintu saja lewat
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah ee
serta apa ee nonformal pimpinan pusat
Muhammadiyah ee di bawah kepemimpinan
Pak Didi ee Suwardi ya. Jadi itu ee
terima kasih Pak Siregar ya. Semangat
semuanya. Ee
baik
ya terima kasih terima kasih kepada
seluruh pelajar yang sudah bergabung.
Kami haturkan terima kasih kepada yang
terhormat Ketua Umum Pimpinan Pusat
Muhammadiyah Prof. Dr. Haeda Nasir,
M.Si. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Prof. Ir AKIB dan juga Ketua Majelis
Dikdasmen PNF Bapak Didi Suharde, PhD.
Eh Sekretaris ee majelis juga dan juga
adik-adik yang sudah bergabung di Pusat
syiar Digital Muhammadiyah Kantor
Pimpinan Pusat Muhammadiyah. dan kepada
seluruh ee ee pimpinan wilayah, daerah,
cabang dari Majelis Dikdasmen dan PNF
serta kepala sekolah, guru dan seluruh
pelajar Muhammadiyah se-Indonesia. Ee
mudah-mudahan kita bisa serentak
bergerak ya, siap belajar, siap
bergembira berkarya. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
[musik]
Baik. [musik] Eh,
[musik]
baik, informasi kepada seluruh
[musik] peserta ee bahwa selanjutnya
kita akan ada sosialisasi akan
disampaikan oleh Majelis Dikdasmen.
kepada majelismen dari wilayah daerah
cabang bisa tetap berada di tempat
[musik] untuk melanjutkan acara
sosialisasi. Terima kasih.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

ููู ุชุทูุนูู ู ู ุทุงูุฉ ุงูุงูุชุธุงุฑ ูุชุนูุดูู ู ููุฉุ ๐โจ๏ธ
Glow by Yas | ุณูุงู ู ุฃููุงู ยท Arabic

Geografi Kelas X: Apa Itu Geografi?
Pahamify ยท Indonesian

Black Myth: Wukong NG+ Chapter 6 Final | Ana Bosslar ve Final Savaลฤฑ
EGE ALKAN ยท Turkish

ุจุฒุงู ูุณู๐ซู ุงุชุฎููุด ุงูุตูู ูุถูุน ุฃููู ุฎุทุฉูุฅููุงุฐ ู ุงุชุจูู ู ู ุงูุนุทูุฉ ๐๐ #glowup#ุชุทููุฑ_ุงูุฐุงุช#selfdevelopment
ูุณุฎุชู ุงูุฃูุถู ู ุนู ๐ท ยท Arabic

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Faktor Global dan Domestik Jadi Sorotan
KOMPASTV KEDIRI ยท Indonesian

14072026-Pelatihan Dasar Mobilitas Akademik Program Mahasiswa Berdampak
KAMPUS MERDEKA UNESA ยท English

CloComp 2526 Hashing 1
Bel V B ยท English

ANSYS FLUENT TUTORIAL : CFD Analysis of An Acoustics Louver | Turbulence and Acoustic Performance
Ansys-Tutor ยท Persian

5 Penyebab Tim Kamu Tidak Kompak | The Five Dysfunctions of a Team
Si Kutu Buku ยท Indonesian

They're Moving In!
Nick Nayersina ยท English

ุฏุจููู ุฉ ู ููุฏุณ ู ูุชุจ ููู ููุฑุจู - ุงูุจุงุจ ุงูุซุงูู - ุงูุฏุฑุณ ุงูุฎุงู ุณ - ุงูุฑุณูู ุงุช ุงูุชูููุฐูุฉ ููุธุงู Queue 1/2
Mohamed Faramawy - ู ุญู ุฏ ูุฑู ุงูู ยท Arabic

ุดูุฑ - ูููุงุช ู ูุง ุงูุฐูุฉ - ูุฑุจูุงุฆู ุญุณูู ุทุงูุฑู 4K ยฉ๏ธ
ุนุดุงู ุงูู ุฌุงูุณ eishaq almajalis ยท Arabic
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages โ free, no signup required.