Outlook | Unlocking Value of Sillica 30/03/2026
Oke, Teman-teman. Perkenalkan nama saya
Farel.
Saya salah satu analis di Outlier
Inside. Oke, hari ini saya akan membahas
tentang industri silika dengan judul
Unlocking Value of Silika.
Oke, yang pertama
sebelum kita membahas tentang silika
lebih jauh, kita harus tahu sendiri
bahwa kita harus tahu bahwa silika
silika adalah ee komoditas tambang,
Teman-teman,
ya. Jadi
kita harus mengetahui bahwa tambang itu
ada beberapa jenis, yaitu salah tiganya
ada open pit, ada underground mining,
ada dragging. Nah, ini tiga-tiganya beda
nih karakteristiknya, Teman-teman. Yang
pertama, open pit ini mempunyai volume
produksi yang besar yang positifnya.
Yang kedua adalah teknologi sederhana.
Ketiga, scalable production dan juga
aksesnya cepat dan mudah. Jadi karenakan
struktur dari ee tambang open pit ini
adalah terbuka sehingga ee untuk
menaikkan bahan tambang barang tambang
dari bawah ke atas itu lebih mudah
dikarenakan dia dapat diakses ee melalui
logistik yang biasa. Jadi tidak perlu
teknologi yang ee gimana-gimana yang
biasa-biasa aja karena kan bisa lewat
akses dengan mudah pakai truk dan yang
lain-lain.
[berdehem] Produksinya juga besar
dikarenakan ee efisien teman-teman dari
atas sampai bawah itu dia bisa membawa
barang hasil-hasil tambang dan
barang-barang tambang. Nah, tapi ada
minusnya juga ada negatifnya. negatifnya
adalah dikarenakan dari atas sampai
bawah itu harus berputar-putar sehingga
bahan bakar diselai itu tinggi boros
bahan bakar ya kan. Dan yang kedua
adalah butuh lahan yang besar jadi butuh
izin yang besar yang birokrasi yang ee
susah itu kan kalau misalkan dibant
kalau ditambang kan susah ya
birokrasinya. Jadi untuk dapatkan izin
yang besar juga lumayan sulit.
[mendengus]
Terus yang ketiga adalah sensitif dengan
cuaca, terutama cuaca hujan dan juga
cuaca panas. Dikarenakan yang di bawah
itu, di bawah tanah itu kan semakin jauh
dari permukaan maka semakin dekat ke
inti bumi sehingga lebih panas juga kan
kalau misalkan lagi panas. Dan juga ee
debu-debu yang gersang juga membuat suhu
lebih terasa panas bagi pekerja.
[berdehem]
Tapi di lain itu, di lain sisi ketika
hujan itu lebih ee bahaya juga
dikarenakan kalau misalkan
open pit ini banyak tanahnya, maka
licin, Teman-teman. Kalau saat hujan
truk-truknya juga harus mempunyai ee
bahan bakar yang lebih banyak,
mengeluarkan bahan bakar yang lebih
banyak dikarenakan licin, banyak ee
energi yang terbuang dari ee saat truk
itu mau naik kena licinan, itu kan
banyak energi yang kebuang, tidak
efisien dari jaraknya dan energinya.
Nah, selanjut itu selanjutnya ada juga
underground mining. Nah, underground
mining itu seperti tikus yang ada di
bawah tanah yang masuk ke dalam tanah
membuat lorong-lorong. Nah, underground
mining ini beda sama open pit.
Underground mining ini tidak mengeruk
yang bagian atas membuka bumi. Mereka
itu masuk ke dalam tanah membuat
lorong-lorong ee untuk eksplorasi. Nah,
ada plus dan minusnya juga terutama
eksplorasinya lebih dalam. sudah jelas
teman-teman dikarenakan dia underground
mining jadi eh mereka tuh bisa lebih
dalam fokusnya daripada menyamping.
Kalau misalkan open bit kan menyamping
ya. Kalau underground mining itu
mendalam dia karena kan dia mencari
sesuatu yang ada di tempat lain ee
enggak di dalam tempat yang itu aja.
Kalau misalkan open bid kan itu-itu aja
ya yang digali, enggak mencari sesuatu
lah istilahnya dibandingkan underground
mining. Tapi
eh positifnya lagi underground mining
itu tidak merusak atasnya, Teman-teman.
jejak destruksinya lebih rendah karena
dia masuk ke dalam tanah yang atasnya
tidak perlu dihancurin, tidak perlu
dibotakin dan lain-lain.
Yang ketiga adalah kualitas dari hasil
tambang itu biasanya lebih tinggi
dikarenakan lebih sedikit tercampur
dengan ee bahan-bahan lainnya seperti
fero, seperti tanah, seperti ee boron
dan yang lain-lain. Dan yang terakhir
adalah kelebihannya tidak terpengaruh
dengan cuaca, Teman-teman. Jadi
dikarenakan dia di dalam tanah, dia
kalau misalkan ada hujan ya udah enggak
kerasa.
Nah, tapi ada kekurangannya juga,
Teman-teman. Kekurangannya adalah
teknologinya itu harus advance dan mahal
teman-teman. Dikarenakan di dalam
lorong-lorong yang dia buat kan harus
dikokohkan dengan struktur-struktur
besi. Jadi kalau misalkan enggak
dikokohkan entar dia ambruk ya kan.
Kalau ambruk itu bakal meningkatkan
meningkatkan cost bisnis yang lebih
besar lagi dan lebih bahaya daripada
open pit secara e karyawannya bisa
tertiban gitu.
Dah selanjutnya juga volume produksinya
juga lebih kecil teman-teman kalau di
underground mining dikarenakan dia tidak
seefisien open pit dan yang terakhir
tenaga kerjanya lebih mahal. Seperti
yang kita tahu bahwa semakin beresiko
suatu pekerjaan maka semakin tinggi
gajinya. Nah, yang terakhir adalah
dragging.
Dragging ini yang ada di sungai-sungai,
Teman-teman. Tepi-tepi sungai untuk
mengambil pasir silikannya dan yang
lain. Nah, ada plus minusnya juga,
Teman-teman. Plusnya adalah biaya
transportasinya rendah dikarenakan ee
dia itu di atas, dia itu di daratan
paling luar.
Yang kedua adalah operasional itu sangat
efisien dikarenakan tidak perlu
menambang sampai dalam.
materialnya juga cepat dipindahkan dari
tempat ke tempat.
Dan yang terakhir adalah tidak banyak,
tidak perlu banyak hauling truk karena
kebanyakan tuh dragging ini pakai e
semacam perahu-perahu atau truk-truk
kecil aja lah. Enggak seperti truk
tambang yang di open bit. Nah, ada
minusnya juga, Teman-teman. Minusnya
adalah enggak semua lokasi itu bisa jadi
tempat dragging. Jadi, tergantung
lokasi, terbatas. Dan yang kedua
biasanya kualitas tambangnya itu lebih
jelek lah daripada open pit dan
underground. Dan yang terakhir hasil
tambang itu tercampur dengan ee komponen
lain.
Nah, selain kita menemukan ee mengetahui
jenis-jenis tambang, kita juga harus
tahu jenis-jenis deposit dari silika.
Nah, yang pertama ada quarzitide.
Quartzide ini eh jenis silika yang
terbentuk dari batuan, Teman-teman.
Batuan quartz. Nah, ini natural
deposit-nya prioritasnya. Puritas itu
kemurnian ya. Kemurnian dari natural
deposit-nya Quartz ini eh 90 sampai 98%.
Kadang-kadang orang itu tahu silika itu
hanya pasir, Teman-teman. Padahal
sebenarnya silika ini awalnya itu dari
batu. Nah, yang sudah menjadi pasir itu
sebenarnya ee batu-batu yang sudah ee
terkikis karena air terkikis berpindah
ke tempat lain jadi pasir dan tercampur
dengan tanah dengan ee elemen-elemen
lainnya. Nah, selanjutnya ada quartz
fine. Quartz findine ini juga mirip
dengan quarzide yaitu batuan,
Teman-teman. Nah, natural deposit
purity-nya itu lebih tinggi daripada
quarzide yaitu 95 sampai 99%.
lebih tinggi. Dan yang terakhir adalah
pasir silika, Teman-teman. Nah, jadi di
sini adalah berbentuknya pasir.
Naput natural depositnya lebih rendah
pastinya kan tercampur dengan ee
komponen lain, yaitu 85 sampai 95%
itu pasir silika. Nah,
dari tiga jenis deposit ini itu
mempunyai karakteristik masing-masing,
Teman-teman. Nah, kalau quarz itu
cadangan depositnya besar. processing
yieldnya itu lebih besar di heilir
puritusnya soalnya lebih tinggi tapi
marginnya moderat dikarenakan eh costnya
juga lebih tinggi gitu kan. Sementara
quartz quartz fine itu COG-nya itu lebih
murah dikarenakan eh quart quartz ini
quartz fine ini dari natural depositnya
prioritasnya udah tinggi sehingga cost
di healirnya itu lebih rendah. Tidak
perlu banyak memurnikan lagi karena
sudah murni dari awalnya gitu.
processing yieldnya juga lebih tinggi
dikarenakan karena sudah mundur dari
awal jadi enggak perlu kepotong banyak
sama processing eh yield-nya.
Terus yang keempat, yang ketiga adalah
kapexnya itu lebih murah daripada
quarzide dan terakhir adalah margin
lebih tinggi daripada quarzit. Tapi eh
kita bahas juga tentang yang pasir pasir
silika. Lanjut. Nah, pasir silika ini
sebenarnya
komponen eh positifnya adalah KPXnya itu
lebih murah per ton.
Volume produksinya juga besar dan biaya
eksplorasi sangat-sangat murah,
Teman-teman. Jadi, enggak perlu dibom,
enggak perlu di ee hancurin, enggak
perlu di ee potong-potong segala macam.
Tinggal diseruk aja, di di diserok aja
gitu. Nah, tapi kita tahu sendiri bahwa
semua yang positif ada yang negatifnya
juga kan. Nah, negatifnya di sini adalah
quarzide CEOG-nya tinggi karena butuh
banyak proses di heilirnya.
Misalkan di sini ada drilling, blasting,
crushing yang menyebabkan konsumsi
energinya itu lebih tinggi, Teman-teman.
Itu minusnya.
Dan yang kedua, KPEX itu lebih mahal,
intensif dikarenakan butuh pabrik dan
fixed asetnya besar gitu. Nah, kalau
quartz fine ini volumenya itu kecil
minusnya lebih sedikit dia dapatnya.
dan cadangan suplainya juga lebih
terbatas daripada quad.
Minusnya lagi adalah eksplorasinya lebih
mahal ya walaupun COG-nya lebih murah eh
tapi eksplorasinya tuh lebih mahal
karena lebih susah untuk nyari quartz
find ini teman-teman.
Dan yang terakhir adalah putaran putaran
operasionalnya lebih rendah daripada
quartzet. Jadi karena dia lebih sedikit,
lebih rare, jadi lebih rendah juga
putaran operasionalnya. Nah, kalau pasir
silika minusnya apa? minusnya adalah
depositnya itu low purity sehingga untuk
masuk ke smelter grade itu lebih mahal
karena butuh di pure-pure lagi di di eh
di
murnikan lagi lebih banyak stepnya
daripada yang sudah pure dari awal ya.
Nah,
[mendengus][berdehem]
untuk masuk ke dalam produk heilir itu
terlalu jauh dan terlalu mahal. Karena
tadi saya sudah bilang purity untuk
masuk ke smelter aja lebih udah susah
gitu apalagi udah masuk ke dalam produk
hilir. Nah, itu lebih banyak cost untuk
memurnikan lagi. Nah, minusnya lagi
adalah marginnya tipis dan tidak cocok
untuk dijual ke industri B2B dikarenakan
B2B kan juga butuh margin ya. saya ee ee
teman-teman
saya juga kalau misalkan punya usaha
penginnya kan pasti marginnya tinggi,
enggak mungkin marginnya penginnya yang
rendah kan seperti itu teman-teman. Jadi
kita mempunyai logika bahwa ee untuk B2B
harus marginnya bisa memberikan margin
ke klien kita yang which is itu bisnis
juga.
[berdehem]
Selanjutnya adalah kenapa ee
silika ini dikaitkan dengan
semikonduktor.
Nah, seperti yang kita harus tahu bahwa
ada sifat-sifat
ee yang bisa menghantarkan dan tidak
menghantarkan listrik. Yang pertama
adalah ee konduktor itu menghantarkan
listrik, Teman-teman. Dan sementara
insulator itu kebalikannya, yaitu
menahan listrik. Nah, di sini saya
membagi mana aja yang jadi konduktor dan
mana aja yang jadi insulator. Salah
satunya yang insulator adalah karet,
Teman-teman, rubber
dan juga ee kayu, Teman-teman. Kayu itu
jadi salah satu instalator. Sementara
konduktornya itu yang paling konduksi
adalah tembaga, Teman-teman. Koper,
serta emas. Nah, di mana sih posisinya
silika ini yang sebagai semiconductor?
Itu di tengah-tengah, Teman-teman. saya
sebutnya itu adalah control
conductivity. Jadi, conductivity-nya itu
terkontrol, enggak terlalu
mengantar, tapi tidak juga eh terlalu
menolak gitu. Jadi, dia ada keunggulan
dari control-nya.
Nah, ini adalah flow dari hilirisasi,
Teman-teman. Yang pertama kita tahu
sendiri di quartz tambang masuk ke
feeder. Nah, feeder ini adalah ee alat
untuk memper untuk
memindahkan bahan-bahan tambang
tersebut. Nah, jadi ee masuk dari feeder
pindah ke crusher, Teman-teman. Crusher
tuh ditumbuk tapi belum halus,
Teman-teman. Tumbuknya tumbuknya masih
kasar. Makanya harus dimasukin lagi ke
alat namanya balk. Balmal itu ditumbuk
lagi sebagai e bubuk. Nah, setelah jadi
bubuk dibersihin teman-teman pakai air.
Muncullah produk awal kita yaitu
kristalin.
Setelah jadi kristalin, kita kan butuh
minyak untuk emm
atau bensin untuk mengirimkan produk
kita ke smelter, Teman-teman. Ini
hilisasi nomor pertama. Smelter itu
menuju eh midstream dari upstream ke
midstream. Nah, crystalin ini masuk ke
smelter akan dimasukkan ke dalam namanya
electric arc furnance. Ini kristalinnya
akan dibakar sampai meleleh.
Lalu setelah meleleh itu masuk ke dalam
LED penyimpannya
eh hasil dari electric arc namanya.
tekniknya tapping. Nah, selanjutnya
adalah molding. Molding itu adalah
membentuk hasil dari ledel-nya ini
dibentuk di molding sehingga akan
menjadikan produk kedua dari hilalisasi
itu yaitu metallurgical silicon block.
Nah, apakah ini sudah cukup untuk masuk
ke dalam industri solar panel dan ee
cip? Belum, Teman-teman. Jadi kita harus
punya yang namanya high grade refinery.
Kita mengirimkan ke sini juga butuh
minyak.
Nah, di sini ada proses-proses kimia
untuk memecahkan eh impurities atau
ketidakmurnian.
Nah, impurities ini kan ee isinya ada
banyak. Ada besinya, ada kopernya, ada
emasnya mungkin ya, ada tanahnya. Jadi
dipakaiin di refinery ee high grade ini
akan dipisah-pisahkan oleh kimia-kimia
yang akan nanti menjadi gas output-nya.
Gas ini di dalam gas kolum.
[berdehem] Nah, gas ini untuk ee
proses-proses untuk memisahkan
impurities. Nah, nanti sisa-sisanya
setelah sudah jadi sangat pure menjadi
yang namanya polisilikon inget. Ini
seperti bongkahan bongkahan hasil dari
silikon ee metalurgi silikon yang sudah
dimurnikan. Nah, apakah sudah cukup
situ? Di situ belum cukup, Teman-teman.
Akan masuk ke dalam mesin yang namanya
Chozarski Furnance itu akan dibersihkan
lagi, dicairkan lagi, dijadikan
kristal-kristal, Teman-teman. Nah, itu
membutuhkan listrik yang sangat besar.
Selanjut itu setelah dari situ akan
masuk ke dalam wafer manufacturing untuk
apa? Untuk di potong, diutting, dan juga
diapping, Teman-teman. Lapping and
polishing. Tujuan apa? Dipotong untuk
membuat bentuknya kecil-kecil seperti
ini. Lempengan-lempengan bulat,
lempengan-lempengan lingkaran, dan juga
lapping dan polishing. itu tujuannya
untuk membuat wavers-nya ini tidak
terkontaminasi dengan namanya debu dan
juga ee tanah. Jadi harus benar-benar
bersih, Teman-teman. Ini juga pakainya
listrik. Jadi dari upstream sampai
downstream kita sudah mempunyai asumsi
bahwa COG paling pertama adalah listrik
dan juga bensin. Selanjutnya adalah ini
adalah eh flow dari COGS di
[batuk][berdehem]
proses dan COGS di dalam refinery. Yang
pertama kita harus membuang kloridnya
dulu, metal chloride. Nah, buangnya itu
pakai gas-gas ini, Teman-teman. Gas
klorid dan juga hidrogen chloride.
terbentuklah eh silikon
eh polisilikon anget dengan impurities
6N. 6N itu artinya 6-nya 6 kali eh 9nya
6 kali sori itu 6n. Kalau misalkan 9nya
7N eh 9nya 7 kali berarti 7N ya kan. Nah
itu 6M cocok untuk masuk ke dalam
industri solar waver. Nantinya setelah
masuk ke dalam industri solar rover akan
diproses lagi di texturing, diffusing,
dan doping. Doping dibikin grid,
Teman-teman. Jadi, ini akan
dibentuk-bentuk agar cahaya-cahayanya
itu bisa membuat jadi cahaya yang
menghasilkan listrik. Nah, setelah itu
menjadikan ee solar waver ini menjadi
solar cell ya. Nah, solar sel ini adalah
eh waver yang sudah bisa yang sudah bisa
memproduksi
listrik dari cahaya matahari karena
dipantul-pantulkan dari segala jenis.
Jadi saya kurang paham dalam prosesnya,
tapi ee kira-kira gambaran seperti itu,
Teman-teman. Nah, setelah dari solar
panel, kita akan moving to chip. Nah,
chip ini lebih tinggi, Teman-teman.
puritiesnya harus lebih tinggi, jauh
lebih tinggi. Makanya kita harus butuh
banyak ee CO lagi tambahan yaitu klorin
gas lagi, hidrogen klorin lagi,
trikolosin apa ee ini lagi dan juga
hidrofloric acid lagi. Nah, untuk
menciptakan wavers yang 11N ini juga
harus tinggi teman-teman puritasnya.
Jadi purity ini lebih rendah, purity ini
lebih tinggi. Untuk CO gas ininya
grade-nya lebih tinggi juga. Kita harus
buang karbon, buang fosforus, buang
boron, baru menjadikan silikon
puritisnya 11n. 9-nya 11 kali 9 9 9 9 9
sampai 11. Nah, setelah itu setelah
purity-nya sudah 11n ini polisilikonnya
akan dipotong menjadi silicon waver
purities. Bear silicon waver purities.
Nah, jadi dikarenakan
11 in mahal, makanya butuh lebih banyak
lagi prosesnya berulang-ulang,
Teman-teman, dipakaiin COG sininya. Nah,
setelah kita mendapatkan silicon wavers
untuk masuk ke dalam industri chip maka
harus punya mesin yang namanya foto
litography. Nah, di dalam foto litografi
ini, wavers ini akan ditembakkan oleh
laser. Lasernya ini untuk membuat
transistor-transistor yang ada di dalam
wavers-nya tersebut. Dibikin jalur-jalur
elektrik. Nah, dalam jalur-jalur
elektrik ini kalau kalian pernah lihat
di HP itu ada seperti garis-garis.
Garis-garis ini untuk mengkonduksi
listrik sebenarnya dan juga bisa untuk
mengontrol listrik juga. Makanya eh
pakai laser karena kan semakin kecil itu
semakin efisien. Kalau misalkan pakai
physical maka tidak akan bisa,
Teman-teman. Karena kan terlalu besar
barang-barang yang membuat chip itu.
Sementara kalau pakai laser itu bisa
sekecil mungkin membuat chip
sebanyak-banyaknya di dalam satu wafer.
Menghasilkan chip waver.
Nama prosesnya di dalam fotolitografi
adalah fotolavik
seperti itu. Nah, ini kolum ini
sebenarnya untuk distalasi namanya ya,
Teman-teman. Jadi, membuang-buang ini
namanya distalasi. Saya menyebutnya
untuk step-step by step ini sampai
distalasi paling pure adalah depth of
separation distallation.
Oke, lanjut.
Nah, di sini adalah estimasi dari
hitung-hitungan saya, Teman-teman. Jadi
1 ton ini jika akan menjadi
silicon wafer dan be eh solar wafer saya
menemukan bahwa akan ada namanya
processing processing yield lost dari
eh puritasnya. Jadi kalau ingin kita
memurnikan maka harus banyak yang
dibuang dong teman-teman. Di dalam batu
ini kan banyak chemikal-kemikal lain,
banyak senyawa-senyawa lain yang harus
dibuang seperti boron, seperti
aluminium, seperti nikel misalkan, atau
ada yang lain-lain. Nah, kita tuh
butuhnya untuk membuat silikon waver dan
silikon solar itu butuhnya adalah yang
benar-benar silika yang kalau bisa
prioritasnya itu makin tinggi,
silika murni gitu loh. Kita enggak mau
silika campuran sama besi dan segalain.
Makanya di sini ee kita saya
mengestimasi setiap hilisasinya
processing heal-nya juga berbeda,
Teman-teman. Contohnya seperti di sini
dari batu quartz yang high grade itu
menuju ke be silicon wafer ini turunnya
80%, Teman-teman. 7 78 sampai 80%. Ke
sini ke polis silicon inget yang ee
merupakan midstream itu turunnya 65%
sampai 70%, Teman-teman. Jadi 1 ton.
Jadi sisa T 3,0
ton sama sampai 30 3,5 ton. Sedangkan
yang silicon waver itu 0,2 ton sampai
2,2 ton. Nah, itu processing yield ini
harus kita perhatiin, Teman-teman.
Karena kita menghitungnya dari ton. Jika
kita menghitung 1 ton batu quartz,
jangan dihitung lagi 1 ton bear silicon
wover karena itu terlalu bias,
Teman-teman. Nah, ini merupakan
harga-harga yang saya ambil dari acuan
siuan index untuk metallurgical silicon
block dan sudah diadjust. Jadi, semuanya
ini tuh sudah diadjust dengan eh
processing yield. Nah, yang perlu harus
teman-teman tahu adalah enggak semua
batu quartz itu bisa dijadikan silicon
waver.
Nah, yang low grade ini kan cuman buat
bangunan ya. Paling masuk ke dalam
kristal lain aja. enggak bisa sampai
metallurgical silicon block. Nah,
sementara yang mat grade atau medium
grade itu bisa masuk ke dalam silicon
block. Tapi untuk masuk ke dalam be
silicon waver dan bear solar waffer itu
terlalu jauh dan terlalu mahal untuk
membuat natural depositnya itu menjadi
lebih murni. Sementara yang high grade
itu kan karena sudah murni dari awal.
Jadi untuk masuk ke dalam solar waffer
dan silicon waver itu tinggal
melanjutkan aja kemurniannya. tidak
perlu dari awal banget dia memisahkannya
seperti itu.
Nah, ini selanjutnya adalah gross value
creation by revenue yield adjusted. Nah,
jadi karena saya sudahjust adjust dari 1
ton batu itu akan menjadikan eh hanya
0,4 ton silikon inget, Teman-teman. Eh,
silikon block sorry. Iya, silikon blok
hilang 40% 60% dari total massanya.
Selanjutnya dari silikon inget itu
turunnya 70% teman-teman. 65 sampai 70%.
Nah, jadi kita lihat di sini nih ini
merupakan
value creation dari harga barang
yang sudah diadjust sama yield
processing yield.
Nah, jadi 1 ton quartz ini kalau
misalkan dijadikan chip ini harganya
bisa dari 40 kali lipat sampai 1000 kali
lipat naiknya. Saya pakai range itu agar
standar deviasi yang saya omongin itu
lebih ee berarti dikarenakan harga-harga
barang di dalam industri ini lumayan,
Teman-teman. Jadi, indeks-indeks itu
tidak semuanya sama. ada yang di negara
mana itu lebih beda harganya atau juga
kualitasnya dan juga lain-lainnya. Maka
kita menggunakan range, Teman-teman.
Jadi dari deposit kita lihat dari
silicon block, inget solar sampai chip
itu value creation-nya sangat besar,
Teman-teman, dari segi harga jual. Tapi
apakah harga jual itu cukup? Nah, kita
harus tahu dulu nih industri material.
Jadi, purity ini hanya purity itu adalah
key-nya, kuncinya adalah purity. Kalau
misalkan purity-nya itu rendah, itu
hanya sebagai industri material, yaitu
bangunan seperti pasir bangunan aja lah
biasa. Tapi kalau purity-nya naik
sedikit akan masuk ke industri kaca yang
which is lebih besar juga marginnya. Dan
yang terakhir eh kedua terakhir adalah
eh dari industri solar panel dan
industri chip yang lebih tinggi lagi
purity-nya.
Selanjutnya adalah ini adalah
hitung-hitungan dari ee saya sendiri dan
merujuk dengan riset-riset yang saya
temukan yaitu adalah dari batu quartz
ini COG-nya 30 sampai 70 ton Cina dan
ASEAN itu harus menyesuaikan dengan COGS
yang sampai hilirnya. Karena kalau kita
ngomongin harga aja itu juga sia-sia.
Kita kan penginnya kan profit bukan dari
harga aja, bukan revenue aja. Jadi, eh
omset tinggi, kalau COG set tinggi juga
percuma. Nah, saya akan eh menyesuaikan
yield-nya dari COGS
batu quartz menjadi COGS wafer eh solar
dan juga silikon serta polisilicon inget
dan juga metalurgi silicon block. Jadi,
eh
saya ingin mencari GPM-nya atau gross
profit margin-nya.
Nah, setelah itu kita juga harus tahu
nih KEX itu seberapa berat investasinya,
harus berapa banyak untuk membuat
produk-produk ini. Ternyata dari KX
kristalin sampai metalurgical silicon
block itu masih rendah. Tapi pas masuk
ke dalam kapex polisilikon anget itu
jadi semakin tinggi, Teman-teman.
Nah, ini paling tinggi, Teman-teman.
Dikarenakan untuk masuk ke dalam raw
solicon wafer dan juga raw silicon eh
waver
eh solar waffer dan silicon waver itu
butuh kapex yang lebih rendah daripada
polis silicon dikarenakan untuk masuk ke
sini kan hanya untuk cutting dan juga
polishing ya kan. Jadi enggak perlu
banyak. yang perlu banyak tuh di sini
dikarenakan butuh distalasi dari
refinery dan yang lain-lain. Dan saya
menemukan GPM dari range di beberapa
negara dari mulai dunia sampai China dan
juga Eropa bahwa GPM-nya itu
metallurgical silicon block 0 sampai
62%.
Kan ngomong GPM kita enggak mungkin
minus dong. Dan setelah itu polis
silicon ini 0 sampai 51%. R la solal
wafer ini 0 sampai 52% dan juga R
silicon wover. 0 sampai 80%.
Nah, ini kan baru GPM, Teman-teman, ya.
Kita akan menyesuaikan GPM tersebut
dengan harga yang sudah ditetapkan dari
revenue. Jadi, GPM dari revenue bukan
dari GPM COGS tahun lalunya gitu,
Teman-teman. Eh, COGS barang sebelumnya.
Nah, ini merupakan segitiga value
creation according to the EBITDA atau
earning before interest depreciation and
amortization yield adjusted estimation.
Jadi ini sudah di-adjust oleh yield eh
processing yield ya, sori. Dan juga
sudah diadjust dengan gross profit
margin eh terhadap
harga-harga di barang tersebut. Nih
harga-harganya kan kita bisa lihat di
sini nih
harganya segini. Profit marginnya let's
say 10.000 itu profit marginnya 80%
artinya kan 8.000 marginnya kan net eh
gross profit marginnya. Tapi itu dari 1
ton, Teman-teman. Dikarenakan 1 tahun
ini kita enggak semuanya, kita kan kena
dalam processing yield. Jadi, 1 tahun
ini kalau misalkan masuk ke dalam
industri chip tadi berapa industri chip
turunnya?
70 sampai 80%. 78 sampai 80%. Artinya
kalau misalkan dari deposit ini harganya
10 margin 20% artinya kan do ee
10 dolar 20% kan artinya 2 nah ketika
harganya itu di dalam industri waver
chip itu 1$.000 1$.000 dolar tuh
marginnya itu 80% dari 1$.000
teman-teman jadi 200 marginnya kan eh
sori marginnya itu 1$000 800 marginnya.
Jadi kita hitungan dari margin yang ada
di tambang tuh tadinya 10 dolar margin
20% itu 20 dolar sori jadi jadi 800 itu
kan value creation-nya jadi meningkat.
Nah, value creation ini disebabkan oleh
teknologi untuk memprosesnya
teman-teman.
Oke, lanjut. Eh, di sini saya
menjelaskan tentang
distribusi logistik untuk COGS-nya ee
industri silika yang tadi saya sudah
jelaskan ada beberapa kimia, gas dan
lain-lain itu saya mengasumsikan bahwa
mereka itu semuanya beli, Teman-teman.
Karena enggak semua negara itu ada semua
barang yang dibutuhkan. sehingga saya
mengampilkan mengambil kesimpulan untuk
mengambil negara dengan eksportir paling
besarnya aja. Nah, contohnya seperti
ini. Hidrogen klorid itu saya ngambil
dari Jerman dikarenakan dia COGES paling
sori eksportir yang paling besar di
industri hydrogen chloride.
Lalu klorin gas. Klorin gas ini saya
ngambil dari Kanada karena dia yang
paling besar eksportir. Dan yang ini
hidrogen klorid dan juga hidroflorik itu
dari China, Teman-teman. Nah, jadi ini
saya bikin untuk melihat sensitivitasnya
dengan harga minyak dan juga perang,
Teman-teman. Seperti yang saat ini
terjadi di Iran dan juga Amerika. Nah,
dari Jerman itu kan langsung menuju Asia
lewat Sues atau lewat darat ini lewat
Hormus ya kan, Teman-teman. Ini sangat
sensitif dengan yang namanya harga
minyak teman-teman. Karena kan di sini
di Sues ini ada konflik dari Israel, ada
konflik dari Yaman juga, Haut. Dan di
sini juga bahaya teman-teman ada
perompak-perompak dari Somalia atau
bajak laut, ya, Teman-teman. sehingga
akan membutuhkan cost yang lebih besar
gitu dari segi minyaknya.
Kalau misalkan dari Jerman ini muter,
ini lebih besar lagi, Teman-teman, dari
cost minyaknya. Jadi serba salah.
Sehingga saya tuliskan di sini sensitif
dengan perang, Teman-teman. Nah, kalau
Kanada itu enggak sensitif secara
langsung, tapi sensitif dari harga
minyak. Nah, karena ini jauh ya,
Teman-teman. dari Kanada ke China itu
berapa ribu kilo atau Indonesia lebih
lebih jauh lagi. Jadi saya tulis di sini
tidak sensitif dengan perang tapi secara
enggak langsung ya kan teman-teman. Nah,
selanjutnya di China. Nah, ini China ini
menarik nih teman-teman. Jadi dua
komponen untuk refinery ini ada
[mendengus] di China, Teman-teman. Nah,
jika misalkan kita itu produksi di
Indonesia, maka tidak sensitif dengan
perang karena dekat dan juga enggak
diblok sama Hormus dan juga Sues. Dan
kalau misalkan di bikinnya di China,
hilisasinya lebih untung lagi karena
China sudah punya bahan bakunya sendiri.
Nah, selanjutnya saya sudah memberikan
importar variabel saya petak-petakin
tadi untuk COGS dan segala macam. Saya
bagi tiga important variabelnya, yaitu
logistik.
Logistiknya ini gimana sih? Ya kan
medium terata sensitivitasnya terhadap
Middle Eastern War untuk shipping-nya.
Saya sudah bikin asumsinya. Dan yang eh
kedua adalah sama tadi kalau ini kan war
ini ke oil price-nya. Kalau war di
winter sudah pasti berkorelasi dengan
oil price. Tapi ini saya tulis di e oil
price sendiri karena Kanada itu kan
tidak sensitif dengan perang, tapi
secara tidak langsung sensitif dengan
oil price-nya gitu untuk shipping.
Terus yang ketiga adalah eh
ini saya tulisnya salah ya, ini harusnya
sini. Ini saya hapus entar. Oke,
selanjutnya adalah FX volatility. Ya
udah pasti ya teman-teman yang namanya
ekspor impor pasti ada resiko
currency-nya currency risk. Nah,
selanjutnya dari logistik itu kita
menuju ke produksinya teman-teman.
Produksi dari hulu ke hilirnya
teman-teman. Yang pertama ada regulation
dan birokracy. Nah, ini kita harus
pantau teman-teman regulasinya sekarang
gimana sih di Indonesia. Nah, atau di
Cina gimana sih?
ini berhubungan dengan demand juga tapi
nanti. Nah, selanjutnya adalah
produksinya tuh butuh listrik dan kol,
butuh batu bara, butuh listrik, ya kan
untuk memproduksinya tadi yang tadi saya
sudah bikin ee jadi COGSnya ada dua,
listrik dan juga minyak yang paling
penting. Oke, selanjutnya adalah
material price. Tadi ada
apa, ada gas apa, itu semuanya kita juga
harus perhatiin, Teman-teman. dari segi
harga, suplly, dan juga kontraknya.
Kalau misalkan perusahaan ada
kontraknya, Teman-teman. Dan yang
terakhir adalah demand, ya. Jadi, saya
masukin demand ini sebagai important
variable untuk melihat apakah ini
industrinya ada yang mau enggak sih.
Nah, ini dari sini economic multiplier.
Nah, demand pemerintah itu tujuannya itu
untuk mengmultiply ekonomi kan ya
enggak? Nah, jadi apakah dengan
menggunakan produk-produk derivatif dari
silika ini akan multiply ekonomi mereka?
Jadi saya masukkan ke eh important
variabel untuk melihat nih pemerintah
ini pengin masuk ke dalam industri
silika enggak sih untuk gedein
ekonominya mereka. Nah, itu demand yang
potensial demand gitu. Nah, selanjutnya
adalah green energy efficiency. Saya
masukin ke sini karena ee seperti China.
China itu kan ee dikarenakan adanya
produksi listrik besar-besaran dari batu
bara juga bikin polusinya tinggi ya kan.
Jadi industri selika ini menawarkan
efisiensi dari green energy salah
satunya. Dan yang ketiga adalah tech
innovation seperti microchip dan yang
lain-lain. Ini saya sudah tidak mau
membahas karena terlalu panjang untuk
tag innovation. Selanjutnya kita akan
membahas tentang 100 year marathon. Jadi
kita tahu sendiri event makro saat ini
adalah China ingin melawan US
teman-teman sebagai negara adidaya yang
kedua atau bahkan ingin menjadi yang
pertama. Saingan yang utamanya adalah
microchip dan juga solar panel dari
industri silica. Nah, yang menariknya
adalah untuk microchip dan solar panel
ini enggak cuman dari valver doang.
Jadi, ada barang-barang yang menjadi
komplimer ya. Eh, sori komplimer apa
subs substitusi. Sebentar komplimer ya
teman-teman. Nah, jadi untuk membuat
solar panel ini juga harus ada kaca kan
teman-teman. Nah, makanya untuk membuat
solar panel walaupun kita enggak bisa
jual e solar panelnya karena kita enggak
bisa prosesnya, at least kita bisa bikin
kacanya gitu. sama juga HP juga. At
least kalau misalkan kita enggak bisa
bikin micro chip-nya, at least kita bisa
bikin kacanya. Oke, selanjutnya adalah
di sini saya sudah menjelaskan tentang
saya sudah membuatkan tentang ee
persebaran
activity dari solar atau dari matahari.
Yang pertama adalah annual average of
temperature dan sunlight irradiance ya
kan di sini sunlight irradiance dan juga
annual sunlight exposure teman-teman.
Jadi ada tiga hal yang berbeda yang kita
harus pahami gitu untuk memahami solar
activity.
Di sini saya sudah membuatkan grafik
dari riset punya milik orang. Nah, ini
adalah grafik output effectivity. Nah,
jadi efektivitas solar panel ini
akan berbeda setiap suhunya. Nah, jadi
solar panel ini.
Nah, jadi solar panel ini sebenarnya
[berdehem]
efektif menghasilkan listrik jika
ee
jika sinar mataharinya itu tinggi,
Teman-teman. Bukan dari
temperaturnya. Nah, ini bisa lihat nih
kalau misalkan temperatur yang 70
Celcius itu cuman bisa mendapatkan
voltase segini.
Jadi, dia enggak bisa menangkap power
dari kecerahan matahari atau
irradians-nya sampai segini nih. Kalau
misalkan temperaturnya cuman 25 Celcius.
Nih di sini juga lihat nih ada marginal
effect-nya teman-teman. Ekspektasinya
kan sampai sini nih ya kan. Tapi
dikarenakan adanya temperatur temperatur
sori temperatur yang makin tinggi in a
certain level di level-level yang
tertentu
ekspektasi kita itu akan makin tidak
efektif turun yang awal efek apa
ekspektasinya segini dikarenakan ada
suhu yang ee makin tinggi nih 35 derajat
udah enggak efektif tapi kalau misalkan
suhunya cuman sampai 30 derajat itu
masih sama aja biasa aja gitu. Nah, kita
balik ke sini. Balik ke sini. Nah, kita
lihat nih di sini yang hijau-hijau ini
yang saya sudah tandai itu adalah ee
efektif area yang paling efektif untuk
membuat solar panel. Yang pertama adalah
annual average temperature. Nah, di sini
temperaturnya itu rendah, Teman-teman.
Di sini temperaturnya enggak terlalu
tinggi ya secara rata-rata tahun di
daerah e hijau-ijau ini. Yang ini
Indonesia merah kan? Ini Brazil merah
karena kan katulistiwa ya kan. Nah, tapi
apakah temperatur doang yang bisa kita
ee nilai?
Ada lagi yaitu sunlight irradiance atau
power dari sunlight-nya. Terangnya ya,
Teman-teman. Terang bukan panas. Nah,
ini kita lihat di sini paling terang. I
radiansnya itu daerah yang kuning-kuning
ini, Teman-teman. Paling tinggi nih,
kuning sampai putih sini. Daerah Sahara,
daerah Cina, daerah India, Amerika dan
yang lain-lain.
Nah, iradians rata-rata hampir sama
semua ya, Teman-teman. Tapi
temperaturnya beda, Teman-teman. Nah,
jadi iradians tinggi, temperatur rendah
itu bagus.
Iradians-nya rendah, temperatur rendah,
jelek. Terus iradians-nya itu tinggi,
temperaturnya tinggi banget. ya jelek
juga gitu. Jadi kita lihat sini ini
merah ini kuning berarti biasa aja
jelek. Kalau misalkan di sini nih hijau
nih kan temperaturnya rendah tapi
iradians-nya tinggi teman-teman. Nah
sangat efektif berarti
dari segi geologi gitu dari segi sain
bukan dari segi cost-nya ya. Nah yang
terakhir adalah annual sunlight
exposure. Jadi dalam 1 tahun tuh berapa
jam sih sunlight exposure-nya? Nah, kita
lihat di sini nih di China, di Arab, di
Amerika ini kuning, Teman-teman. Dia
panjang sunlight exposure-nya panjang,
Teman-teman. Ya kan? Nah, sunlight
exposure-nya panjang sehingga di garis
yang hijau ini negara-negaranya
paling bagus energinya bersih itu dari
solar panel. Sehingga saya membuat tesis
saya adalah bakal banyak demand dari
negara-negara ini, terutama di saat
perang ya kan. Perang itu kan bikin
logistik-logistik yang macet. Jadi, batu
barang enggak bisa lewat, minyak enggak
bisa lewat. Sehingga elektricity itu
harus dari sumber yang lain. Dan yang
salah satunya adalah solar panel yang
karena udah green, efisien dan juga
cuman butuh matahari teman-teman dari
segi cost untuk memproduksinya
seperti itu. Oke, selanjutnya [berdehem]
saya sudah membuat tabel untuk eh cost
and benefit range estimation ya. Kita
tahu sendiri bahwa enggak ada range eh
enggak ada estimasi yang fix atau harga
yang fix di dunia ini dikarenakan setiap
daerah tuh beda-beda, Teman-teman.
Nah, jadi makanya saya ngasih range ini
untuk global ya, Teman-teman. Agar
standar deviasinya lebih jauh.
Yang pertama [berdehem] ada solar, wind,
gas, coal, and nuklir sebagai
perbandingan energi ee
pembangkit energi ada apaan aja. Nah,
selanjutnya adalah
matriks ya, Teman-teman. Yaitu adalah
CO2/KWH atau kW/h. Lalu ada capex live
lifetime capex per eh kilow hour in USD
dan COGS tentunya dan resikonya,
Teman-teman. Serta medan yang kompatibel
untuk dipasang pembangkit listrik
tersebut. Kan enggak semua mod medan
bisa dipasang pembangkit listrik yang
sama. ya. Nih, semakin hijau semakin
efektif. Semakin ee merah semakin enggak
efektif. Kalau hijaunya rendah ini
artinya efektif tapi enggak seefektif
itulah. Nah, yang pertama solar ini kita
lihat nih ee hijaunya ini tidak terlalu
efektif dibandingkan nuklir, tapi ee
resiko dan juga CO-nya sangat efektif,
Teman-teman, untuk menghasilkan listrik,
ya kan? Dan kalau gas kita lihat nih
CO2/KWH-nya
itu enggak efektif, Teman-teman. Merah
dia. Apalagi coal k lebih merah lagi per
kilw hour-nya. Lebih tinggi lagi dia
karbonnya, ya kan?
Tapi lebih tinggi col daripada gas.
Makanya saya lihat, saya kasih warnanya
seginih. Nah, tapi gas ini kapex-nya
sangat murah, Teman-teman. Efektif
banget. Dia kan pakai pipa-pipa gas lalu
dijadiin ee pakai saya setahu saya jadi
turbin dia entar gasnya itu jadi ee
memutar turbin lah. Tapi setahu saya
tapi enggak tahu ee setahu saya itu.
Nah, selanjutnya coal ini kapex-nya
lebih murah ee lebih mahal daripada
semuanya nih, Teman-teman. Tapi yang
paling mahal tuh ee nuklir paling enggak
efisien. Jadi nuklir ini sebenarnya
paling efisien dari segi CO2/ kW
hour-nya.
[mendengus]
Tapi [berdehem]
semuanya jadi merah, Teman-teman. Kapex,
COGS, Risk gitu kan dan yang lain-lain.
Tapi saya lupa memberikan matriks satu
lagi yaitu adalah ee kebutuhan lahan,
Teman-teman. Jadi lahan itu kan harus
bayar juga ya. Makanya sebenarnya kalau
misalkan untuk ngomongin ee solar solar
panel
apa sih nih?
Jadi saya lupa memberik membeli
memberikan variabel lahan ya
teman-teman. Karena kita kalau ngomong
soal planet kan butuh lahan yang besar
ya kan untuk membangunnya gitu. Nah
makanya nanti di lain ee di lain hari
saya akan membahas tentang emiten solar
power solar panelnya itu tersebut. Oke,
selain itu [berdehem]
kita bisa lihat dari market share dari
Global Solar Installation
2023. Nah, ternyata kita menemukan bahwa
ee saya menemukan bahwa
instalasi terbesar solar panel tuh ada
di China, Teman-teman. Mayoritas di 2023
yaitu 51%.
Nah, sehingga saya melihat gini, di
China itu ada produksi massal solar
panel, Teman-teman.
Yang awalnya dulu tuh mahal memasang
solar panel, sekarang jadi murah karena
dia mass production. Nah, makanya saya
ingin mendapatkan market China ini salah
satunya dikarenakan tadi
[batuk][berdehem]
dari segi irradians nih kan irradians
terus temperature dan juga sunlight
exposure itu sangat efektif teman-teman
di China dan juga di US ya kan
[batuk][berdehem] US 8% nah Eropa juga
besar. Nah, makanya [mendengus]
saya melihat nih ada demand. Kalau
misalkan US ini dan China ini ingin
perang, mereka itu lebih resilience
energinya karena enggak perlu import
dari luar. Ee sebagai COGS kalau
misalkan batu bara kan butuh impor, gas
juga butuh impor. Eropa makanya saat
gasnya ditutup dari ee pipa-pipa di
Rusia, mereka kewalahan energinya. Tapi
kalau mereka punya solar panel, ya udah
mereka kan enggak butuh gas apa-apa, ya
kan. Nah, seperti itu, Teman-teman.
Nah,
sori. Nah, jadi kita lihat di sini dari
Medan juga, Teman-teman.
Medan juga berpengaruh, Teman-teman.
Dikarenakan enggak semua jenis
pembangkit listrik itu bisa ditanemin
segalanya.
Oke, Teman-teman. Salah satunya adalah
win. Nah, saya pertanyaan gini. Pasti
Anda akan yang bertanya, akan ada yang
bertanya, "Kenapa Cina itu enggak pakai
turbin aja, Teman-teman? Pakai win ee
turbin kayak di Belanda gitu kan. Nah,
ini kita lihat
harus ada dataran luas yang terbuka,
ya kan? Sedangkan China kita lihat di
sini nih topografinya
topografinya tinggi-tinggi teman-teman.
Ada yang putih nih bahkan di Tibet ya
kan? Tibet tinggi ya kan?
[batuk]
[berdehem]
Ini cocoknya justru buat solar karena
kan ee areanya terbuka. Kalau misalkan
di pergunungan tuh areanya tuh enggak
enggak banyak pegunungan China ya,
enggak banyak pohon-pohon teman-teman di
Himalaya itu di dekat Uigur,
tempat-tempat Uigur itu enggak butuh
pohon banyak dan justru gunung ini jadi
lebih efisien tepatnya karena enggak ada
yang tinggal sehingga murah untuk bikin
situ ee solar panel ya untuk masak untuk
instal di situ jadi lebih murah
cost-nya. Dan kalau kita lihat di dunia
kan rata ya. Kalau misalkan dia enggak
ada gunung, rata. Nah, ketika ada gunung
ee jumlah tanah yang sama dibandingkan
yang rata itu lebih besar. Karena gunung
kan melipat gini kan, jadi dia bisa
masang lebih banyak gitu.
[batuk][berdehem] Dia punya space
tambahan dari daripada yang datar.
Sedangkan yang wind ini atau turbin ee
seperti di Belanda itu butuh yang datar.
Enggak bisa dia dipasang di
tempat-tempat tinggi, Teman-teman. Di
gunung-gunung mereka enggak bisa enggak
dipasang karena terlalu beresiko kalau
misalkan di gunung entar ada longsor
segala macam mahal untuk ee membuatnya
lagi gitu.
Oke, selanjutnya adalah speculative
story di Indonesia. Nah, saya ngelihat
nih ada emiten-emiten yang memproduksi
silika. Salah satunya adalah MITI, KKGI,
cuan dan kelas.
[mendengus]
MITI dan kelas ini belum operasional,
Teman-teman. Jadi saya ngelihatnya MITI
ini masih spekulatif. Kas juga masih
spekulatif, tapi dia udah dapat izin,
Teman-teman. Izin konsensusnya
MITI ini izinnya sangat besar,
Teman-teman. 9.000 hektar, 9.800 hektar.
Sedangkan kelas ini cuma 400 hektar.
Nah, di sini saya bisa lihat nih
speculative story yang kita bisa ambil
untuk menambahkan posisi kita sebagai eh
retail investor
agar kita dapat gain dari speculative
story-nya itu kita harus lihat nih
katalisnya ada apaan aja. Nah, ini saya
estimasi dari beberapa sumber yang bahwa
dibilang MITI itu 90 sampai 97%.
Ya, memang jelek sih untuk solar wover
dan juga eh microchip belum bisa. Tapi
at least eh nanti kalau ke depannya ada
ekspansi bikin refinery dan segala macam
bisa jadi lebih bagus daripada yang
lain. Karena kan dia punya konsensus
lahan lebih tinggi walaupun belum jalan.
Ini masih belum jalan dan logistiknya
itu murah teman-teman by geography.
Nanti saya akan jelaskan di next
selanjutnya.
Dan di MITI ini ada Sandiaga Uno
tentunya afiliasinya ya kan. [berdehem]
Jadi namanya tambang butuh regulasi yang
lebih ketat sehingga butuh orang-orang
politik yang lebih kuat gitu. Nah,
selanjutnya ada kelas. Kas ini lebih
kecil dan eh purity-nya enggak estimasi,
enggak bisa diestimasi enggak saya
enggak nemu sumber-sumber datanya. Dan
ada KKGI sama juga enggak bisa
diestimasi. Dan terakhir ada cuan,
Teman-teman. KKGI dan Cuan ini sudah
beroperasi, Teman-teman, eh
tambang silikanya.
Nah, dan estimasinya based on geologi.
Saya enggak nemuin eh ininya ya eh
sumber-sumber cuan, tapi based on tempat
geologinya cuan di Kalimantan Timur ini
91 sampai 99%, Teman-teman. Ee
purity-nya ya. Walaupun saya salah, tapi
kan at least ya purity-nya di situ tuh
memang rata-rata segitu dari geologinya
di Google saya baca. Oke, yang kedua
adalah lokasinya itu saya belum tahu,
Teman-teman. Cuan ini lokasinya
batas-batasnya belum tahu saya. Nah,
secara jelas yang yang jelas dia ada di
Kalimantan Timur di bagian ee
selanjutnya saya akan bahas di situ.
[berdehem]
[mendengus]
Nah, di sini nih cuan ini belum jelas
karena dia belum ada batas-batasnya
daerah sini.
Dan kelebihannya adalah apa?
Infrastrukturnya lebih lengkap,
Teman-teman. di Kalimantan Timur.
[mendengus]
Tapi kekurangannya kita enggak tahu nih
ee tempat lokasi pertambangannya yang
ekstrak itu di mana. Sedangkan
Mitfrastrukturnya
jelek tapi eh dekat, Teman-teman. Mind
to port-nya. Mind to port itu jarak dari
tambang ke
e port itu apa namanya? Eh pelabuhan.
Jadi dekat ee port ke tambangnya,
tambang ke portnya juga dekat.
Jadi operasionalnya bisa jadi lebih
murah secara potensi. Makanya saya ee
memasukkan MITI ke sini karena
berpotensi.
Nah, jadi kita lihat nih sebentar
sebelum kita nge-judge kita bahas dulu
MITI. Nah, MITI ini
dia itu kan dekat ya main to port-nya.
sehingga untuk dari e impor bahan-bahan
dari luar negeri ya kan ee seperti gas
dan juga data eh data sori dan juga
kimia dan juga yang lain-lain data-data
yang saya sebutkan itu dari tadi saya
presentasikan
lebih murah untuk di MITI karena dekat
ke portnya impor ke situ dekat cuman 2
sampai 10 kilo dan ekspornya juga dekat
2 sampai 10 kilo sehingga berpotensi
low cost producer, teman-teman. Nah,
sedangkan cuan ini saya tidak tahu
lokasinya,
tapi sepertinya lebih di tengah daripada
MITI yang lebih dekat dengan laut.
[mendengus]
[berdehem]
Nah, terakhir eh kita nge-judge silika
industri di Indonesia.
Yang pertama adalah demand. Demandnya
ini hijau tua, Teman-teman. Saya lihat
demand-nya bagus. Dari segi ekspor ada
berantemnya Amerika, Cina, ada drama
konflik Timur Tengah sehingga nanti
energi butuh cari yang alternatif. Belum
lagi ada narasi dari ee China yang ingin
mengurangi ketergantungan minyak, pengin
pakai mobil listrik dan segala-segalanya
listrik. Kalau kalian ke Concing namanya
kota di Cina yang modern itu semuanya
base-nya listrik, Teman-teman. Makanya
saya melihat di mana ini bagus,
Teman-teman. Kalau misalkan semuanya
pakai listrik, maka power ini butuh yang
lebih banyak sehingga solar itu lebih
berkurang dan power listrik lebih lebih
tinggi demandnya. Jadi ada market share
yang di
ee ambil. Jadi distribusinya kita bikin
kasih mild lah, mild effective lah. Jadi
distribusinya ada beberapa COGS yang
harus impor yang berhubungan dengan war.
Ada juga yang tidak gitu seperti ee tadi
yang ada di China dua COGS. Yang
terakhir eh sori terakhir yang
supply-nya. Suplain-nya itu saya juga
melihat bagus teman-teman karena
supplynya itu banyak melimpah tapi value
creation-nya besar teman-teman ya kan?
Jadi melimpah value creationnya besar
artinya marginnya itu sangat besar
teman-teman tidak tergerus oleh kenaikan
harga yang sensitif. Jadi, silica ini
enggak sensitif harganya dikarenakan
banyak supply-nya. Tapi jika
dihilirisasi besar value creation-nya
sehingga CO-nya di situ-situ aja, tapi
marginnya bisa makin tinggi. Kalau
misalkan teknologi makin tinggi bisa
dibikin jadi iPhone, bisa jadi apa
segala macam gitu kan.
Tapi processing-nya kalau di Indonesia
itu jelek, Teman-teman. belum ada
reveny, belum ada refinery ya kan, belum
bisa bikin untuk wafer, belum ada
mesin-mesin fotol litografi dan yang
lainlinin. Jadi saya melihat
processingnya itu merah sangat jelek di
Indonesia. Jadi kita cuman bisa ekspor
lah untuk ee
[berdehem]
untuk menjadi solar waffer atau juga
jadi silicon waver. Nah, selanjutnya
adalah regulation. Nah, regulation-nya
silica ini belum jelas. saya belum
menemukan regulasi yang pakem gitu
seperti batu bara dan juga nikel dan
emas gitu. Nah, potensial ya saya
melihat sangat bagus teman teman-teman
potensial. Logikanya gini, kalau kita
enggak bisa bikin wafer, at least at
least kita bisa bikin kaca. Kalau
misalkan mereka itu mau bikin solar
waver, solar panel kan butuh kaca
banyak.
Mau bikin HP butuh kaca banyak, mau
bikin e laptop butuh kaca banyak.
mobil listrik butuh kaca banyak juga.
Makanya saya melihat industri ini eh
potensialnya tinggi, Teman-teman. Oke.
Baik, selanjutnya adalah eh ada quotes
dari One Buffet. Bagi kalian yang masih
bingung untuk riset kayak, "Bang, gua
takut salah gitu kan. Cari datanya juga
pusing dari mana?" Nah, kita bisa
estimasi. Makanya Warren Buffet pernah
bilang, "It's better to be roughly right
than precisely wrong, gitu. Jadi lebih
bagus untuk eh benar sedikit
daripada kita salah total gitu bagi one
buffet. Dan ini adalah eh quotes yang
bisa dipakai untuk membuat reset.
Dan ini resource
eh data dan juga
fakta-fakta yang saya gunakan dari
web-web ini untuk membuat eh riset yang
saya presentasikan tadi. Oke, sekian
dari saya. E semoga belajar,
Teman-teman. Goodbye.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Sesi 1 | Memahami Esai Secara Luas
Rita Primayuni · Indonesian

Why 99% of Power Bank Reviewers Are WRONG! (UGREEN Nexode 200W Test)
TechDayEveryDay · Polish

Milenial Anti Narkoba - BNN Short Movie
Lembaga Administrasi Negara RI · English

Hidrokarbon (1) | Kekhasan Dan Jenis-Jenis Atom Karbon (C) | Kimia kelas 11
Kimatika · Indonesian

IA GRÁTIS que Faz Cortes de Vídeos e Podcast - CELULAR e PC
Ygor Ortega Editor de Vídeos · Portuguese (Portugal, Brazil)

とあ - ツギハギスタッカート - ft.初音ミク ( Toa - Patchwork Staccato - ft.Hatsune Miku )
- Toa Official - · Japanese

El poder del autocoaching en 5 pasos
Psicólogo Abel Núñez · Spanish

Khutbah Jum'at Paling Menyentuh. - Ustadz Adi Hidayat
Adi Hidayat Official · Indonesian

CSL Pewarnaan Gram BEM FK UNIBOS
BEM FK UNIBOS · English

Gwen Visits Miles | Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023) | Now Playing
NOW PLAYING · English

Apa Itu Manajemen Perkantoran? Dasar-Dasar yang Wajib Diketahui Siswa MPLB!
Ruang Edukatif · Indonesian

06 الخلوة في غار حراء | رحلة السيرة - الشيخ رجب أبو بسيسة
رجب أبوبسيسة · Arabic
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.